Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Marah


__ADS_3

Matahari telah berada di atas kepala, namun sinarnya tak begitu banyak masuk kedalam lebatnya hutan, tempat di mana keberadaan Feng Yu dan Syin Yin berada, semua itu di karenakan begitu rimbunnya pepohonan hutan disana.


Setelah memakai bajunya kembali, Syin Yin duduk di dekat Feng Yu, terlihat wajah Syin Yin menyimpan duka dan rasa bersalah pada di rinya sendiri, mengapa sampai dia sebodoh itu di perdaya oleh Shang mu.


"Kak Feng Yu terimakasih karena kau telah menyelamatkanku dari manusia bejat yang menginginkan kehancuran ku," ucap Syin Yin.


"Adik tak usah kau pikirkan lagi, yang penting kau baik baik saja, sekarang ini aku hanya ingin tau bagaimana cerita sehingga hal ini bisa terjadi," jawab Feng Yu.


Syin Yin terdiam sesaat, dan tak lama kemudian dia pun menceritakan semua yang terjadi, mengenai kehadiran Thien Yu di kamarnya malam itu dan prilaku bejat Shang mu padanya.


Tak terasa air matanya Syin Yin pun keluar dan isaknya pun mulai terdengar.


"Kak Feng Yu, aku mencintai Thien Yu tapi aku sudah kotor oleh Shang mu, aku tak pantas lagi untuk berada di dekat Thien Yu, aku sangat malu kak Feng Yu," pekik Syin Yin dengan air mata yang semakin deras keluar.


Feng Yu segera merangkul Syin Yin untuk menenangkannya, dia merasa iba dengan keadaan Syin Yin yang begitu sangat terpukul dengan kejadian yang menimpanya.


"Sudah lah, aku tetap mendukungmu dengan adikku dan aku takkan tinggal diam dalam hal ini. Syin Yin aku telah menganggapmu sebagai adik ipar ku, untuk masalah Shang mu biar aku yang akan mengurus nya, aku tak ingin kau mengotori tangan mu dengan masalah Shang mu yang nantinya akan mengingatkan mu kembali pada kejadian ini," ucap Feng Yu.


"Tapi kak, apa yang di lakukannya padaku begitu bejat, hanya nyawanya yang dapat mengobati rasa sakit hatiku ini," kilah Syin Yin.


"Aku yang akan melakukannya, kau cukup mendengar kabar kematiannya. Adik aku ingin kejadian ini jangan sampai terdengar oleh Thien Yu, bisa saja dia nanti akan menyerang Shang mu secara terang terangan dan hal itu akan membuat masalah baru baginya di kerajaan ini.


"Baik kak, terimakasih atas semua bantuan mu kepadaku," jawab Syin Yin sambil menyeka air mata yang terus mengalir dengan kedua tangannya.


Tanpa mereka berdua sadari Thien Yu telah berada di tempat itu. Thien Yu seakan tak percaya dengan apa yang di lihatnya, dia melihat Feng Yu tengah memeluk mesra Syin Yin.

__ADS_1


Thien Yu bertepuk tangan agar kehadirannya dapat di ketahui oleh mereka berdua. Pada saat Feng Yu dan Syin Yin melihat Thien Yu mereka berdua begitu sangat terkejut, dan Feng Yu buru melepaskan dekapan tangannya di bahu Syin Yin.


Feng Yu segera bangkit berdiri dan di ikuti Syin Yin di belakangnya.


"Adik ini tak seperti yang kau lihat, aku akan jelaskan semua pada mu," ucap Feng Yu.


Apa yang ingin kau jelaskan padaku kak, aku tak permasalahkan jika kalian berdua bersama, karena selama ini aku dan Syin Yin tak pernah ada ikatan hubungan apa apa selain sebagai seorang teman," jawab Thien yu.


