
Nien Chu tiba di halaman akademi bulan suci, terlihat para tinggi Akademi bulan suci merasa heran, karena hanya ada 6 murid baru yang telah datang di awal-awal hari perburuan inti energi binatang roh, di tempat itu.
"Nien Chu mengapa hanya engkau dan lima murid baru yang sampai duluan ke tempat ini, ke mana para murid baru yang lain yang merupakan bagian dari kelompokmu?" tanya tetua Tao Bao.
"Tetua setelah kepergian mu mengantarkan kami semua kehutan larangan, kelompok murid baru terpecah menjadi dua kelompok yang berbeda, aku tak mempersalahkan jika mereka meminta untuk memisahkan diri dari kelompok yang telah tetua buat sebelumnya, karena aku tak ingan murid baru yang ada merasa keberatan jika aku menjadi ketua kelompok dalam perburuan binatang roh itu.
Ini adalah kelompok yang tak meragukan ku sebagai ketua kelompok murid baru yang ada, dan ini adalah hasil perburuan kami selama di hutan larangan," ucap Nien Chu sambil memberikan sekantong batu inti binatang level 8 kepada tetua Tao Bao.
Tetua Tao Bao sedikit tercengang dengan hasil yang di dapatkan kelompok Nien Chu, dengan membawa 12 batu inti energi binatang roh tingkat ke 8 ke hadapannya.
Tetua Tao Bao menahan amarah dengan kelompok Liu kang yang telah memecah kelompok yang telah dibuatnya, karena tetua Tao Bao sengaja menjadikan Nien Chu ketua kelompok murid baru, tujuannya agar Nien Chu menjaga para murid baru selama perburuan karena tetua Tao Bao mengetahui kemampuan Nien Chu diatas mereka semua.
"Nien Chu aku ingin kau kembali ke dalam hutan larangan, karena aku khawatir dengan keselamatan murid baru yang lainnya yang berada di hutan larangan saat ini," pinta tetua Tao Bao.
"Tetua, aku tak ingin kembali ke dalam hutan larangan demi mereka, karena mereka semua yang telah meninggalkan ku maka apapun yang terjadi di dalam hutan larangan merupakan resiko mereka semua," jawab Nien Chu.
Selagi mereka semua membicarakan murid baru yang ada di dalam hutan larangan, tiba tiba saja dua buah kereta kuda yang di kawal oleh rombongan penunggang kuda memasuki halaman akademi.
Beberapa orang turun dari dalam kereta kuda yang samar samar sangat di kenal oleh Nien Chu.
"Bukankah itu Wucian dan Annfeng dari kekaisaran dataran langit" batin Nien Chu.
Nien Chu sangat berharap jika di dalam kereta kuda itu terdapat putri Annchi, sehingga dia dapat menemuinya.
"Wucian dan pangeran Annfeng dari dataran langit datang menemui tetua Tao Bao," ucap pangeran Annfeng kemudian memberi hormat kepada sang tetua.
__ADS_1
"Hormatku tetua, kami merupakan utusan dari kekaisaran dataran langit, yang sengaja datang ke tempat ini untuk menemui pemuda yang bernama Nien Chu, karena aku ingin berterima kasih kepadanya karena telah menyelamatkan putri Annchi tunangan ku.
Selain itu, tujuan kami kesini karena ingin melakukan perbandingan beladiri sebagai perbandingan agar setelah pulang dari tempat ini kami para pemuda dari kekaisaran dataran langit dapat berbenah untuk turnamen besar beladiri yang akan diadakan 2 tahun lagi," ucap Wucian dengan tatapan meremehkan ke arah tetua Tao Bao.
"Aku Nien Chu yang kalian cari," ucap Nien Chu tiba tiba.
"Oh.., ternyata kau Nien Chu, aku telah membawakan hadiah dari Sang Putri berupa satu kereta kuda koin emas, karena tiga tahun yang lalu kau telah menyelamatkannya di dalam hutan binatang iblis.
Putri Annchi tak bisa ikut ke tempat ini, karena putri Annchi tengah sibuk meningkatkan kekuatannya menembus ranah Dewa," jawab Annfeng.
Nien Chu merasakan sesak di dadanya karena Putri Annchi tak menepati janjinya sewaktu di dalam alam runtuhan, malah dia menghina Nien Chu dengan membawakan 1 kreta kuda koin emas sebagai imbalan dari menyelamatkannya waktu itu.
"Katakan pada putri Annchi jika aku tak membutuhkan hadiah apapun darinya, katakan pula jika aku menolongnya karena hatiku mengatakan jika aku harus menolongnya waktu itu, dan janji yang terucap sewaktu bersamanya ku nyatakan hilang bersama angin dan kuharap jika aku bertemu dengannya dimasa depan maka aku tak akan pernah mengenalnya lagi," ucap Nien Chu kemudian membalikan badan dan melangkah pergi meninggalkan tempat itu.
