Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Pertempuran di perbatasan


__ADS_3

Anak panah yang jumlahnya ribuan tak henti hentinya melesat kearah pasukan Org di dua blok yang di bentuk para pasukan darat dataran awan, sehingga ketua Saigo meneriakkan untuk memasang tameng sebagai perlindungan dari anak panah yang terus berterbangan di udara.


Pasukan pemanah dataran awan sama sekali tak di beri kesempatan untuk melakukan serangan balasan terhadap para pasukan pemanah elf dari dataran langit, semua itu karena banyaknya anak panah yang terus berterbangan di udara.


Ketua Saigo mengeluarkan sebuah mustika dari dalam cincin ruangnya, kemudian melemparkan mustika itu ketanah hingga kabut asap memenuhi tempat di mana dia berada.


Tak lama kemudian muncullah ratusan asasin siluman dari gumpalan asap tersebut, asasin itu berupa binatang roh yang berwujud manusia berkepala binatang. Semua asasin yang tercipta langsung menyerang kearah para elf pemanah, hingga ratusan elf pemanah mati tanpa dapat melakukan perlawanan berarti.


Kesepuluh pemimpin elf yang melihat akan hal itu, segera berloncatan dari atas batu bara giok, menuju ke arah para asasin siluman yang kini telah memporak-porandakan pasukan pemanahnya.


Thien Yu yang melihat para pasukan dataran awan telah memasuki area segel peledak yang di buatnya, maka dengan cepat Thien Yu mengaktifkan semua segel peledaknya dan...


Bom...!!, bom...!!, bom..!!


Ledakan keras berkali-kali terjadi hingga membuat pasukan dataran awan menjadi porak poranda di buatnya.


Alhasil teriakan kematian menyayat hati terdengar di mana-mana akibat ledakan besar yang terjadi. Hampir setengah dari kekuatan besar pasukan darat yang di miliki dataran awan habis tanpa tersisa, hal itu membuat ketua Saigo seakan tak percaya dengan apa yang terjadi, dengan mudahnya mereka semua masuk ke dalam perangkap yang dibuat para pasukan dataran langit, hingga membuat banyak dari pasukan Org yang di milikinya mati sia sia.


Tak ada pilihan bagi ketua Saigo, dia pun mengajak seluruh Jenderal pasukannya untuk melakukan persembahan pada sang pelahap, merekapun secara bersamaan mengiris lengan mereka masing-masing dan mengucapkan beberapa mantra ritual sihir, maka tubuh merekapun berubah menjadi manusia berkepala binatang buas, yaitu sosok manusia berkepala serigala.


Ketua Saigo dan seluruh jendralnya yang kini telah berubah wujud manusia berkepala serigala, langsung menyerang ke arah para pemanah elf dataran langit.


Dengan adanya perubahan bentuk tubuh, ketua Saigo dan para jendralnya tak gentar sedikitpun menghadapi hujan anak panah yang mengenai tubuh mereka, karena semua anak panah yang di lepaskan para elf, tak ada satupun yang berhasil melukai dan bahkan tak ada satupun yang dapat menggores tubuh mereka semua.


Melihat akan hal itu, putri Langyun segera turun dari atas batu bara giok, dan langsung menuju ke area pertempuran.

__ADS_1


Pertempuran menjadi sangat sengit karena adanya kekuatan besar yang merasuk ke tubuh para jenderal yang dimiliki kastil iblis darah, hingga mereka terkesan kebal terhadap senjata ataupun yang tentunya memberikan semangat baru pada pasukannya.


Pasukan elf pelapis yang datang membantu para elf pemanah, juga tak dapat berbuat banyak mengingat yang mereka hadapi merupakan para asasin siluman yang tak terlihat, ditambah lagi dengan kekuatan para Jenderal yang dipimpin ketua Saigo, membuat pasukan darat daratan langit mulai keteteran.


Thien Yu yang mengawatirkan putri Langyun yang tengah menghadapi ketua Saigo dan para jendralnya, kini dapat bernapas dengan lega saat melihat sang putri mampu untuk mengimbangi serangan-serangan yang dilakukan oleh para petinggi daratan awan tersebut.


Dengan sendirinya hal itu membuat Thien Yu tanpa ragu menggempur para asasin siluman yang tak terlihat.


Dengan menggunakan mata langit yang ada padanya, tak sulit bagi Thien Yu untuk dapat mendeteksi keberadaan para asasin siluman yang menyerang.


Dengan pedang penguasa malam yang kini berada di dalam genggaman tangannya, Thien Yu membantai para asasin siluman hingga habis tak tersisa.


Sementara itu, kesepuluh pemimpin elf seketika itu membantu putri Langyun saat bertempur dengan para petinggi dataran awan, hingga pertempuran mereka pun menjadi imbang dan tak berat sebelah.


