Sang Petarung

Sang Petarung
Chapter 372 Menginap di Tengah Hutan


__ADS_3

Chakra Ashanka berdiri di pinggir tebing, melihat gugusan pepohonan di lembah yang ada di bawah tebing tersebut. Tidak tahu apa yang ada di pikiran anak muda itu, pikirannya melamun. Dari belakang, terlihat Ayodya Putri berjalan menghampiri anak muda itu. Rengganis dan Sekar Ratih membiarkan hal itu, tidak memberikan teguran atau melarang gadis muda itu mendatangi Chakra Ashanka.


"Apa yang sedang kamu lihat Kang Ashan.., ternyata Putri baru menyadari. Ternyata banyak tempat-tempat menarik yang belum pernah Putri lihat dan kunjungi selama ini. Lebih menyenangkan dan menyegarkan mata berada di tempat-tempat seperti ini, jika kita bandingkan berjalan-jalan di perkotaan." dari samping anak muda itu, Ayodya Putri mengajak Chakra Ashanka berbicara.


Anak muda itu menolehkan wajah ke samping, dan tersenyum melihat gadis muda cantik itu berdiri di sisinya. Dilihat dari wajahnya, sepertinya gadis muda itu memang tidak berbohong, dia memang terlihat belum pernah datang dan melihat-lihat tempat seperti ini.


"Syukurlah.., berarti keputusanmu untuk ikut bersama kami tidak sia-sia Nimas.. Kali ini kamu sedang berinteraksi dengan lingkungan alam yang sebenarnya, kita berada di tengah hutan. Suatu saat kamu juga harus mulai membiasakan diri untuk berinteraksi dengan manusia yang lain. Manusia itu memiliki banyak perbedaan, dari sikap, watak, karakter, kesukaan, mata pencaharian dan masih banyak lagi yang lainnya. Kamu harus bisa menerima semuanya, jangan pernah membuat perbedaan dari hal itu." terdengar Chakra Ashanka dengan pelan-pelan memberi masukan pada gadis muda itu.


Ayodya Putri terdiam, selama ini memang tidak pernah ada yang berani untuk memberi tahu kepadanya, jika apa yang dia lakukan adalah salah. Ayahnda dan ibundanya terlalu memanjakannya, tidak pernah memberinya larangan untuk melakukan sesuatu. Kali ini, seorang anak laki-laki muda yang berhasil menggetarkan hatinya, memberinya nasehat untuk menyesuaikan semua sikap dan perilakunya. Gadis muda itu tanpa sadar membayangkan perilakunya selama ini, Dengan tanpa adanya larangan, Ayodya Putri sudah terbiasa untuk berlaku seenaknya saja,


"Bagaimana nimas Putri.., apakah kamu mendengar apa yang aku katakan?" kata-kata Chakra Ashanka tiba-tiba membuyarkan lamunan gadis muda itu. Ayodya Putri tergagap, dan dengan rasa malu gadis muda itu menengadahkan wajahnya menatap wajah Chakra Ashanka.


Chakra Ashanka terkejut melihat sikap yang ditunjukkan gadis muda itu kepadanya. Dengan jelas dan tanpa hambatan, anak muda itu menatap mata Ayodya Putri yang bening dan bersinar cerah. Tampak kekosongan dalam pikiran Ayodya Putri, yang bisa dilihat dari kelopak matanya itu.


"Iya kakang.. rupanya Putri memang masih harus banyak belajar. Kang Ashan mau kan untuk mengajari Putri, merubah perilaku dan sikap kekanak-kanakan Putri." dengan polos, gadis muda itu membuat sebuah harapan pada anak muda di depannya itu.

__ADS_1


"Baiklah Nimas.., kita akan belajar bersama-sama. Kita juga akan saling mengingatkan, jika tanpa sadar salah satu dari kita membuat sebuah kesalahan." dengan cepat Chakra Ashanka menyanggupi untuk mengajari gadis muda itu belajar bersama.


Kedua anak muda itu kembali menatap pemandangan hijau menyegarkan yang tersaji di depan mata mereka. Sesekali gelak tawa terdengar di antara mereka, dan tanpa sadar Rengganis serta Sekar ratih menengok kepada mereka,


"Lihat Kang..., lihat di sebelah sana. Burung-burung itu sangat banyak, tapi bisa secara kompak mereka menuju ke arah yang sama.." tiba-tiba Ayodya Putri menunjuk ke atas langit. Memang bisa dilihat gerombolan burung yang sudah akan kembali ke kandang mereka.