Feng Yu begitu sangat mengetahui sifat adiknya karena dari semasa kecil hingga remaja dia selalu bersama Thien Yu, dan saat ini dia tau bahwa Thien Yu tengah marah. Dengan perlahan Feng Yu menghampiri Thien Yu untuk mencoba meredakan amarahnya tapi sayang Thien Yu lebih memilih menghindar.


"Kakak selamat atas hubungan kalian aku juga ikut merasa senang," ucap Thien Yu kemudian membalikan tubuh melesat pergi meninggalkan tempat itu.


Syin Yin yang tak ingin Thien Yu salah paham, kemudian melesat mengejarnya tapi langkah kakinya terhenti karena adanya gorila emas raksasa yang kini menghadang di hadapannya.


"Binatang roh tingkat legenda surgawi, bagai mana dia bisa berada di sini," gumam Syin Yin.


"Aku ingin kalian berdua tak mengganggu Thien Yu lagi, dan jika itu terjadi maka aku tak akan segan segan membuat perhitungan dengan kalian berdua," ucap gorila emas raksasa kemudian pergi meninggalkan tempat itu.


"Syin Yin biarkan Thien mu menenangkan diri terlebih dahulu, yang terpenting sekarang ini kau telah tau jika dia juga mencintaimu buktinya dia sangat cemburu melihat kita berdua.


"Tapi kak....!!"


"Kau tak usah cemaskan hal itu, aku kenal adikku lebih dari yang kau tau, lebih baik kita pulang ke istana kerajaan," ucap Feng Yu.


"Baik kak" jawab Syin Yin, dan pada akhirnya mereka berdua pergi meninggalkan hutan itu.

__ADS_1


Thien Yu kembali ke rumah makan, tampak Xiozi masih berada di sana menunggunya. Xiozi yang tadinya sangat gelisah saat Thien Yu meninggalkannya untuk sesuatu hal, kini kembali memasang muka ceria setelah melihat kehadiran Thien Yu kembali.


Xiozi memesan beberapa makanan kesukaan Thien Yu, termasuk sup ikan dan iga bakar, dan entah mengapa Xiozi melihat wajah Thien Yu tampak murung.


"Mengapa setelah kau pergi tadi wajah mu terlihat murung, apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Xiozi.


"Tak ada apa apa Xiozi, ayo kita makan karena aku sudah sangat lapar," jawab Thien Yu sambil mulai memakan iga bakar yang tersaji di hadapannya.


Walaupun Thien Yu berusaha menyembunyikan masalahnya, tapi Xiozi tau jika Thien Yu berbohong padanya jika tak mempunyai masalah.


*****


Luka dalam yang di derita putri Sora ri belum juga sembuh, malah saat ini semakin bertambah parah. Hal itu membuat raja Zheng Bil Ang sangat murka pada balai pengobatan istana yang tak mampu menyembuhkan putrinya malah membuatnya semakin parah.


Diapun menemui ketua balai pengobatan istana yang bernama Ketua Feihu.


"Ketua Feihu, aku sangat kecewa dengan hasil kerja kalian hingga membuat luka dalam yang di derita putriku semakin parah, aku ingin tau kendala apa yang membuat kalian semua tak mampu untuk menyembuhkan putriku hingga putriku semakin parah," ucap raja Zheng Bil Ang.


"Yang mulia sebenarnya putri Sora ri dapat sembuh jika mustika batu inti roh dari binatang roh ribuan tahun dapat kita miliki, hanya batu tersebut yang dapat memperbaiki dantian putri Sora ri yang rusak.," jawab ketua Feihu.


Jika kau mengetahui batu inti roh itu berada di sana, mengapa kau tak membawa pasukan untuk mengambilnya?" tanya raja Zheng long.


Yang mulia, batu inti binatang roh itu masih hidup hal itu yang membuat kami tak berani mengambil resiko," jawab ketua Feihu.


Mendengar perkataan ketua Feihu membuat raja Zheng Bil Ang meremas tinjunya. "Aku akan meminta para murid terpilih untuk pergi mengambil batu inti roh itu," ucap raja Zheng Bil Ang.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2