Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Kekalahan Lu Ying


__ADS_3

Pertarungan terus berlanjut antara Nien Chu dan Lu Ying, kini pertarungan mereka dilakukan dengan mengeluarkan energi kuat yang mereka miliki.


Teratai kaca ilahi dihantam ke arah tubuh Lu Ying, akan tetapi dengan adanya perisai kuat di tubuh Lu Ying membuat serangan teratai kaca ilahi tak bisa melukai tubuh laki-laki bertopeng perak itu.


Kini Lu Ying membalas serangan kuat dari Nien Chu, dengan ribuan pedang yang langsung menuju ke arahnya.


Melihat hal itu, Nien Chu mengeluarkan kekuatan teratai Langit 7 warna untuk menghancurkan serangan ribuan pedang yang mengarah padanya.


Tak hayal lagi ledakan energi pun terjadi yang membuat Nien Chu maupun Lu Ying sama-sama terseret ke belakang.


Akibat ledakan energi yang terjadi, di kehidupan nyata kubangan dalam terbentuk seperti danau, sehingga tubuh keduanya kini mengambang di udara.


Gerbang istana dan beberapa bangunan istana rubuh akibat getaran kuat yang terjadi, yang membuat kepanikan di seluruh penghuni istana.


Semua pengikut yang telah terikat kontrak darah dengan Nien Chu, kini menjadi was was akan keselamatan Tuan mudanya, karena apa yang terjadi membuat mereka semua menjadi sangat khwatir.


Malam pun tiba, seluruh pasukan yang tergabung dalam 4 Istana besar, semua tetap di tempat masing-masing menunggu dengan harap semoga tuan mudanya lah yang akan memenangkan pertarungan sengit itu.


Di dalam pertarungan yang terjadi, Lu Ying telah merubah dirinya menjadi seekor naga emas dengan mahkota di kepalanya, Raja seluruh binatang Dewa itu mengeluarkan kemampuan terkuatnya dengan terciptanya bola energi yang berpijar dari dalam mulutnya.


Nien Chu dengan sigap langsung mengeluarkan kekuatan teratai Nirwana dan digabungkan dengan kekuatan semesta yang dimilikinya, hingga tercipta sebuah bunga teratai petir yang kini berada di genggaman tangan Nien Chu.


Saat naga emas menembakkan bola energi yang berpijar dari mulutnya, saat itu juga Nien Chu mengarahkan bunga teratai petir yang berada di genggaman tangannya.


Dua kekuatan energi saling beradu di udara yang membuat ledakan maha dahsyat di tempat itu.


Ledakan energi itu membuat petir besar terus menghujani lu Ying, hingga tubuhnya pun ambruk ketanah terkena serangan petir besar yang seperti tak ingin melepaskannya.


Seluruh pengikut Nien Chu langsung menggabungkan kekuatannya membentuk perisai pelindung, agar seluruh pasukannya dapat terhindar dari bahaya gelombang energi yang tercipta dari kehampaan.


Walaupun mereka semua mengerahkan kemampuan secara bersama-sama, akan tetapi efek gelombang energi yang tercipta dapat menghancurkan segel pelindung, dan menghempaskan mereka semua beserta seluruh pasukan yang berada bersamanya.


Walaupun tak ada korban jiwa tapi banyak pasukan yang mengalami luka parah dan perlu mendapatkan perawatan segera.

__ADS_1


Istana matahari tak luput dari kehancuran yang tercipta dari ledakan energi. Setengah dari Istana matahari hancur dan rata dengan tanah.


Banyak prajurit mati di pihak istana matahari dan terlukanya beberapa petinggi istananya, karena tak ada yang dapat memblokir gelombang kejut yang tercipta sehingga membuat gelombang energi itu menghancurkan apapun yang dilaluinya.


Nien Chu berlutut dengan satu kaki, dan pedang penguasa malam sebagai penopang tubuhnya. Nien Chu merasakan jika di dalam tubuhnya saat ini telah terluka dalam.


Darah emas keluar dari mulut Nien Chu, yang merupakan pertanda jika tubuhnya saat ini tengah terluka.


Berbeda dengan leluhur Lu Ying, tubuhnya berkali kali terhempas dengan keras akibat terkena Sambaran petir besar, yang membuatnya kembali ke wujud manusia nya. Lu Ying saat ini benar benar tak berdaya....


Tubuh halus Lu Ying dan tubuh halus Nien Chu kembali ke tubuh kasarnya, dan seketika itu juga tubuh Lu Ying meluncur deras ke bawah di mana terdapat kubangan yang sangat dalam di sana.


Nien Chu yang telah dapat menguasai dirinya kembali langsung mengibaskan tangannya, hingga membuat tubuh Lu Ying kembali melayang ke udara akibat daya dorong dari kekuatan hukum angin yang di lepaskan oleh Nien Chu.


Seluruh pengikut Nien Chu langsung bersukacita saat melihat tuan mudanya mampu mengalahkan Lu Ying.


Sementara itu kecemasan terlihat di wajah sang Kaisar istana matahari, dia seakan tak percaya dengan kenyataan yang ada, di mana orang terkuat yang ada di alam cahaya mentari dapat dikalahkan oleh seorang anak muda.


