
Perjamuan makan yang di selenggarakan sang ratu siang itu benar benar rame dengan para tokoh masyarakat, ketua klan besar, saudagar kaya, kultivator kuat, para penduduk kota dan desa di wilayah kekaisaran, dan tentunya para petinggi istana pheonix.
Mereka semua sangat antusias dan ingin melihat secara langsung putra Yan Lan yang melegenda. Mereka ingin melihat paras sang putra mahkota, yang di gadang gadang lewat kabar burung yang beredar jika putra mahkota memiliki tingkat kekuatan hampir mendekati sang ayah, dan mempunyai paras wajah yang sama persis dengan Yan Lan yang agung.
Semua hadirin yang hadir di tempat itu tak ada satupun yang mengambil makanan yang telah di sediakan oleh pihak istana, mereka semua masih menantikan sang putra mahkota.
Tatapan tegang terlihat jelas di wajah mereka semua saat ratu Yan Ling naik keatas podium yang telah di sediakan. Sang ratu pun memperkenalkan putri Syin Yin sebagai putrinya yang merupakan calon permaisuri putra mahkota di masa depan.
"Putraku Thien Yu telah tiba di istana phoenix, dia akan menjadi kaisar yang akan memimpin negeri ini di masa depan untuk menggantikan posisiku sebagai ratu istana pheonix.
Dan gadis cantik yang bersamaku adalah putri Syin Yin. Dia adalah putriku karena putri Syin Yin telah menjadi calon permaisuri putra mahkota di masa depan," ucap sang ratu.
Riuh tepuk tangan para hadirin mendengar sang ratu memperkenalkan calon permaisuri putra mahkota. Mereka semua sangat bergembira karena calon permaisuri begitu sangat cantik, anggun dan mempesona, jauh diatas rata rata wanita cantik di kekaisaran pheonix.
Tak lama kemudian penasehat Yan Lao yang merupakan ayah dari ratu Yan Ling naik ke atas podium, di susul dengan jendral Yan Luo yang merupakan kakak kandung ratu Yan Ling dan ayah dari putri Yan Chi di belakangnya.
Semua orang menatap tak berkedip saat dari belakang jendral Yan Luo, muncul seorang pemuda tampan memakai pakaian serba putih dan sebuah mahkota kecil di kepalanya.
Sang ratu pun tak berkedip sama sekali saat pangeran Thien Yu memberikan senyum manis padanya.
"Tak terasa sudah 20 tahun aku tak melihat senyum manis itu, senyuman manis milik suamiku Yan Lan yang tak ada bedanya dengan senyuman putraku Thien Yu.
__ADS_1
Putraku wajahmu 99 persen sama persis dengan ayahmu, apalagi pakaian yang kau gunakan itu begitu sangat mengingatkanku padanya," batin sang ratu.
Tampak mata sang ratu mulai berkaca kaca, Syin Yin yang ada di dekat sang ratu langsung menggenggam tangannya untuk menenangkan ratu Yan Ling.
Saat Thien Yu berlutut di depan ibunya, ratu Yan Ling pun tak kuasa menahan air matanya, air mata itu perlahan mengalir tanpa bisa di bendung lagi.
Seluruh hadirin yang melihat hal itu begitu sangat terharu, sampai sampai para penduduk desa dan kota banyak yang meneteskan air matanya.
Para tokoh, kultivator kuat, para petinggi istana pheonix dan orang orang yang mengenal Yan Lan sebelumnya begitu sanga terkejut dengan gaya, paras dan karisma yang terpancar dari diri putra mahkota, semuanya persis sama dengan mendiang kaisar terdahulu, dan bagi mereka semua melihat putra mahkota seperti melihat kaisar terdahulu berada di tempat itu.
Setelah ratu Yan Ling menyuruh Thien bangkit berdiri, diapun memperkenalkannya di depan khalayak ramai, jika Thien Yu merupakan putra mahkota kekaisaran pheonix.
