
Malam hari, putri Yan Chi datang ke kediaman Thien Yu.
Feng Yu yang tengah bersama Thien Yu sangat terkejut melihat putri Yan Chi datang seorang diri untuk menemui Thien Yu.
"Ada apa kau menemuiku malam malam begini?" tanya Thien Yu kepada sang putri.
Tampak putri Yan Chi kelihatan gugup saat melihat Feng Yu ada bersama Thien Yu.
"Pangeran dapatkah kita berbicara empat mata?" ucap putri Yan Chi balik bertanya.
Sesaat Thien Yu melirik kearah Feng Yu, dan Feng Yu tau apa arti dari lirikan adiknya itu.
Dengan tanpa berkata sedikitpun, Feng Yu meninggalkan ruangan itu, dengan tatapan putri Yan Chi yang terus memandangi kepergian nya.
Setelah kepergian Feng Yu, Thien Yu kembali menanyakan mengapa putri Yan Chi datang menemuinya.
"Sekarang katakan apa tujuanmu menemuiku?" tanya Thien Yu untuk kedua kalinya.
"Pangeran aku tak ingin kau mengikut sertakan Feng Yu dalam kompetisi esok hari, karena saat ini Feng Yu telah kehilangan kultivasinya, dan jika kau tetap berkeinginan untuk mengikut sertakan Feng Yu maka Feng Yu bisa terluka dan terburuknya akan tewas di arena," jawab putri Yan Chi.
"Kau tak usah memberikan perhatian pada Feng Yu, dia tau apa yang harus di lakukannya.
Perhatian mu ini bisa kembali menguak luka yang kau tanamkan di hatinya, sehingga Feng Yu akan kembali terpuruk.
Tenang saja putri Yan Chi, Thien Yu akan baik baik saja selama aku berada di dekatnya, saat ini yang perlu kau khwatirkan adalah kekasihmu Chu Tian, dia juga akan berkompetisi esok hari, lebih baik kau pergi mengurus kekasihmu itu dari pada kau mengurus Feng Yu," ucap Thien Yu dengan nada datar.
__ADS_1
"Sekarang ini lebih baik kau pergi dari sini karena aku sudah lelah dan ingin beristirahat, sekali lagi kukatakan padamu Feng Yu adalah urusanku setelah kau memberikannya luka yang sangat sulit di sembuhkan nya," ucap Thien Yu kemudian pergi menuju kamar pribadinya.
Putri Yan Chi yang masih berada di dalam ruang pribadi sang pangeran, begitu sangat kesal dengan sikap Thien Yu padanya, biar bagaimanapun dalam silsilah keluarga putri Yan Chi adalah Kakak baginya, paling tidak Thien Yu sedikit memberikan rasa hormat padanya. Sebenarnya putri Yan Chi ingin sekali berbincang banyak dengan Thien Yu, akan tetapi kesempatan itu harus hilang karena pangeran dari negeri pheonix keburu masuk ke dalam kamar nya.
Setelah Thien Yu masuk ke kamar pribadinya, putri Yan Chi akhirnya pergi dari tempat itu.
Feng Yu berada di suatu taman dimana taman itu sering dipakai olehnya berdua dengan putri Yan Chi saat masih bersama, dan di taman itu pulalah putri Yan Chi memutuskan hubungan pertunangan mereka berdua.
Flashback
"Sayang mengapa kau datang terlambat ke tempat ini, aku sudah sedari tadi menunggu kedatanganmu, dan siapa dia?" tanya Feng Yu saat melihat putri Yan Chi datang bersama seorang pemuda menemuinya di taman.
"Kak Feng Yu aku ingin hubungan kita berakhir sampai di sini, karena aku ingin seorang pemuda yang mendampingiku mempunyai kultivasi melebihiku, aku berusaha untuk mencoba bertahan bersamamu akan tetapi sibiran dan gunjingan dari orang-orang sekelilingku membuatku tak bisa lagi untuk berada di sisimu, aku malu karena ketidakberdayaan yang kau miliki sehingga aku memutuskan untuk meninggalkanmu. Aku telah menemukan seorang pemuda yang dapat menggantikanmu di sisiku, dia saat ini menjabat sebagai perwira di kerajaan ini dan tingkat kultivasinya pun berada jauh di atas ku.