Tiba tiba saja Thien Yu di kejutkan dengan banyak nya mahluk serangga kecil yang berterbangan dan langsung menyerang keberadaan para pasukan Elf yang ada di tempat itu, hingga mereka semua sangat kesulitan dalam menghadapi para serangga yang semakin bertambah banyak jumlahnya.


Thien Yu melompat ke udara, dan melihat sekeliling mencari keberadaan tempat keluarnya serangga kecil yang kini hampir membinasakan banyak pasukan elf nya.


"Itu dia, ternyata beberapa Org tengah melakukan ritual hingga tercipta awan hitam yang mengeluarkan serangga dari dalamnya," gumam Thien Yu.


Dengan cepat Thien Yu melepaskan tinju naga giok ke arah para Org yang tengah melakukan ritual, maka terciptalah naga hitam dan langsung mengarah ke arah parah Org tersebut.


Ledakan pun terjadi, yang membuat para Org yang melakukan ritual kebangkitan roh pelahap, akhirnya mati terkena pukulan tinju naga giok yang di lepaskan Thien Yu.


Mengetahui jika para Org yang tengah melakukan ritual telah dihancurkan oleh seorang anak muda, hal itu membuat ketua Saigo langsung menuju ke arah Thien Yu berada agar awan hitam yang mengeluarkan serangga pelahap tak ikut dihancurkan oleh Thien Yu.

__ADS_1


Putri Langyun yang ingin mengejar ketua Saigo seketika itu di hadang oleh beberapa jenderal dataran Awan, hingga pertarungan sengit pun kembali terjadi.


Ketua Saigo kini berhadapan langsung dengan Thien Yu, dan dia pun berkata. "Akhirnya kita berjumpa lagi anak muda, dan tak kusangka jika kau merupakan pemimpin dari seluruh pasukan darat dataran langit. Ha...ha ..ha..., ini adalah hari keberuntungan bagiku di mana aku dapat menemukanmu, dan setelah aku membunuhmu maka seluruh pasukan darat dataran langit akan dapat ku kuasai dengan mudah," ucap ketua Saigo.


Thien Yu menatap tajam ke arah manusia serigala yang ada di hadapannya, dengan kemampuan yang mampu mengambang dan berjalan di udara, Thien Yu sadar jika sosok yang ada di hadapannya itu merupakan kultivator kuat yang mempunyai kekuatan yang sangat tinggi, namun semua itu tak sedikitpun membuat Thien Yu merasa takut maupun gentar, diapun menantang ketua Saigo untuk segera melakukan pertarungan.


"Aku juga sudah tak sabar menantikan pertarungan kita, kau yang merupakan pemimpin dari pasukan darat dataran awan akan kubuat binasa hari ini," jawab Thien Yu.


Mendengar perkataan Thien Yu membuat ketua Saigo langsung menyerang ke arah Thien Yu dengan menggunakan tongkat yang berada di genggaman tangannya.


Pertarungan pun terjadi, jual beli serangan tampak mewarnai pertarungan itu. Percikan bunga api terus tersaji saat kedua senjata saling berbenturan.


Di tempat lain putri Langyun yang menyaksikan peristiwa tragis yang menimpa para elf, dimana tubuh mereka yang diserang para serangga akan seketika itu akan berubah menjadi tulang belulang. Apa yang di saksikan putri Langyun, membuatnya murka.


Diapun mengaktifkan kekuatan hati janin suci untuk pertama kalinya, hingga membuat suasana mencekam di tempat itu.


Dengan sekali kibasan tangannya, maka seluruh serangga yang menyerang para elf seketika berubah menjadi patung batu hingga jatuh ketanah dan hancur menjadi debu.


Tak sampai di situ putri Langyun juga mengarahkan serangannya kepada para jenderal dataran langit, maka ratusan pisau terbang melesat cepat dan hampir tak terlihat mengarah ke arah mereka.


Para jendral yang tak mengetahui kekuatan dahsyat yang terkandung di dalam serangan pisau terbang yang berwujud batu, dengan segera menangkis menggunakan pedangnya, namun yang terjadi tubuh mereka pun ikut menjadi patung batu.


Kesepuluh pemimpin pasukan elf yang ingin menghancurkan patung patung tersebut, segera dihentikan oleh putri Langyun.


"Hentikan..!!, jika kalian menyentuh patung itu dengan tangan kosong atau pedang kalian yang langsung berhubungan dengan patung batu itu, maka kalian akan ikut menjadi patung batu seperti mereka semua, jika kalian ingin menghancurkannya maka gunakanlah anak panah atau sesuatu yang tak berhubungan langsung dengan tubuh kalian," ucap putri Langyun.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2