Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Jendral Ling feng


__ADS_3

Di permukaan, tepatnya di daratan danau suci, para anggota rombongan daratan langit yang menunggu kembalinya Thien Yu, di kejutkan dengan adanya gorila emas raksasa yang keluar dari dalam danau.


Semua orang yang menyaksikan ke hadiran gorila emas raksasa, semakin terkejut saat melihat putri Langyun yang berada di dalam gendongan gorila emas raksasa dengan kondisi tak berdaya.


Mereka semua segera memasang formasi, untuk menyerang binatang roh kuat yang ada di hadapannya.


"Aku adalah pengikut tuan muda Thien Yu, jadi kalian semua tak usah menganggapku musuh, lebih baik kalian membawa putri Langyun pergi dari sini karena di dalam danau akan terjadi pertarungan yang akan membahayakan kalian semua," ucap sang gorila emas raksasa sambil meletakkan tubuh putri Langyun ke tanah.


Mengetahui jika gorila emas raksasa adalah pengikut Thien Yu, maka seluruh anggota daratan langit segera pergi menghampiri putri Langyun.


"Trimakasih karena anda telah membawa putri Langyun kembali ketempat ini," ucap tetua Sanghao dengan menggenggam tinju memberi hormat.


"Kalian secepatnya pergi dari tempat ini, karena bahaya akan segera datang. Dan aku peringatkan padamu tetua, jangan sekali kali kalian menyadarkan putri Langyun, jika hal itu kalian lakukan maka jangan salahkan aku jika putri Langyun akan kembali pergi kedalam danau, yang nantinya akan membahayakan nyawanya," ucap raja gorila emas raksasa kemudian kembali masuk kedalam danau.


Di tempat nun jauh disana tepatnya di alam Nirwana, jendral Ling Feng yang tengah santai di kediamannya, di kejutkan dengan kehadiran sosok roh pangeran Xihou yang berdiri di hadapannya.


Roh pangeran Xihou menghasut jendral Ling Feng yang merupakan Jendral tertinggi langit, untuk membalaskan kematiannya yang telah di bunuh oleh seorang manusia yang sekarang ini berada di dalam danau suci.


"Apa yang telah terjadi denganmu, mengapa kau keluar dari danau suci dengan hanya berupa roh?" tanya jendral Ling Feng.


"Paman aku telah di bunuh oleh seorang anak manusia dengan sadis, dia bernama Thien Yu. Aku telah mengatakan jika jendral tertinggi langit adalah pamanku, tapi dia tak menghiraukannya dan tetap membunuhku, kata Thien Yu dia tak pernah takut dan gentar kepada siapapun walaupun dia merupakan jendral tertinggi langit," ucap roh Xihou memprovokasi jendral Ling feng.


Seketika amarah jendral Ling feng memuncak setelah mengetahui jika pangeran Xihou dapat di bunuh oleh seorang anak manusia, dan juga telah menganggap remeh kedudukannya yang seorang jendral tertinggi langiat.


Jendral Ling feng memanggil salah seorang perwira tingginya, kemudian sang jendral pergi mengajak perwira tersebut menuju ke danau suci tempat dimana keberadaan Thien Yu berada.


Di danau suci, Thien Yu dan gonggo pergi ketempat di mana sepasang ular surgawi terkurung oleh tongkat emas yang di miliki oleh raja gorila emas raksasa.

__ADS_1


Melihat kehadiran Gonggo di tempat itu, kedua ular surgawi itu langsung meminta belas kasih agar di bebaskan.


"Raja gorila emas lepaskan kami, aku pasti akan membalas semua kebaikanmu di masa depan," ucap Regan.


"Sudah kukatakan jika hidup dan mati kalian berdua berada di tangan tuan mudaku yang bernama Thien Yu, dan aku tak mempunyai wewenang pada diri kalian berdua," jawab Gonggo.


"Apa tak salah dia menjadikan manusia yang merupakan ras terendah dari semua alam sebagai tuannya, ini merupakan hal bodoh yang pernah ku dengar," batin Regan.


