
Setelah semua pembicaraan yang terjadi akhirnya Biyao ingin mempertemukan Nien Chu dengan Jendral Jatayu dan jendral Gong Lang.
Biyao berada di kediamannya sedang santai bersama Nien Chu sambil menikmati pemandangan malam hari di sebuah taman, dengan 2 guci anggur yang menemani mereka.
Sementara seorang prajurit pergi ke kediaman jendral Gong Lang dan jendral Jatayu, untuk memanggil kedua jendral tersebut ke kediaman Penasehat Biyao.
Kebetulan jendral Gong Lang berada di kediaman jendral Jatayu, sehingga prajurit itu dapat menemui kedua jendral secara bersamaan.
"Kau pergilah..., aku dan jendral Jatayu akan segera ke kediaman Penasehat Biyao," ucap jendral Gong Lang.
Setelah kepergian prajurit suruhan penasehat Biyao, terjadi perbincangan antara kedua jendral.
"Tak seperti biasanya penasehat Biyao memanggil kita berdua, sepertinya ada hal penting yang ingin di bahas olehnya," ucap jendral Gong Lang.
"Apa yang kau katakan benar adanya, penasehat biyao pasti akan membahas hal yang penting dengan kita berdua, ada baiknya kita segera kesana," jawab jendral Jatayu.
Mereka berdua akhirnya pergi ketempat penasehat Biyao berada, dan betapa terkejutnya kedua jendral saat melihat penasehat Biyao tengah bersama pemuda yang telah mereka tangkap.
"Ada apa semua ini saudara Biyao, mengapa kau bersama dengan dia...!?" tanya jendral Gong Lang sambil menunjuk kearah Nien Chu.
"Kalian duduklah dulu, aku akan menjelaskannya," jawab Biyao.
Kedua jendral kekaisaran Pheonix itu mengikuti perkataan penasehat Biyao, kemudian mereka pun duduk bersama.
"Aku ingin kalian mengetahui jika pemuda ini merupakan keturunan dari tuan muda Thien Yu, dan aku telah membuktikannya," ucap Biyao yang membuat kedua jendral itu terperangah kaget.
Akan tetapi kedua jendral tak langsung percaya dengan perkataan penasehat Biyao, merekapun meminta bukti jika pemuda itu merupakan keturunan dari Thien Yu.
"Yakinkan kami jika dia merupakan keturunan dari tuan muda Thien Yu," ucap jendral Jatayu.
Tampak kedua jendral itu menunggu kepastian dari ucapan penasehat Biyao dengan hati berdebar.
__ADS_1
Penasehat Biyao menganggukkan kepalanya ke arah Nien Chu, dan Nien Chu tau apa yang harus di lakukannya.
Nien Chu mengambil sebuah belati yang memang sudah di persiapkannya, dengan mengiris telapak tangannya sendiri maka darah emas seketika itu keluar dari luka sayatan belati.
Seketika itu aroma darah yang keluar tercium dengan sangat jelas oleh kedua jendral yang memang merupakan binatang Dewa surgawi, dan seketika itu juga kedua jendral bangkit dari duduknya kemudian mundur 3 langkah kebelakang, kemudian berlutut satu kaki dan menangkupkan kedua tangan memberi hormat.
"Hormat kami tuan muda ...!!" ucap kedua jendral itu secara bersamaan.
Kedua jendral yang selama ini di hormati oleh kaisar Pheonix, saat ini begitu mengagungkan Nien Chu dengan memberi hormat kepadanya.
"Bangkitlah paman..., tak selayaknya paman berdua memberikan penghormatan ke padaku seperti ini," ucap Nien Chu.
"Darah yang mengalir di tubuh Tuan muda mengalir juga di tubuh junjungan kami Thien Yu, dan menghormati tuan muda berarti kami juga menghormati junjungan kami Thien Yu, dan saat ini apapun perintah tuan muda merupakan titah bagi kami yang harus dilaksanakan, walaupun kami harus mengorbankan nyawa kami sendiri," ucap jendral Gong Lang yang merupakan jelmaan Naga emas.
"Terimakasih atas semua rasa kehormatan yang paman berdua berikan, dan aku pribadi sangat tersanjung akan hal itu," jawab Nien Chu kemudian melangkah kearah kedua jendral, untuk memaksanya berdiri.
