
Nien Chu dan seluruh murid baru memasuki sebuah portal yang tercipta dari 6 batu energi yang menyala terang.
Dengan perlahan mereka semua memasuki portal, dan tampaklah danau berwarna merah yang tenang, tanpa riak dan gelombang.
Tanpa ragu mereka semua satu persatu memasuki danau darah itu, dengan keyakinan setelah keluar dari dalam danau darah mereka semua akan bertambah kuat.
Nien Chu mengawasi keberadaan putri Zeng Yi yang mulai masuk kedalam danau, kejadian keributan yang terjadi antara putri Zeng Yi dan Hyun Micha membuat Nien Chu was was, jikalau Hyun Micha akan membalaskan apa yang dilakukan putri Zeng Yi di tempat ini.
"Semoga saja Hyun Micha tak bertindak bodoh, dengan menyerang putri Zeng Yi di danau darah ini," batin Nien Chu.
Nien Chu mulai masuk kedalam kolam darah. "Air ini tak berbau sama sekali, tapi kekuatan energi yang terkandung di dalam air berwarna merah ini begitu besar, dan kurasa aku dapat meningkatkan kekuatan dengan cepat di tempat ini," batin Nien Chu.
Nien Chu tak melihat lagi keberadaan putri Zeng Yi, yang membuatnya sangat khwatir dengan keberadaannya.
Kekhwatiran Nien Chu dapat dirasakan oleh inti api surgawi, tak lama kemudian inti api surgawi berkata dari dalam Dantian Nien Chu.
"Kau jangan mengkhwatirkan putri Zeng Yi, saat ini dia tengah berendam dan melakukan kultivasi di dalam danau darah.
Nien Chu, saat ini Hyun Micha pun melakukan hal yang sama, tak mungkin dia menyia nyiakan kesempatan langka di danau darah hanya untuk melukai putri Zeng Yi, yang kau harus lakukan sekarang adalah menyelam ke dasar danau karena aku merasakan adanya kekuatan besar di sana.
Kau tak usah berkultivasi seperti halnya mereka, karena kekuatan besar di dasar danau mampu memberikanmu kekuatan yang lebih besar daripada kau berkultivasi seperti halnya murid lainnya di tempat ini, pergilah ke dasar kolam, aku akan melindungi tubuhmu agar tak terkena efek benturan energi dari air danau yang berwarna merah ini," ucap inti api surgawi.
"Baik guru, aku akan melakukan seperti apa yang kau perintahkan," jawab Nien Chu yang mulai tenang dengan perkataan inti api surgawi, jika keberadaan putri Zeng Yi aman-aman saja.
Nien Chu menyelam ke dasar danau, semakin kedalam energi kuat dari dasar danau seketika itu menolaknya, akan tetapi inti api surgawi yang melindungi tubuhnya mampu untuk menahan benturan energi yang terjadi.
Nien Chu berjalan di dasar danau, dan menemukan sebuah goa yang bercahaya emas. "Jangan jangan energi kuat itu berasal dari dalam goa di dasar danau itu.
Nien Chu melangkahkan kakinya ke arah goa, dan sesampainya di depan goa Nien Chu merasakan adanya energi murni yang sangat kuat, yang terpancar dari dalam goa.
Nien Chu masuk kedalam goa, dan menemukan 12 jarum emas yang tertancap di bebatuan yang berada di dalam goa.
"Ternyata energi murni ini berasal dari kedua belas jarum emas yang tertancap di bebatuan itu, aku akan mengambilnya," batin Nien Chu.
Saat ingin meraih jarum jarum emas itu, tiba tiba saja Nien Chu di kejutkan dengan kemunculan naga emas yang berdiri di hadapannya.
"Anak muda, telah lama aku menunggu kehadiranmu. Kau merupakan pewaris tehnik jari matahari yang melegenda karena di darahmu mengalir darah seorang kesatria yang memiliki tehnik jari matahari sebelumnya.
Teteskan darahmu ke atas permukaan dua belas jarum emas itu, agar terjadi ikatan kontrak darah diantara kalian," ucap naga emas itu.
