Sang Petarung

Sang Petarung
Chapter 255 Suasana Hutan


__ADS_3

Tidak lama berselang, beberapa binatang gajah bercula tampak berlarian mendekat ke arah pertarungan Chakra Ashanka dengan temannya. Tetapi melihat binatang yang bertarung dengan Chakra Ashanka, terkapar di tanah, binatang-binatang itu menghentikan langkahnya. Binatang itu menatap ke arah Chakra Ashanka yang dengan tersenyum balik menatap ke arah binatang-binatang itu.


"Dengarlah gajah bercula..., aku bisa saja membunuh temanmu ini. Begitupun juga dengan kalian semua.., aku bisa menghancurkan kalian dalam satu serangan saja. Tetapi.., kedatangan kami ke dalam hutan ini, hanya untuk menumpang lewat, bukan untuk menghancurkan gerombolan kalian. Pergilah.. sebelum aku dan teman-temanku kehilangan kesabaran menghadapi kalian." Chakra Ashanka berteriak mengajak bicara binatang-binatang itu.


"Ngikkkk..., ngikkk..." seperti bisa memahami apa yang diucapkan Chakra Ashanka, binatang-binatang itu menjadi bergemuruh, seakan-akan sedang berbicara satu sama lain. Tetapi tidak lama kemudian, tiba-tiba binatang-binatang itu membalikkan badan dan berjalan meninggalkan Chakra Ashanka dan ketiga temannya. Ketiga teman anak muda itu mengambil nafas lega, kemudian berjalan lebih mendekati anak muda itu.


Chakra Ashanka menundukkan badannya, kemudian berjongkok dan mengusap punggung binatang bercula itu. Tangan anak muda itu masuk merogoh sesuatu dari dalam kepisnya, dan mengeluarkan satu buah pil hasil pengolahan ayahndanya. Tanpa bicara, tangan Chakra Ashanka membuka mulut binatang gajah bercula itu, dan memasukkan pil ke dalam mulut binatang itu. Tidak lama kemudian, binatang itu menjadi kembali bertenaga. Dibantu dengan kekuatan Chakra Ashanka, binatang gajah bercula itu dapat dengan cepat memulihkan tenaganya. Kemudian binatang itu berdiri, dan mengusap-usapkan kepalanya ke tubuh anak muda itu.


"Pergilah gajah bercula..., susullah gerombolanmu. Aku dan kamu tidak ditakdirkan untuk saling mengganggu, pergilah." Chakra Ashanka mengajak binatang itu untuk bicara, tangannya mengusap kepala binatang itu. Sepertinya binatang itu merasa enggan untuk berpisah dengannya, tetapi anak muda itu menepuk tiga kali perut gajah bercula itu, memintanya pergi. Dengan tatapan enggan, akhirnya binatang itu berjalan pergi meninggalkan Chakra Ashanka dan ketiga temannya.


"Hebat kamu Ashan.., kamu tidak hanya bisa mengalahkan tenaga manusia. Tetapi binatang sebesar itu bisa dengan mudah tunduk pada kekuatanmu. Bahkan kamu berbuat baik pada binatang itu, tidak membunuhnya malah memberinya obat." Tarjono memuji kehebatan Chakra Ashanka.


"Iya Ashan.., tidak banyak petarung muda sepertimu yang dengan mudah bisa mengendalikan emosimu. Kamu memang pendekar pilih tanding Ashan.., memberi kesempatan kepada sesama makhluk untuk menghirup nafas kehidupan di dunia ini." Sayogyo menimpali perkataan Tarjono.

__ADS_1


Chakra Ashanka tersenyum, kemudian merangkul ketiga teman perjalanannya itu. Ternyata berada di luar perguruan, bagi Chakra Ashanka terasa sangat menyenangkan. Anak muda itu bisa mengenal dan melihat secara langsung binatang-binatang dengan tingkatan kekuatan magic masing-masing.


"Kita harus mencari tempat untuk beristirahat malam ini. Silakan kalian tentukan, kita akan tidur di atas pohon, atau kita akan mencari gua untuk berlindung sementara." Chakra Ashanka menawarkan temannya untuk mengistirahatkan tubuh mereka. Ketiga anak muda itu saling berpandangan, tidak satupun dari mereka yang berani memilih pilihan yang diberikan Chakra Ashanka, karena mereka sama-sama belum memiliki pengalaman.


