Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Hidupnya pangeran Xi Xio


__ADS_3

Putri penyihir tak menolak melakukan kontrak darah dengan Nien Chu, karena selama ini tak ada yang mampu untuk menghidupkan kembali suaminya, yang merupakan seorang pangeran sihir di pulau itu.


"Aku Yinzi siap melakukan kontrak darah dengan anda tuan muda," ucap putri penyihir.


"Baiklah Yinzi, karena kau telah mengakuiku sebagai tuan muda mu, maka hari ini aku akan menjadikan kau sebagai salah seorang sahabatku," jawab Nien Chu.


Nien Chu lantas melukai jari tangannya, dan meneteskan darah emasnya ke kepala Yinzi, sehingga tercipta segel abadi ikatan kontrak darah diantara mereka berdua.


Dengan adanya ikatan kontrak darah diantara mereka, Nien Chu lantas melangkah kearah pemuda tampan yang tengah terbaring di pembaringan.


Nien Chu mengeluarkan teratai nirwana yang kini telah menyatu dengan dirinya.


Teratai nirwana kemudian mengambang di udara persis di atas tubuh pangeran Xi Xio, yang hanya berjarak sekitar 1 meter diatas tubuhnya.


Nien Chu kemudian mengerakkan tangannya untuk membuat segel dalam mengaktifkan teratai nirwana, agar teratai nirwana mau melepaskan roh pangeran Xi Xio yang terperangkap di dalam kelopak bunga teratainya.


Dalam waktu singkat, cahaya emas sebesar kelereng keluar dari dalam kelopak bunga teratai, kemudian masuk kedalam tubuh pangeran Xi Xio.


Sesaat kemudian teratai nirwana kemudian menghilang dan masuk kembali kedalam tubuh Nien Chu.


Hilangnya bunga teratai nirwana membuat pangeran Xi Xio dengan perlahan membuka matanya.


Yinzi yang melihat suaminya telah membuka matanya kembali, segera menghamburkan dirinya untuk memeluk sang suami.


Terdengar isak kebahagiaan dari mulut putri Yinzi saat melihat pangeran Xi Xio telah hidup kembali, yang membuat Nien Chu sangat terharu menyaksikan kebahagiaan mereka berdua.


Nien Chu lalu melangkahkan kakinya keluar dari tempat itu, untuk membiarkan mereka berdua untuk melepas rindu.


Setelah keluar dari dalam air terjun, Nien Chu sangat di kejutkan dengan suasana pulau yang telah berubah 100 persen dari sebelumnya.


Saat ini di hadapan nya telah berdiri sebuah istana megah, dan banyak prajurit yang rata rata merupakan perpaduan antara binatang roh dengan manusia yang menjaga istana.


Seekor binatang roh dengan kepala burung dengan sayap dan tubuh yang berbentuk tubuh singa dengan kaki empat yang memiliki cakar tajam dan kokoh, dengan ekor panjang seperti cambuk seketika itu datang ke hadapan Nien Chu.

__ADS_1


Setelah tiba di hadapan Nien Chu, binatang roh itu merubah dirinya menjadi sesosok pemuda tampan dengan tubuh kekar.


Pemuda kekar itu berlutut dengan satu kaki, dengan salah satu tangan memegang dada dan tangan lainnya lagi meninju ketanah.


"Tuan muda..., terimakasih karena anda telah menghidupkan kembali pangeran Xi Xio, hingga kerajaan sihir yang telah lama menghilang kini kembali muncul di permukaan."


"Namaku Virgion, dan aku merupakan jendral utama kerajaan sihir ini," ucap Virgion.


Nien Chu hanya terdiam karena tak tau harus berkata apa dengan keberadaan Virgion yang ada di hadapannya.


Di saat diamnya Nien Chu, tiba tiba saja pangeran Xi Xio dan putri Yinzi keluar dari dalam air terjun, dan langsung memberi hormat pada Nien Chu dengan menangkupkan kedua tangannya.


"Tuan muda..., aku sangat berterimakasih karena kau telah membangkitkan ku dari tidur panjang yang kualami selama bertahun tahun lamanya."


"Istriku putri Yinzi telah menceritakan semua yang telah terjadi selama tidur panjangku, dan saat ini aku beserta jendral Virgion telah siap melakukan kontrak darah dengan anda," ucap pangeran Xi Xio.


"Baik..., setelah kontrak darah diantara kita terjadi maka saat itu kalian semua akan menjadi sahabatku," jawab Nien Chu.


