Sang Petarung

Sang Petarung
Chapter 365 Mengabaikan Rasa Malu


__ADS_3

Chakra Ashanka tersenyum, matanya hanya menatap laki-laki yang dengan sombongnya berdiri di depannya. Melihat laki-laki itu membuat formula aji-aji ilmu Kanuragan, sedikitpun tidak membuat gentar anak muda itu. Bahkan ketika laki-laki di depannya sudah mengangkat kedua tangan untuk mengirimkan Serangan kepadanya, anak muda itu hanya bergeser satu langkah ke samping.


"Terimalah serangan dengan seluruh kekuatanku anak muda, kita akan lihat masih bisakah kamu untuk tersenyum lagi. Hiya.... jeglarr... blamm..." sebuah serangan dengan kekuatan penuh dengan deras meluncur ke arah Chakra Ashanka. Orang-orang yang berada di jalan itu, terkesiap kemudian berlari untuk mengamankan diri mereka.


Warna merah seperti mengeluarkan kilatan gerigi terlihat dari gumpalan kekuatan yang dikirimkan oleh orang tersebut. Chakra Ashanka memejamkan matanya sejenak, sekali lagi anak muda itu memutar satu tangan kanannya, dan gumpalan energi tak berwujud muncul di atas telah tangannya. Dengan senyuman santai tanpa ada kepanikan sedikitpun, anak muda itu mengarahkan tangan kanan menghadap depan, dan digunakan untuk menghalangi serangan dari orang tersebut.


"Duaamm...Blaaaashhh...." begitu kedua kekuatan itu bersentuhan, gumpalan warna merah api di tangan kaki itu seperti perlahan terserap pada energi yang dikeluarkan anak muda itu.


Seketika laki-laki yang dengan semangat berapi-api mengirimkan serangan pada anak muda itu terlihat pucat. Laki-laki itu memundurkan kakinya ke belakang, dengan sempoyongan laki-laki itu memuntahkan darah segar dari mulutnya. Satu tangannya digunakan untuk menahan perutnya. Melihat kondisi temannya yang berakhir mengenaskan, laki-laki yang tadi datang bersamanya langsung berlari kemudian membawa temannya pergi.


Chakra Ashanka hanya diam tidak berbicara, dan merasa jika sebenarnya tidak memiliki urusan dengan orang tersebut. Tanpa melihat pada perempuan muda yang sombong yang sudah dia tolong, anak muda itu segera bergegas untuk meninggalkan tempat itu. Tetapi baru saja anak muda itu akan mengangkat satu kakinya ke depan..


"Tunggu sebentar Ki Sanak..." terdengar suara perempuan muda itu memintanya untuk berhenti.


Chakra Ashanka masih terdiam, melihat sikap sombongnya tadi, anak muda itu merasa malas untuk berbincang dengannya. Tetapi untuk menghargai seorang perempuan, anak muda itu berhenti dan tetap menghadap ke depan tanpa melihat wajah perempuan muda itu.


"Terima kasih atas bantuan dan perlindungan yang Ki Sanak berikan untukku. Jika berkenan untuk mengingat namaku, Ayodya Putri nama yang diberikan oleh kedua orang tuaku." dengan wajah merasa malu dan menundukkan kepala, gadis muda itu memperkenalkan dirinya.


Chakra Ashanka mengangkat wajahnya, dan beberapa saat kemudian gadis bernama Ayodya Putri itu mengangkat wajahnya ke atas. Kedua orang itu saling bertatapan mata sejenak, dan anak muda itu merasa tersihir ketika melihat mata jernih dari gadis itu. Tetapi untungnya anak muda itu segera tersadarkan.


"Matanya bening sekali sangat serasi dengan wajahnya yang putih bersih." Chakra Ashanka membatin sendiri.


"Hmmm... sebuah nama yang bagus, hanya saja belum diimbangi dengan sikap dan tata Krama yang bagus." anak muda itu memberikan penilaian pada gadis yang ada di depannya itu.

__ADS_1


Muka Ayodya Putri berubah menjadi kemerahan, tampak terlihat jika gadis muda itu berusaha untuk menyembunyikan emosi.


"Apa maksud Ki Sanak, sedikitpun tidak memberikan penghargaan untukku yang sudah merendahkan diri di hadapan Ki Sanak." wajah yang terlihat polos tadi tiba-tiba berubah.


