
Sore hari Thien Yu memilih untuk masuk kedalam kamarnya dan menguncinya dari dalam. Thien Yu berjalan ke arah pembaringan, kemudian duduk di sana.
Rasa kecewa dan kesal terlihat betul di wajah Thien Yu, dia tak menyangka jika kakaknya melakukan hal ini padanya.
Thien Yu mengingat kembali kejadian beberapa waktu yang lalu, dimana Feng Yu pernah mengatakan jika dia ingin Syin yang akan menjadi adik iparnya, tapi entah mengapa Feng Yu sendiri yang akhirnya mendapatkan Syin Yin.
"Mengapa aku terus menerus memikirkan mereka berdua, sementara selama ini aku tak pernah ada hubungan sepesial dengan syin Yin, hubungan ku selama ini dengannya hanya sebatas teman.
Biarkan kak Feng Yu yang bersamanya dan aku sebagai adik harus mendukung hubungan mereka berdua, ya..., aku harus mendukung hubungan mereka berdua karena hal itu yang semestinya kulakukan," gumam Thien Yu.
Thien Yu merebahkan tubuhnya diatas pembaringan dan menatap langit langit kamarnya. Tampak wajah putri Meyling menghiasi pelupuk matanya. "Entah sampai kapan kau akan terbaring tak berdaya ling'er, karena benda penunjang untuk menyembuhkan luka dalam yang kau derita belum juga kutemukan. Bersabarlah, setelah aku mendapatkan benda penunjang itu aku pasti akan segera menyembuhkanmu," gumam Thien Yu kembali.
Sementara itu di istana kerajaan tepatnya di dalam ruangan khusus, sudah berkumpul 6 pemimpin perwakilan akademi besar dari 6 kerajaan besar di dua benua, mereka sengaja di panggil oleh raja Zheng Bil Ang untuk membahas masalah binatang roh ribuan tahun yang berwujud singa es.
Trimakasih karena saudara semua telah menyempatkan hadir di tempat ini, saya sengaja mengundang saudara semua agar dapat membantuku membawa batu inti binatang roh dari singa es gunung salju pulang ke kerajaan cahaya nirwana, karena aku memerlukan batu inti binatang roh itu untuk menyembuhkan luka dalam putriku yang semakin hari semakin bertambah parah.
"Yang mulia, setahuku binatang roh singa es gunung salju telah mencapai ranah tertinggi di di lingkaran ranah tingkatan semua binatang roh yang berada di dunia ini, dan hanya gorila emas dari perbatasan kerajaan cahaya nirwana yang mampu mengimbangi kekuatannya," ucap tetua Yun Leng.
"Maksud anda saudara Yun Leng apakah binatang roh tersebut telah menembus ranah tingkat legenda surgawi?" tanya ketua Huangshan.
"Benar saudara Huangshan, setahuku singa es dari gunung salju telah menembus kekuatan di ranah tingkat legenda surgawi, dan tentunya akan sulit bagi kita untuk menaklukannya," jawab tetua Yun Leng.
"Saudara semua tak usah khwatir, saya ketua Akademi Kunlun akan ikut dalam mencari keberadaan singa es gunung salju, biar bagaimana pun Zheng Sora ri adalah cucuku dan aku wajib ikut dalam mendapatkan batu inti roh dari singa es tersebut," timpal raja cahaya nirwana terdahulu Zheng long.
Setelah mendengar jika ketua Zheng long akan ikut dalam rombongan para ketua akademi 6 kerajaan besar, maka para hadirin yang ada di dalam ruang pertemuan itu akhirnya menyetujui untuk pergi mencari singa es gunung salju.
__ADS_1
Karena mereka mengetahui jika ranah tingkatan yang di miliki ketua Zheng long telah mencapai ranah tingkat alam emperor puncak tertinggi, dengan dasar itu maka mereka semua yakin jika pencarian singa es gunung salju pasti akan memperoleh sebuah keberhasilan.
Setelah kesepakan itu, maka para ketua akademi dari 6 kerajaan besar mulai mempersiapkan perjalan yang akan di lakukan esok pagi.
Ketua Yun Leng yang mewakili Akademi Fermilion dari kerajaan buluh surgawi, tak membawa semua murid yang ada. Dia hanya membawa Thien Yu dalam perjalan itu karena mengingat jika perjalanan yang akan di tempuh begitu sangat berbahaya.
Pangeran Liushen pun tak keberatan jika dirinya tak ikut serta, karena dia masih sangat trauma dengan binatang roh yang mempunyai tingkat kekuatan di ranah legenda surgawi.
