Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Perang 1


__ADS_3

Malam hari pun tiba, langit cerah dipenuhi bintang berkelap-kelip di angkasa, seluruh pasukan pheonix telah berada pada posisi mereka masing-masing, dalam menghadapi penyerangan besar para iblis yang bisa saja terjadi tiba tiba.


Di perbatasan secara tak di sangka sangka para iblis mulai menyerang, yang membuat suasana di perbatasan begitu mencekam karena sebagian besar pasukan pheonix tengah berperang melawan para iblis.


Suara senjata menghiasi suasana malam di perbatasan.


Para Komandan pasukan yang telah mendapatkan arahan sebelumnya dalam strategi perang yang diterapkan kaisar Pheonix, menyuruh pasukannya untuk segera mundur masuk ke dalam wilayah kekaisaran.


Kini pasukan pheonix seperti terdesak oleh serangan para iblis, yang membuat para Jenderal iblis terus memburu pasukan Pheonix yang telah kocar-kacir itu.


Setelah sebagian besar pasukan iblis telah masuk ke dalam wilayah kekaisaran Pheonix, maka tanpa di duga duga oleh para Jenderal iblis dan pasukannya, segel yang dipasang di tanah oleh biyao dan para pasukannya aktif, sehingga sebagian besar pasukan iblis yang masuk ke wilayah kekaisaran Pheonix terkurung di dalam segel berbentuk tabung yang kokoh dan sangat kuat.


"Cepat tarik mundur pasukan, karena tempat ini telah dipasang perangkap!!" teriak salah seorang jenderal iblis yang memimpin pasukan iblis dalam penyerangan masuk ke dalam wilayah Kaisaran pheonix.


Pasukan iblis yang mencoba mundur kini harus mengalami kehancuran, setelah pasukan pemanah yang berada di atas punggung elang putih raksasa menghujani mereka semua dengan anak panah yang dilepaskan dari udara.


Banyak pasukan iblis mati dalam penyerangan itu, yang membuat para iblis gagal untuk merebut wilayah dalam menempatkan pasukannya di sekitar perbatasan kekaisaran Phoenix.


Di menara cahaya, raja iblis begitu murka mengetahui seluruh pasukan yang diterjunkan untuk merebut wilayah di sekitar perbatasan kaisaran pheonix mengalami kegagalan, membuatnya mengeluarkan sumpah serapah yang tak henti-hentinya kepada seluruh Jenderal telah gagal dalam penyerangan itu.


"Jendral Digos, jendral Muraz...!, bagaimana kalian sebodoh itu dapat terperangkap dalam jebakan para pasukan pheonix?" tanya raja iblis.


"Maafkan kami yang mulia raja iblis, karena melihat pasukan kekaisaran pheonix di perbatasan telah kami pukul mundur, membuat kami semua tak terpikirkan oleh jebakan segel yang berada di wilayah kekaisaran pheonix, sehingga sebagian besar pasukan yang kami bawa pada akhirnya terjebak di dalam segel yang berada di sana.

__ADS_1


"Sudahlah raja iblis, ini baru permulaan saja dan prajurit kita hanya sebagian kecil yang tertangkap oleh mereka. Ini merupakan hal kecil dan tak akan berpengaruh besar kepada pasukan kita, hanya saja kita harus lebih berhati hati lagi karena aku yakin di sana terdapat ahli strategi yang mampu untuk membuat pertahanan yang kuat bagi kekaisaran pheonix," timpal Dewa iblis kuno.


"Aku mengerti yang mulia, apakah kita akan menyerang kembali malam ini juga dengan memakai Armada tempur besar yang kita miliki?" tanya raja iblis.


"Bukan malam ini, melainkan besok pagi. Kita akan menyerang mereka secara besar besaran dari empat penjuru mata angin, untuk itu kau harus mempersiapkan seluruh pasukan besar yang kita miliki dari 4 penjuru mata angin dalam sekali serangan besar-besaran".


"Aku sendiri akan menyerang dari depan dengan menggunakan kekuatan besar pasukan Dewa iblis kuno, karena aku menginginkan secepat mungkin kekaisaran pheonix dapat kita taklukan," jawab dewa iblis kuno.