Nien Chu yang tadinya sangat mengkhwatirkan keselamatannya akibat kemunculan sang naga, kini merasa lega dengan perkataan sang naga yang ingin memberikan tehnik jari matahari kepadanya.
Nien Chu lantas berjalan ke depan kemudian meneteskan darahnya ke atas 12 jarum emas yang menancap di atas batu.
Tak lama kemudian keduabelas jarum emas itu beraksi dengan keluar dari dalam batu dan mengambang.
"Selamat anak muda, kau telah berjodoh dengan kedua belas jarum emas dan tehnik jari matahari, pergunakanlah kekuatan itu dengan bijak," pesan sang naga emas kemudian menghilang masuk kedalam 12 jarum emas yang mengambang.
Jarum jarum emas seketika itu mengecil dan tak lama kemudian masuk ke dalam Dantian Nien Chu.
Kehadiran jarum emas di dalam Dantian Nien Chu membuat inti api surgawi seketika itu bertambah besar di dalam Dantian Nien Chu, yang membuat Nien Chu merasakan seluruh tubuhnya terasa dipenuhi energi yang sangat besar.
"Energi apa ini, seluruh tubuhku kini begitu full energi, jika begini aku pasti dapat mengimbangi kekuatan di ranah suci," ucap Nien Chu dengan tawa kesenangan.
Nien Chu lantas melakukan meditasi di tempat itu, untuk berlatih tehnik jari matahari yang di gabungkan dengan 12 jarum emas naga.
*****
__ADS_1
Di tempat lain Hyun Zi kembali di tekan oleh sosok wanita tua di luar tabung artefak pelindung, yang selalu datang saat malam tiba.
"Aku lapar..., aku ingin kau keluar dari tabung itu," ucap wanita tua itu kemudian menghantamkan cakarnya kearah pelindung, yang membuat gelembung artefak pelindung mulai retak akibat kekuatan ranah dewa yang di keluarkan oleh wanita tua itu.
"Aku tak bisa terus berada di dalam tabung ini dan aku harus bisa bisa lepas dari wanita tua itu, aku harus mencari cara dalam mensiasatinya karena aku masih ingin hidup dan tak ingin berakhir di dalam perut wanita tua itu," batin Hyun Zi.
Tiba tiba Hyun Zi berfikir untuk mensiasati wanita tua yang terus menyerang kerah artefak pelindung, dengan cara bernegosiasi.
"Nenek cukup....!!, untuk apa kau terus melakukan hal itu padaku?, jika kau lapar aku masih punya banyak makanan yang tak akan habis untuk kita berdua, hanya saja aku tak punya air untuk menghapus dahaga.
"Cepat katakan dimana makanan itu karena aku sudah sangat lapar, jika hanya air aku mempunyai sumber air yang telah bertahun-tahun ini aku meminumnya untuk melanjutkan hidupku.
Cepat katakan di mana makanan itu," bentak wanita tua itu.
Hyun Zi segera memberikan sebutir kacang dewa kepada wanita tua itu, dan berkata. "Ini adalah kacang dewa yang kaya akan nutrisi karena dibuat dari berbagai macam sumber daya untuk mengenyangkan perut, terserah kau mau percaya atau tidak tapi itulah kenyataannya, Kau boleh memakannya atau tidak Itu terserah pada mu," ucap Hyun Zi.
Wanita tua itu terdiam, amarahnya segera memuncak mengira wanita muda yang ada di dalam artefak pelindung berbohong padanya.
"Aku sangat lapar tapi kau malah memberikanku sebutir biji ini!!," ucap wanita tua itu lalu memakan kacang dewa dan langsung menyerang artefak pelindung sampai retak besar.
Hyun Zi seketika itu bersiaga dengan keadaan yang ada karena artefak pelindung yang melindunginya selama ini, tak akan mungkin bertahan lebih lama lagi dari serangan wanita tua yang semakin buas menghancurkan artefak pelindung yang melindungi dirinya.
Tiba tiba wanita tua itu terdiam karena merasakan rasa lapar yang dia rasakan telah hilang, berganti dengan rasa kenyang.
"Kau benar saat ini aku telah kenyang, rasa kenyang yang tak pernah kurasakan selama kau belum berada di pengasingan," ucap wanita tua itu sambil terduduk lesu di atas pasir.
