
Di dalam hutan Nien Chu mendapati reruntuhan bangunan dari perang ribuan tahun yang lalu. Nien Chu melangkahkan kaki masuk kedalam bangunan itu, akan tetapi inti api segera menahannya dengan berkata.
"Kau jangan masuk kedalam reruntuhan itu karena di sana terdapat labirin, jika kau memaksakan diri untuk masuk kesana aku tak menjamin jika kau dapat keluar dari dalam sana," ucap inti api surgawi.
"Guru aku merasakan ada sesuatu hal yang membuatku harus masuk ke dalam sana tapi aku tak tahu apa itu, apa yang harus aku lakukan sekarang karena keinginan dan dorongan itu begitu kuat membawaku untuk menuju ke dalam reruntuhan itu," jawab Nien Chu.
Tiba tiba saja dari dalam tubuh Nien Chu keluar api putih dan membentuk wujud seorang laki-laki paruh baya, dia adalah perwujudan api inti surgawi.
"Saat ini kau mempunyai dua pilihan, yaitu masuk ke dalam reruntuhan bangunan mengikuti dorongan hatimu dan akan menghadapi labirin yang menutupi reruntuhan bangunan, atau tetap di luar reruntuhan dengan tujuan pergi mencari pedang penguasa malam yang saat ini aku telah mengetahui keberadaannya," ucap laki laki paruh baya itu.
"Apakah guru bisa memberikan 1 pendapat padaku, langkah apa yang harus kulakukan?" tanya Nien Chu kembali.
"Nien Chu ada baiknya kau menjadi lebih kuat terlebih dahulu sebelum masuk kedalam reruntuhan itu, paling tidak kau telah mendapatkan pedang penguasa malam yang akan membantumu di setiap pertarunganmu," jawab laki laki paruh baya itu.
"Baiklah guru, aku akan mengikuti perkataanmu untuk menjadi kuat dan mendapatkan pedang penguasa malam, sebelum aku masuk kedalam reruntuhan yang terdapat labirin di dalamnya," ucap Nien Chu sambil melangkah kedepan dan memandangi reruntuhan yang ada di hadapannya.
Lelaki paruh baya itu memandangi Nien Chu dalam dalam, saat Nien Chu menatap kearah reruntuhan bangunan yang seperti kota dengan sisa sisa bangunan besar di dalamnya. "Aku rasa di dalam reruntuhan itu terdapat sesuatu hal dari masa lalu, yang pastinya ada hubungannya dengan darah yang mengalir di tubuh Nien Chu, dan kurasa yang mendorong Nien Chu masuk kedalam reruntuhan itu merupakan salah satu tehnik kuat yang pernah di miliki ayahnya, yang kini menginginkan Nien Chu untuk menjadi pemiliknya," gumam laki-laki paruh baya itu.
Setelah memutuskan untuk pergi mencari pedang penguasa malam, Nien Chu pada akhirnya meninggalkan reruntuhan bangunan itu dan melesat pergi menuju ke air terjun, tempat keberadaan pedang penguasa malam berada.
__ADS_1
Baru saja Nien Chu beranjak meninggalkan reruntuhan bangunan tersebut, tiba tiba saja langkahnya di hadang oleh sesosok gorila raksasa yang menatap tak bersahabat ke arahnya.
"Nien Chu yang ada di hadapanmu itu merupakan binatang roh tingkat 5, dengan adanya binatang roh itu kau bisa berlatih untuk mengalahkan binatang roh yang lebih kuat satu tingkat di atas mu, selamat berjuang Nien Chu," ucap lelaki paruh baya itu kemudian masuk kembali ke dalam Dantian Nien Chu.
"Guru...guru..., mengapa kau tinggalkan aku!!" teriak Nien Chu.
Teriakan Nien Chu tak digubris oleh laki laki paruh baya yang telah menghilang, malahan teriakannya itu memancing amarah sang gorilla raksasa yang menyangka jika Nien Chu ingin menguasai wilayah kekuasaannya.
Dengan amarahnya gorila raksasa itu langsung menyerang ke arah Nien Chu, dengan melompat dan menerjang ke arahnya.
