Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Tak menyangka


__ADS_3

Malam itu Thien Yu dan Biyao memutuskan untuk tak pergi ke pagoda 9, karena dari keterangan Han Lan hanya para murid yang bisa keluar masuk negri diatas awan dengan leluasa, karena mereka mempunyai lencana sebagai tanda jika mereka merupakan murid dari pagoda 9.


Biyao menuju ke kamar Han Lan, dan disana Biyao mendapati jika Han Lan tengah tertidur lelap. Melihat akan hal itu Biyao segera kembali menemui Thien Yu, untuk mengabarkan apa yang di lihatnya.


"Sepertinya pemuda itu tak patut kita curigai karena sikapnya tak menampakkan jika dia mengetahui keberadaan kita berdua sebagai orang dari kekaisaran pheonix, ada baiknya kita bermeditasi untuk menyerap Qi di tempat ini, karena esok hari kita akan berangkat menuju ke negeri di atas awan," ucap Biyao.


"Baik paman, aku akan mengikuti saran paman untuk bermeditasi di tempat ini," jawab Thien Yu.


Selepas kepergian Biyao, Han Lan kedatangan 3 orang yang merupakan pemimpin dari kelompok asasin yang ada.


Han Lan yang pura pura tertidur lelap seketika itu terbangun kerena mendapati ketiga pemimpin pasukan asasin menemuinya, diapun langsung mengibaskan tangannya sehingga segel pelindung seketika itu membungkus kamar tempat di mana Han Lan dan ketiga pimpinan assasin berada.


"Lapor jendral, kami belum tau pasti siapa kedua pria tersebut, setelah kami mencari tahu identitas mereka berdua di kota rumpun bambu, tak ada nama Thien Yu dan Biyao disana," ucap salah seorang pemimpin assassin darah.


Kami juga setelah mencari identitasnya di desa-desa sekitar kota rumpun bambu, tapi nama mereka berdua tak terdapat di sana, sehingga kami berkesimpulan jika kedua pemuda itu merupakan penyusup yang telah membunuh perwira tinggi dan prajuritnya di bekas lumbung gandum," timpal asasin yang lainnya.


"Pantas saja aku merasakan jika tak mungkin seorang anak muda dari kota rumpun bambu bisa setenang itu saat bersamaku, apalagi dia mengetahui identitasku sebagai seorang anak bangsawan dari istana glory.


Dari wajah keduanya terlihat jelas jika mereka berdua mempunyai kharisma serta wibawa seorang pemimpin, dan aku yakin mereka berdua merupakan orang penting di suatu daerah atau wilayah yang mempunyai struktur kerajaan.


"Jendral, seingatku pemuda itu wajahnya sama persis dengan wajah pangeran pheonix, karena aku berada di sana saat pangeran pheonix bertarung dengan pangeran Huang Qin dalam perjanjian 3 tahun yang disepakati," ucap pemimpin asasin.

__ADS_1


"Ini berita bagus, aku sendiri yang akan menangkap pangeran pheonix itu, dan akan kuserahkan hidup atau mati kepada kaisar Huang Xu. Aku ingin kalian bertiga melakukan sandiwara seperti apa yang kuinginkan, agar mereka berdua semakin yakin dan percaya padaku hingga pada satu titik aku dapat menghabisi pangeran pheonix dengan tanganku ini," ucap jendral muda Han Lan.


Tuan muda Han Lan merupakan orang penting di kekaisaran Glory, dengan kemampuan ilmu bela diri yang sangat tinggi, ditopang dengan kecerdasan dan kemampuan intelektual yang tinggi, membuat Han Lan dapat menjadi jenderal di kekaisaran Glory pada usia muda.


Bakat dan kemampuannya itu menjadikan jendral Han Lan sebagai seorang jendral yang memfokuskan diri dalam ruang lingkup strategi dan taktik berperang, Han Lan juga berperan dalam pembentukan prajurit pilihan yang biasa disebut assassin.


Ketiga pemimpin assassin darah seketika itu menghilang dari pandangan jenderal Han Lan, setelah mereka bertiga mendapatkan perintah langsung dari Sang Jenderal.