"Tunggu pemuda sombong!!, aku tahu jika kau menyukai putri Annchi, tapi sayang Sang Putri tak menyukaimu karena dia telah memilihku menjadi pasangan hidupnya di masa depan.
Nien Chu menahan amarahnya sambil membalikkan badan dan kembali melangkah pergi, dia tak ingin adanya keributan di akademi karena dirinya.
"Siapa bilang pemuda seperti kak Nien Chu tak layak mendapatkan seorang putri dari sebuah kekaisaran besar, aku Zeng Yi merupakan Putri satu satunya kekaisaran cahaya naga mencintai kak Nien Chu dengan setulus hati, apakah kau masih ingin mengatakan jika kak Nien Chu tak bisa mendapatkan seorang putri?" tanya putri Zeng Yi.
Wucian terdiam, dia tak menyangka jika seorang putri dari kekaisaran besar cahaya naga, telah jatuh hati kepada Nien Chu yang terlihat biasa-biasa saja tanpa mempunyai kekuatan apa-apa di dirinya.
"Putri Zeng Yi aku tak berniat untuk merendahkan derajat Nien Chu yang bukan lah apa-apa di mataku, aku sangat menyayangkan statusmu sebagai seorang putri kerajaan besar dengan mencintai Nien Chu yang bukanlah dari keluarga bangsawan?, kelak kau akan di cemooh oleh orang-orang di sekitarmu Jika kau terus bersamanya," jawab Wucian.
"Kau jangan mengajariku, karena aku dapat memilih siapa yang terbaik untuk menjadi pasangan hidupku di masa depan, jika aku diminta untuk melepaskan statusku sebagai seorang Putri kekaisaran cahaya naga, demi untuk bersama kak Nien Chu maka hal itu akan kulakukan.
__ADS_1
Wucian aku sangksi jika tunangan mu itu tak menaruh hati kepada kak Nien Chu, karena melihat sikapmu yang memusuhi kak Nien Chu orang yang baru kau kenal, aku rasa kau merasa cemburu dan takut jika tunanganmu itu memilih kak Nien chu.
Wucian walaupun kau besar di sebuah kaisaran dataran langit yang dipenuhi berlimpah sumber daya, akan tetapi jika kau dibandingkan dengan kak Nien Chu, maka seluruh wanita di dunia ini akan memilih kak Nien Chu.
Kau telah kalah segalanya dari segi ketampanan, tutur kata, hati mulia dan lain sebagainya. Bagi ku kau adalah seorang pemuda angkuh, tak tahu tata krama dan juga tak bisa menghargai orang lain, sehingga wanita yang suka denganmu merupakan wanita yang hanya melihat harta kekayaanmu saja, pasti saat ini putri Annchi begitu begitu tersiksa batinnya mengetahui dirinya telah bertunangan denganmu, karena aku yakin pasti pertunangan itu terjadi karena bukan rasa cinta Sang Putri kepadamu," ucap putri Zeng Yi dengan senyum mengejek.
"Kau...!;" bentak Wucian dengan mengeluarkan aura ranah tingkat dewa dari tubuhnya. Wucian benar-benar murka mendengar perkataan putri Zeng Yi yang sudah sangat kelewatan dan menyakiti hatinya.
"Hentikan...!!, aku tak ingin terjadi perdebatan apalagi sampai menimbulkan pertarungan di akademi ini.
"Tuan muda Wucian, Kau adalah tamu di sini maka aku ingin kamu menunjukkan tata krama mu, karena di sini bukanlah kekaisaran dataran langit tempatmu berada," ucap tetua Tao Bao.
Annfeng yang merasakan suasana telah memanas, segera memegang pundak Wucian, agar sahabatnya itu meredakan emosinya.
"Tetua, jika diperkenankan Aku ingin menguji kekuatanku dengan bertarung melawan Nien Chu," pinta Wucian sambil menatap ke arah Nien Chu.
"Aku tak ingin kau bertarung melawan Nien Chu, karena tingkat kekuatanmu sudah tak sebanding dengan kekuatan Nien Chu saat ini," ucap tetua Tao Bao.
"Aku ingin bertarung dengannya, aku sudah tak sabar ingin memberikan pelajaran padanya," jawab Nien Chu yang membuat seluruh orang yang berada di tempat itu seakan tak percaya, jika Nien Chu menyanggupi untuk bertarung dengan Wucian yang saat ini sudah berada di ranah tingkat Dewa.
"Tetua, Nien Chu sendiri yang telah menyetujui bertarung dengan ku, apakah tetua masih mau menghalang-halangiku untuk bertarung dengannya?" tanya Wucian.
"Aku tak bisa memberi keputusan sekarang, karena Nien Chu merupakan murid baru Akademi bulan suci, maka yang dapat memberikan keputusan itu adalah ketua Akademi.
Tuan muda Wucian lebih baik anda beristirahat terlebih dahulu di akademi ini, sambil menunggu keputusan dari ketua akademi," ucap tetua Tao Bao.
__ADS_1
Bersambung