
Tangan tetua Nien Ma bergetar hebat dan terasa sangat sakit saat beradu kekuatan dengan Nien Chu. "Aku tak melihat adanya tingkat kekuatan ranah suci pada diri Nien Chu, akan tetapi bagaimana mungkin dia bisa memberiku rasa sakit seperti ini? jangan jangan dia telah menyembunyikan kekuatannya selama ini," batin tetua Nien Ma.
Nien Chu yang telah habis kesabarannya, tak ingin menyia nyiakan kesempatan untuk menghajar orang-orang yang telah menghina keluarganya, dengan cepat diapun mengayunkan pedang penguasa malam ke arah ketua Nien Ma, hingga pertarungan pun kembali terjadi.
Ketua Nien Ma yang diserang sedemikian rupa, segera mengeluarkan pedang berkualitas miliknya untuk membalas serangan yang di lancarkan Nien Chu kepadanya.
Nien Fu tak tinggal diam melihat ayahnya tengah bertarung dengan Nien Chu, diapun lantas menyerang Nien Chu secara diam-diam dengan tombak yang kini berada di dalam genggaman tangannya.
Nien Chu yang merasakan adanya angin berhembus kencang dari arah belakangnya, segera menghindar dengan bersalto di udara, sehingga serangan yang dilakukan Nien Fu padanya akhirnya luput.
"Jika kau ingin berlaku curang padaku maka aku pun bisa melakukannya," ucap Nien Chu dengan menghantamkan tinjunya kedepan.
Serangan tinju dari jarak jauh itu menghantam telak tumbuh Nien Fu, hingga tubuh Nien Fu pun ambruk ketanah dan tak sadarkan diri.
"Tidak ..!!" teriak ketua Nien Ma dengan melesat cepat ke arah Nien Fu.
Ketua Nien Ma seketika itu murka karena mengetahui jika Nien Chu telah menghancurkan Dantian putranya.
"Nien Chu berani sekali kau menghancurkan Dantian putraku, maka kau harus membayarnya dengan nyawamu!!" teriak ketua Nien Ma dengan mengeluarkan seluruh kekuatan tingkat ranah suci yang di milikinya.
"Aku ingin melihat bagaimana caramu untuk membunuhku," tantang Nien Chu kemudian menyatukan dua inti api kedalam pedang penguasa malam miliknya.
"Gelombang tombak es..!" teriak ketua Nien Ma yang seketika itu langsung menggunakan kekuatan terkuatnya.
Seketika itu tombak yang di lemparkannya membentuk ribuan tombak es, dan seketika itu langsung menuju kearah Nien Chu secara serentak.
Nien Ci yang menyaksikan serangan kuat dari kepala keluarga Nien Ma yang mengarah kerah Nien Chu, tak bisa berbuat apa apa untuk menyelamatkan Nien Chu dari bahaya yang mengancam nyawanya, dia hanya berharap jika ada mukjizat yang dapat menyelamatkan Nien Chu dari serangan itu.
Di tempat lain Nien Chu yang melihat jika ribuan tombak es semakin dekat kearahnya, dengan mengangkat pedangnya tinggi tinggi diapun berteriak lantang.
"Tebasan semesta...."
Seketika itu pedang penguasa malam menciptakan bayangan pedang raksasa, yang berselimutkan inti api hidup dan inti api surgawi, dan langsung menghantam ribuan tombak es yang ada di hadapannya, hingga hancur menjadi serpihan serpihan kecil es yang bertebaran di udara.
Ketua Nien Ma terseret beberapa meter kebelakang, dan merasakan dadanya sangat sesak akibat benturan dasyat dari 2 energi besar yang baru saja terjadi.
Ketua Nien Ma berusaha untuk tetap berdiri tegap agar dapat melanjutkan pertarungannya, akan tetapi sebuah serangan dari Nien Chu berwujud naga hitam, seketika menghantam kuat tubuhnya hingga ketua Nien Ma terpelanting jauh kebelakang.
__ADS_1
Serangan tinju naga giok yang dilepaskan Nien Chu, membuat ketua Nien Ma seketika itu memuntahkan darah segar dari mulutnya, dan dengan cepat diapun mengeluarkan seluruh kemampuan yang di milikinya, agar dapat memulihkan luka dalam yang di deritanya akibat serangan kuat dari Nien Chu yang bersarang telak ditubuhnya. Akan tetapi keanehan seketika itu terjadi, ketua Nien Ma sama sekali tak bisa menggunakan energi di dalam tubuhnya.
"Apa yang terjadi denganku, mengapa aku tak bisa menggunakan kekuatanku?" batin ketua Nien Ma bertanya tanya.
Tiba tiba saja Nien Chu sudah berada di hadapan ketua Nien Ma, dengan tatapan penuh kebencian padanya.
"Sekarang siapa yang sampah ha...!!, dahulu kau telah membuat aku dan ayahku di usir dari keluarga besar Nien, dan mencoret nama kami berdua dari daftar keluarga hanya karena kedudukan kepala keluarga yang kau inginkan, Nien Ma selama ini keluargaku tak mempunyai kesalahan terhadapmu tapi mengapa kau begitu tega terhadap kami...!!
Sekarang setelah kau tak mempunyai Dantian, apa kah kau masih mempunyai kuasa atas keluarga Nien?, Nien Ma sekarang siapakah yang sampah di keluarga besar Nien...?!!" teriak Nien Chu dengan mata berkaca kaca karena mengingat jika orang orang yang telah dilukainya adalah keluarganya sendiri yang tergabung dalam keluarga besar Nien.
