
"Wilayah ini adalah daerah kekuasaanku dan aku tak ingin ada orang yang berada di tempat ini selain diriku," ucap pemuda itu.
"Aku hanya seminggu berada di sini dan setelah itu aku akan pergi meninggalkan tempat ini," jawab Nien Chu.
"Aku tak ingin kau berada di sini karena dengan keberadaanmu hutan ini menjadi ramai, dan tentunya akan hal itu akan mengusik ketenanganku," ucap pemuda itu kembali.
Nien Chu sangat heran mengapa binatang kuno berwujud manusia di hadapannya itu, begitu memaksakan dirinya untuk segera pergi meninggalkan daerah kekuasaannya, sehingga membuat Nien Chu penasaran dengan sesuatu yang di sembunyikan oleh binatang kuno yang ada di hadapannya.
Nien Chu langsung menggunakan mata langitnya untuk melihat keberadaan dalam Goa.
Pantas saja binatang ini begitu kukuh membuatku keluar dari wilayahnya, karena dia memiliki cairan kehidupan yang berada jauh di dalam goa.
"Apakah karena cairan kehidupan yang berada di dalam gua ini, kau sampai menyuruhku keluar dari wilayah mu?" tanya Nien Chu.
Pemuda itu begitu sangat terkejut mendengar pertanyaan Nien Chu, dia pun langsung mengeluarkan aura kuat dari dalam tubuhnya.
"Aku tahu Kau mempunyai kekuatan setara denganku, karena kau telah mengetahui keberadaan cairan kehidupan, maka kau harus mati di tanganku agar tak ada orang yang mengetahui keberadaan cairan itu," ucap sang pemuda kemudian melesat cepat menyerang ke arah Nien Chu.
Pertarungan pun terjadi, Nien Chu dapat merasakan kekuatan yang dimiliki pemuda yang menyerangnya, lebih kuat dari kekuatan yang di miliki Tency dan Kurama, sehingga membuat Nien Chu menginginkan singa bersayap untuk menjadi pengikutnya.
Mereka bertarung hingga keluar dari mulut goa, para kelompok praktisi beladiri yang berada di dalam hutan begitu sangat terkejut mendengar adanya sebuah pertarungan, yang bagi mereka pertarungan itu merupakan pertarungan dengan dua kekuatan maha dahsyat.
Pada akhirnya parah kelompok praktisi yang banyak terdapat di dalam hutan itu, segera melesat untuk melihat pertarungan yang telah terjadi.
Bukan kah yang bertarung dengan Leon (julukan binatang kuno penghuni gua) adalah Nien Chu yang selama ini kita cari, jika dia dapat bertarung dengan Leon seperti itu, maka Percuma saja bagi kita untuk meringkusnya karena tingkat kekuatan yang kita miliki tak akan mampu untuk menghadapinya, walaupun kita semua bersatu untuk meringkus nya," ucap salah seorang praktisi bela diri yang mengikuti undian berhadiah dari kaisar XiangLau.
"Pantas saja Kaisar memberikan hadiah utama berupa putrinya sendiri, karena orang yang kita cari memiliki kemampuan setara dengan binatang kuno," timpal yang lainnya.
"Kalian benar, buat apa kita membuang buang waktu sampai membuat nyawa kita terancam, setelah kita mengetahui pemuda yang kita cari memiliki kemampuan seperti itu".
"Aku akan mundur dari pencarian ini, aku lebih menyayangkan nyawaku daripada memburu hadiah yang belum tentu kita dapat memperoleh nya," ucap yang lainnya.
Satu persatu kelompok praktisi bela diri yang ada di dalam hutan, memutuskan untuk tak mengikuti lagi undian berhadiah dari sang Kaisar, dan memilih untuk kembali pulang ke rumah masing-masing.
__ADS_1
Sebagian besar kelompok praktisi bela diri meninggalkan hutan, karena mereka tak ingin terlibat lebih jauh ke dalam masalah, dan sebagian besar praktisi bela diri tetap tinggal untuk menyaksikan jalannya pertarungan yang terjadi antara Leon dan Nien Chu.
Mereka berharap jika dalam pertarungan itu Nien Chu terluka parah dan bahkan mati, yang tentunya akan menguntungkan mereka semua untuk mendapatkan Nien Chu dan mendapatkan hadiah besar dari Kaisar XiangLau.
Sementara itu pertarungan keduanya semakin sengit, urat-urat yang bercahaya di tubuh Leon semakin terlihat nyata, yang menandakan jika Leon telah menggunakan seluruh kemampuan yang dimilikinya untuk menghadapi Nien Chu.
Tiba tiba saja suasana mencekam terjadi di tempat itu, Aura yang terpancar dari tubuh Leon semakin kuat yang menimbulkan gelombang kejut di sekitarnya, hingga membuat tumbangnya pohon-pohon besar dalam radius 100 meter dari tempat keberadaan Leon.
Banyak para praktisi beladiri yang terluka akibat keluarnya aura kuat dari tubuh Leon, sehingga membuat mereka memilih untuk menjauh dari pertarungan yang terjadi.
Pakaian yang melekat di tubuh Nien Chu berkibar dengan keras tertimpa angin kencang yang tiba-tiba saja datang, saat perubahan tubuh laki-laki kekar itu menjadi sesosok binatang singa bersayap dengan sebuah tanduk di atas kepalanya.
"Sungguh menakjubkan binatang kuno ini, kekuatan yang dimilikinya begitu sangat hebat, sehingga dapat membuatku merasakan tekanan dari Aura yang keluar dari dalam tubuhnya," batin Nien Chu.
