
Perjalanan kelompok yang dipimpin oleh senior Juliang, akhirnya tiba di kawasan paviliun langit.
Pintu gerbang besar yang tertutup kini terbuka lebar secara tiba tiba.
"Ayo kita masuk ke dalam sana!!" perintah senior Juliang.
"Baik senior" ucap mereka semua.
Mereka semua akhirnya masuk kedalam paviliun langit, namun tiba tiba seekor ular berwarna hijau raksasa seketika itu menyambut mereka dengan serangan semburan beracun yang keluar dari mulutnya.
"Cepat menghindar ular itu sangat beracun!!" teriak senior Juliang, memerintahkan seluruh murid untuk menghindari serangan dari ular raksasa tersebut.
"Senior bagaimana dengan putri Zeng Yi, jika aku harus bertarung dengan ular raksasa itu dengan membawa tubuhnya, hal itu akan membuatku kesulitan dalam bergerak, mungkin ada baiknya kita lepaskan totokan yang melekat di tubuhnya," ucap Nang nan yang membawa tubuh putri Zeng Yi.
"Serahkan putri itu padaku, jika tatokan yang ada di tubuhnya kita lepaskan maka dia pasti akan mencari Nien Chu kedalam jurang, ada baiknya putri Zeng Yi tetap seperti ini dulu untuk mencegah dirinya berlaku bodoh dengan mencari Nien Chu," jawab senior Juliang.
"Lepaskan aku, jika kalian tak melepaskan ku maka ayahku akan mencari kalian semua untuk diadili," teriak putri Zeng Yi.
Teriakan putri Zeng Yi tak digubris oleh senior Juliang, dia membawa putri Zeng Yi bersamanya.
Maka pada akhirnya mereka berlima menghadapi ular hijau raksasa yang mempunyai tingkat level ke 6 secara bersama sama, walaupun senior Juliang bertarung dengan membawa tubuh Putri Zeng Yi, tapi dia masih sangat lincah untuk menghindari serangan sabetan ekor maupun semburan beracun dari mulut sang ular hijau raksasa.
Di tempat lain pertarungan dengan binatang roh level ke 9 berupa leopard lahar api, terjadi dengan kelompok yang dipimpin oleh senior Yilda dan senior Wonggai, yang beranggotakan Hyun Micha, Ming lie, Erlang Wang, Wang tianyang dan Wang ze, terjadi dengan sengit.
Dengan menggabungkan kekuatan dari mereka bertujuh, membuat leopard lahar api sangat kesulitan dalam menghadapinya, walaupun binatang roh itu telah menembus level ke 9.
Akibatnya pertarungan antara ke 7 kultivator dan binatang roh level ke 9 terjadi sangat berimbang, yang membuat area di tempat itu porak poranda dibuatnya.
Erlang Wang kini berubah bentuk tubuhnya menjadi seekor gorila raksasa, dan melakukan serangan-serangan tangan kosong yang sangat mematikan bagi leopard lahar api, sementara itu kedua senior yang menjadi ketua kelompok itu membentuk formasi, sehingga membuat leopard lahar api kini terkurung di dalam kurungan yang tercipta dari formasi yang mereka buat.
Keterpurukan leopard api tak serta merta membuatnya kalah dalam pertarungan itu, tiba-tiba saja seluruh tubuh leopard lahar api menyala, sehingga membuatnya seperti mendapatkan kekuatan baru yang dapat menghancurkan formasi kurungan yang tercipta.
Kedua senior dari istana akademi bulan suci terhempas jauh ke belakang, akibat dampak efek kekuatan energi yang keluar dari tubuh leopard lahar api.
Hal yang sama pun terjadi dengan Erlang Wang, tubuhnya pun terseret ke belakang akibat energi kuat yang dilepaskan oleh leopard lahar api.
__ADS_1
Hyun Micha yang melihat rekan rekannya tak mampu untuk menghadapi keganasan leopard api, segera meloncat ke udara sambil menebaskan pedangnya ke arah leopard lahar api.
"Tehnik pedang sejati" teriaknya.
Maka ratusan pedang berwana putih mengkilat langsung menghujam ke arah leopard api, akan tetapi tak ada satupun pedang dari teknik pedang sejati, mampu untuk melukai tubuh leopard lahar api yang memiliki kulit sangat keras.
"Bagai mana mungkin kulit ditubuh leopard itu bisa menahan gempuran serangan ku, apakah memang kulit itu bisa sekeras berlian sehingga aku tak bisa melukainya," batin Hyun Micha.
Wang tianyang tak tinggal diam, diapun langsung menyerang kearah leopard api menggunakan pedang yang berada di dalam genggaman tangannya, pedangnya itu telah di aliri kekuatan tingkat ranah suci sehingga membuat serangannya begitu sangat mematikan.
Sebelum pedang itu mengenai tubuh leopard lahar api, sebuah sabetan ekor telah menangkis serangan yang dilakukan oleh Wang tianyang, hingga serangan pedang mematikannya pun luput dari sasaran.
"Kuat sekali leopard lahar api ini, tak ada satupun dari kami bertujuh yang mampu untuk melakukannya," batin Wang tianyang.
Sementara itu Wang ze yang sedari tadi melihat pertarungan leopard lahar api dengan keenam rekan kelompoknya, memilih untuk menjauh karena Wang ze berfikir jika ke enam rekan di dalam kelompoknya itu, yang memiliki kemampuan diatas dirinya saja nggak mampu menghadapi leopard lahar api, apalagi dirinya sendiri.