Walau pun berat hati, Regan pada akhirnya meminta Thien Yu untuk membebaskannya, dan dia berjanji akan membalas kebaikan Thien Yu di masa depan.


"Aku hanya meminta kalian berdua untuk jadi pengikutku seperti hal nya raja gorila emas, dengan melakukan kontrak darah dengan ku," ucap Thien Yu.


"Apakah jika kami berdua melakukan kontrak darah denganmu maka kau tak akan membunuh kami?" tanya Cici.


"Aku tak akan membunuhmu, malah aku akan memberikan tempat perlindungan yang penuh dengan energi murni yang di perlukan bagi binatang surgawi seperti kalian, dan juga aku akan memberikan kekuatan tak terbatas dari darah yang ada padaku, sehingga kalian berdua dapat meningkatkan kekuatan kalian lebih kuat lagi," jawab Thien Yu.


Thien Yu menatap kearah gonggo untuk mengisyaratkan agar gonggo membuka kurungan tongkat emasnya. Dengan sigap raja gorila emas raksasa langsung menarik kembali tongkat emasnya yang mengurung sepasang binatang surgawi tersebut.


"Kalian bersiaplah, aku akan memberikan kontrak darah kepada kalian berdua," ucap Thien Yu.


Setelah berkata seperti itu, Thien Yu segera mengibaskan tangannya maka percikan darah emas dari luka yang di buat Thien Yu sebelumnya, langsung meluncur deras ke kepala sepasang bintang ular surgawi yang kini berada di hadapan Thien Yu.


Seketika itu darah emas yang berada di atas kepala sepasang ular surgawi, langsung merasuk kedalam tubuh sang ular surgawi sehingga mereka dapat merasakan kekuatan baru yang sangat besar di dalam tubuh mereka berdua.


Tak hanya itu sepasang ular surgawi juga merasakan tubuhnya yang terluka dari pertarungannya dengan raja gorila emas raksasa, kini telah sembuh total sehingga kedua ular surgawi tersebut langsung memberi hormat pada Thien Yu.


"Terimakasih atas semua kebaikan dan kekuatan baru yang tuan muda berikan kepada kami berdua," ucap Regan.

__ADS_1


"Kalian jangan sungkan begitu, karena mulai hari ini kalian berdua merupakan pengikut ku," jawab Thien Yu.


"Dan satu hal lagi, karena kalian baru mengikuti tuan muda, dan aku yang terlebih dahulu mengikutinya, maka kedepannya kalian berdua harus memanggilku kakak," timpal gonggo.


"Baik, kami berdua akan mengikuti perkataanmu," jawab Regan.


Setelah melakukan kontrak darah dengan Thien Yu, sepasang ular itu pun masuk kedalam alam batin Thien Yu.


Tak lama setelah kepergian sepasang ular surgawi, Thien Yu merasakan jika ada 1 kekuatan besar yang kini tengah menuju ketempatnya berada.


"Bersiaplah, kita akan segera kedatangan tamu yang sangat kuat di tempat ini," ucap Thien Yu kepada gonggo.


"Baik tuan muda," jawab gonggo.


Akhirnya Jenderal perang langit tiba di tempat itu bersama dengan salah satu perwira tingginya.


Melihat kehadiran jenderal Ling Feng, Thien Yu segera memberi hormat kepadanya karena di dalam fikiran Thien Yu jendral Ling Feng merupakan jendral tertinggi langit yang juga merupakan seorang Dewa.


"Siapa di antara kalian yang telah membunuh pangeran Xihou?" tanya jendral Ling Feng tiba tiba.


"Aku yang telah membunuhnya,"Jawab Thien Yu dengan ketenangan yang di milikinya.


Melihat anak muda yang telah membunuh pangeran Xihou berdiri di hadapannya, jendral Ling Feng segera melakukan serangan kejut yang tanpa di duga duga oleh Thien Yu.


Serangan itu langsung membuat Thien Yu terhempas ke tanah, dengan sudut bibir yang mengeluarkan darah segar.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2