Nien Chu kemudian mengeluarkan pedang penguasa malam dari dalam tubuhnya, dan menatap tajam kearah singa bersayap yang ada di hadapannya.
"Aku sebenarnya tak menginginkan pertarungan ini, karena kau yang memulai nya terlebih dahulu, maka aku akan menaklukan mu untuk menjadikanmu pengikut ku," ucap Nien Chu.
"Ha..ha..ha.., kau jangan bermimpi, aku telah hidup beribu-ribu tahun yang lalu, dan tak ada satupun orang yang mampu mengalahkanku sampai saat ini, dan hari ini aku akan menjadikanmu santapanku," ucap singa bersayap kemudian mulai mengepakkan sayapnya.
Dengan pedang penguasa malam di tangannya, Nien Chu menangkis serangan dari dari singa bersayap, hingga sarangannya pun lenyap.
Singa bersayap kemudian mengepakkan sayapnya semakin cepat, maka ratusan bila angin kembali meluncur deras kearah Nien Chu yang membuat Nien Chu melesat cepat menggunakan teknik langkah bayangan untuk menghindari bilah bilah angin tersebut.
Serangan yang dilakukan singa bersayap menghancurkan apapun yang berada di sekitarnya, termasuk pepohonan besar yang kini berserakan di mana-mana.
Singa bersayap kemudian melayang di udara dengan asap hitam yang memenuhi mulutnya, tak lama kemudian bola energi perlahan lahan tercipta di mulut singa bersayap.
Nien Chu ingin menguji kekuatan Singa bersayap yang menjadi lawan tarungnya, dengan mengeluarkan teratai kaca ilahi yang kini berada di telapak tangannya.
Singa bersayap yang ingin segera menuntaskan pertarungan itu, langsung menembakkan bola energi yang berada di mulutnya, menuju ke arah Nien Chu.
Melihat hal itu Nien Chu langsung bertindak dengan melepaskan teratai kaca ilahi untuk menyambut datangnya bola energi dari singa bersayap.
__ADS_1
Kedua kekuatan besar itu bertemu di udara, yang membuat ledakan memekakkan telinga terjadi di tempat itu.
Efek ledakan membuat pepohonan yang berada satu kilo dari sumber ledakan yang terjadi hancur seketika, dan para praktisi beladiri yang menyaksikan pertarungan itu dari kejauhan, akhirnya menjadi korban dengan tubuh mereka yang hancur dan tak terbentuk lagi.
Singa bersayap terhempas jauh dan menghantam tanah dengan keras, sementara itu Nien Chu masih tegap berdiri di tempatnya berada, yang menandakan jika kekuatan yang dimiliki olehnya melebihi kekuatan yang dimiliki singa bersayap.
Singa bersayap mencoba keluar dari keterpurukannya dengan berusaha berdiri, akan tetapi usahanya menjadi sia-sia saat melihat sebuah teratai kaca yang mengeluarkan aura menindas, telah mengambang di hadapannya.
"Aku telah mengalahkanmu, dan aku ingin kau menjadi pengikutku jika tidak maka aku akan segera membunuhmu!!" ucap Nien Chu dengan tatapan dingin kearah singa bersayap yang ada di hadapannya.
"Aku mengakui kekalahanku, maka kau boleh mengambil cairan kehidupan yang telah kujaga selama ini dengan nyawaku sendiri," jawab Singa bersayap.
"Aku tak menginginkan cairan kehidupan yang ada di dalam gua itu, cairan kehidupan itu adalah hakmu dan akan menjadi milik mu, aku hanya ingin kau menjadi pengikutku agar kau dapat membantuku saat aku melakukan peperangan besar dimasa depan," ucap Nien Chu.
Singa bersayap sangat terkejut karena pemuda yang telah mengalahkannya tak menginginkan cairan kehidupan yang di Jaganya selama ini.
"Baiklah..., karena kau tak menginginkan cairan kehidupan itu, maka aku akan menjadi pengikut mu," jawab singa bersayap.
"Bagus..., karena kau telah mempercayaiku maka aku akan melakukan kontrak darah dengan mu, agar aku semakin yakin dengan kesetiaan mu padaku," ucap Nien Chu.
Singa bersayap menganggukkan kepalanya menyetujui untuk melakukan kontrak darah dengan Nien Chu.
Pada akhirnya keduanya melakukan kontrak darah dan mulai saat itu singa bersayap telah terikat untuk menjadi pengikut Nien Chu.
Setelah saling memperkenalkan diri masing-masing, pada akhirnya singa bersayap kembali berwujud manusia berbadan kekar.
"Leon cairan kehidupan yang Kau jaga selama ini masih sangatlah muda dan belum bisa untuk kau konsumsi, aku akan membuat cairan kehidupan segera dapat kau konsumsi, Agar kau menjadi binatang kuno yang tak akan pernah mati".
"Kau akan tinggal di dalam alam batinku, karena bunga teratai yang ada di dalam tubuhku dapat membuat cairan kehidupan segera dapat mengkonsumsi," ucap Nien Chu.
"Aku tau jika yang tuan muda katakan semua itu untuk kebaikanku, maka aku akan tinggal di alam batin tuan muda," jawab singa bersayap.
Nien Chu kemudian menapakkan tangannya ke arah gua, maka dari dalam gua keluar cahaya kehijauan yang merupakan cairan kehidupan, yang dapat membuat orang yang mengkonsumsinya tak akan pernah mati, walaupun tubuhnya telah terpotong-potong menjadi bagian-bagian kecil, maka cairan kehidupan akan membuat tubuh itu kembali menyatu.
__ADS_1
Tak lama kemudian Leon menghilang bersama cairan kehidupan dan masuk ke alam batin Nien Chu.
Bersambung.