
Sang cahaya seketika itu melemparkan 4 bola yang merupakan empat unsur kekuatan Thien Yu selama ini keudara, hingga tercipta pusaran angin yang menghilangkan ke empat bola tersebut.
Bola unsur energi itu kini tersimpan di alam semesta, dan sewaktu waktu akan kembali ke alam dunia untuk memilih calonnya sendiri, yang nanti nya akan memiliki kekuatan tersebut. (Season 3)
Thien Yu hanya bisa menatap kearah ke 4 unsur kekuatannya yang telah menghilang, kemudian diapun menatap kearah cahaya suci yang seperti tak bersalah telah menghilangkan seluruh kekuatannya, yang hanya menyisakan mata langit yang masih berada di tubuhnya.
"Apa yang harus ku lakukan saat ini, setelah semua kekuatan yang kumiliki telah hilang?" tanya Thien Yu.
"Kau tinggal mengikuti arahanku, karena apa yang akan kau dapatkan nanti, semua itu tergantung dengan dirimu sendiri.
Kau tak memerlukan senjata apapun untuk bertarung, karena semua yang ada di semesta akan menjadi senjata bagimu.
Bermeditasilah, karena aku akan memberikan bekal sebagai dasar kekuatan mu untuk mendapatkan kekuatan semesta yang tak terbatas.
Setelah mendengar perintah dari sang cahaya suci, Thien Yu segera melakukan meditasi di bawah pohon besar nan rindang yang banyak terdapat di tempat itu.
Cahaya suci segera menapakkan tangannya kearah Thien Yu, maka sebuah cahaya emas sebesar kelereng seketika itu masuk kedalam tubuh Thien Yu, sehingga membuat Thien Yu yang tengah bermeditasi mengeluarkan aura keemasan dari tubuhnya.
Di dalam meditasinya, Thien Yu tiba tiba saja berada di sebuah tempat dengan kehancuran yang sangat luar biasa, gunung gunung disana sini mengeluarkan lahar api yang membuat Thien Yu begitu sangat kepanasan, hingga keringat terus terusan keluar dari dalam tubuhnya.
Dari langit meteor bagaikan hujan menghujam ke area tempat dimana Thien Yu berada, dan tiba tiba saja gerombolan serigala lahar api telah mengelilingi Thien Yu.
"Apa apaan ini, bagaimana mungkin kawanan serigala lahar api mau berada di tempat yang sangat berbahaya seperti ini, yang bisa saja merenggut nyawa mereka semua sewaktu-waktu, dan bagaimana aku dapat mengalahkan kawan serigala ini sementara kekuatan yang selama ini ada padaku telah hilang," batin Thien Yu.
Thien Yu mencoba sekuat tenaga untuk menghindar dari terkaman para serigala yang kini telah menyerangnya, hingga membuat Thien Yu harus mencari cara agar terbebas dari ancaman yang sewaktu waktu bisa merenggut nyawanya.
Thien Yu terus berpikir dan mencerna perkataan dari sang cahaya suci yang mengatakan jika semua yang ada di alam semesta merupakan senjata, dan apapun bentuknya itu tergantung dari dirinya siapa yang menggunakannya.
Dengan adanya pedoman itu, Thien Yu seketika itu mengaktifkan mata langit yang dimilikinya, dan melakukan penyerapan unsur alam seperti yang pernah dilatihnya di desa batu bersama sang kakak Feng Yu.
__ADS_1
Benar saja, energi alam yang terbentuk mampu memberikannya kekuatan baru, yaitu kekuatan pembentukan energi yang mampu memadatkan apapun yang ada di sekelilingnya.
Para serigala yang terus menyerang ke arah Thien Yu, kali ini harus menerima perlawanan sengit dari sosok Thien Yu yang mulai mampu untuk mengimbangi kecepatan serang kawanan serigala itu.
Thien Yu segera memadatkan tanah di sekitarnya, hingga terbentuk sebuah senjata yang sangat kuat berupa ratusan tombak dari tanah liat yang telah memadat seperti batu, yang seketika itu langsung menuju ke arah serigala lahar api yang menyerang.
Tak sampai di situ, Thien Yu juga menyerap kelembaban udara di sekitarnya kemudian memadatkannya menjadi ratusan anak panah, dan kembali ratusan anak panah itu diarahkan kepada kawanan serigala yang kini kocar kacir akibat tombak-tombak yang dilepaskan Thien Yu sebelumnya.
Dengan kekuatan pembentukan energi yang ada padanya, Thien Yu merasa jika pergerakannya saat ini begitu sangat ringan hingga dia mampu bergerak dengan cepat tanpa sedikitpun mengalami kesulitan.
Thien Yu kembali melakukan pembentukan energi dengan menyerap kelembaban udara yang ada di sekitarnya, dan membentuk sebuah senjata yang terbuat dari air yaitu sebuah cambuk.
Dengan adanya senjata cambuk yang terbuat dari air di dalam genggaman tangannya, Thien Yu lantas menyerang semua serigala yang ada, hingga saat cambuk itu mengenai tubuh serigala lahar api maka ledakan pun terjadi, karena perbedaan energi antara Air Dan Api yang sangat berlawanan.
Banyak bintang serigala lahar api mati di tangan Thien Yu, yang membuat kawanan serigala perlahan-lahan mundur ke belakang. Tak lama kemudian semua serigala itu melolong panjang sahut menyahut dari segala arah, hingga lolongan itu menggema di udara yang membuat keramaian pun tercipta.