Ming lie yang merupakan jelmaan raja iblis seketika itu menapakkan tangannya ke tanah, maka keluarlah beberapa rantai dengan ujung seperti tombak dari dalam tanah, dan langsung melilit tubuh leopard lahar api.
Sang leopard lahar api berusaha berontak, akan tetapi lilitan belenggu rantai jiwa iblis neraka di tubuhnya malah semakin kuat, sehingga membuat leopard lahar api tak berdaya, itu yang terlihat nyata oleh para murid lainnya.
Tubuh leopard lahar api tergeletak mati, karena jiwanya telah lenyap terisap oleh rantai jiwa iblis neraka yang merupakan kekutan misteri yang di miliki oleh Ming lie, saat rantai rantai yang membelenggu tubuhnya perlahan memudar dan menghilang.
Wang ze yang melihat leopard lahar api telah mati, begitu girang karena binatang roh level 9 mampu di taklukan oleh kelompoknya.
Seketika itu Wang ze melesat kearah leopard lahar api dan langsung mengayunkan pedangnya, untuk mendapatkan batu energi yang berada di kepalanya.
Betapa terkejutnya Wang ze saat melihat batu energi yang ada pada leopard api, sama sekali tak mengeluarkan cahaya seperti hanya batu energi yang umumnya dimiliki oleh binatang roh.
"Apa yang sebenarnya telah terjadi, mengapa tak ada sedikitpun energi di dalam batu binatang roh ini, sepertinya telah terjadi sesuatu yang telah menghisap batu energi ini," batin Wang ze.
Keterkejutan Wang ze juga dialami oleh murid yang lainnya, mereka tak menyangka jika batu energi binatang roh level 9 itu telah lenyap entah kemana, dan menyisakan wadahnya saja.
Semua pandangan mata kini tertuju pada Ming lie, akan tetapi Ming lie tetap tenang dalam menyikapinya.
"Apakah tak sebaiknya kita pergi ke paviliun langit dari pada memikirkan batu energi leopard lahar api itu, mungkin saat ini kelompok lain tengah berada di sana dan tengah melakukan perburuan harta Karun," ucap Ming lie.
__ADS_1
Yilda yang merupakan pemimpin kelompok, membenarkan apa yang dikatakan oleh Ming lie, akhirnya dia memutuskan untuk segera pergi menuju ke paviliun langit untuk berburu harta karun di sana.
Sementara itu di paviliun lahar api, ke lima murid masih bertarung dengan ular hijau raksasa, hingga langit kembali menjadi gelap karena malam telah datang.
Tiba tiba saja sebuah bola api menghantam tubuh ular raksasa hingga hancur menjadi debu, dan efek energi besar yang tercipta membuat kelimanya terpental kebelakang.
"Cepat tinggalkan tempat ini, itu binatang roh naga bertanduk petir...!!!" teriak senior Juliang.
Mendengar teriakan Juliang, ke limanya segera pergi dari tempat itu untuk menyelamatkan diri masing-masing, hingga kelompok itu pun berpencar.
Senior Juliang mendapatkan tempat tersembunyi untuk sekedar beristirahat di sana, lalu meletakkan tubuh putri Zeng Yi di dekatnya.
Dari pancaran sinar bulan dari atap bangunan paviliun yang berlubang, senior Juliang dapat melihat wajah putri Zeng Yi dari dekat, hingga membuat senior Juliang tak bosan bosannya memandang kearah sang putri.
"Mengapa kau memandangiku seperti itu, awas kalau kau ingin macam macam dengan ku!" ancam putri Zeng Yi.
Senior Juliang tak menggubris perkataan Sang Putri, kali ini dia tidak hanya memandang wajah sang putri melainkan telah memandangi seluruh tubuh putri Zeng Yi.
Karena paras sang putri yang sangat cantik, dan tubuhnya yang begitu ramping, padat dan berisi, hal itu membuat gairah muda di dalam tubuh senior Juliang bergejolak.
"Putri Zeng Yi begitu sangat cantik, sangat sayang untuk di sia siakan, setelah aku mendapatkan apa yang kuinginkan darinya, maka aku akan segera membunuhnya untuk menghilangkan jejak jika aku telah menodainya," batin senior Juliang.
Dengan gairah di dadanya, tangan senior Juliang mulai meraba wajah putri Zeng Yi yang halus mulus.
Putri Zeng Yi yang masih tersadar dan hanya tak dapat menggerakkan tubuhnya akibat totokan senior Juliang, seketika itu memaki senior Juliang yang telah begitu lancang padanya, yang tak pernah di lakukan oleh siapapun walaupun itu seorang Nien Chu pemuda yang sangat di cintainya.
"Lepaskan aku, jika kau melakukan hal buruk padaku maka kekaisaran cahaya naga tak akan pernah untuk melepaskan mu," hardik sang putri.
"Tak akan ada yang tau jika aku telah menodai mu, karena di tempat ini hanya ada kita berdua dan itu merupakan hari keberuntungan ku, karena dapat menikmati tubuh seorang putri yang sangat cantik sepertimu.
"Kau jangan macam macam padaku...!!" teriak putri Zeng Yi.
"Ackh..!!"
Terdengar pekik sang putri berkali kali, saat senior Juliang mulai menciumi dan menelusuri leher jenjang sang putri dengan ganas...
__ADS_1
Bersambung