
Diatas arena terlihat pertarungan tersaji dengan sangat epik antara Syin Yin dan putri Sora ri. Mereka masing-masing menunjukkan kualitas teknik pedang yang mereka kuasai. Jual beli serangan mewarnai pertarungan itu.
Tehnik mistik padang-persib yang telah dikuasai sangat baik oleh Syin Yin, membuat para penonton yang menyaksikan jalannya pertarungan itu takjub, mereka semua tak menyangka jika dibalik kecantikan Syin Yin tersimpan kekuatan yang sangat luar biasa.
Syin Yin sekarang ini telah dapat mengeluarkan 12 pedang bayangan dari teknik mistik pedang persik, hal itu membuat putri Sora ri juga mengeluarkan salah satu teknik pedang terbaiknya, yaitu tehnik roh pedang es yang juga telah dikuasainya dengan sangat baik.
Beberapa waktu berlalu, tak sedikitpun terlihat jika Putri sora ri terdesak dalam pertarungannya, walaupun kedua belas pedang bayangan dari Syin Yin terus memburu keberadaannya.
Tehnik pedang yang diajarkan ayahnya, mampu membendung serangan kuat dari kedua belas pedang bayangan Syin Yin.
Thien Yu yang terus mengikuti jalannya pertarungan itu sontak terkejut, saat melihat putri sora ri menggunakan salah satu teknik yang dimilikinya, yaitu tehnik ruang dan waktu.
"Ternyata tehnik ruang dan waktu juga diajarkan ayah kepada raja Zheng Bil Ang, dan diturunkan lagi kepada putrinya Sora ri, hingga dia mampu menggunakan teknik itu di dalam pertarungan ini," batin Thien Yu.
Putri Sora ri yang telah menguasai teknik ruang dan waktu dengan sangat sempurna, digunakan untuk menerobos ke 12 Padang bayangan dari Syin Yin. Hingga dia berhasil menerobos nya dan melakukan serangan jarak dekat yang tak dapat dibendung oleh Syin Yin.
Alhasil serangan tinju yang berisikan tenaga dalam, berhasil telak mendarat di tubuh Syin yin hingga membuat Syin Yin terpental ke belakang, dan jatuh di atas lantai arena dengan sangat keras.
Thien Yu yang menyaksikan hal itu begitu sangat khawatir dengan keadaan Syin Yin, pukulan telak dari putri sora ri telah membuatnya terluka dalam.
Feng Yu yang menyaksikan jika sang adik begitu sangat mengkhwatirkan keadaan Syin Yin, hanya dapat tersenyum.
"Adik, walaupun kau menyangkal jika kau tidak mencintai Syin Yin, tapi melihat sikapmu ini aku tahu kau juga mencintainya," gumam Feng Yu.
Thien Yu semakin gelisah karena hingga beberapa saat lamanya Syin Yin tak juga bangkit berdiri, namun kegelisahan yang dirasakannya berubah saat melihat Syin Yin telah kembali berdiri dan siap untuk melakukan pertarungannya kembali.
__ADS_1
Syin Yin menyeka darah yang mengalir disudut bibirnya, setelah itu dia mengganti pedangnya dengan pedang giok ungu pemberian Thien Yu, yang dikeluarkan dari dalam kotak penyimpanannya.
Melihat lawan tarungnya telah mengganti pedangnya, membuat putri Sora ri ikut mengganti pedang yang dipakainya dengan pedang pemberian ayahnya, pedang itu merupakan pedang artefak langit yang dahulu kala diberikan Yan Lan kepada raja Zheng Bil Ang.
"Tehnik 8 pilar surgawi," ucap Syin Yin menggunakan tehnik pamungkasnya.
Tiba tiba 8 buah pedang raksasa berwarna ungu bermunculan di hadapan Syin Yin, dengan mata pedang yang menghadap ke lantai arena pertarungan.
Putri Sora ri yang melihat jika lawan tarungnya tengah mengeluarkan teknik terbaiknya, diapun langsung menyerang Syin Yin kembali dengan teknik ruang dan waktu yang di dimilikinya.