Nien Chu berlari untuk menghindari terjangan sang gorila, namun getaran kuat di tanah akibat terjangan sang gorila raksasa, membuat Nien Chu kehilangan keseimbangan dan terjatuh mencium tanah.
"Jika kau menginginkan pertarungan maka akan aku kabulkan," hardik Nien Chu kemudian menghentakkan kedua tangannya ke tanah, hingga tubuhnya terpental keudara.
Nien Chu berjumpalitan beberapa kali di udara, kemudian meluncur deras kearah sang gorila raksa, sambil melesakkan satu tendangan keras yang di aliri kekuatan ranah tingkat kuasa bumi kearah gorilla raksasa.
Serangan kuat yang dilakukan Nien Chu dapat bersarang dengan telak di tubuh Sang gorila raksasa, namun yang terjadi di luar pemikiran Nien Chu, serangan kuat yang dilakukannya itu tak mampu membuat sang gorila tumbang, malahan gorilla raksasa semakin ganas untuk menyerangnya.
Tak lama berselang, jual beli serangan pun terjadi di tempat itu, di mana Nien Chu mampu untuk mengimbangi serangan serangan mematikan sang gorilla raksasa, hingga membuat area di sekitar tempat terjadinya pertarungan porak-poranda.
__ADS_1
Pohon pohon tumbang di sana sini akibat amukan sang gorila raksasa, Nien Chu yang tak ingin menghabiskan tenaga sia sia melawan gorila raksasa yang menjadi lawan tarungnya, langsung mengeluarkan kekuatan inti api surgawi yang merupakan kekuatan andalannya saat ini, dan seketika itu juga aura api berwarna putih langsung menyelimuti tubuhnya.
Baru saja Nien Chu hendak menyerang sang gorila raksasa dengan kekuatan inti api Surgawi, tiba tiba saja lolongan memilukan hati terdengar dari tengah-tengah hutan yang berada di tempat itu, lolongan itu menimbulkan gelombang kejut yang efeknya sampai kepada Nien Chu, hingga remaja muda itu terseret beberapa meter kebelang.
"Nien Chu, hentikan pertarungan mu ini dan secepatnya kau pergi menuju ke asal suara, itu merupakan suata raja hutan binatang iblis ini yang tengah sekarat," ucap inti api surgawi yang berada di dalam Dantian Nien Chu.
Mendengar perkataan gurunya, Nien Chu segera melakukan serangan jarak jauh kepada sang golira raksasa, yang membuat sang gorila raksasa harus mundur beberapa meter ke belakang untuk menghindari serangan dari Nien Chu.
Menghindar nya gorila raksasa dari serangan yang dilepaskan oleh Nien Chu, hal itu memberi kesempatan kepada Nien Chu untuk melarikan diri dari pertarungan yang terjadi. Dan dengan menggunakan langkah bayangan Nien Chu melesat menuju ke asal suara tempat keberadaan raja hutan binatang iblis yang tengah sekarat.
Di sebuah semak semak yang rimbun, Nien Chu mencari tau apa yang telah terjadi di tempat itu. Di sana tampak seekor singa bersayap yang mengeluarkan aura kuat dari tubuhnya tengah terbaring di atas tanah, dengan 4 ekor binatang tingkat 8 yang mengelilinginya.
"Sungguh kekuatan yang sangat menakutkan, walaupun dia sudah sekarat namun ke 4 binatang tingkat 8 itu masih menjaga jarak terhadap nya," batin Nien Chu.
4 binatang tingkat 8 itu adalah, Kura kura hijau, serigala mata merah, ular kobra beracun dan leopard api, mereka berempat berusaha saling bersaing untuk mendapatkan batu energi yang dimiliki oleh singa bersayap yang saat ini tergeletak di tanah.
Singa bersayap sekarat bukan karena telah melakukan pertarungan, melainkan usia yang semakin tua hingga membuatnya tak berdaya.
Hal itu yang membuat binatang roh tingkat 8 berlomba lomba untuk mendapatkan batu energi yang di miliki singa bersayap, agar dapat menembus tingkat ke 9 yang tentunya akan membuat binatang roh tersebut menjadi raja di hutan binatang iblis.
__ADS_1
Bersambung