
10 murid telah terpilih, dan beberapa murid akan dilatih khusus di Akademi Jiang Nan. Ada juga beberapa murid yang akan di bawah menuju ke pagoda 9 untuk lebih meningkatkan kemampuannya di sana.
Feng Yu, Zhu Zhuang, dan Syin Yin, ke tiga murid jenius itu di wajibkan berlatih dalam pagoda 9, karena kepala Akademi Jiang Nan begitu sangat tak suka dengan keberadaan mereka bertiga yang telah mengalahkan 3 anggota klan terbaiknya, karena apa yang mereka bertiga lakukan diatas arena pertarungan membuat reputasi sektenya menjadi rendah di mata sang kaisar.
Dengan berbagai cara, ketua Huangshan akhirnya berhasil mengeluarkan mereka dari Akademi Jiang Nan, dan membawa mereka bertiga ke pagoda 9 untuk berlatih di bawah kepelatihan maha guru Hyo jin.
Sementara itu di benua lain tepatnya di benua semesta biru, terlihat Thien Yu tengah berlatih berbagai tehnik di bawah air terjun yang mengalir deras. Saat ini Thien Yu melatih tehnik boneka yang merupakan tehnik peninggalan sang ayah. Tehnik itu dapat membelah diri menjadi beberapa replika yang sama jika tubuh sang pengguna dapat terbelah atau terpotong menjadi dua bagian. Tapi ada satu kekurangan dari tehnik boneka, tehnik ini begitu banyak menguras energi tubuh.
"Tehnik ini begitu kuat, aku telah mencoba memotong diriku sendiri dengan menggunakan pedang, bukannya aku celaka malah tubuh yang terpotong dapat membentuk 2 tubuh baru, tapi sangat di sayangkan dalam menggunakan tehnik boneka aku harus menggunakan energi yang cukup besar, berarti aku harus meningkatkan ranah tingkatanku menembus ranah surgawi agar dapat menggunakannya dengan maksimal," ucap Thien Yu.
Thien Yu mengesampingkan itu semua, sekarang fikirannya tengah terfokus pada pedang penguasa malam yang ada di dalam alam batinnya.
Thien Yu duduk bersila diatas batu besar, kemudian melakukan meditasi. Diapun masuk kedalam alam batinnya di tempat dimana gurunya sering melakukan meditasi. Thien Yu mendapati sebuah pedang dengan penampakan seluruh pedang yang berwarna hitam kelam dengan posisi menancap ketanah. Tampak aura yang sangat kuat keluar dari pedang itu.
Dengan langkah pasti Thien Yu berjalan mendekati pedang tersebut. Tampak olehnya bayangan sang guru berada di pelupuk matanya, Thien Yu sangat bersedih karena pedang yang berada di hadapannya ini merupakan tulang inti raja Naga Langit milik gurunya, yang memang selama ini disimpan oleh sang guru untuk di berikan padanya sebagai hadiah setelah sang guru telah tiada.
Thien Yu menggenggam pedang itu, dan memberikan setetes darahnya ke permukaan pedang.
Betapa terkejutnya Thien Yu saat meneteskan darahnya ke permukaan pedang, terlihat darah itu berwarna emas. Dan Thien menyadari jika di dalam tubuhnya kini mengandung darah Dewa dari ayahnya yang merupakan Jenderal setinggi langit.
"Pantas saja ranah kekuatan yang selama ini ku latih telah berubah menjadi ranah tingkatan surgawi, yang hanya terjadi jika tubuh kultivator itu mempunyai campuran dari darah Dewa atau pun darah Peri," batin Thien Yu.
Tiba tiba saja, 2 tehnik pedang yang sangat kuat keluar dari dalam pedang penguasa malam, tehnik itu adalah Tehnik 6 rasi bintang dan tehnik Rekah naga penghancur, kedua tehnik pedang itu merupakan tehnik terkuat kuat dari tehnik pedang surgawi ciptaan Naga Giok.
__ADS_1
Pedang penguasa malam terus mengeluarkan gambaran-gambaran yang dapat dilihat jelas oleh Thien Yu, bagaimana cara menggunakan kedua teknik itu. Tapi sangat disayangkan oleh Thien Yu, kedua teknik itu tidak dapat di pelajarinya sekarang sebelum dirinya berada di tingkat ranah Surgawi.
"Aku akan terus berlatih, agar segera menembus ranah tingkat Surgawi, dan semua peninggalan guru serta ayahku yang merupakan teknik beladiri tingkat tinggi dapat ku kuasai," batin Thien Yu dan kembali ke kehidupan nyatanya.
"Aku akan segera ke sekte pasir es, untuk menemui tetua Yun Leng sesuai dengan keinginan guruku waktu itu, tapi sebelumnya aku akan ke kerajaan lumut karena ada 1 janji yang harus ku lakukan di sana yaitu menyembuhkan ratu Meyling," bisik Thien Yu.
Thien Yu segera mengalirkan energi murninya ke dalam batu energi roh pemberian dari sang ratu, maka tiba tiba saja sebuah portal muncul di hadapan Thien Yu, dan tanpa ragu Thien Yu masuk ke dalam portal hingga tiba di depan istana kerajaan lumut.
"Akhirnya kau datang juga Thien Yu," sambut sang ratu.
"Aku tak akan mengingkari janjiku ratu, dan hari ini aku akan menyembuhkan luka dalam yang kau derita," jawab Thien Yu.