Keberhasilan putri Sora ri yang membuat Syin Yin terluka di awal pertarungan kini tak tampak lagi, karena 8 pilar pedang raksasa begitu sangat sulit untuk ditembus oleh teknik ruang dan waktu yang digunakannya. Delapan pilar pedang surgawi selalu menahan langkahnya walupun putri Sora ri telah menambah kecepatan geraknya.
Melihat serangannya selalu gagal membuat putri Sora ri mengeluarkan segenap kemampuannya, dia pun meloncat ke udara dan berputar sesaat di sana sehingga pedang yang berada di dalam genggaman tangannya berubah menjadi sebuah busur panah berwarna emas. ( pedang artefak langit yang di miliki putri Sora ri, mempunyai keistimewaan yaitu dapat berubah menjadi senjata apapun sesuai dengan keinginan tuannya).
"Hujan es surgawi," teriak putri Sora ri sambil melepaskan anak panah dari busurnya.
Ketiga anak panah itu melesat cepat ke arah putri Syin Yin, di tengah perjalanan tiba-tiba saja ketika anak-anak itu terpecah menjadi di ribuan anak panah es, yang langsung menghujam deras ke arah Syin Yin.
Melihat ribuan anak panah yang mengarah deras kearahnya, buat Syin Yin melakukan gerakan-gerakan pedang seperti menari hingga membuat ke-8 pilar pedang Surgawi tiba tiba saja mengeluarkan cahaya ungu yang menyilaukan mata.
Kedelapan pilar pedang surgawi terangkat ke atas kurang lebih 1 meter dari lantai arena pertarungan, kemudian kedelapan padang itu berputar seperti gasing hingga tercipta pusaran angin tornado berwarna ungu di tempat itu.
Pusaran angin tornado langsung mengisap seluruh anak panah es yang dilesakkan putri Sora ri dalam pusaran angin, hingga tak ada satupun anak panah yang tersisa.
Raja Zheng Bil Ang yang menyaksikan pertarungan putrinya sangat terkejut, dia tak menyangka jika serangan hujan es surgawi yang dilepaskan putrinya, mampu dipatahkan dengan mudah oleh lawan taruhnya.
__ADS_1
"Aku tak menyangka jika para kultivator muda dari Benua permata hijau dapat sekuat ini, hal ini menandakan jika para kultivator muda dari benua semesta biru harus segera berbenah diri, agar tak kalah dengan para kultivator muda dari Benua permata hijau di masa depan," batin raja Zheng Bil Ang.
Di arena pertandingan pertarungan sengit kembali terjadi, putri Sora ri benar benar ingin menghabisi lawan tarungnya dengan serangan nya kali ini.
Dia kembali meloncat tinggi ke udara sambil menarik busur panahnya, hingga tercipta anak panah sebesar tombak yang langsung di lesakkan ke arah putri Syin Yin.
"Meteor es" teriaknya.
Tombak yang melesat itu tiba tiba berubah menjadi seekor naga es raksasa yang meluncur deras ke Syin Yin.
Syin Yin tak tinggal diam, kedelapan angin tornado kini menyatu hingga tercipta sebuah pusaran angin raksasa, yang kini berubah arah dengan ujung pusaran angin yang mengarah kearah Sang Naga.
Saat mendekati Sang Naga pusaran angin itu pun berubah menjadi sebuah pedang raksasa berwarna ungu. Pedang itu menembus tubuh naga es hingga menimbulkan ledakan energi yang sangat besar, sampai sampai pelindung yang membungkus arena retak.
Syin Yin terhempas sangat keras di lantai arena, dan terseret sejauh 20 meter diatas arena, sesaat Syin Yin mengeluarkan darah dari mulutnya yang menandakan jika luka dalam yang dideritanya semakin parah.
Sementara itu putri sora ri yang terpental jauh kebelakang, juga jatuh sangat keras di atas lantai arena pertarungan hingga membuatnya tak sadarkan diri.
Melihat hal itu, raja Zheng Bil Ang segera melesat kearah putrinya, dan memberikan pertolongan pertama padanya.
Thien Yu pun tak tinggal diam, dia pun melesat cepat ke arah Syin Yin dan memberikan pil obat ke dalam mulut wanita muda itu.
"Cepat telan pil obat ini, keadaanmu sungguh sangat mengkhwatirkan," ucap Thien Yu.
Bersambung.
__ADS_1