Sang Petarung

Sang Petarung
Chapter 496 TAMAT


__ADS_3

Setelah Wisanggeni bersedia menerima amanah untuk menjadi pemimpin warga di tengah hutan, semakin lama banyak warga dari luar hutan yang menyatakan bergabung dengan warga kelompok  warga itu. Untuk memberikan kemudahan memberi tahukan keberadaan mereka, para warga sepakat untuk berembug masalah pemberian tetenger berupa nama desa tersebut.


"Mungkin Randu alas bisa digunakan untuk tetenger nama dari pedukuhan kita ini.." salah satu warga yang berusia lanjut mengusulkan penamaan untuk desa yang saat ini sudah berkembang menjadi kota kecil ini.


"Jangan.. kita sudah tidak bisa lagi untuk disebut Randu alas, kita sudah bersama-sama secara bergotong royong, membangun akses jalan untuk terhubung dengan perkampungan yang ada di pinggiran hutan. Mungkin bisa mengusulkan nama lain..?" warga yang lain menyatakan kurang sepakat.


Akhirnya para warga kembali berdiskusi, dan sudah berlalu lama, namun mereka belum menemukan nama yang cocok untuk disematkan pada desa tempat mereka tinggal. Wisanggeni dan Abhiseka tersenyum dan saling berpandangan mata, sepertinya mereka harus turut berbicara. Karena jika tidak, diskusi di antara mereka bisa berlangsung sampai malam hari.


"Dengarlah warga semuanya, terima kasih sebelumnya atas kerelaan kalian semua untuk bertahan di desa ini, dan turut membangunnya sehingga sudah menjelma menjadi sebuah kota kecil.. Jika boleh aku ingin mengusulkan sebuah nama yaitu Taliroso.. dimana nama ini memiliki arti kita mengaitkan perasaan kita sebagai saudara, dan keluarga hingga bertahan di tempat ini." tiba-tiba Wisanggeni mengusulkan sebuah nama.


Kembali suara warga yang berada di tempat itu kembali terdengar membicarakan nama itu. Tetapi hampir semua menyetujui nama yang diusulkan oleh Wisanggeni.

__ADS_1


"Kami menyetujuinya Ketua.. nama Taliroso sangat mewakili rasa kita, dengan bersama-sama menetap di tengah hutan, hingga akhirnya menjelma menjadi sebuah kota kecil." seorang warga yang usia tua menanggapi perkataan Wisanggeni.


"Baiklah.. segera siapkan ubo rampe untuk kita mengadakan kenduri keselamatan. Siapkan ayam ingkung untuk warga kita berpesta malam ini.." dari samping Wisanggeni, Abhiseka turut memberikan instruksi.


Para warga itu segera bergegas meninggalkan dua anak muda itu, dan keduanya segera berpisah dan kembali ke tempat mereka masing-masing.


********


"Nimas.. apakah Nimas kecewa dengan semuanya ini.." Wisanggeni bertanya pada istrinya dengan suara lembut, ketika melihat binar mata bahagia tersirat di mata jernih istrinya.


"Tidak kangmas.. mungkin kita ini memang sudah ditakdirkan untuk berkumpul dengan orang-orang.., untuk membawa kesejahteraan bagi orang banyak. Nimas sudah mengubur keinginan kita kangmas.. mungkin dengan berbagi dengan orang-orang ini, kita malah akan menemukan sebuah kebahagiaan yang sejati." Rengganis menyandarkan kepalanya di pundak laki-laki itu, dan mengucapkan apa yang saat ini sedang dirasakannya.

__ADS_1


"Terima kasih istriku.. ternyata Nimas bersedia untuk bersamaku dalam keadaan apapun. Kakang sangat bangga dan bahagia mendengarnya.." sambil tersenyum Wisanggeni mengucapkan terima kasih pada istrinya.


Abhiseka dan Niken Kinanthi yang duduk di belakang mereka, tersenyum melihat pasangan suami istri di depan mereka. Kebersamaan dan saling mengasihi keduanya, dengan menerima apa adanya yang bisa mereka nikmati, memberikan pencerahan pada mereka berdua, dan memutuskan untuk bersama lebih dekat dengan pasangan itu.


******


Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, dan bulan berganti warsa. Kota kecil yang semula diberi tetenger Tali Roso, saat ini sudah menjelma menjadi sebuah kota yang sangat besar. Meskipun demikian, semua warga tetap berpegang teguh, dan taat hanya dengan satu pemimpin mereka yaitu Wisanggeni dan istrinya Rengganis. Atas desakan dari para warga, dan juga tidak terlepas dari peran Abhiseka dan Niken Kinanthi, akhirnya kota itu berubah membentuk sebuah kerajaan baru.


Untuk menghargai dan menghormati tokoh pendiri kota itu, warga tetap meminta Wisanggeni dan Rengganis untuk menduduki posisi jabatan sebagai Raja dan ratu di kerajaan Tali roso. Semua warga masyarakat guyup rukun, dan mampu menjaga kebersamaan dengan kerajaan-kerajaan lain di sekitar kerajaan itu.


*******

__ADS_1


TAMAT


__ADS_2