Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Bertemu binatang kuno


__ADS_3

Nien Chu pada akhirnya mengantarkan Sang Putri pulang ke istana, sepanjang perjalanan Nien Chu begitu sangat kagum dengan wawasan dan kecerdasan putri Xiang'er dalam berbicara dengannya.


Tak terasa mereka berdua sampai di depan pintu gerbang istana. Tatapan penuh curiga para prajurit saat menyaksikan putri kekaisarannya tengah diantar pulang oleh seorang pemuda yang merupakan musuh dari kekaisarannya, membuat para prajurit penjaga gerbang melaporkan hal itu kepada penasehat istana.


Pagi hari Kaisar XiangLou mendatangi Sang Putri di kediamannya.


"Plak ..!!"


Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Putri Xiang'er, akibat tersulutnya emosi sang Kaisar saat mendengar laporan dari penasehat istananya, mengenai keberadaan putrinya yang tengah bersama Nien Chu.


"Ayah aku akan menjelaskan semua ini!!" pekik sang putri.


"Aku tak ingan penjelasan dari mu, kau telah melakukan kesalahan besar dengan bersama Nien Chu yang merupakan pembunuh kakakmu sendiri, dan untuk itu kau akan ku hukum dengan berat".


"Prajurit..!!, bawa putri Xiang'er pergi dari sini dan jebloskan dia ke dalam penjara," perintah sang Kaisar.


Para prajurit langsung membawa Putri itu Xiang'er pergi dari tempat itu. Walaupun Sang Putri berteriak dan memohon agar ayahnya mendengarkan penjelasan darinya, sang kaisar yang tersulit emosi tetap pada pendiriannya untuk menjebloskan putrinya sendiri ke dalam penjara.


Di dalam penjara sang putri terus berpikir bagaimana dia dapat terbebas, dan mendapatkan batu giok yang konon dapat memangil leluhur Lu Ying dan para kultivator kuat di masa lalu dengan cara meniupnya, agar seluruh leluhur di masa lalu itu akan dapat bertemu dengan Nien Chu.


Konon berita yang di dengarnya dari sang kakek yang telah meninggal, saat ini para leluhur terdahulu berada pada suatu tempat untuk melakukan pertapaan keabadian di sana.


"Jika aku tak bisa meniup batu giok itu dan membawa para leluhur terdahulu untuk menemui Nien Chu dalam waktu satu minggu kedepan, maka akan terjadi peperangan yang akan menghancurkan istana ini".


"Apa yang harus ku lakukan sekarang sementara saat ini aku berada di dalam penjara, dan diasingkan seorang diri tanpa adanya prajurit di tempat ini," batin sang putri.


Sementara itu kaisar dan seluruh petinggi istana, termasuk para praktisi bela diri kuat, mengadakan pertemuan di ruangan besar yang ada di dalam istana matahari.

__ADS_1


"Sudah ku perhitungkan sebelumnya jika pemuda itu takkan mungkin menyerang istana ini, dia hanya seorang diri dan istana ini memiliki armada tempur besar yang dapat menghancurkannya dalam waktu sekejap," ucap penasehat istana menyombongkan diri.


"Semua sudah jelas jika pemuda itu hanya menggertak saja, ada baiknya saat ini kita mencari keberadaannya di seluruh penjuru negeri, untuk membalaskan kematian putra mahkota yang telah dibunuhnya," ucap jendral Ying yang menaruh dendam kepada Nien Chu karena telah mempermalukannya di depan pintu gerbang istana.


"Aku pun tak menyangka jika pemuda itu hanya menggertak saja, sampai membuatku menjadi kepikiran akan ancamannya".


"Aku ingin kalian segera menyebarkan para mata-mata ke seluruh negeri untuk melacak keberadaan pemuda itu, jika kita telah mengetahui keberadaannya maka aku ingin melakukan penyerangan secara besar-besaran kepadanya, dengan memakai armada tempur kekaisaran untuk membinasakannya, semua itu agar dendam kematian putra mahkota dapat terbayarkan," ucap kaisar XiangLou.


Pertemuan itu berlangsung hingga beberapa waktu lamanya, Setelah semua usulan dan masukan disaring dan pertimbangkan oleh sang Kaisar, maka kaisar memutuskan jika Nien Chu merupakan buruan nomor satu yang dicari oleh kekaisaran matahari.


Kaisar XiangLau akan memberikan hadiah besar bagi yang bisa menangkap hidup hidup ataupun membawa mayat Nien Chu ke hadapannya.


