
Pertarungan yang terjadi begitu sangat sengit, Nien Chu tak ragu lagi untuk mengeluarkan segenap kemampuan yang di milikinya.
Nien Chu langsung menggunakan kekuatan dari amukan api misterius guna menaklukan kera salju, yang membuat kera tersebut terhempas dengan kuat ketanah, dan menghantam pohon pohon besar yang ada di belakangnya.
"Goaar...!" teriakan kera salju yang menahan sakit akibat api yang menyelimuti tubuhnya, karena serangan teratai api yang di lakukan oleh Nien Chu.
Anchen yang melihat adanya peluang besar dengan tergeletak nya kera salju di tanah, dengan segera meloncat tinggi ke udara dan melancarkan serangan kuat dari kekuatan tinju penghancur matahari yang di milikinya.
Serangan dari Anchen membuat kera salju kembali terpelanting ke udara, dan kesempatan itu tak di sia siakan oleh Zhurui untuk menghancurkan kera salju dengan tehnik 1000 Guntur yang di milikinya.
Dari angkasa bertubi tubi petir besar menyambar tubuh kera salju, hingga sang kera salju kembali terpelanting ke tanah dengan tubuh yang di penuhi dengan luka bakar. Dampak jatuhnya kera salju membuat kubangan besar di tanah akibat tertimpa berat tubuhnya.
Zaiya yang sedari tadi tengah mengeluarkan kekuatan yang di milikinya untuk membentuk perisai pelindung bagi ketiganya, akhirnya mengarahkan kekuatan pelindung itu ketubuh masing masing orang, karena dia yakin jika kera salju akan mengaktifkan kekuatan dewa binatang buas, maka akan sangat membahayakan bagi Nien Chu, Anchen dan Zhurui.
Benar saja apa yang ada di dalam pikiran Zaiya, tiba tiba saja mata kera salju yang tadinya berwarna merah, kini memancarkan cahaya putih seperti salju, dan seluruh tubuhnya kini berselimutkan aura yang sangat kuat.
"Celaka kera salju telah membangkitkan darah dewa binatang buas di tubuhnya, ini sangat berbahaya..., aku harus segera bertindak jika tidak mereka akan binasa," ucap Zaiya dan langsung memperkuat perisai pelindung di tubuh ketiganya.
Tiba tiba saja kera salju menghilang, dan tak lama kemudian ledakan energi pun terjadi, yang membuat ketiganya terhempas jauh kebelakang.
Perisai pelindung yang di buat oleh Zaiya di tubuh ketiganya pun hancur seketika, karena serangan cepat dari kera salju yang tak dapat di lihat dan di duga duga oleh ketiganya.
Kembali dua buah bola es dingin yang di lepaskan dari tinju kera salju, mengarah cepat menuju kepada Anchen dan Zhurui yang masih tergeletak di tanah.
Melihat serangan cepat yang dapat membahayakan bagi Anchen dan Zhurui, dengan menapakkan kedua tangannya ke depan, Zaiya menghalau serangan kuat itu dengan bayangan kedua telapak tangan raksasa yang menyambut datangnya serangan dari kera salju.
__ADS_1
Benturan energi besar tak terhindarkan lagi, sehingga ledakan energi besar itu membuat keadaan kelompok Nien Chu semaki terpuruk.
Zaiya dan kera salju sama sama terseret beberapa meter kebelakang, dan kembali kera salju menyerang dengan merubah arah serangannya yang kini menuju kearah Nien Chu.
"Awas Nien Chu...!!" teriak Zaiya yang tak yang tak bisa lagi membendung serangan kera salju kearah Nien Chu, karena jarak yang terlalu jauh dan kecepatan serang kera salju yang begitu sangat cepat.
Nien Chu yang merasakan adanya gelombang angin yang sangat kuat yang menuju kearahnya, dengan tanpa melihat adanya sosok kera salju yang menyerangnya, Nien Chu langsung melindungi tubuhnya itu dengan mengaktifkan simbol dewa yang di milikinya.
Untuk kedua kalinya Nien Chu kembali terhempas dengan sangat kuat ke tanah, yang mengakibatkan adanya kubangan besar dari hempasan tubuhnya tersebut.