"Saudara semua, kemakmuran negeri dan kejayaan kekaisaran pheonix yang telah kita capai bersama, akan berkembang jika kita semua saling menjaga agar di masa depan anak dan cucu kita masih dapat menikmati kemakmuran dan kejayaan kekaisaran phoenix.
Tiba tiba Thien Yu turun dari podium dan berjalan menuju kedepan. Apa yang di lakukannya membuat bingung semua orang termasuk sang ratu dan para petinggi istana pheonix.
Hanya penasehat Yan Lao dan putranya jendral Yan Luo yang tetap berdiri tegap diatas podium, sambil menatap bangga pada Thien Yu.
"Ayah, apakah Thien Yu mampu untuk melakukannya?" tanya jendral Yan Luo.
"Aku yakin cucuku itu akan mampu melakukan apa yang telah di tinggalkan ayahnya," jawab penasehat Yan lou sambil terus menatap kepergian pangeran Thien Yu.
__ADS_1
Thien Yu terus berjalan hingga dia sampai kesebuah Aray yang menjulang tinggi kelangit. Aray itu merupakan menara pelindung kekaisaran pheonix yang telah lama redup setelah di tinggal kaisar terdahulu.
Thien Yu berencana akan menghidupkan lagi Aray pelindung bagi kota kekaisaran phoenix, dengan lebih kuat lagi.
Thien Yu kemudian mengeluarkan 3 inti apa yang ada padanya, api itu seketika berputar putar di badan Aray dari bawah hingga keatas langit, yang membuat Aray yang kusam kini berubah menjadi cemerlang dan mengkilap.
Tak lama kemudian Thien Yu mengeluarkan 4 hukum alam yang membuat seluruh khalayak memilih pergi menjauh, termasuk para petinggi kekaisaran pheonix yang merasakan aura yang sangat menindas di area tempat itu. Mereka memilih menonton dari kejauhan demi menyelamatkan diri dari efek 4 energi hukum alam yang di lepaskan Thien Yu.
Tak lama kemudian 4 hukum alam membentuk teratai illahi yang sangat cantik, teratai itu mengeluarkan aura yang sangat dasyat, yang membuat putri Yan Ling harus ikut menjauh dari pada berbenturan dengan teratai ilahi yang kini mengambang di udara.
"Kekuatan putraku sungguh sangat luar biasa, aku yang telah mencapai ranah tingkat kekuatan di alam emperor puncak tertinggi, dapat merasakan kekutan besar yang sangat mematikan dari bunga teratai ciptaan putraku Thien Yu," batin ratu Yan Ling.
Tak lama berselang, Thien Yu melepaskan bunga teratai ilahi menuju puncak Aray. "Teratai ilahi, aku menginginkan kau menjaga kota ini dari serangan musuh musuh dari kekaisaran pheonix," ucap Thien Yu.
Setelah berkata seperti itu, Thien Yu mengibaskan tangannya maka teratai ilahi langsung menuju keatas puncak Aray.
Dan pada akhirnya Aray pelindung yang lebih kuat dari Aray pelindung yang terdahulu, kini telah aktif kembali dengan berputar pelan di puncak Aray dengan di temani 3 buah inti api yang ada di sekelilingnya.
Semua orang yang berada jauh dari tempat itu riuh bertepuk tangan dan mengagungkan nama Thien Yu secara bersama sama.
Ratu Yan Ling datang menghampiri Thien Yu dan menyeka keringat yang ada di wajah nya. "Aku bangga padamu pangeran, karena dengan aktifnya Aray pelindung kekaisaran, dengan sendirinya kekaisaran pheonix akan terlindungi dari ancaman luar yang sewaktu waktu bisa terjadi.
__ADS_1
"Ini sudah tugasku ibu, memberikan yang terbaik pada kekaisaran pheonix," jawab pangeran Thien Yu.
Setelah terpasangnya Aray pelindung, maka perjamuan siang itu terus dilanjutkan, semua orang bersuka cita sambil menikmati hidangan makanan yang telah dipersiapkan pihak istana pheonix sebelumnya.