Hadiah besar itu pun di umumkan yaitu Jika yang menangkap Nien Chu hidup atau mati adalah seorang laki laki, walaupun usianya tak muda lagi maka laki laki itu berhak menjadi suami putri Xiang'er. Dan Jika dia seorang wanita maka akan difasilitasi semua kebutuhannya seumur hidup, dan akan mendapatkan lahan luas serta bangunan besar dengan semua pelayan yang berada di dalamnya akan ditanggung oleh kekaisaran.


Pengumuman itu langsung menyebar luas di seluruh kota, Sehingga para praktisi berbondong-bondong untuk mencari keberadaan Nien Chu.


"Para praktisi kuat di kekaisaran ini pasti akan datang untuk mencariku, apalagi hadiah utamanya adalah putri Xiang'er".


"Kecantikan alami, kecerdasan serta wawasan yang luas dari sang putri, akan menjadi daya tarik bagi para praktisi bela diri untuk memburuku demi mendapatkan hadiah sang putri," batin Nien Chu.


"Saat ini keberadaanku di rumah sang walikota sudah tak aman lagi, aku harus mencari tempat untuk mengasingkan diri sambil menunggu satu minggu waktu berlalu, aku telah melakukan perjanjian dengan Putri Xiang'er untuk tak menyerang istana sebelum Sang Putri mempertemukanku dengan leluhur Lu Ying," batinnya.


Nien Chu merasakan ada beberapa orang yang telah berada di sekitar rumah sang walikota, dan dia tau jika orang-orang itu merupakan para praktisi beladiri yang ingin menangkapnya.


"Untuk sementara waktu aku mengalah, lebih baik aku pergi dari tempat ini," batin Nien Chu.


Dengan menggunakan kekuatan menembus dimensi, Nien Chu kini berada di hutan lebat yang jauh dari pemukiman penduduk.

__ADS_1


Tak disangka oleh Nien Chu, di dalam hutan itu juga telah terdapat beberapa kelompok praktisi bela diri, yang sengaja datang untuk mencarinya.


Nien Chu pada akhirnya mencari tempat di sisi hutan yang terdapat air terjun disana, karena dia merasa jika di tempat itu tak tak terdapat para kelompok yang menyisir hutan untuk mencarinya.


Setibanya di air terjun itu, Nien Chu merasakan adanya aura kuat dari seekor binatang kuno di masa lalu, dan Nien Chu yakin para praktisi itu tak menyisir di sekitar air terjun karena mereka mengetahui adanya binatang kuno di masa lalu yang berdiam di sekitar air terjun.


"Kurasa tempat ini cukup aman dari mereka, dan aku bisa menunggu selama seminggu di sini hingga batas waktu kesepakatan yang kubuat dengan Putri Xiang'er".


"Untuk binatang kuno yang berada di sini aku tak mempedulikannya, selama dia tak mengusikku maka aku tak akan mengusik keberadaannya," ucap Nien Chu.


Banyaknya pergerakan dari para praktisi di area hutan, membuat binatang kuno itu terusik sehingga suara menggelegar dari mulutnya sering terdengar, dan tentu saja suara itu mengganggu keberadaan Nien Chu.


Nien Chu kemudian mencari keberadaan binatang kuno itu, dan menemukan gua besar yang ada di dekat air terjun. Tanpa ragu Nien chu akhirnya masuk kedalam Goa tersebut.


Di dalam Goa Nien Chu melihat seekor binatang aneh dengan seluruh tubuhnya ditumbuhi bulu berwarna emas sehingga seluruh anggota tubuhnya tak terlihat, yang terlihat oleh Nien Chu binatang itu seperti bola yang di selimuti bulu emas.


Karena keberadaan binatang itu terlihat kecil dan imut membuat Nien Chu kepikiran akan Tency yang juga merupakan binatang kuno di masa lalu.


"Tency terlihat imut dan lucu, tapi jika dia marah maka akan banyak kehancuran yang akan diperbuatnya".


"Aku yakin binatang kuno yang di hadapanku ini seperti halnya Tency terlihat imut dan lucu, jika dia marah pasti akan membuat kehancuran di mana-mana, apalagi seluruh praktisi bela diri tak ada yang berani datang ke tempat ini yang menandakan jika makhluk ini begitu sangat kuat," batin Nien Chu.


"Aku ingin kau tak mengeluarkan suara-suara yang membuatku terusik, Aku harap kita saling bekerja sama dengan tak saling mengusik," ucap Nien Chu.


Mahluk itu kemudian merubah dirinya menjadi seorang pemuda bertubuh kekar dengan bertelanjang dada, yang memperlihatkan urat-urat di tubuhnya mengeluarkan cahaya emas.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2