"Bibi, aku ingin berdamai dengan mu Karena aku tahu kau bukan orang jahat, keadaan lah yang telah membuatmu seperti ini karena rasa lapar membuat orang bisa melakukan apapun untuk mengenyangkan diri dalam bertahan hidup.
Bibi aku punya banyak kacang Dewa, dan mulai sekarang kau tak akan kelaparan lagi," ucap Hyun Zi.
"Bibi, aku bukan lah keturunan keluarga Hyun, jika aku keturunan keluarga Hyun bagaimana mungkin keluargaku membuangku ke pengasingan ini.
Dahulu ayah dan ibuku di bunuh saat umurku masih berada di usia 3 tahun, karena kebaikan dari sekte surgawi membuatku dapat bertahan hidup sampai sekarang ini.
Aku dirawat dan dibesarkan oleh ketua sekte surgawi yang bernama ketua Hyun Xi zu, hingga dia memberikan nama Hyun Zi.
Karena aku telah remaja maka aku pun merasakan rasa cinta kepada seorang pemuda, sehingga aku membawa pemuda itu ke dalam sekte surgawi dan mendapatkan hukuman diasingkan di tempat ini sehingga aku bertemu denganmu," ucap Hyun Zi.
"Berarti kau bukanlah berasal dari keluarga Hyun?" tanya wanita tua.
"Benar bibi, aku bukanlah berasal dari keluarga Hyun," jawab Hyun Zi.
Wajah wanita tua itu kembali berubah, diapun menatap kearah Hyun Zi lekat lekat.
"Kau berbohong kepadaku, jika kau memang bukanlah keturunan dari keluarga Hyun, maka aku ingin melihat darah yang mengalir di tubuh mu," ucap wanita tua itu.
"Baik jika kau masih tak percaya dengan perkataanku, kau boleh memeriksanya sendiri," jawab Hyun Zi kemudian menyayat tangannya sendiri menggunakan belati yang dikeluarkan dari dalam cincin ruangnya.
Darah segar seketika itu menetes keatas permukaan pasir, dan dengan sigap wanita tua itu mengarahkan kekuatan murninya ke arah darah Hyun Zi yang terus menetas.
"Ternyata kau benar, Kau bukanlah berasal dari keluarga Hyun, dan aku ingin kau bersujud tiga kali kepadaku karena aku ingin menjadikanmu muridku, untuk membalaskan semua yang telah dilakukan tetua Hyun Joong padaku," ucap wanita tua itu.
"Baik bibi" ucap Hyun Zi kemudian bersujud 3 kali di hadapan wanita tua itu.
Mulai sekarang kau adalah muridku, dan untuk apa lagi kau takut dengan ku? lepaskanlah pelindung artefak Langit Itu dan ikut aku menuju tempat kediamanku," ucap wanita tua itu.
Hyun Zi segera menyimpan kembali pedang tetes embun yang berada di dalam genggaman tangannya, kemudian membuka artefak pelindung yang selama ini melindungi dirinya dari serangan wanita tua yang kini berada di hadapannya.
__ADS_1
"Ikut aku" ucap wanita tua itu.
"Baik guru ucap Hyun Zi kemudian mengikuti langkah wanita tua yang ada di hadapannya dari belakang.
Pada akhirnya mereka sampai kepada sebuah tempat, yang merupakan lubang yang dalam.
"Di dalam sana adalah kediaman guru, dan kau boleh masuk ke dalam sana karena saat ini aku adalah gurumu," ucap wanita tua itu.
"Baik guru aku akan mengikutimu kedalam sana," ucap Zeng Yi.
Pada akhirnya mereka berdua masuk kedalam kediaman wanita tua itu, yang ternyata tempat itu mempunyai ruangan yang besar di dalamnya.
Hyun Zi bergidik ngeri melihat tumpukan tulang belulang yang berserakan di lantai ruangan itu, sehingga Hyun Zi pun menghentikan langkahnya.
Wanita tua itu mengerti akan apa yang di pikirkan oleh muridnya itu, hingga diapun berkata.
