
Tombak ketua Saigo tanpa ada rintangan menghujam deras ke arah tubuh cacing neraka, begitupun bayangan tombak raksasa yang ikut menghujam deras kearah tubuh cacing raksasa tersebut.
Tak di sangka cacing neraka mengeluarkan teriakan melengking, hingga tubuhnya seketika itu mengeluarkan cahaya yang sangat menyilaukan mata.
Tubuh ketua Saigo tiba tiba saja terpental jauh kebelakang saat tombaknya menyentuh kulit cacing neraka, begitupun dengan formasi petir langit yang di buat para manusia ras murni juga ikut terkena dampak serangan cacing neraka, yang membuat formasi petir langit porak poranda akibat kibasan tubuh cacing neraka yang marah.
"Kalian semua cepat pergi dari tempat ini, cacing neraka itu sangat sulit untuk dibunuh lebih baik kita menghindari bentrokan dengannya karena tidak menguntungkan bagi kita, lebih baik kita semua fokus dalam pencarian mata air Dewi Zhao Quin," teriak ketua Saigo.
Mendengar perintah ketuanya, seluruh anggota rombongan dari daratan awan seketika itu berpencar, mereka semua pergi meninggalkan cacing neraka.
Selepas kepergian mereka semua, Thien Yu yang berada di atas dahan pohon raksasa bersama putri Langyun, tiba tiba saja mendengar suara dari dalam alam batinnya.
"Tuan muda ijinkan aku untuk menghadapi cacing raksasa tersebut, karena aku memerlukan kulit intan pada tubuhnya yang sangat berguna bagiku dalam meningkat kekuatan ranah tingkat legenda surgawi yang ada padaku," ucap Raja gorila emas yang berada di dalam alam batin Thien Yu.
"Apakah kau ingin menyatukan perisai kuat yang ada padamu dengan kulit intan cacing neraka?" tanya Thien Yu.
"Benar tuan muda, jika aku bisa mendapatkan kulit intan dari cacing neraka itu maka aku akan menjadi seekor binatang roh yang sulit dicari tandingannya, Selain itu aku juga dapat berevolusi menjadi Gorila setengah Dewa," jawab Gonggo.
"Jika memang itu sudah merupakan keputusanmu, maka aku akan mengijinkannya," ucap Thien Yu.
Setelah pembicaraan itu selesai, maka dari dalam tubuh Thien Yu keluar cahaya emas sebesar tinju orang dewasa, cahaya emas itu langsung menuju kearah cacing neraka.
Setelah cahaya emas itu membentuk diri menjadi raja gorila emas raksasa, sang gorila langsung menyerang cacing neraka dengan mengunakan tongkat yang kini berada di dalam genggaman tangannya.
"Thien Yu siapa dia, mengapa gorila raksasa itu keluar dari dalam tubuhmu?" tanya putri Langyun menyelidik.
__ADS_1
"Kau tak perlu tau siapa dia, yang jelas dia merupakan binatang roh kuat yang patuh dengan perintahku, tak seperti seorang wanita cantik yang selalu menyusahkan ku," jawab Thien Yu sambil melirik kearah putri Langyun.
"Thien Yu aku sudah mau berdamai denganmu, tapi mengapa kau malah ingin membuat permusuhan diantara kita berlanjut lagi. Walaupun kau mempunyai kekuatan yang jauh di atas ku, tapi aku takkan pernah sedikitpun gentar dalam menghadapimu," jawab putri Langyun dengan wajah yang menahan amarah.
"Ha..ha..ha..!! sudahlah putri aku tak ingin berdebat denganmu, lebih baik kita sudahi masalah kita ini," ucap Thien Yu .
Tampak putri Langyun mendengus dengan kesal, dia tak menyangka jika pemuda yang ada di hadapannya itu tak ingin meminta maaf setelah perkataannya yang telah menyinggung perasaan sang putri.
Di tempat lain dengan kekuatan dan perisai kuat yang dimilikinya, Raja gorila emas raksasa berhasil perlahan-lahan menyudutkan cacing neraka.
