Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Menyelesaikan masakah


__ADS_3

Nien Chu tak kehabisan akal, diapun lantas berkata jika yang bisa menangkapnya adalah pangeran Zeng Wu sendiri, karena semua masalah yang terjadi ada hubungannya dengan sang pangeran ke 3.


Dengan adanya perkataan Nien Chu seperti itu, maka putri Yuan Hua menyuruh utusannya untuk memanggil pangeran ke 3 di istana, dengan memberikan token emasnya ke utusan tersebut, yang menandakan jika dirinya membutuhkan pangeran ke 3 segera.


Pangeran ke 3 yang tengah bermain kecapi, di kejutkan dengan kedatangan utusan dari putri Yuan Hua sepupunya.


"Di mana putri Yuan Hua sekarang berada?" tanya pangeran Zeng Wu kepada sang utusan dari Putri Yuan Hua.


"Pangeran, putri Yuan Hua sekarang ini berada di rumah makan bintang kejora di tengah kota," jawab utusan itu.


"Apa kau tau masalah yang dialami sang putri sekarang?" tanya pangeran Zeng Wu.


"Maaf Pangeran aku hanyalah seorang utusan yang disuruh Putri Yuan Hua agar secepatnya menemui yang mulia pangeran, dan memberikan token emas yang kubawa tadi agar Pangeran dapat segera datang memenuhi panggilan Sang Putri," jawab utusan sang putri.


"Baiklah, Kau boleh pergi dari tempat ini dan aku akan segera pergi ke penginapan bintang kejora yang kau maksud," ucap pangeran ke 3.


Setelah berkata seperti itu Pangeran ke 3 langsung menyuruh pengawalnya untuk menyiapkan kuda terbaik yang dapat berlari kencang, agar mempermudahnya menuju ke tempat tujuan.


Di rumah makan bintang kejora ....


Setelah sekian lama menunggu pada akhirnya pangeran Zeng Wu tiba juga di rumah makan.


Semua pengunjung rumah makan menyambut kedatangan pangeran ke 3, dan secara bersamaan menggenggam tinju dan membukukan badan memberikan hormat kepada sang pangeran.

__ADS_1


"Aku terima hormat kalian," ucap pangeran Zeng Wu yang membuat orang-orang yang melakukan penghormatan kepadanya, seketika itu menghentikan penghormatannya.


Putri Yuan Hua mendatangi pangeran Zeng Wu dan menceritakan semua yang terjadi di rumah makan, dan juga menceritakan tentang siapa yang dahulu telah melukainya di kawasan kota Wutang.


Pangeran Zeng Wu tak terkejut dengan cerita putri Yuan Hua, karena sewaktu di dalam hutan bersama dengan Nien Chu, pemuda yang telah menjadi temannya itu telah menceritakan tentang masalah dirinya dan putri Yuan Hua saat di acara ulang tahun keluarga Tao, hingga membuat sang pangeran berinisiatif memberikan lencana emas miliknya, agar Nien Chu dapat selamat dari pembalasan sang putri di ibukota kekaisaran.


"Di mana pemuda itu sekarang?" tanya pangeran Zeng Wu.


"Di dalam pangeran, sengaja aku menyuruh para penjaga untuk mengepungnya agar dia tak melarikan diri dari rumah makan," jawab putri Yuan Hua.


Pangeran Zeng Wu masuk ke dalam rumah makan dan seketika itu juga para penjaga yang mengurung Nien Chu membubarkan diri.


Walikota, putri Yuan Hua dan seluruh pengunjung rumah makan merasa senang melihat kehadiran pangeran ke 3, dan tentunya akan ada hukuman berat yang akan menimpa Nien Chu setelah ini.


membuat Nien Chu sedikit lega. Sang pangeran lantas menyuruh para pelayan menyiapkan anggur terbaik di dalam rumah makan, dan makanan terbaik agar segera dibawa ke tempat Nien Chu berada.


Menejer rumah makan yang melayani langsung apa yang diminta Pangeran ketiga, dan tentunya apa yang dilakukan Pangeran membuat seluruh pengunjung yang ada di dalam rumah makan tersebut, merasa heran apalagi melihat keakraban yang terjadi antara Nien Chu dan pangeran ke 3.