"Huh.." Chakra Ashanka tidak memberikan tanggapan. Anak muda itu hanya menggerakkan satu sudut bibirnya ke atas, kemudian berjalan meninggalkan gadis muda itu.


Ayodya Putri merasa kaget, mendapatkan perlakuan yang tidak biasanya dari anak muda itu. Jika biasanya banyak laki-laki berusaha untuk menarik perhatiannya, dan selalu mengirimkan hadiah. Tetapi kali ini, gadis muda ini merasa mendapatkan sebuah penghinaan dari Chakra Ashanka. Bahkan sedikitpun anak muda di depannya itu tidak meliriknya sama sekali.


Dengan wajah kesal, gadis muda itu mengikuti Chakra Ashanka di belakangnya. Sambil bersungut-sungut, Ayodya Putri berjalan dengan menundukkan kepala ke bawah.


*******


Di penginapan


"Den Ayu.., Den Ayu.. bagaimana Den Ayu bisa menemukan anak muda itu?" dengan penuh perasaan, salah satu pengawal memberanikan diri untuk bertanya.


"Tutup mulut kalian, apakah kalian tidak melihat bagaimana anak muda itu mengabaikanku sejak tadi?" dengan kesal, Ayodya Putri berbicara dengan nada tinggi pada pengawalnya.


"Apakah Den Ayu membutuhkan bantuan kami?" mendengar perkataan majikan putrinya, para pengawal berniat untuk memberikan bantuan.


"Menyingkirlah dari hadapanku sekarang juga, itu namanya kalian sudah memberikan bantuan kepadaku." dengan nada tinggi, Ayodya Putri menghardik para pengawal.


Para pengawal itu saling berpandangan, kemudian setelah menganggukkan kepala, mereka memundurkan badannya melangkah ke belakang. Ayodya Putri berjalan kaki cepat mengejar langkah Chakra Ashanka, kemudian mensejajarkan langkah dengan anak muda itu.

__ADS_1


"Kang.., tidak bisakah kakang berhenti sebentar. Berilah waktu untukku sedikit saja, agar kita dapat berbincang sejenak." tanpa sadar, Ayodya Putri mengulurkan tangan dan memegang pundak Chakra Ashanka.


Anak muda itu menghentikan langkahnya kemudian menengok ke wajah Ayodya Putri. Terlihat sorot mata bening yang penuh harap menatap Chakra Ashanka. Anak muda itu menghirup nafas dalam, dengan muka malu Ayodya Putri menurunkan tangannya.


"Apa masih ada yang perlu untuk kita bicarakan?" dengan suara tegas, Chakra Ashanka bertanya pada Ayodya Putri.


"Tidak bisakah kakang bersikap lebih hangat kepada Putri? Jika selama ini sikapku dipandang keliru oleh kakang, aku minta maaf." dengan suara lirih, Ayodya Putri meminta maaf pada anak muda itu.


"Juga banyak terima kasih, ternyata kakang tidak Putri minta sudah memberikan pertolongan kepadaku." lanjut gadis Muda itu.


Suasana kembali terdiam, tanpa berkedip anak muda itu kembali menatap gadis muda di depannya itu dengan tatapan dalam. Sedangkan Ayodya Putri, seperti memahami kesalahan yang sudah dilakukannya, hanya diam menundukkannya kepala.


"Baiklah.. permintaan maafmu aku terima, dan ucapan terima kasih juga aku terima. Sepertinya sudah selesai bukan urusan kita, tinggalkan aku, karena aku akan segera beristirahat." ? tidak diduga, dengan tutur kata halus, Chakra Ashanka mengusir gadis muda itu.


"Tidakkah ada sedikit kesempatan untukku lebih mengenal kakang?" mendengar kata anak muda itu, dengan mengabaikan rasa malu, Ayodya Putri memberanikan diri menahan Chakra Ashanka.


"Hmmm.., baiklah namaku Chakra Ashanka. Panggil aku dengan sebutan Ashan." merasa tidak tega melihat ekspresi yang ditunjukkan gadis muda itu, akhirnya Chakra Ashanka mengenalkan dirinya.


"Terima kasih kang Ashan.." ucap lirih Ayodya Putri dengan pipi bersemburat merah.


"Kang Ashan.., akhirnya Kakang kembali..." tiba-tiba kedua orang itu dikejutkan oleh suara gadis muda dari dalam penginapan.


*******

__ADS_1


__ADS_2