Nien Chu berjalan pergi meninggalkan ketua Nien Ma dengan hati yang sangat kacau,
Melihat hal itu Nien Ci segera menghampirinya dan membawa Nien chu pergi dari tempat itu.
Nien Ci mengajak Nien Chu pergi kesuatu tempat, agar anggota keluarga Nien tak mencarinya lagi.
"Kak Nien Chu bagaimana keadaanmu sekarang," tanya Nien Ci sambil memberikan air minum kepadanya.
"Aku baik baik saja," jawab Nien Chu sambil meminum air pemberian dari Nien Ci.
"Kau jangan khwatirkan itu, aku akan membela diri dari tuduhan yang mengarah kepadaku, karena dalam hal ini aku tak bersalah mengingat jika aku tak melawan, maka aku yang akan binasa di tangan mereka," jawab Nien Chu.
"Aku percaya kak Nien Chu tak bersalah," ucap Nien Ci mencoba menghibur dan menenangkan Nien Chu, agar Nien Chu segera mendapatkan kepercayaan dirinya kembali.
Pagi hari Nien Chu terbangun dari tidurnya, dan aroma daging panggang telah menggugah seleranya di pagi itu.
"Kau telah bangun kak Nien Chu, segeralah bersihkan dirimu karena aku telah memanggang 3 ekor kelinci hutan," ucap Nien Ci.
Nien Chu perlahan duduk dan memberikan senyuman kepada Nien Ci.
"Terimakasih" ucap Nien Chu kemudian pergi untuk membersihkan diri di sebuah anak sungai.
Setelah mandi dan memakai pakaian bersih yang di keluarkan dari dalam cincin ruangnya, membuat Nien Chu terlihat sangat tampan dan wangi.
Nien Ci sangat terpesona akan Nien Chu yang dahulu merupakan teman kecilnya, yang kini telah berubah menjadi sosok pemuda yang sangat tampan dan saat ini tengah berdiri di hadapannya.
"Mengapa kau menatapku seperti itu?" tanya Nien Chu tiba tiba, yang membuat Nien Ci menjadi salah tingkah.
__ADS_1
"A...aku..ha...hanya takjub saja, kak... Ni...Nien Chu sekarang setampan ini setelah membersihkan diri," jawab Nien Ci terbata bata.
"Kau ngomong apa adik, ayo kita makan aku sudah sangat lapar," ucap Nien Chu kemudian duduk dan mulai memakan daging panggang buatan Nien Ci.
Selama makan Nien Ci selalu mencuri curi pandang terhadap Nien Chu, walaupun Nien Chu tau apa yang di lakukan teman kecilnya itu, akan tetapi Nien Chu lebih memilih membiarkannya saja, dan terus menyantap daging panggang yang ada di hadapannya itu dengan lahap.
Setelah makan, Nien Chu menanyakan tentang kesiapan Nien Ci dalam menghadapi pertarungan yang beberapa hari lagi akan dilaksanakan.
"Harapan ku kecil kak Nien Chu, karena yang ku hadapi adalah Fang Lang yang mempunyai beragam tehnik kuat, apalagi tehnik pedang bayangannya yang sudah sangat terkenal," ucap Nien Ci.
"Kau jangan berkecil hati, aku akan membantumu dalam melatih tehnik yang kau kuasai agar semakin sempurna," ucap Nien Chu.
"Tehnik apa yang telah kau kuasai sekarang?" tanya Nien Chu.
"Aku menguasai tarian pedang es dan gelombang naga es kak Nien Chu," jawab Nien Ci.
"Nien Chu terdiam, dia tak menyangka jika Nien Ci telah menguasai 2 tehnik terkuat dari keluarga besar Nien "Pantas saja Nien Ci di juluki sebagai murid jenius muda yang ada di keluarga besar Nien," batin Nien Chu.
"Aku ingin kau menunjukkan kedua tehnik itu padaku," ucap Nien Chu.
Nien Ci menganggukkan kepalanya, kemudian mengeluarkan sebuah pedang dari dalam cincin ruangnya, dan langsung memperagakan kedua tehnik tersebut.
Nien Chu menyaksikan kedua teknik itu dengan seksama, dan mencari kelemahan yang ada pada kedua tehnik itu.
Tiba tiba inti api surgawi keluar dari dalam Dantian Nien Chu, dan berkata.
"Kelemahan kedua tehnik itu hanya pada kecepatan geraknya saja, dan dengan menggabungkan kedua tehnik itu maka kecepatan gerak yang dapat diperoleh menjadi berlipat lipat," ucap sosok berjubah putih yang ada di sisi Nien Chu.
"Guru jika aku mencoba menggabungkan kedua teknik itu, maka berapa lama Nien Ci dapat melatihnya?" tanya Nien Chu.
"Nien Ci merupakan anak jenius, dan kurasa dia akan dapat menguasainya dalam satu hari, karena dasar gabungan kedua tehnik itu telah di kuasainya, dan jika saja sebelumnya Nien Ci tak pernah menguasai kedua tehnik itu maka perlu bertahun tahun lamanya untuk melatih menggabungkan kedua tehnik tersebut," jawab inti api surgawi.
"Trimakasih guru atas bantuanmu, aku akan mencoba menggabungkan kedua tehnik itu, agar Nien Ci segera dapat menguasainya," ucap Nien Chu.
"Nien Chu kau jangan bermain asmara sebelum kau menjadi kuat, karena itu akan menjadi bumerang baru bagimu," ucap inti api surgawi sebelum kembali ke dalam Dantian Nien Chu.
Bersambung
__ADS_1