Kini kaisar XiangLau hanya bisa pasrah dengan kenyataan yang ada, jika dirinya harus melepaskan tahta kekaisarannya kepada Nien Chu, yang telah mengalahkan leluhur Lu Ying di sebuah pertarungan.


"Aku mengaku kalah dengan mu, dan aku siap melakukan kontrak darah sesuai dengan perjanjian yang telah kita sepakati bersama," ucap Lu Ying.


Tanpa ragu, Nien Chu kemudian melakukan kontrak darah dengan Lu Ying.


Darah emas dari Nien Chu dapat membuat Lu Ying pulih seperti sedia kala, tak lama kemudian Lu Ying pun memberi hormat kepada Nien Chu yang diikuti praktisi kuat di belakangnya, yang menandakan kepatuhan dan penghormatannya kepada junjungan baru baginya.


Setelah pertarungannya dengan Lu Ying yang merupakan tangan kanan Ayahnya di masa lalu, membuat suasana yang tadinya mencekam kini kembali membaik seperti sediakala.


Seluruh pasukan besar yang dimiliki Nien Chu kembali ke alam dunia, yang menyisakan beberapa orang pengikutnya yang kini telah masuk kedalam Alam batin Nien Chu.


Lu Ying memerintahkan kepada seluruh penghuni istana, baik petinggi, maupun Kaisar XiangLou untuk melakukan penghormatan kepada penguasa baru di alam cahaya mentari.


Mendengar perintah dari leluhur Lu Ying mereka pun langsung berbondong-bondong menuju ke arah Nien Chu, dan secara bersama-sama melakukan penghormatan kepadanya.

__ADS_1


Walikota beserta keluarganya kini dibebaskan kembali, dan walikota Danau hitam kini di angkat derajatnya oleh Nien Chu sebagai penasehat istana matahari, dan sang penasehat istana sebelumnya kini diturunkan jabatannya untuk menjadi walikota di kota Danau hitam.


Setelah keadaan normal kembali, Nien Chu berkeinginan untuk pergi ke alam cahaya rembulan tempat Yeiyi berada, untuk menghimpun kekuatan besar sebagaimana saat ini dia telah menghimpun kekuatan di alam cahaya mentari, lewat leluhur Lu Ying dan seluruh praktisi kuat di belakangnya.


Di suatu kesempatan Lu Ying dan Nien Chu duduk bersama untuk sekedar berbincang-bincang.


Dan di kesempatan itu Lu Ying bercerita di masa lalunya sewaktu dia ditinggalkan oleh Thien Yu menuju ke Nirwana untuk menjadi Kaisar langit.


"Aku saat itu membangun kembali alam cahaya mentari agar memiliki peradaban seperti halnya alam dunia".


"Di saat itu Aku jatuh cinta pada seorang Dewi yang merupakan keturunan dari ras ular murni di negri ini, setelah itu sang Dewi melahirkan seorang putra yang menjadi kaisar pertama di istana matahari.


Dari generasi ke generasi akhirnya tersisa dua generasi muda yaitu pangeran Xiangjiang dan putri Xiang'er dari keturunanku di alam ini".


"Saat ini pangeran Xiangjiang telah tiada dan menyisakan putri Xiang'er yang tersisa, dan jika berkenan Aku ingin tuan muda menikahi putri Xiang'er agar di alam cahaya mentari kelak mempunyai generasi dari keturunan ksatria hebat di semua alam," ucap Lu Ying.


Nien Chu tersedak dengan ludahnya sendiri atas permintaan dari leluhur Lu Ying, untuk menikahi Putri Xiang'er yang merupakan turunan darinya.


"Paman aku telah mempunyai beberapa wanita yang kelak akan menjadi istriku di alam dunia, Aku tak ingin putri Xiang'er akan tersisih di antara mereka, lebih baik putri Xiang'er di carikan pemuda yang tepat baginya," jawab Nien Chu.


"Tuan muda..., putri Xiang'er akan tetap berada di alam cahaya mentari di istana matahari, dia kelak akan menjadi ratu di sini dan kau bisa kapan pun datang untuk menemuinya, aku hanya berharap jika tuan muda mau untuk menikahinya hanya itu permintaan terakhir orang tua ini padamu," ucap Lu Ying.


Nien Chu tak bisa berkata apa-apa lagi, permintaan leluhur Lu Ying tak kan mungkin ditolak nya.


"Aku akan menikahinya asalkan Putri Xiang'er dapat menerimaku dengan tanpa paksaan dari orang-orang di sekitarnya, karena aku menginginkan jika kesanggupannya menjadi istriku keluar langsung dari mulutnya," ucap Nien Chu.


"Aku mau menjadi istrimu"


Tiba tiba suara seorang wanita terdengar dari belakang Nien Chu, wanita itu adalah Xiang'er yang datang membawa keranjang berisi makanan ringan dan minuman segar.


"Kau lihat tuan muda, putri Xiang'er telah menyanggupinya dan hal ini merupakan berita gembira yang merupakan hadiah terbesar dalam hidupku di hari tuaku ini," ucap Lu Ying kemudian pergi meninggalkan tempat itu.


Lu Ying sengaja pergi dari tempat itu, untuk membiarkan keduanya saling berbicara dari hati ke hati mengenai pernikahan yang akan terjadi.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2