"Tuan muda..., ijinkan kami untuk memelukmu, karena dengan memelukmu sama saja kami memeluk junjungan kami terdahulu," ucap jendral Jatayu.
Kedua jendral itu langsung memeluk Nien Chu dengan rasa kerinduan mendalam, tak terasa kedua jendral itu meneteskan air matanya menahan rasa haru di dada.
"Sudahlah..., kalian berdua merupakan jendral besar dan tangguh, jika ada prajurit yang melihat kalian berdua menangis, maka hal itu akan membuat reputasi kalian jatuh dan tentunya akan membuat tuan muda Nien Chu malu," celetuk penasehat Biyao.
"Ha..ha..ha.., kami berdua merasa haru dan bahagia, karena bisa menemukan keturunan tuan muda Thien Yu," ucap jendral Gong Lang.
"Untuk itu mari kita rayakan pertemuan ini," timpal jendral Jatayu.
Dan malam itu mereka habiskan waktu dengan bersuka cita merayakan kehadiran Nien Chu diantara mereka bertiga.
*****
Pagi hari ketiga petinggi istana pheonix beserta Jatayu menghadap kaisar Feng Liu San yang merupakan kaisar Pheonix saat ini.
__ADS_1
Kehadiran ke 3 petinggi istana pheonix di masa lalu di kediamannya, membuat sang kaisar sangat terkejut.
"Apa yang membuat paman bertiga datang sepagi ini ke kediamanku?" tanya kaisar dengan ramah.
"Kami ingin yang mulia kaisar membuka tempat suci keberadaan darah yang mulia Thien Yu berada, karena kami telah menemukan pewaris Syah kekaisaran ini," ucap jendral Gong Lang yang membuat sang kaisar terperangah.
Kaisar Feng Liu San tak menyangka jika ahli waris kekaisaran yang di titipkan pada leluhurnya, kini telah di temukan.
Kaisar Feng Liu San begitu sangat senang akan hal itu, karena dengan adanya keturunan kesatria kuat di masa lalu, maka keselamatan ras manusia akan mempunyai harapan dari kebangkitan raja iblis yang akan menguasai dunia ini.
"Dimana pewaris kekaisaran Phoenix itu?" tanya sang kaisar.
"Dialah pewaris itu," ucap penasehat Biyao sambil mengarahkan pandangan matanya kearah Nien Chu.
Kaisar Feng Liu San melangkah kearah Nien Chu dan mengulurkan tangannya.
Tanpa ragu Nien Chu menjabat tangan kaisar Pheonix, dan betapa terkejutnya Nien Chu merasakan telapak tangan kaisar Pheonix mengandung kekuatan ranah dewa tak terbatas yang sangat menindas kearahnya, sehingga Nien Chu pun mengalirkan energi dewa ilahi ke telapak tangannya untuk menahan kekuatan besar sang kaisar.
Kedua petinggi kekaisaran Pheonix membiarkan hal itu terjadi, karena mereka tau jika kaisar Pheonix tengah mencoba kekuatan Nien Chu.
Kaisar Pheonix begitu sangat terkejut dengan kekuatan besar yang di miliki anak muda yang berada di hadapannya, diapun merasakan jika lautan energi ditubuhnya terguncang sangat kuat dan hampir meledak.
"Hentikan...!!" teriak penasehat Biyao tiba tiba.
Nien Chu menarik tangannya, begitupun dengan sang kaisar. Tampak wajah pucat sang kaisar terlihat jelas setelah beradu energi dengan Nien Chu.
Buru buru sang kaisar menelan sebuah pil, untuk menetralkan energi di tubuhnya, setelah itu kaisar Feng Liu San membungkukkan badan dan menangkupkan kedua tangannya di hadapan Nien Chu.
"Terimalah hormatku pewaris Shah kekaisaran Pheonix," ucapnya.
Tak usah paman kaisar merendahkan diri seperti itu di hadapanku, walaupun aku merupakan pewaris Shah kekaisaran pheonix, tapi paman merupakan kaisar Pheonix yang di pilih semua penduduk di kekaisaran pheonix, sedari itu paman tetap merupakan kaisar yang akan memimpin kekaisaran ini," jawab Nien Chu.
__ADS_1
Bersambung