Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Gonggo


__ADS_3

Tetua Yun Leng memacu kudanya dengan sangat cepat, di ikuti para murid terpilih dan beberapa perwira tinggi kerajaan buluh surgawi yang sengaja di tugaskan untuk menjaga keselamatan putra mahkota.


Kuda yang melaju cepat menembus lebatnya hutan perbatasan antara kerajaan cahaya nirwana dan kerajaan buluh surgawi, berhenti secara tiba tiba.


"Kita istirahat di tempat ini, karena malam akan segera datang. Aku tak ingin mengambil resiko bertemu dengan binatang roh jika kita terus melanjutkan perjalanan," ucap tetua Yun Leng.


"Tetua..!!, mengapa kita harus takut menghadapi para binatang roh yang ada di hutan?, kekuatan dan kemampuan rombongan kita jauh diatas mereka!" jawab pangeran Liushen sambil menatap sinis kearah Thien Yu yang berada tak jauh darinya.


"Pangeran, hutan di ujung sana merupakan tempat tinggal raja Gorila dan para kawanannya, jika kita tetap memaksa masuk maka sama saja jika kita mengantarkan nyawa padanya.


Gorila itu sudah sangat terkenal menguasai hutan perbatasan kerajaan cahaya nirwana, dan tingkat kekuatannya telah mencapai ranah tingkat legenda surgawi.


Aku tak ingin mengorbankan mereka semua dengan memaksa masuk kedalam hutan itu, jika pangeran ingin masuk ke dalam kawasan wilayah gorila itu maka aku tak akan menghentikan anda, dan aku ingatkan pada mu pangeran, gorila itu tak akan mengganggu jika kawasannya tak di usik, tapi jika sekali saja kau mengusiknya maka akan sulit bagimu untuk hidup.


Jika sampai kau memasuki kawasannya maka aku tak akan bertanggung jawab atas keselamatanmu, karena yang kau lakukan itu sama halnya dengan mengusik ketentraman gorila yang berada disana" ucap tetua Yun Leng.


"Kalian semua lemah dan pengecut!!, hanya mitos kuno yang berkembang dari telinga ke telinga, membuat kalian semua menjadi gentar. Jika kalian semua tak mau kesana, maka aku sendiri yang akan kesana, akan aku buktikan jika perkataan tetua Yun Leng itu tak benar adanya!!" hardik pangeran Liushen dengan memacu kudanya kearah depan.


"Dasar keras kepala!!, kau pikir keberadaan gorila itu hanya mitos belaka?, kau salah pangeran, gorila itu benar benar ada.


Aku ingatkan padamu pangeran, nyawa seluruh anggota mu saat ini berada di tanganmu, jika kau salah bertindak maka seluruh anggota yang kau miliki akan mati sia sia," teriak Thien Yu dengan lantang.


Sebenarnya Thien Yu sudah mengetahui keberadaan gorila tersebut dengan melihatnya dari mata langit yang ada padanya, akan tepati melihat ke egoisan dan kearoganan putra mahkota membuatnya sangat marah.

__ADS_1


"Dari pada dia membuat kebodohan yang nantinya akan di sesali, lebih baik aku yang membinasakan pangeran yang berotak tumpul ini, agar keselamatan seluruh anggotanya dapat terjaga," batin Thien Yu kesal, sabil memacu kudanya menyusul sang pangeran.


Melihat gelagat Thien Yu yang akan menyerang pangeran Liushen, tetua Yun Leng segera mencegahnya dengan menghadang Thien Yu.


"Thien Yu tak usah kau kotori tanganmu dengan darah pangeran bodoh itu, biarkan saja dia kehutan para kawanan gorila, lebih baik kita yang berada di sini mempersiapkan segalanya untuk beristirahat di tempat ini," ucap tetua Yun Leng menenangkan hati Thien Yu.


"Baik ayah angkat," jawab Thien Yu mengiyakan perkataan tetua Yun Leng walaupun saat ini hatinya masih sangat kesal pada sang pangeran. Dengan rasa hormat yang di milikinya terhadap ayah angkatnya, dia pun mengurungkan niatnya untuk membunuh pangeran Liushen.


Para murid terpilih yang berjumlah 7 orang tetap tinggal di tempat itu, mereka semua mempersiapkan tempat peristirahatan dan mencari hewan buruan sebelum malam tiba.