Mendengar perintah dewa iblis kuno, raja iblis segera memerintahkan para jenderalnya untuk kembali memecah pasukan besar dalam penyerangan dari empat penjuru mata angin, sementara pasukan iblis udara akan menghancurkan semua segel yang ada di darat sebelum pasukan masuk ke wilayah kekaisaran pheonix.


Sementara itu para komandan pasukan melaporkan kepada penasehat biyao tentang kemenangan prajurit perbatasan, dan berhasil menyegel ribuan prajurit iblis di dalam kurungan segel.


"Apa yang akan kita lakukan dengan seluruh iblis yang berada di perbatasan, yang telah terjebak di dalam segel?" tanya komandan prajurit.


"Baik penasehat..!!" ucap komandan prajurit perbatasan.


Setelah itu, prajurit perbatasan itu segera pergi meninggalkan penasehat Biyao, untuk segera melaksanakan perintah sang penasehat.


Pagi hari pun tiba, beberapa prajurit yang merupakan prajurit yang memantau pergerakan pada iblis, menyampaikan jika ada pergerakan pasukan iblis secara besar-besaran kepada kaisar pheonix, dan tentunya hal itu membuat kaisar pheonix segera menyiagakan pasukannya di segala sisi.


Sementara itu kaisar Pheonix sendiri memimpin pasukannya untuk menyambut datangnya pasukan iblis kuno dan Dewa iblis kuno kuno.


Dewa iblis kuno kini berada di hadapan Nien Chu dengan pasukan iblis kuno yang ada di belakangnya.

__ADS_1


Nien Chu yang telah memakai perisai dewa perang peninggalan sang ayah, dengan gagah perkasa menemui Dewa iblis kuno.


Dewa iblis kuno dan Nien Chu sama-sama mengambang di udara, dan tak lama kemudian negosiasi pun terjadi.


"Kaisar pheonix...!! perang besar ini akan menentukan siapa yang akan menjadi penghuni di alam dunia, aku akan sedikit bertoleransi jika kau mau tunduk di bawah kekuasaanku maka aku akan berbelas kasih untuk tak menghancurkan ras manusia yang berada di alam dunia ini," ucap Dewa iblis kuno.


"Ha .ha..ha..! Jangan bermimpi untuk dapat menguasai alam ini selama aku masih hidup, aku takkan pernah gentar sedikitpun menghadapi pasukan besar mu, karena aku takkan membiarkan para iblis menguasai alam dunia," jawab Nien Chu dengan tegas.


Pada akhirnya kesepakatan tak terwujud dalam perbincangan kecil di antara keduanya, hingga perang besar pun meletus.


Pasukan dewa iblis kuno langsung menyerang ke arah pasukan kekaisaran pheonix, dan sebaliknya pasukan Pheonix menyerang balik dan pada akhirnya perangan besar diantara mereka terjadi.


Nien Chu kini bertarung dengan dewa iblis kuno di udara, sementara raja iblis menghadapi ke sepuluh pemilik simbol dewa.


Dua pusaran besar di langit pun tercipta, dari pihak dewa iblis kuno mengeluarkan pasukan terbang nya dari dalam pusaran, sementara dari pihak kaisar pheonix mengeluarkan para naga bersayap yang kini menjadi sahabat Nien Chu.


Petir terus menyambar nyambar di langit, yang membuat suasana semakin mencekam.


Di sisi Utara, arai pelindung berhasil menghancurkan para iblis yang mencoba mendekat dengan adanya petir besar yang keluar dari puncak aray, yang membuat para pasukan iblis sangat sulit untuk menembus sisi Utara istana pheonix, apalagi dengan adanya Tency dan Kurama disana yang membuat blok Utara semakin kokoh dan kuat.


Tency dan Kurama bertarung secara bersama-sama menghadapi Jenderal iblis digos yang mencoba masuk dari sisi Utara, hingga pertarungan diantara mereka terjadi untuk saling mengalahkan.


Jendral iblis Digos yang merupakan Jenderal iblis di masa lalu masih begitu sangat kuat bagi keduanya, hingga secara perlahan lahan kedua pengikut Nien Chu mulai mengalami kesulitan untuk mengalah kan Jendral kuat iblis dari masa lalu itu.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2