Setelah beberapa waktu telah berlalu, tepatnya di tengah malam tiba-tiba saja di luar penginapan, banyak prajurit istana glory yang mengelilingi penginapan tempat dimana Biyao dan Thien Yu berada.


Para pemanah juga telah siap pada posisinya, tinggal menunggu perintah untuk melepaskan semua anak panah yang telah ditarik dari busurnya.


Beberapa prajurit segera masuk untuk menggeledah tiap ruang kamar yang ada, dan mereka pun mendapati Thien Yu dan Biyao berada di sana.


Thien Yu menganggukan kepalanya mengiyakan perkataan biyao.


Di luar penginapan, para tamu penginapan dikumpulkan menjadi satu, kemudian para prajurit menanyakan identitas mereka semua. Saat giliran Biyao dan Thien Yu yang ditanya mengenai identitas mereka berdua, Han Lan tiba tiba datang sebagai penengah.


"Mereka berdua adalah tamuku, dan ku minta pada kalian semua untuk tak mengikut sertakan mereka berdua, dalam penyelidikan yang kalian lakukan karena tamuku tak mungkin melakukan pembunuhan seperti yang kalian kira," ucap Han Lan membela Thien Yu dan Biyao.


"Baiklah tuan muda, anda boleh membawa tamu anda ini kembali," ucap seorang prajurit.

__ADS_1


"Untung anda tepat waktu untuk membela kami, jika lambat sedikit saja kami pasti sudah di bawa ke istana karena tak mempunyai identitas diri," ucap Thien Yu.


"Tenanglah kawan, selama aku berada di dekat kalian maka tak ada satupun orang dari kekaisaran Glory yang akan mengganggu kalian berdoa," jawab Han Lan.


Thien Yu dan Biyao, begitu percaya kepada Han Lan yang mempunyai wajah polos, apa lagi dia telah membantu mereka berdua, hingga kecurigaan padanya pun sirna.


Saat berdekatan dengan Thien Yu, Han Lan dengan tenangnya mengeluarkan belati dan langsung menghujamkan belati itu kearah pinggang Thien Yu sebanyak 2.


Teriakkan Thien Yu yang tiba tiba membuat Biyao terkejut, dengan amarah yang meluap biyao degera menapakkan tangannya ketanah, maka segel pun tercipta yang meledakkan apapun yang masuk kedalam area segel itu.


Jendral Han Lan berjumpalitan di udara untuk menghindari serangan segel yang biyao lakukan, sementara itu Thien Yu yang terluka dapat merasakan jika racun api hitam tengah menekan racun baru yang masuk kedalam tubuhnya, hingga membuatnya sangat lemah.


Ledakan segel yang terjadi membuat hancur penginapan itu hingga rata dengan tanah, dan tubuh para prajurit yang terkena serangan dari biyao berserakan di tanah dengan kondisi yang sangat mengenaskan.


"Han Lan mengapa kau lakukan ini padaku, aku telah mempercayaimu sebagai temanku tapi mengapa kau setega itu ingin membunuhku?" tanya Thien Yu sambil berdiri dan menatap tajam kearah jendral Han Lan.


"Aku tau kau adalah pangeran pheonix, yang merupakan mouse terbesar kekaisaran Glory. Hari ini Aku pastikan kau akan mati di tempat ini karena kau telah berani datang ke wilayah istana Glory untuk mengantarkan nyawamu sendiri.


"Pangeran racun yang berada di tubuhmu itu merupakan racun dari dewa kalajengking pasir, yang merupakan racun terganas di Nirwana. Walau pun kau dapat lolos dari tempat ini akan tetapi racun yang ada di tubuhmu saat ini tak akan dapat memberikan kehidupan lebih lama bagimu," ucap jendral Han Lan.


Melihat Pangerannya terluka, dengan cepat Biyao menyambar tubuh Thien Yu dan membawanya pergi dari tempat itu.

__ADS_1


Bertahanlah pangeran, aku pasti bisa memulihkan mu kembali," ucap biyao sambil terus berlari meninggalkan tempat itu.


Bersambung


__ADS_2