Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Kematian gonggo


__ADS_3

Di nirwana pertempuran yang berlangsung membuat para dewa yang ada, ikut membantu istana langit dalam menghancurkan Thien Yu.


Di dalam pagoda raksasa, Thien Yu merasakan kekuatan semesta Dewa abadi yang dimilikinya mulai terserap oleh dinding-dinding yang berada di dalam pagoda, hal itu membuat tekatnya menjadi bulat untuk menghancurkan Alam Nirwana.


Di alam dunia, di darat maupun di laut semua yang telah menjadi pengikut Thien Yu lewat adanya kontrak darah di tubuh mereka, merasakan jika saat ini tuan muda mereka dalam masalah besar, karena ikatan kontrak darah di tubuh mereka semua bergetar dengan hebat.


Menyikapi itu semua seluruh pengikut Thien Yu segera duduk bermeditasi dan melakukan transfer energi lewat kontrak darah di tubuh mereka menuju ke arah Thien Yu, sehingga di dalam pagoda raksasa Thien Yu mendapatkan kekuatan besar yang kini telah berada di tubuhnya.


"Trimakasih karena kalian semua telah membantuku untuk menghancurkan pagoda raksasa yang telah mengurung ku ini," batin Thien Yu.


Perkataan Thien Yu seketika itu didengar oleh seluruh pengikutnya yang telah tergabung di dalam kontrak darah yang telah mereka lakukan, begitupun halnya dengan Gonggo yang berdiam di alam batin Thien Yu, dia pun langsung keluar dari alam batinnya dan membungkuk memberi hormat kepada tuan mudanya.


"Tuan selama bersamamu aku tak pernah meminta satu hal, dan kali ini izinkanlah diriku untuk bertarung bersamamu," ucapnya.


Thien Yu terdiam, dia tak ingin membahayakan Gonggo dalam pertarungannya melawan para dewa, biar bagaimanapun pertarungan ini merupakan pertarungannya dalam menjaga harga diri keluarganya yang tak dihargai oleh para dewa dan kekaisaran langit, termasuk pengorbanan ayahnya dengan mempertaruhkan nyawanya demi untuk membuat Nirwana tetap berjaya.


Akan tetapi permintaan gonggo yang merupakan salah satu pengikutnya, membuatnya sangat terinyuh karena raja gorilla raksasa itu mau bertarung bersamanya, walaupun dia tahu jika lawan tarungnya kali ini merupakan para Dewa di nirwana, yang bisa saja sewaktu-waktu dapat merenggut nyawanya.


"Baiklah jika kau ingin bertarung bersamaku maka aku mengijinkanmu," jawab Thien Yu.


"Trimakasih Tuan muda, suatu kehormatan bisa bertarung denganmu walaupun nantinya aku akan binasa di Nirwana ini," ucap gonggo.


Gonggo bangkit berdiri, kekuatan Raja binatang surgawi yang ada padanya pun telah aktif, dengan terlihat dari aura kuat yang keluar dari tubuhnya.


Tongkat emas yang menjadi senjata andalannya kini telah berada di genggaman tangannya, dan disandarkan di bahu sang raja gorila emas raksasa, dia pun saat ini telah siap bertarung melawan para dewa di kekaisaran langit.

__ADS_1


Dengan menggunakan tombak dewa ilahi, Thien Yu berhasil menghancurkan pagoda yang mengurungnya yang membuat para petinggi istana langit terhempas ke belakang akibat hancurnya formasi pagoda yang mereka buat bersama-sama.


Saat ini para petinggi istana langit tengah terluka akibat hancurnya formasi pagoda oleh serang tombak Dewa Ilahi yang dilepaskan Thien Yu.


Melihat hal itu ke empat Jenderal perang langit kembali menyerang ke arah Thien Yu secara bersama-sama, agar dapat memberikan kesempatan bagi para petinggi istana langit yang terluka dapat memulihkan kondisi tubuhnya.


Kali ini Thien Yu tak sendiri dalam menghadapi keempat Jenderal kuat istana langit, gonggo ikut bersamanya dalam pertarungan itu, hingga pertarungan yang terjadi menjadi sengit dan berimbang.


Ke empat jendral langit mulai keteteran menghadapi Thien Yu dan gonggo, hingga pada satu kesempatan Thien Yu berhasil menghantamkan tinju nanga giok tepat ke arah salah satu Jenderal langit yang ada, hingga membuat sang Jenderal tewas seketika.


Dewa agung yang telah tiba di tempat terjadinya pertempuran, begitu terkejut melihat salah satu Jenderal istana langit telah tewas di tangan Thien Yu, hal itu membuat salah satu Dewa tertinggi Langit Itu berusaha untuk menenangkan Thien Yu agar menghentikan pertempuran yang terjadi.


Sementara itu kaisar langit yang tadinya hanya menonton pertempuran yang terjadi, seketika itu langsung turun ke arena pertempuran saat melihat Dewa agung telah berada di sana.


