Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Kultivasi ganda putri Zeng Yi


__ADS_3

Malam hari Nien Chu berkumpul bersama kelima wanitanya, Nien Chu begitu sangat senang melihat kelimanya begitu akur dan saling menyayangi.


"Kak Nien Chu kapan kau menikahi kami berlima?" tanya putri Zeng Yi yang membuat Nien chu tersedak dengan ludahnya sendiri.


"Untuk saat ini aku belum berpikiran untuk menikahi kalian semua, karena masih ada hal penting yang harus kulakukan dan aku harus fokus dalam hal itu, aku berjanji setelah para iblis yang ada di alam dunia ini sirna maka hari itu aku akan menikahi kalian semua," ucap Nien Chu yang tentunya membuat kelima wanita cantik itu langsung memasang wajah cemberut.


"Begini saja bagaimana jika aku membawa kalian ke suatu tempat yang sangat indah yang belum pernah kalian temukan," ucap Nien Chu kembali.


Semua wanita yang ada di dalam ruangan itu begitu senang mendengar perkataan dari Nien Chu, hanya Dewi giok yang memasang wajah masam karena tak ingin alam surgawi yang begitu disayanginya, yang memiliki kenangan indah bersama Nien Chu harus diketahui keempat wanita yang saat ini menjadi saudarinya.


Nien Chu buru-buru menarik Dewi Giok dan membawanya ke sudut ruangan. "Sayang aku mohon bantu aku kali ini, Aku tak ingin mereka semua memasang muka masam terhadapku, karena aku belum ada niat untuk menikah mereka semua dalam waktu dekat ini, walaupun saat ini aku telah menjadi kaisar yang mampu untuk menghidupi mereka semua," ucap Nien Chu.


"Kak Nien Chu memikirkan perasaan keempat saudari ku tapi tak memikirkan perasaanku, kak Nien Chu jahat padaku," jawab Dewi giok kemudian pergi meninggalkan tempat itu.


Nien Chu segera mengejar Dewi giok yang membuat keempat wanita yang ada dalam ruangan itu merasa heran dengan apa yang telah terjadi, akan tetapi mereka tak ada satupun yang ingin ikut campur dalam hal itu, karena mereka yakin ada sesuatu hal yang membuat Putri giok menjadi sangat marah kepada Nien Chu.


Nien Chu berhasil mengejar dan membawa Dewi giok ke dalam pelukannya.


"Maafkan aku, aku akan memberikan sesuatu untukmu yang lebih menyenangkan dari alam surgawi itu," ucap Nien Chu.


Nien Chu kemudian mengeluarkan inti api neraka dari dalam tubuhnya, dan inti api neraka itu seketika berubah menjadi kucing hitam berbulu lebat yang sangat imut dan lucu.


"Kau boleh memberi nama apapun kepadanya, dia akan menjagamu dari marabahaya yang akan kau dapatkan di suatu hari kelak, karena kucing hitam ini merupakan inti api neraka yang memiliki kekuatan besar," ucap Nien Chu.


Melihat kucing yang sangat menggemaskan di hadapannya membuat wajah Dewi Giok pun tersenyum kembali. Dewi Giok kemudian membawa kucing hitam berbulu lebat ke dalam pelukannya.

__ADS_1


"Trimakasih kak Nien Chu, Aku sangat senang dengan pemberian mu ini," ucap sang Dewi.


Nien Chu menganggukkan kepalanya, kemudian berkata.


"Teteskan darahmu di kepalanya, agar dia terikat kontak darah dengan mu dan mengakui mu sebagai tuannya," ucapnya.


Tanpa pikir panjang Dewi Giok kemudian meneteskan darahnya ke inti api neraka, maka terjalinlah kontrak darah antara inti api neraka dan Dewi giok.


Setelah itu mereka berdua kembali ke tempat semula di mana terdapat 4 wanita cantik disana. Agar tak ada banyak pertanyaan yang mengarah kepadanya, Nien Chu segera membuka portal menuju ke alam surgawi.


"Kalian boleh bersenang-senang ke dalam sana, karena di sana banyak kesenangan akan kalian dapatkan," ucap Nien Chu.


Dewi Giok langsung masuk ke dalam portal yang diikuti ke tiga saudarinya, hanya putri Zeng Yi yang tak ikut masuk ke dalam portal karena dia beralasan kurang enak badan.


Sampai portal menghilang putri Zeng Yi tetap berada di dalam ruangan itu.