"Kalian sekarang merupakan bagian dari diriku karena adanya kontrak darah diantara kita, dan aku berharap dimasa depan kalian bertiga dapat bertempur bersamaku untuk melenyapkan titisan raja iblis di alam dunia ini," ucap Nien Chu.


"Tuan muda, jika kau mengalami kesulitan di masa depan, atau menginginkan bantuan dari istana sihir, maka tuan muda tak usah sungkan untuk memanggil kami, karena kami pasti akan segera datang membantu tuan muda."


"Tuan muda.., karena hanya jendral Virgion yang dapat menghubungkan portal istana sihir, dengan tempat keberadaanmu setelah tuan muda pergi dari sini, maka Virgion akan ikut bersamamu untuk menjadi pengawal yang pastinya akan banyak membantu di dalam perjalanan tuan muda."


"Jendral Virgion akan membuka portal dan kami akan datang dengan pasukan besar, jika sewaktu waktu tuan muda menginginkan bantuan istana sihir," jawab pangeran Virgion.


"Trimakasih atas ikut sertanya Virgion dalam perjalananku."


"Pangeran..., karena masih banyak hal yang akan kulakukan setelah keluar dari pulau ini, maka aku mohon diri," ucap Nien Chu.


"Baiklah tuan muda, berhati hatilah dalam perjalanan anda," jawab pangeran Xi Xio.


Setelah sang pangeran berkata seperti itu, tiba tiba saja cahaya putih keluar dari dalam tubuh Nien Chu, dan tak lama cahaya putih itu kini membentuk wujud seekor rubah putih raksasa, dan menatap dengan rasa tak suka terhadap Virgion.

__ADS_1


Pangeran Xi Xio dan putri Yinzi segera mundur beberapa meter kebelakang, dan langsung bersiaga untuk menghadapi serangan dari binatang rubah surgawi yang muncul tiba tiba itu.


"Kalian bertiga tak usah khwatir karena Tency juga merupakan sahabat ku, yang juga telah terikat kontrak darah dengan ku," ucap Nien Chu.


Mereka bertiga akhirnya lega dengan kehadiran Tency di tempat itu, yang juga merupakan binatang surgawi yang telah terikat kontrak darah dengan Nien Chu.


Tency tiba tiba saja merubah diri menjadi seorang wanita yang sangat cantik, dan dengan anggun berjalan kearah Nien Chu.


Nien Chu begitu sangat terkejut melihat perubahan Tency yang kini dapat berubah wujud menjadi seorang manusia.


"Jangan jangan karena pil pemberian dari Kurama, Tency dapat berubah wujud menjadi seorang manusia..., dan aku yakin pil itu yang telah membuat kemampuan Tency dapat menembus batasannya," batin Nien Chu.


"Tuan muda apakah kau akan melupakan keberadaanku setelah adanya Virgion di dekatmu?" tanya Tency.


"Oh.., ternyata Tency cemburu karena keberadaan jendral Virgion yang akan ikut bersamaku, aku harus segera mencairkan suasana ini agar tak membuat Tency seperti tersisih dariku," batin Nien Chu.


"Kau dan virgion merupakan sahabatku, yang akan selalu melindungiku. Tency aku tak akan pernah meninggalkanmu karena aku telah berjanji kepada kaisar paviliun langit untuk menjagamu," jawab Nien Chu.


Wanita cantik jelmaan rubah ekor 3 itu pun tersenyum, kemudian merubah dirinya menjadi rubah kecil berbulu lebat, dan dengan cepat meloncat ke gendongan Nien Chu.


Nien Chu tersenyum kemudian meraih rubah putih dan membelai lembut kepalanya.


Melihat Tency sudah tenang dan dapat mengerti akan keberadaan Virgion, Nien chu kemudian melangkah kakinya kearah sang jendral istana sihir itu.


"Virgion aku tak mempunyai waktu banyak karena ada hal penting yang ingin kulakukan di desa lembah salju, dan sedari itu aku ingin kau membawaku kesana," ucap Nien Chu.


"Baik tuan muda," jawab Virgion dengan merubah tubuhnya menjadi burung raksasa bertubuh singa.


Setelah berpamitan dengan pangeran Xi Xio dan putri Yinzi, maka burung raksasa itu mengudara dan terbang keluar dari pulau ujung tak bertepi.


Di udara Nien Chu sangat kagum dengan keindahan pulau yang terbentang luas, yang telah banyak sekali perubahan setelah pangeran Xi Xio hidup kembali.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2