"Ya sudah.., karena tidak ada satupun dari kalian yang menjawab pertanyaanku, aku sarankan malam ini kita istirahat di atas pohon saja. Tidak mudah untuk menemukan gua di malam seperti ini. Mungkin besok pagi, kita akan dapat menemukan gua untuk berlindung sementara." melihat teman-temannya kebingungan, akhirnya Chakra Ashanka mengajak mereka untuk beristirahat di atas pohon sambil menunggu malam berlalu.


***********


Keesokan Paginya


"Ayo kita turun.., kita harus menemukan mata air untuk membersihkan tubuh kita, dan mempersiapkan air minum." Chakra Ashanka mengajak ketiga temannya untuk mencari mata air.


"Tap.., tap.." keempat anak muda itu dengan lincah melompat turun. Di atas tanah, Chakra Ashanka melakukan peregangan otot-ototnya, yang semalam merasa tertarik karena posisi tidurnya yang duduk bersandar pada batang pohon.

__ADS_1


"Mungkin kita berempat bisa saling membagi tugas Ashan. Ada yang mencari gua.., dan yang lainnya mencari mata air. Kita akan saling mengirimkan kode untuk memberi isyarat jika kita sudah menemukan apa yang ingin kita cari." tiba-tiba Sayogyo mengusulkan sebuah pemikiran. Kedua temannya yang lain menyetujui usulan itu, dan akhirnya Chakra Ashanka menganggukkan kepala.


"Baiklah.. aku dan Prastowo akan mencari gua untuk beristirahat nanti malam. Ashan dan Tarjono bisa mencari mata air untuk mendapatkan sumber air. Gunakan asap untuk saling memberi tahu keberadaan kita.." akhirnya Sayogyo membagi mereka, dengan satu kelompok berisi dua orang.


"Baik.., aku setuju. Ayo kita berpisah disini.." dengan cepat Chakra Ashanka menyetujui usulan itu.


Setelah Sayogyo dan Pratsowo pergi, Chakra Ashanka segera mengajak Tarjono untuk berjalan ke timur. Mata anak muda itu mengamati pola pohon-pohon itu mencondongkan batang pohonnya. Sambil memasang telinga untuk menangkap suara gemercik air, Chakra Ashanka dan Tarjono terus berjalan ke arah timur dari tempat mereka terakhir kali berdiri.


"Tarjono..., ayo kita ke arah sana. Lihatlah binatang-binatang itu, beberapa dari mereka tubuhnya basah. Aku yakin di sisi sebelah sana ada sumber mata air, tempat para binatang itu merendam tubuhnya." tiba-tiba Chakra Ashanka menunjuk ke sisi timur agak ke selatan. Memang dari arah itu, muncul kawanan binatang yang seperti baru saja berendam dalam air.


Tidak lama kedua anak muda itu berjalan, terdengar suara gemericik air di kejauhan. Tarjono tersenyum dan memberi isyarat pada Chakra Ashanka. Tanpa menunggu lagi, kedua orang itu bergegas menuju suara gemericik air. Setelah berjalan beberapa saat, di depan mereka terlihat ada sebuah sungai yang dangkal dengan batu-batuan besar di dalamnya. Air yang ada di sungai itu sangat jernih, dan terlihat beberapa ekor ikan sedang berenang ke sana kemari.


"Lihatlah Ashan..., kita bisa menangkap beberapa ekor ikan untuk makan pagi kita berempat." teriak Tarjono sambil menunjuk ke tengah sungai.

__ADS_1


"Tangkaplah secukupnya Tarjono.., kita juga harus memberi kesempatan pada ikan-ikan itu untuk melanjutkan hidup mereka." Chakra Ashanka menanggapi perkataan Tarjono. Tidak lama kemudian, Tarjono dan Chakra Ashanka sudah masuk ke dalam air. Mereka berendam dan membersihkan tubuh mereka. Rasa lelah yang mendera tubuh mereka terasa lenyap tak berbekas, seperti terbawa oleh aliran air. Beberapa ikan yang sedang berenang, dikejar dan ditangkap  oleh Tarjono, dan langsung dibersihkan untuk segera mereka bakar.


**************


__ADS_2