Dari atas awan tampak sang cahaya suci yang merupakan roh Kaisar terdahulu yang dapat merubah bentuk sesuai dengan keinginannya, menatap takjub ke arah Thien Yu yang dengan gagah perkasa mampu mencari cara mengembangkan kekuatannya sendiri untuk melawan para serigala lahar api, tanpa sedikitpun adanya campur tangan dari sang cahaya suci.
Untuk itu aku akan melatihmu dan mewariskan kekuatan semesta yang ada padaku tanpa sepengetahuan mu, dan aku yakin dengan perlahan Kau pasti bisa mengembangkan kekuatan semesta itu dengan caramu sendiri.
"Aku akan melihat bagaimana kau mampu untuk mengalahkan raja serigala lahar api, apakah dengan kemampuanmu yang belum ada apa-apanya ini dapat memberikan perlawanan bagi binatang salah satu binatang terkuat yang ada di alam Zaiya ini," batin sang cahaya suci.
Sementara itu Thien Yu yang masih berada di hadapan para kawanan serigala lahar api yang tersisa, dikejutkan dengan perubahan cuaca yang tadinya panas kini menjadi begitu dingin dan membeku. Hampir dibilang semua gunung-gunung yang memuntahkan lahar api kini ikut membeku dibuatnya.
"Sepertinya aku akan menghadapi pimpinan kawanan serigala lahar api ini, dan aku harus tetap berhati-hati karena sepertinya pimpinan serigala lahar api, mempunyai kekuatan yang sangat luar biasa dan tak bisa di remehkan," batin Thien Yu.
Benar saja apa yang ada di dalam pikiran Thien Yu, tampak binatang serigala putih dengan simbol bulan sabit di tengah-tengah kepalanya, yang mengeluarkan cahaya putih berkilau yang mampu memberikan dampak negatif bagi area sekitarnya.
Sang serigala putih menatap sekeliling tempat itu, dan melihat banyak kawanannya yang terbantai dan mati di tangan pemuda yang berdiri jauh di hadapannya.
__ADS_1
Melihat akan hal itu, raja serigala seketika itu menyerang kearah Thien Yu dengan tembakan bola es dari mulutnya, dan juga simbol bulan sabit yang ada di atas kepalanya seketika itu bercahaya terang, maka ratusan Cahaya bulan sabit bermunculan di sekitar raja serigala, dan berputar-putar sesaat sebelum melesat cepat ke arah Thien Yu.
Melihat akan hal itu, Thien yu tak tinggal diam, diapun menggunakan kekuatan barunya untuk membekukan udara menjadi ratusan pisau terbang yang terbuat dari angin yang dipadatkan, untuk menyambut datangnya serangan cahaya bulan sabit yang mengarah kepadanya.
Thien Yu juga menghantamkan Kedua telapak tangannya ke tanah, hingga terbentuk lapisan tanah keras di hadapannya untuk menghalau serangan bola es yang juga mengarah kepadanya.
Ledakan terjadi saat bola es menghantam perisai tanah yang dibuat oleh Thien Yu, hingga perisai tanah berubah menjadi serpihan-serpihan kecil es yang berserakan tempat itu.
Bertemunya cahaya berbentuk bulan sabit dengan pisau terbang angin yang dilepaskan Thien Yu, membuat alam di sekitar tempat itu bergemuruh akibat efek ledakan yang terjadi.
Efek ledakan itu membuat Thien Yu terseret beberapa meter ke belakang dan merasakan dadanya yang terasa sesak.
Thien Yu menatap ke arah sang serigala putih yang telah berubah warna menjadi merah kebiru-biruan, tak lama kemudian tubuh Sang serigala seketika itu berubah menjadi kobaran api, dan seketika itu juga menembakkan dua bola api dari mulutnya secara bersamaan ke arah Thien Yu.
Thien Yu yang masih merasakan sesak di dadanya, kemudian menyilangkan kedua tangannya di depan dada, untuk menyerap semua unsur semesta yang berada di tempat itu, dan tak lama kemudian gumpalan-gumpalan awan yang mengandung petir seketika itu muncul di sisi Thien Yu, dan dengan refleks Thien menampakkan kedua telapak tangannya ke depan guna menyambut datangnya serangan dari raja serigala.
"Duar!!"
Ledakan keras kembali terjadi, dan Thien Yu tak dapat menahan gelombang kejut yang mendorong tubuhnya ke belakang.
Hingga dia sesaat bergulingan di tanah, dengan kondisi pakaian yang sudah tak layak digunakan akibat terbakar oleh efek ledakan dua kekuatan energi besar yang terjadi.
Thien Yu menatap ke arah raja serigala dengan mata yang berkunang-kunang, tak ada kesempatan baginya untuk bertarung lagi karena energi yang ada di tubuhnya telah mulai terkikis habis.
"Tak kusangka raja serigala itu mempunyai kekuatan dua element yang sangat kuat yaitu es dan api, dan raja serigala itu sama sekali tak bergeming dari tempatnya berada, jika aku terus bertarung dengannya maka bisa dipastikan aku akan kalah. Lebih baik aku pergi dari tempat ini sebelum hal buruk terjadi padaku," batin Thien Yu.
Thien Yu kembali menyerap kelembaban udara, hingga terbentuk bola-bola air sebesar bola kasti. Dengan mengibaskan tangan kanannya ke depan maka bola-bola itu langsung secepat kilat menuju ke arah sang raja serigala.
Semua yang dilakukan Thien Yu merupakan serangan terakhir darinya, yang bertujuan agar dia dapat melarikan diri dari tempat itu.
__ADS_1
Setelah raja serigala sibuk untuk menghindari serangan dari Thien Yu, dengan cepat Thien Yu pergi dan berlalu dari tempat itu.
Bersambung