Kak Feng Yu aku minta padamu untuk dapat melupakanku, karena aku tak bisa hidup terus menerus dengan rasa malu akibat dirimu yang saat ini hanyalah seorang manusia biasa yang tak mempunyai kultivasi sama sekali," ucap putri Yan Chi waktu itu.
Tak terasa air mata Feng Yu jatuh membasahi pipinya, yang menandakan jika rasa sakit dihatinya begitu sangat dalam, karena setangguh tangguhnya seorang laki-laki jika sampai meneteskan air mata hal itu menandakan rasa sakit dan kekecewaan sudah teramat sangat dalam baginya.
Feng Yu mengusap air matanya dan berkata. "Jika pelukku sudah tak sehangat dulu dan rasa di hatimu padaku hanyalah rasa kasihan dengan keadaanku ini, aku rela kau meninggalkanku dan aku yakinkan padamu, aku akan baik baik saja. Dan jika suatu hari nanti pelukannya tak sehangat pelukanku, dan rasa nyaman dengannya tak senyaman saat bersamaku, ku minta padamu jangan pernah kau datang menemuiku," ucap Feng Yu.
"Tenanglah kawan, Yan Chi pasti akan nyaman bersamaku karena aku akan mengagungkannya sebagai ratu di dalam hatiku," timpal Chu Tian.
Setelah berkata seperti itu, Putri Yan Chi mengajak Chu Tian pergi meninggalkan Feng Yu di tempat itu.
*****
__ADS_1
Feng Yu tersadar dari lamunannya, diapun meremas tinjunya merasakan sakit di hatinya saat mengenang bagaimana putri Yan Chi mencampakkannya waktu itu.
Dan dia berjanji di dalam hati akan memenangkan kompetisi yang akan diadakan esok hari, dan akan memperlihatkan pada dunia Jika dia bukanlah sampah yang membuat putri Yan Chi merasa malu berada dekat di sisinya.
*****
Matahari pagi telah memperlihatkan sinar hangatnya ke seluruh wilayah kekaisaran pheonix. Di tengah kota para penonton yang akan melihat pertandingan Akbar dengan hadiah yang begitu besar, berbondong-bondong mengisi tribun para penonton agar dapat menyaksikan kompetisi yang berlangsung dengan nyaman.
60 peserta kompetisi telah duduk di tempat yang telah disediakan oleh panitia pertandingan, tampak panglima perang kekaisaran pheonix ikut andil dalam memperebutkan juara dalam kompetisi itu.
Setelah pengundian nomor pada akhirnya Feng Yu akan menghadapi panglima perang tersebut.
Putri Yan Chi menatap ke arah Feng Yu dari kejauhan, dia merasa aneh dengan sikap Feng Yu yang tetap tenang-tenang saja walaupun dia tau yang akan bertarung dengannya nanti adalah seorang panglima perang yang terkenal sangat ganas di arena pertempuran.
Arena yang di buat untuk kompetisi kali ini adalah arena besar dan kokoh yang di kelilingi tribun penonton, dan ada juga podium utama yang diperuntukkan bagi para petinggi istana pheonix dan 4 klan besar yang ada di kekaisaran pheonix.
Ratu Yan Ling turun dari atas podium utama, dan langsung mengumumkan jika turnamen Akbar telah resmi di mulai.
Tepuk tangan dan sorak sorai penonton seketika itu membahana, menyambut ratu Yan Ling di atas arena pertarungan.
"Hari ini adalah hari di mana kita akan melihat para kultivator bertarung di arena ini,
dan kompetisi yang diadakan hari merupakan inisiatif dari putraku pangeran Thien Yu.
Dan hari ini secara resmi aku umumkan jika kompetisi ini dimulai," ucap ratu Yan Ling meresmikan kompetisi pagi itu, yang membuat tepuk tangan dan sorak Sorai penonton kembali menggema di udara.
__ADS_1
Bersambung