Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Rahasia Mahaguru hyo jin


__ADS_3

Petir menggelegar di sana-sini saat Thien Yu menggunakan kekuatan Dewa Ilahi dalam menghadapi formasi gabungan naga surgawi milik Feng Yin.


4 buah teratai yang merupakan 4 hukum alam, seketika itu melesat ke udara dan bergabung menjadi satu ke dalam tubuh naga giok, yang membuat aura kuat terpancar dari dalam tubuh naga giok.


Maha guru Hyo jin begitu sangat terkejut dengan perubahan alam di tempatnya berada, getaran yang terjadi membuat dirinya perlahan-lahan membuka matanya.


"Apa yang sebenarnya telah terjadi mengapa ada kekuatan yang sangat besar dari ranah Dewa, yang berada di area pagoda 9," batin maha guru Hyo jin.


Tiba tiba saja tetua Hyo jin menghilang dari ruangan meditasinya dan muncul di tengah-tengah pertarungan antara Thien Yu dan tetua Feng Yin.1


"Hentikan pertarungan ini!!" teriak maha guru Hyo jin.


Suara maha guru Hyo jin mampu menggetarkan alam sekitar tempat itu, yang menandakan jika kemampuan yang dimilikinya sudah sangat mumpuni.


"Pangeran pheonix dengan segala hormat aku ingin anda menghentikan pertarungan ini," ucap maha guru Hyo jin tiba-tiba.


Adanya permintaan dari Mahaguru Hyo jin, membuat Thien Yu menarik kembali seluruh kekuatan yang telah dikeluarkannya, hingga tak ada satupun energi yang tersisa di udara.


Tetua Feng Yin yang begitu sangat diremehkan oleh Thien Yu tak mengindahkan perkataan Mahaguru Hyo jin, hingga mengarahkan naga surgawi dari formasi yang telah tergabung ke arah Thien Yu.


Thien Yu walaupun telah menarik seluruh kekuatannya, akan tetapi dia tetap waspada dengan membangkitkan teratai kaca Dewa ilahi secara diam diam.


Maha guru Hyo jin tak menyangka jika tetua Feng Yin tak menarik kembali serangannya, malah dia kini menyerang Thien Yu dengan kekuatan formasi gabungan naga surgawi.


Maha guru Hyo jin seketika itu mengeluarkan kekuatannya untuk menghalau serangan tetua Feng Yin, dengan mengeluarkan cahaya putih di tangan kanannya, akan tetapi sebuah teratai kaca terlebih dahulu melesat kearah naga surgawi, hingga membuat ledakan yang sangat dahsyat di tempat itu.


Maha guru Hyo jin terseret beberapa meter ke belakang akibat efek benturan energi yang terjadi, begitu pun dengan Thien Yu yang sebelumnya telah terluka, dia juga terseret kebelakang akibat teratai kaca ilahi berbenturan dengan formasi naga surgawi.

__ADS_1


Biyao segera melesat ke arah Thien Yu untuk menjaga keseimbangan sang pangeran agar tetap stabil. "Bagaimana keadaanmu pangeran?" tanya Biyao.


"Aku naik baik saja paman," jawab Thien Yu singkat.


Sementara itu keadaan terbalik menimpa tetua Feng Yin, tubuhnya terpental dan menabrak bangunan pagoda 9 dengan keras.


Sesaat tetua Feng Yin memuntahkan darah segar dari dalam mulutnya kemudian dia pun tak sadarkan diri di tempatnya berada.


"Ketua Qi Guo, bawa tetua Feng Yin ke dalam guild Alkemis untuk mendapatkan pertolongan di sana," ucap Maha guru Hyo jin yang sangat menyesalkan kejadian tersebut.


"Baik maha guru," jawab ketua Qi Guo kemudian dengan cepat pergi sambil membawa tetua Feng Yin menuju ke guild Alkemis untuk mendapatkan pengobatan di sana.


Maha guru Hyo jin melangkah ke hadapan Thien Yu kemudian memegang tinju memberi hormat.


"Maafkan atas kejadian ini pangeran, dan terima kasih karena pangeran masih mau perbaiki hati kepada murid murid pagoda 9 yang ikut melakukan pembentukan formasi, dengan tidak melukai mereka dan hanya menitik pusatkan serangan kepada tetua Feng Yin," ucap Maha guru Hyo jin.


"Paman tak selayaknya kau memberi hormat kepadaku, karena umurku lebih muda dari umur paman, selain itu pengalaman yang dimiliki paman lebih sempurna dibandingkan dengan pengalaman yang kumiliki," jawab Thien Yu.