Sementara itu pangeran Liushen yang tak memperdulikan larangan tetua Yun Leng, memacu kudanya dengan sangat cepat untuk melanjutkan perjalan menuju kerajaan cahaya nirwana, melalui hutan yang konon katanya di huni oleh para kawanan gorila.


Kepergian Pangean Liushen di ikuti oleh para perwira tinggi istananya, dan juga 2 orang murid terpilih lainnya dari kerajaan buluh surgawi.


Walaupun bertolak belakang dengan hatinya kecilnya, para perwira tinggi dan 2 orang murid terpilih dari kerajaan buluh surgawi, mau tidak mau harus mengikuti sang pangeran masuk kedalam hutan.


Dan betapa terkejutnya sang pangeran melihat jika banyak sekali gorila yang mengepungnya, baik di tanah maupun yang berada diatas pepohonan besar yang banyak terdapat di dalam hutan.


"Bug..!!, Bug..!, Bug..!!"


Sang pangeran tiba tiba dikejutkan dengan hadirnya seekor gorila raksasa di hadapannya, yang tengah memukul mukul dadanya dengan keras, hingga menimbulkan sura gedebug kencang.


Sang pangeran dengan kelima perwira tinggi, serta 2 orang murid terpilih segera memasang kewaspadaan tingkat tinggi, kareana mereka menyadari jika gorila raksasa itu merupakan pemimpin dari semua gorila yang ada.

__ADS_1


"Kalian semua!, tangkap pemimpinnya hidup atau mati, karena aku menginginkan batu inti roh yang ada pada nya," teriak sang pangeran.


Mendengar perintah sang pangeran, kelima perwira tinggi istana buluh surgawi segera melompat dari atas punggung kuda tunggangan nya, di ikuti oleh 2 orang murid terpilih, dan siap menyerang kearah sang gorila raksasa.


Tiba tiba saja gorila raksasa mengeluarkan sura yang membuat semua orang yang ada sangat terkejut.


"Aku tak pernah menyakiti atau pun membuat masalah dengan kalian semua, aku juga telah memberi kesempatan melewati kawasan wilayah ku di siang hari, tapi kalian semua telah bertindak terlalu jauh dengan menginginkan batu inti roh yang menjadi sumber hidupku, maka dengan pernyataan kalian itu akan ku buat kalian semua mati dan menjadi santapan seluruh penghuni kawasan ini," ucap Gorila raksasa yang bernama Gonggo.


Mendengar jika gorila raksasa itu dapat berbicara, membuat pangeran Liushen sadar jika binatang roh yang ada dihadapannya itu merupakan binatang roh yang telah menembus ranah tingkat legenda surgawi.


"Aku harus melarikan diri dari tempat ini, karena akan sangat berbahaya bagiku berurusan dengan raja gorila itu," batin pangeran Liushan.


Pangeran Liushen segera memacu kudanya memutar arah kembali ketempat rombongan tetua Yun Leng, namun langkah kudanya terhenti karena puluhan gorila tengah menghadang jalannya


"Celaka!! keadaan ini kurang menguntungkan bagiku, lebih baik aku melawan untuk mencari celah melarikan diri dari tempat ini" gumam sang pangeran.


Disi lain gorila Gonggo tengah menyerang para pengikut sang pangeran, yang membuat pertarungan sengit pun terjadi.


Dengan kekuatan raja gorila yang sangat kuat, membuat satu persatu perwira tinggi dari kerajaan buluh surgawi tewas oleh keganasan raja gorila. Raja gorila tak memberikan waktu dan kesempatan bagi para perwira tinggi kerajaan buluh surgawi untuk dapat bernapas lega.


Kedua murid terpilih dari kerajaan buluh surgawi saat ini pun telah tewas, 2 orang perwira tinggi yang tersisa berusaha melarikan diri dari keganasan raja gorila, tapi sayang diapun tak luput dari serangan mematikan sang raja Gorila yang terkenal kuat, dan mempunyai baju perisai emas di tubuhnya yang sukar untuk di hancurkan.


Setelah mereka semua mati, para kawanan gorila yang ada langsung menyantap tubuh para pengikut pangeran Liushan, dan hal itu tak luput dari pandangan mata sang pangeran, yang membuat tubuh pangeran Liushan bergetar hebat karena menahan rasa takut yang teramat sangat.

__ADS_1


Bersambung.


Alhamdulilah saya sudah sehat kembali dari sakit tipes yang saya derita, walupun tubuh masih sedikit lemas. Besok saya akan kembali menulis 2 episode kembali 🙏.


__ADS_2