***********


Malam Harinya


Dengan sigap, Sekar ratih mengambil ikan yang sudah dibersihkan itu dari tangan Chakra Ashanka. Dibantu Rengganis, gadis kecil itu segera membuat api dan memutuskan akan memasak ikan bakar. Dengan peralatan seadanya, tidak lama kemudian ikan bakar sudah tersaji dengan menggunakan alas daun-daun untuk meletakkan ikan bakar. Ke empat orang itu dengan segera mengelilingi ikan bakar, dan kemudian menikmatinya secara bersama-sama.


"Nimas Putri masih mau lagi.., jika masih mau habiskan sekalian ikan itu. Bibi dan Nimas Ratih sudah merasa kenyang, karena sambil membakar tadi kita juga sudah menikmati satu ekor." Rengganis menawarkan ikan yang masih utuh pada gadis muda itu.


"Terima kasih Bibi.., ikan bakar ini sangat nikmat. Putri belum pernah menikmati ikan sesegar ini," merasa masih tertarik, Ayodya Putri menerima penawaran itu.

__ADS_1


Chakra Ashanka hanya tersenyum melihatnya, memang bagi yang jarang atau bahkan belum pernah melakukan hal ini. Akan mengatakan jika ikan bakar ini sangat nikmat, tetapi baginya yang hampir selalu menggunakan ikan bakar sebagai pengisi perut ketika bertualang, sudah sedikit merasa bosan. Hanya saja, dalam kondisi di tengah hutan untuk dapat bertahan hidup, ikan bakar ini menjadi pilihan yang sangat mudah.


"Jika sudah selesai, segera bersihkan tanganmu Nimas. Segeralah beristirahat, karena semakin malam hutan ini akan semakin sepi. Binatang buas akan banyak berkeliaran, sehingga kita harus segera tertidur." Chakra Ashanka menyahuti dari tempat duduknya.


"Binatang buas.., betapa mengerikan ternyata berada di tengah hutan pada malam hari. Tetapi, tidak akan terjadi sesuatu dengan kita kan kakang.." mendengar kata binatang buas, gadis muda itu menjadi merasa ketakutan. Mukanya tiba-tiba terlihat pucat, gadis itu kemudian menggeserkan tubuhnya ke arah anak muda itu.


"Tenanglah.. tidak akan terjadi apapun dengan kita, asalkan kamu segera menuruti kata-kataku. Ada naga terbang dan Singa Resti yang akan menjaga kita. Kedua binatang itu termasuk binatang peliharaan dengan kasta tinggi, sangat jarang binatang yang mau berurusan dengan mereka berdua. Segera cuci tanganmu.." dengan sabar, Chakra Ashanka menjelaskan,


Mendengarkan penjelasan dari anak muda itu, Ayodya Putri menjadi bernafas lega. Tanpa disuruh lagi, gadis muda itu segera membersihkan tangannya dengan menggunakan air sungai yang sudah disiapkan oleh anak muda itu. Rengganis dan Sekar ratih hanya melihat perilaku gadis muda itu. Ada sedikit rasa iri di hati Sekar Ratih melihat kedekatan Ayodya Putri dengan Chakra Ashanka. Tetapi dengan cepat, gadis kecil itu menilai dirinya sendiri, jika dia tidak sebanding dengan anak muda itu.


"Ratih.., kamu tidur di sisi dekat dinding goa, diikuti oleh Nimas Putri. Aku akan melatih tenaga dalamku, malam ini aku akan memanfaatkan kesegaran udara hutan ini untuk bermeditasi. Sedangkan kamu Ashan.. karena kamu laki-laki, maka tempatmu di depan mulut goa. Kamu harus memberikan perlindungan kepada kami." Rengganis membuat pengaturan.


"Baik Ibunda.. segeralah semua beristirahat." ucap anak muda itu.


Tidak lama kemudian, goa itu menjadi sunyi. Hanya suara binatang malam yang terdengar di malam ini.

__ADS_1


*********


__ADS_2