Zaiya yang tak ingin jika semuanya akan terluka akibat melawan kera salju yang telah mengaktifkan darah Dewa binatang buas, seketika itu langsung menggunakan kekuatan teleportasinya untuk membawa ketiganya pergi.
Dan akhirnya mereka semua tiba di sisi Utara pulau ujung tak bertepi.
"Sudah kukatakan pada kalian semua untuk segera pergi dan tak bertarung dengannya, karena kera itu memiliki darah dewa binatang buas.
"Dewa binatang buas termasuk salah satu binatang terkuat di Nirwana, dan entah mengapa binatang roh yang mempunyai darah Dewa binatang buas bisa sampai ke alam dunia, dan tentunya hal itu akan sangat membahayakan jika kera salju menuju ke pemukiman para penduduk kota."
"Ada baiknya kalian berdua melakukan kultivasi untuk memulihkan diri terlebih dahulu, biar aku yang akan mencari solusinya dengan Nien Chu dalam menghadapi kera salju," ucap Zaiya.
Setelah melihat Zhurui dan Anchen berkultivasi untuk memulihkan diri, Zaiya segera membawa Nien Chu ke sebuah tempat yang jauh dari keberadaan kedua sahabatnya yang tengah berkultivasi.
"Mengapa kau membawaku ketempat ini?" tanya Nien Chu.
"Nien Chu..., kita baru menghadapi seekor kera salju, akan tetapi kita sudah tak mampu untuk bertahan, apalagi untuk menghadapi penyihir yang memiliki semua binatang kuat di pulau ini."
__ADS_1
"Aku ingin kau meningkatkan kemampuanmu kembali dengan inti api neraka ini," jawab Zaiya dengan memperlihatkan sebuah inti api yang berwarna hitam yang ada di telapak tangannya.
"Apa maksudmu dengan ini semua?" tanya Nien Chu.
"Aku ingin kau menggabungkan semua inti api yang ada padamu, agar kekuatan amukan api misterius yang kau miliki semakin bertambah kuat."
"Nien Chu seandainya kau sanggup menggabungkan teratai api dari amukan api misterius, dengan teratai ilahi yang ada padamu maka kekuatan yang kau miliki akan setara dengan kekuatan para dewa, sehingga kera salju itu dapat kita kalahkan," jawab Zaiya.
Nien Chu terdiam dan mencerna perkataan Zaiya, tak lama kemudian Nien Chu pun menerima inti api neraka yang di berikan Zaiya kepadanya.
"Sekarang berlatihlah untuk menggabungkan ketiga inti api itu, dengan kekuatan alam dari hukum api dewa ilahi yang kelak akan menjadikan kekuatan besar bagimu," ucap Zaiya.
"Nien Chu hanya mengganggukkan kepalanya mengiyakan perkataan Zaiya, kemudian duduk bersila untuk menggabungkan ketiga inti api yang ada padanya, dengan kekuatan hukum api dari dewa ilahi agar tercipta satu kekuatan yang maha dasyat.
Sebenarnya banyak pertanyaan yang ingin di tanyakan Nien Chu kepada Zaiya, menyangkut bagaimana dia bisa mengetahui semua kekuatan yang selama ini disembunyikannya, akan tetapi suasananya kurang tepat untuk bertanya sehingga Nien Chu memutuskan untuk tetap diam dan terus melakukan penggabungan ketiga inti api yang ada padanya.
Suasana alam seketika berubah drastis saat penggabungan ketiga inti api dan hukum api ilahi telah menjadi satu, tampak teratai berwarna hitam kelam kini menghiasi telapak tangan Nien Chu.
"Tak kusangka Nien Chu sangat kuat dan berbakat, hanya beberapa menit saja dia mampu menggabungkan tiga inti api yang berada padanya.
"Memang kata orang buah tak jauh jatuh dari pohonnya, seperti halnya Nien Chu yang bakat serta kecerdasan Ayah sewaktu masih muda, kini turun kepadanya," batin Zaiya.
"Bagus Nien Chu..., kau memang seorang jenius, sehingga mampu melakukan penggabungan tiga inti api dan hukum api ilahi itu dengan singkat," ucap Zaiya.
Bersambung
__ADS_1