Dan pada satu kesempatan setitik celah pun terlihat. Cacing neraka tiba tiba saja menerjang Gonggo dengan membuka mulutnya lebar-lebar, kesempatan itu langsung di pergunakan sang gorila emas raksasa dengan sebaik baiknya.
Tongkat yang ada di dalam genggaman tangan sang gorila di lemparkan kearah mulut cacing raksasa, hingga cacing neraka tersebut menelan tombak dari sang gorila.
Tak di sangka tombak yang tertelan oleh cacing neraka, perlahan-lahan membesar dan memberi bobot yang sangat berat hingga membuat cacing neraka tak berkutik dibuatnya.
"Meledak," ucap gonggo sambil mengepalkan tinju tangan kanannya.
Organ tubuh cacing neraka seketika itu hancur dan berhamburan keluar dari dalam mulutnya yang besar, terlihat cacing itu menggeliat sejenak dan tak lama kemudian cacing neraka tak bergerak lagi.
Thien Yu segera melesat kearah Gonggo yang telah memenangkan pertarungannya, di susul dengan hadirnya putri Langyun di belakang Thien Yu.
Gonggo segera mengibaskan tangan kanannya, maka keluarlah batu inti roh berwarna hijau dari dalam tubuh cacing neraka. Batu inti roh berwarna hijau itu mengambang sesaat di udara, kemudian melayang menuju ke arah genggaman tangan Gonggo.
"Tuan muda ini adalah batu inti roh dari cacing neraka, batu inti roh ini merupakan batu penunjang terbaik dalam melakukan penerobosan tingkat, kurasa tuan muda pasti sangat memerlukannya.
__ADS_1
Dan untuk kulit intan ditubuh cacing neraka aku sangat membutuhkannya, jika di perkenankan aku akan membawanya masuk kedalam alam batin tuan muda," ucap Gonggo.
"Kau tak usah sungkan seperti itu Gonggo, dia adalah milikmu dan kau berhak untuk membawanya sesuka hati mu," jawab Thien Yu.
"Terimakasih tuan muda," ucap Gonggo.
Setelah berkata seperti itu, Gonggo akhirnya menghilang dan masuk kedalam alam batin Thien Yu kembali.
Selepas kepergian raja gorila emas, putri Langyun mulai menaruh simpati terhadap Thien Yu, karena sang putri dapat melihat kepribadian pemuda yang ada di hadapannya itu begitu luar biasa, selain cerdas dan kuat Thien Yu juga seorang pemimpin yang bertanggung jawab.
"Thien Yu apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya putri Langyun.
"Kita akan kembali ke dalam kelompok, namun sebelumnya aku ingin kau meningkatkan ranah kekuatanmu, ranah tingkat perjalanan surgawi yang ada padamu sekarang begitu lemah dan sangat riskan jika kau bertarung dengan lawan yang lebih kuat. Dengan batu inti roh cacing neraka aku akan membantumu menerobos ketingkat surgawi, paling tidak kau akan lebih kuat selangkah dari sebelumnya dan tehnik yang kau gunakan sebelumnya juga akan semakin kuat," jawab Thien Yu.
"Apakah hanya dengan sebuah batu inti roh itu aku akan dapat menerobos ke ranah tingkat Surgawi?, kau jangan bercanda Thien Yu, menembus ranah tingkat surgawi bukanlah hal yang mudah," ucap putri Langyun.
"Jika kau masih ragu padaku lebih baik kita tak usah melakukannya," ucap Thien Yu sambil memasukkan batu inti roh cacing neraka kedalam cincin ruangnya.
"Thien Yu aku percaya padamu dan aku ingin kau membantuku dalam menembus ranah tingkat surgawi," ucap putri Langyun tiba tiba.
"Dasar putri manja, ternyata mau juga dia meningkatkan ranah tingkatannya, apa yang ada di hatinya tak seperti dengan apa yang di ucapkannya," batin Thien Yu.
"Jika kau ingin meningkatkan ranah tingkatanmu, maka ikutlah denganku kita cari tempat yang aman," ucap Thien Yu sambil melesat pergi meninggalkan tempat itu.
Putri Langyun yang melihat Thien Yu telah meninggalkannya, dengan cepat segera menyusulnya.
__ADS_1
Bersambung.