"Pangeran orang yang bijak dan selalu merendah diri, seperti layaknya padi semakin berisi maka semakin menunduk, itulah perumpamaan yang pantas bagi yang mulia pangeran, silahkan pangeran mengikutiku menuju ke guild Alkemis tempat tinggal sekaligus gubuk bagiku biar kita bisa berbicara dengan leluasa disana," ucap Mahaguru hyo jin.


Thien Yu menganggukkan kepalanya, mengiyakan perkataan maha guru hyo jin untuk pergi ke kediamannya.


Mereka bertiga duduk di sebuah balai-balai yang terbuat dari bambu, sambil menikmati teh dari hasil tanaman para murid yang ada di pagoda 9.


"Apa yang telah membuat pangeran datang untuk menemuiku," tanya maha guru Hyo jin sambil meneguk teh yang berada di genggaman tangannya.


"Aku ingin meminta bantuan paman maha guru agar datang ke istana pheonix untuk menyembuhkan roh jiwa putri Yan Chi yang kini tengah terluka," jawab Thien Yu.

__ADS_1


"Aku tak bisa meninggalkan pagoda 9 untuk saat ini karena adanya perselisihan antara kedua kekaisaran, jika aku berada di kekaisaran Phoenix dan hal itu sampai diketahui oleh pihak kekaisaran Glory, maka dengan sendirinya pagoda 9 pasti akan dikira memihak kekaisaran pheonix.


Aku tahu ini memang sulit karena pagoda 9 memang didirikan untuk melatih murid-murid agar mempunyai kemampuan bela diri dan teknik meracik pil obat dan penyembuhan.


Tapi saat ini sangat berbeda karena adanya perselisihan dari dua kekaisaran membuat pagoda 9 harus tetap netral dan tak gegabah dalam bertindak, semua itu untuk menjaga pagoda 9 tetap dianggap tak memihak di salah satu kubu," ucap maha guru Hyo jin.


Thien Yu mencerna perkataan Mahaguru Hyo jin, kemudian diapun berkata.


"Paman maha guru, apakah ada cara lain untuk mengobati putri Yan Chi?" tanya Thien Yu.


"Di dalam pagoda 9 hanya aku yang mampu untuk mengobati roh jiwa, dan tak ada satupun murid yang mampu untuk melakukan penyembuhan ranah roh seseorang yang terluka selain aku.


Dahulu ada murid jenius yang kulatih sendiri yang mampu untuk melakukan penyembuhan ranah roh yang terluka, dia adalah Zhao Quin dari kan Zhao, hanya dia satu satunya yang mampu melakukan penyembuhan pada putri Yan Chi, tapi sayang sampai saat ini aku tak mengetahui keberadaannya," jawab maha guru Hyo jin dengan raut kesedihan di wajahnya.


"Apa yang sebenarnya telah terjadi padamu paman guru, aku melihat kesedihan di wajahmu bukan karena kesedihan kehilangan muridmu Zhao Quin, tapi aku melihat adanya kesedihan lain di wajahmu," ucap Thien Yu.


"Kau benar pangeran, saat ini Aku tengah terluka akibat adanya benturan antara roh jiwaku dengan energi alam semesta, saat aku ingin mendapatkan kekuatan melebihi batasan ku. Karena ambisi dan keserakahan ku yang menginginkan kekuatan yang melebihi para dewa di Nirwana, membuat alam roh jiwaku perlahan-lahan terkikis dan hancur. Aku tak bisa hidup lebih lama lagi, setelah alam roh jiwaku semua terkikis dan habis dengan sendirinya aku pun akan sirna. Untuk tetap bertahan aku selalu melakukan meditasi agar pengikisan di alam roh jiwaku bisa sedikit melambat," jawab maha guru Hyo jin.


Thien Yu dan Biyao tak menyangka jika Mahaguru hyo jin yang merupakan Alkemis tak tertandingi di muka bumi, dapat terluka parah seperti itu.


"Seandainya teratai nirwana dapat menyembuhkan roh jiwa seseorang pasti aku menyembuhkanmu, tapi sayang kekuatan energi teratai Nirwana tak mampu untuk memulihkan roh jiwa seseorang yang terluka seperti halnya yang dialami putri Yan Chi," batin Thien Yu.


"Ketua mengapa kau tak mencoba untuk menyembuhkan roh jiwa mu sendiri, bukankah kau mampu untuk menyembuhkan jiwa seseorang yang terluka?" tanya Biyao tiba tiba.


"Saat ini kemampuanku hanya bisa sebatas menyembuhkan seseorang saja, bukan menyembuhkan diriku sendiri.


Aku pernah melakukan hal itu beberapa kali akan tetapi efeknya tak baik bagiku, Ranah roh jiwaku bukannya membaik malah semakin parah, hingga aku menghentikan untuk melakukan hal itu," jawab Maha guru Hyo jin dan kembali meneguk teh yang berada dalam genggaman tangannya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2