Dengan cepat putri Yuan Hua mendatangi meja sang pangeran, dan menanyakan apa sebenarnya yang terjadi hingga sang pangeran tidak menghukum Nien Chu.


"Kak Zeng Wu, aku mengundang kak kak kesini untuk menghukum Nien Chu, bukan bersenang senang bersamanya dengan memesan makanan dan anggur untuk kalian berdua," ucap putri Yuan Hua.


"Duduk lah adik," ucap pangeran ke 3 yang membuat putri Yuan Hua mau tidak mau harus duduk di sisi Nien Chu.

__ADS_1


"Nien Chu adalah temanku, dan aku sendiri yang telah memberikan lencana emas milikku untuknya, dan untuk permasalahanmu dengan Nien Chu saat di wilayah wutang aku sudah mengetahuinya sebelum kau memberitahukan hal itu padaku, dan semua yang terjadi bukan kesalahan Nien Chu sendiri, kau yang telah menyerang Nien Chu dengan senjata rahasia jarum beracun, karena ketidak tahuan Nien Chu membuat Nien Chu membalikkan serangan itu kepadamu hingga kau terluka," ucap pangeran ke 3.


"Aku meminta maaf atas semua yang terjadi saat itu putri" timpal Nien Chu sambil menggenggam tinju memberi hormat.


Terlihat putri Yuan Hua yang kesal hanya terdiam, dia sama sekali tak merespon permintaan maaf dari Nien Chu, hingga membuat pangeran ke 3 turun tangan kembali untuk meredakan masalah itu.


"Nien Chu telah meminta maaf padamu dan mengapa kau belum juga mau saling memaafkan?" tanya pangeran ke 3.


"Aku akan memaafkannya jika Nien Chu berhasil mengalahkanku dalam sebuah pertarungan, dan jika aku dapat mengalahkan nien Chu maka Nien Chu tak boleh lagi berada di kekaisaran kota selamanya," jawab putri Yuan Hua.


"Baiklah jika putri menginginkan adanya sebuah pertarungan denganku, maka aku akan menerimanya tapi sebelum pertarungan itu terjadi, aku meminta ijin untuk menemui ayahku terlebih dahulu karena ada hal penting yang ingin kau bicarakan padanya," Jawab Nien Chu dengan ketenangannya.


Sebenarnya pangeran ke 3 tak ingin pertarungan terjadi di antara mereka, mengingat tingkat kultivasi putri Yuan Hua telah berada di tingkat nafas bumi puncak, sementara tingkat kultivasi Nien Chu saat ini hanya berada di tingkat menengah awal, hal ini membuat perbedaan bagai langit dan bumi jika pertarungan diantara mereka terjadi.


Akan tetapi pangeran ke 3 mempunyai pendapat lain terhadap Nien Chu, dia yakin Nien Chu telah menyembunyikan tingkat kekuatannya, itu di yakini pangeran ke 3 karena sewaktu melesat bersama dari hutan menuju ke kaisaran kota, Nien Chu sama sekali tak kesulitan bahkan mampu mengimbangi kecepatan larinya, dengan adanya pertimbangan itu membuat pangeran ke 3 mengiyakan pertarungan yang akan terjadi.


"Baik jika itu sudah merupakan keputusan kalian berdua, maka aku sendiri yang akan menjadi juri dalam pertarungan itu. Pertarungan itu akan di laksanakan seminggu dari sekarang di tempat latihan ku, aku tak ingin ada orang lain yang menyaksikan pertarungan itu selain aku," ucap pangeran ke 3 yang tak ingin mempublikasikan pertarungan yang akan terjadi, agar tak timbul Citra buruk di salah satu petarung yang kalah.


Pangeran memangil walikota yang merupakan pengunjung di rumah makan itu, dan sang walikota bergegas menuju ke meja sang pangeran.


Sekilas sang walikota menatap kearah Nien Chu, yang mengisyaratkan jika sang walikota meminta kepada Nien Chu untuk tutup mulut dengan apa yang terjadi di rumah makan sebelumnya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2