"Dewa agung tak sepatutnya engkau sebagai Dewa tertinggi langit memohon Thien Yu untuk menghentikan pertempuran yang terjadi, lihat apa yang dilakukan oleh Thien Yu, dia telah melukai seluruh petinggi istana langit dan menewaskan para pasukan istana langit, apakah perbuatannya masih bisa diampuni oleh Nirwana?.


Diapun tak menghargai anda dan Dewa suci sebagai dewa pelindung Nirwana dengan menyerang istana langit," ucap kaisar langit mencoba memprovokasi Dewa agung.


"Diamlah!! hal ini tak akan pernah terjadi jika kau mengikuti semua nasehat yang telah kuberikan kepadamu, Thien Yu bukanlah orang yang mudah dikalahkan dalam sebuah pertempuran, dan sekarang ini aku ingin kau meminta maaf kepadanya dan membawa seluruh keluarganya untuk meredam amarah Thien Yu," jawab Dewa agung.


Tidak...!!, mereka telah mengusik istana langit berarti dia telah menghina keberadaanku sebagai Kaisar langit, Aku akan terus melakukan pertempuran dengannya sampai ada salah satu dari kami yang sirna dari Nirwana.


Setelah berkata seperti itu, secara diam-diam Kaisar langit melakukan serangan yang tak diduga-duga oleh Thien Yu dan gonggo, dengan menggunakan pusaka langit yang merupakan warisan turun temurun dari Kaisar langit sebelumnya.


Thien Yu yang masih berbicara dengan dewa agung tak dapat menghindar dari serangan itu.

__ADS_1


Yang membuat Gonggo yang berada di sisi Thien Yu segera mengorbankan dirinya untuk menghalau serangan yang mengarah ke arah Tuan mudanya.


Tubuh Gonggo terhempas jauh ke belakang, yang membuat perisai emas yang melindungi tubuhnya pun hancur.


Melihat hal itu Thien Yu segera menyongsong sahabat dan sekaligus pengikutnya itu, untuk melihat keadaannya.


Kaisar langit yang melihat adanya kelengahan Thien Yu karena mencoba menolong gonggo, kembali bermaksud untuk menyerangnya dengan pusaka turun-temurun yang dimiliki Kaisar langit sebelumnya.


Akan tetapi Dewa agung dengan cepat mencegahnya, karena serangan diam-diam yang dilakukan oleh kaisar langit merupakan perbuatan keji yang tak dibenarkan Di Nirwana, apalagi statusnya saat ini merupakan kaisar langit yang pemimpin semua dewa di Nirwana.


Sementara itu Thien Yu tak dapat menahan kesedihannya saat melihat keadaan sahabat sekaligus pengikutnya tengah sekarat di hadapannya. Diapun berusaha menolongnya dengan menyalurkan energi murni teratai Nirwana ke tubuh gonggo.


Gonggo yang mengetahui jika Thien Yu tengah melakukan penyembuhan dengan menggunakan kekuatan teratai nirwana kepadanya, seketika itu menolak energi yang masuk ke dalam tubuhnya karena gonggo menyadari jika tuan mudanya melakukan penyembuhan menggunakan kekuatan teratai nirwana, hal itu akan membuat tuan mudanya lemah karena energi yang dikeluarkan dalam menyembuhkannya akan sangat besar, hal itu membuat gonggo menolak penyaluran energi murni Terate Nirwana ke tubuhnya, hingga keadaannya pun semakin di ujung tanduk.


"Tuan muda maafkan aku karena telah mencuri dengar masalah yang terjadi di kekaisaran pheonix tentang kakakmu Feng Yu, semua itu karena adanya amarah yang membuatku terusik di dalam alam batin mu saat itu.


Sedari itu, aku ingin kau memberikan kekuatan murni dariku ini untuk mengisi Dantian Feng Yu yang telah rusak, agar kelak Feng Yu dapat membantumu dalam peperangan melawan kekaisaran Glory setelah kepergianku untuk selamanya," ucap gonggo dengan memberikan seluruh kekuatan murninya berupa bola bercahaya putih menyilaukan mata ke arah Thien Yu.


"Ambillah tuan muda, hanya ini yang dapat kulakukan untuk membantu Feng Yu dalam mengisi dantiannya yang rusak Tuan muda, hanya ini permintaanku terakhir kalinya padamu sebelum aku pergi untuk selama-lamanya, dan terima kasih kau telah memberikan arti sebuah persahabatan yang tak pernah kudapatkan selama aku hidup.


Tuan muda aku ingin kau jangan bersedih, aku akan tetap dekat denganmu melalui perantara kekuatan murni yang berada di tubuh Feng Yu kelak," ucap gonggo kemudian mengangkat kepalanya dan menyandarkannya di paha kanan Thien Yu. Tak lama kemudian diapun tewas di tempat itu, dalam keadaan kepatuhan seorang pengikut kepada tuan mudanya.


"Tidak...!!" teriak Thien Yu dengan amarah yang membuat tubuhnya bergetar hebat.


Bersambung

__ADS_1


Bantu beri dukungannya kembali sahabat semua, jika besok semua yang baca memberikan like dan komen serta dukungannya, maka author akan up 5 episode langsung kebetulan besok merupakan hari off kerja bagi author. trimakasih.


__ADS_2