Hari itu juga Thien Yu meminta sebuah ruangan yang dapat di pakai olehnya dalam menyembuhkan sang ratu, maka sang ratu membawa Thien Yu kesebuah tempat yaitu ruangan yang cukup luas untuk dipakai Thien Yu dalam menyembuhkannya.
"Ruangan besar ini dapat kau pakai untuk menyembuhkan ku Thien Yu," ucap sang ratu.
"Ratu dalam penyembuhan yang akan kulakukan ada beberapa syarat yang harus kau penuhi, yaitu ratu harus melepaskan pakaian dan menyisakan pakaian yang hanya menutupi bagian sensitif ratu saja," ucap Thien Yu yang sedikit ragu untuk mengatakannya.
"Lancang!!, berani sekali kau mengatakan hal itu padaku," hardik sang ratu.
"Aku tak punya banyak pilihan ratu, karena itu adalah syarat yang harus ratu penuhi, namun jika ratu merasa terganggu dengan hal itu, lebih baik kita urungkan saja dalam menyembuhkan luka dalam di ditubuh ratu," ucap thien Yu kembali.
Sesaat sang ratu terdiam memikirkan perkataan Thien Yu. "Jika aku tak mencobanya, bagai mana aku bisa terbebas dari kutukan ini. Usiaku masih 16 tahun tapi tampak seperti wanita tua. Aku harus yakin dan percaya pada Thien Yu karena hanya ini yang bisa aku lakukan.
__ADS_1
Melihat ratu Meyling bimbang dan ragu hal itu membuat Thien Yu berusaha untuk meyakinkannya, tak lama kemudian diapun berkata.
"Maafkan aku ratu, bukan maksudku untuk merendahkan ataupun melecehkan mu di dalam penyembuhan mu ini. Dalam tehnik jari matahari yang kupakai untuk penyembuhan, tak boleh ada satu helai benang pun yang boleh tersentuh jarum jarum emas ku, harus murni jarum jarum emas ku itu berhubungan langsung dengan tubuhmu, jika terkena oleh sehelai benang ataupun pakaian yang kau kenakan, maka efeknya akan berbalik padamu yang akan membuat mu semakin terluka parah," batin Thien Yu.
Beberapa saat kemudian keheningan terjadi di dalam ruangan itu, sang ratu mempertimbangkan kembali perkataan Thien Yu yang harus melepaskan pakaiannya dalam penyembuhannya.
"Tak ada salahnya aku mencobanya, jika Thien Yu bertindak di luar batas dan berhasil memperkosaku, maka dia harus mempertanggung jawab untuk menikahi ku, karena aib ini merupakan aib bagi kerajaan dan dan ibu kandungku yang berada di alam cahaya rembulan," batin ratu Meyling yang mengantisipasi hal buruk yang akan terjadi bagi dirinya.
"Thien Yu, aku percaya dengan mu jika kau mampu menyembuhkanku, tapi aku tak ingin kau salah artikan kepercayaanku ini dan berbuat hal-hal aneh yang merugikan ku, jika kau melakukan hal buruk padaku maka di masa depan aku akan menjadi bayangan yang akan memburu dan menuntut balas atas kerugian yang ku derita," ucap ratu Meyling sambil membelakangi Thien Yu.
Satu persatu pakaian yang di kenakan sang ratu berjatuhan di lantai ruangan, yang menyisakan pakaian tipis dan transparan yang menutupi bagian sensitif di tubuhnya.
Melihat hal itu thien Yu hanya dapat menelan ludah dengan pemandangan indah yang ada di hadapannya. Dengan cepat Thien Yu menghirup udara dalam dalam dan menghembuskannya keluar secara perlahan lahan, guna menenangkan hati dan pikirannya dari pikiran kotor yang sempat menyelimuti batinnya.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang Thien Yu," ucap sang ratu sambil membalikan tubuhnya.
Kali ini Thien Yu menghadapi ujian tersulitnya kembali, bukan masalah latihan, ataupun menghadapi musuh yang lebih kuat darinya, akan tetapi masalahnya adalah ledakan emosi hatinya yang merupakan laki laki normal yang memiliki daya tarik terhadap lawan jenis yaitu wanita.
Ratu Meyling merupakan wanita cantik, walaupun saat ini terlihat seperti wanita tua yang telah berusia sekitar 45 tahun, akan tetapi lekuk lekuk tubuhnya masih begitu sangat luar biasa indah dengan pemandangan dua bukit kembar yang sudah sangat matang, yang terlihat begitu sangat jelas seperti tanpa penutup yang menutupinya, semua itu karena kain yang menutupi kedua bukit kembar sang ratu sangat tipis dan teransparan.
Apa yang di lihat oleh Thien Yu merupakan pemandangan yang tak lazim di lihatnya, pemandangan yang penuh pesona pemikat lawan jenis yang sangat luar biasa. Apa lagi tubuh ratu meyling yang bersih dan terawat tambah membuat Thien Yu terasa mabuk kepayang dibuatnya.
"Apa yang harus kulakukan sekarang Thien Yu?" tanya sang ratu untuk kedua kalinya.
__ADS_1
Bersambung.
Jika para sahabat mempunyai saran bagi novel ini agar lebih baik, boleh tulis di kolom komentar yang nantinya author akan saring, dan mencoba menerapkannya, karena komentar para sahabat semua pasti author baca di setiap harinya.