"Mengapa aku harus mencari kesenangan lain sementara kesenangan itu ada di hadapanku, aku begitu sangat merindukan mu kak Nien Chu," ucap putri Zeng Yi.


Nien Chu tersenyum kemudian membuka kedua tangannya. Melihat isyarat itu, putri Zeng Yi kemudian berlari dan memeluk Nien Chu.


Entah siapa yang memulai bibir mereka berdua saling beradu hingga menimbulkan ******* dan napas yang memburu.


Putri Zeng Yi hanya pasrah saat melihat pemuda yang ada di hadapannya dengan sangat terampil melepaskan satu persatu pakaian yang di kenakannya, hingga tak ada selembar benang pun yang saat ini menutupi tubuhnya.


Nien Chu kemudian menggendong tubuh putri Zeng Yi ke atas pembaringan, kemudian mencumbunya dengan mesra.

__ADS_1


Bibir Nien Chu mulai menelusuri leher jenjang sang putri, hingga berhenti pada 2 buah bukit kembar yang begitu mempesona.


Nien Chu mulai memainkan lidahnya hingga terdengar jeritan jeritan kecil dari mulut sang putri, dan saat tangan Nien Chu mulai memainkan jarinya di sekitar sumur tua dengan ilalang yang rimbun dan basah, membuat sang putri tak kuasa menahan hasrat di hati nya, diapun hanya dapat menggigit bibir bawahnya menahan kesenangan yang di berikan Nien Chu padanya.


Nien Chu mulai menindih tubuh putri Zeng Yi, namun sang putri segera menahannya. "Kak Nien Chu aku belum pernah melakukannya sebelum ini, dan aku mohon kau melakukannya dengan perlahan," ucap putri Zeng Yi yang begitu ngeri melihat besarnya tonggak hidup yang dimiliki oleh kekasihnya itu.


"Aku pasti akan melakukannya dengan perlahan," jawab Nien Chu dengan tersenyum kepada sang putri.


Entah mengapa Nien Chu kali ini begitu sangat kesulitan untuk melesakkan tonggak hidup kedalam sumur tua yang di penuhi ilalang hingga beberapa waktu lamanya, walaupun perlu waktu dan perjuangan akhirnya Nien Chu bisa membobol sumur tua dengan ilalang yang lebat di sekitarnya itu.


Pekikan keras menggema dari mulut putri Zeng Yi, saat merasakan ada sesuatu yang masuk ke dalam tubuh nya, yang menimbulkan rasa sakit dan perih di sekitarnya.


Nien Chu mulai memacu kudanya seirama dengan gerak tubuhnya, hingga lambat laun Sang Putri mulai terbiasa dan ikut dalam perjalanannya menuju puncak gunung yang tertinggi.


Di tempat lain putri violin datang ke kediaman Nien Chu dengan berdandan secantik mungkin, putri violin akan menyerahkan dirinya pada kaisar muda itu, asalkan Nien Chu tak mengusirnya apalagi membuangnya ke pengasihan setelah banyaknya kesalahan yang telah dilakukan, karena putri violin tak sanggup untuk hidup tanpa adanya para pelayan di sisinya.


Para penjaga yang menjaga kediaman Kaisar tak dapat melarang sang putri, karen putri violin berkata kepada mereka jika dirinya dipanggil ke ruang pribadi sang kaisar secara khusus untuk melayaninya.


Melihat para penjaga percaya akan perkataannya, membuat Putri violin bergegas masuk ke dalam sebuah ruangan besar di dalam kediaman kaisar.


Jantung putri violin seakan berhenti berdetak saat dari kejauhan dia melihat jika Nien Chu tengah bermain kuda-kudaan bersama putri Zeng Yi yang merupakan putri dari kekaisaran cahaya naga.


Nien Chu dapat merasakan kehadiran putri violin di tempatnya berada, akan tetapi dia tak pedulikannya dan terus melakukan aksi mendaki puncak kenikmatan tertinggi bersama putri Zeng Yi.


Tiba tiba saja Nien Chu memacu kudanya begitu sangat cepat dan dalam hitungan detik teriakan dari mulut keduanya menggema di dalam ruangan itu.

__ADS_1


Putri violin tak kuasa melihat dan mendengar semua itu, sehingga diapun berlari meninggalkan ruangan besar itu tempat keberadaan putri Zeng Yi dan kaisar muda Nien Chu.


Bersambung.


__ADS_2