"Aku akan menceritakan perjalanan menyedihkan dalam hidupku kepadamu yang kini telah menjadi muridku. Di dalam pengasingan ini tak ada mahluk hidup selain kita berdua, dan aku sendiri adalah penghuni pertama yang diasingkan di tempat ini.
Dahulu aku merupakan wanita tercantik di sekte surgawi, hingga Hyun Joong yang merupakan calon ketua muda sekte Surgawi jatuh hati padaku.
Kami berdua sama sama jatuh cinta dan mengikat janji untuk sehidup semati.
Tapi sayang orang tua Hyun Joong tak menyukaiku yang hanyalah putri dari seorang kepala koki di dalam sekte, hingga membuat berbagai alibi agar Hyun Joong membenci ku.
Dengan pengaruh kuasanya sebagai seorang ketua sekte, dia pun merencanakan untuk membuangku ke pengasingan ini.
Suatu hari tanpa kusadari ada seorang pemuda yang masuk ke dalam kamarku, dan pemuda itu merupakan orang suruhan dari ketua sekte.
Hingga para ketua dan tetua sekte menangkap kami sebagai pasangan gelap, dan harus dihukum dengan diasingkan ke tempat ini.
Saat itu Hyun Joong sama sekali tak membelaku, dia malah pergi meninggalkanku saat hukuman itu berlangsung, apa yang dilakukannya membuat aku terpukul dan sangat membenci keluarga Hyun.
Hingga pada akhirnya aku berada di tempat ini di dalam kesepian dan kesunyian, hingga aku menemukan tempat ini dan dapat bertahan hidup sampai sekarang.
Tak ada pilihan bagiku karena tak ada makhluk hidup yang berada di tempat ini, maka setiap ada wanita yang diasingkan membuatku merasa senang, karena aku bisa tetap bertahan hidup dengan memakan tubuh mereka.
Dan tulang tulang yang kau lihat itu adalah tulang-tulang dari para wanita yang diasingkan ke tempat ini, aku telah memakan mereka semua," ucap wanita tua itu dengan kesedihan di wajahnya.
"Maafkan aku guru, aku telah membuatmu bersedih dan jika aku yang berada di posisimu, maka aku akan melakukan hal yang sama untuk tetap bertahan hidup," ucap Hyun Zi.
"Aku sangat bersyukur para dewa memberikan seorang murid yang dapat menenangkan hatiku, Aku berjanji akan mengeluarkanmu dari tempat ini setelah kau menjadi kuat, dan aku ingin kau membalaskan semua yang telah dilakukan keluarga Hyun kepadaku," ucap wanita tua itu.
"Guru dapatkah aku mengetahui namamu?" tanya Hyun Zi.
"Tentu saja muridku, namaku Nan Yi An" ucapnya.
"Guru sebelumnya aturan yang ada menyatakan jika di dalam pengasingan ini, setelah tiga atau lima tahun maka wanita yang diasingkan akan dibawa kembali ke sekte surgawi, mengapa hal itu tak terjadi padamu?" tanya Hyun Zi.
"Muridku Kau terlalu lugu, orang yang diasingkan di dalam alam ini sudah dianggap sampah oleh sekte Surgawi, dan orang itu tak akan pernah bisa kembali lagi kecuali dia dapat menemukan cara sendiri untuk keluar dari dalam pengasingan ini, dan itu pun berlaku terhadapmu," jawab Nan Yi An.
"Pantas saja kakek pernah mengatakan kepadaku sebelum aku diasingkan ke tempat ini, jika aku harus perlahan-lahan mempelajari pola, agar aku dapat keluar dari tempat ini karena tak ada jalan lain keluar dari tempat ini selain dari usahaku sendiri," batin Hyun Zi.
Setelah Hyun Zi menyadari kelicikan sekte surgawi, dia pun bertekad untuk menjadi kuat di tempat itu, dan mulai Hyun Zi berguru kepada Nan Yi An, yaitu mengembangkan teknik pedang tetes embun, yang dipadukan dengan teknik di dalam kitab penguasa angin yang diberikan penatua Hyun Joong.
Dengan adanya kacang dewa dan air yang berlimpah, membuat keduanya dapat bertahan hidup di tempat yang tak ada makhluk hidup di dalamnya.
Bersambung.
__ADS_1