Dari akademi Jiang Nan, ketua Huangshan mengikut sertakan semua murid terpilihnya yang berjumlah 7 orang, yang telah berhasil lolos dari sesi pertandingan awal yang diadakan.
Semua itu karena ketua Huangshan menginginkan, jika para muridnya dapat menambah pengalaman dalam menghadapi binatang roh puncak tertinggi.
Dari kerajaan cahaya nirwana, Akademi Kunlun mengikut sertakan 3 murid terpilihnya termasuk Xiozi. Tetua Xiohuan yang merupakan kaisar es pemilik elemen es, juga ikut serta dalam rombongan itu mendampingi sahabatnya ketua Zheng long.
Akademi Loumubay dari kerajaan tanah surgawi tak mengikut sertakan satupun murid terpilihnya, tapi dia menyertakan 5 asasin kuat yang dimiliki kerajaan tanah surgawi untuk membantu rombongan yang ada.
Akademi Zalaka dari kerajaan Awan petir, hanya menempatkan ketua Akademinya yang bernama ketua Zukong dalam rombongan. Dia tak mengikut sertakan para murid terpilihnya sama sekali karena dia telah melakukan berbagai macam pertimbangan yang matang, sehingga murid terpilih tak ada yang di ikut sertakan dalam rombongan.
Semua murid dari 6 akademi besar yang tak di ikut sertakan, mereka semua tetap tinggal di kerajaan cahaya nirwana sambil menunggu para rombongan datang kembali ke kerajaan cahaya nirwana.
Rombongan yang tergabung ke dalam kerajaan cahaya Nirwana, terus melaju cepat dengan mengendarai kuda menuju ke gunung salju yang menjadi tujuan mereka semua. Dalam perjalan menuju ke gunung salju mereka semua akan menempuh perjalanan selama 5 hari lamanya.
Ketua Zheng long yang menjadi pemimpin rombongan menghentikan laju kudanya, dan mempersilahkan para rombongan untuk beristirahat di tempat itu karena mengingat hari sudah mulai sore.
Diapun memerintahkan kepada murid terpilih yang ada untuk mencari hewan buruan sebelum hari beranjak malam.
__ADS_1
Hewan buruan telah di tangkap dan tenda tenda pun telah di berdirikan, ketua Zheng long memasang segel perlindungan di area para rombongan, agar para binatang roh yang banyak terdapat di dalam hutan itu tak bisa menyerang mereka.
Para ketua yang ada berkumpul di dalam satu tenda untuk membicarakan strategi yang akan di gunakan dalam membunuh binatang roh yang berjuluk singa es gunung salju, dan menyisakan para murid terpilih yang ada untuk bergantian berjaga dan memanggang hewan buruannya.
Feng Yu dan Syin Yin, mereka berdua juga merencanakan untuk mencari celah dalam membunuh Shang mu. Percakapan merekapun di mulai.
"Kak Feng Yu aku sudah tak tahan untuk menghabisinya," ucap Syin Yin.
"Adik, kita tak perlu tergesa gesa dalam menghabisinya. Kita lebih baik mencari kesempatan yang tepat agar tak mengundang keributan, mengingat sekarang ini kita tengah berburu binatang roh kuat. Tenangkan hatimu dulu karena pasti ada kesempatan dalam membunuh manusia bejat itu," jawab Feng Yu.
Dari jauh Thien Yu yang melihat keakraban kakaknya dan Syin Yin memilih untuk menjauh dari tempat itu. Dan tak di sangka oleh Thien Yu disaat kesendiriannya itu dia bertemu dengan putri Yan Chi.
"Thien Yu!!, tak di sangka kita bertemu di sini," ucap sang putri.
Thien Yu memalingkan wajahnya kesamping, kearah sumber suara yang memanggil namanya. Dan tampak seorang wanita cantik tengah berjalan sambil memberikan senyuman manis kearahnya.
"Putri manja, tak kusangka setelah lama tak bertemu kau semakin cantik saja," jawab Thien Yu dengan senyum khasnya.
Wajah putri Yan Chi seketika berubah, matanya melotot kearah Thien Yu karena telah memanggilnya dengan panggilan putri manja.
"Dasar pemuda arogan, kau masih sama seperti dulu tak ada sikap dewasa dalam menghadapi seorang wanita, apa kau ingin ku hajar lagi sama seperti waktu aku menghajar mu di dalam goa?" tanya putri Yan Chi.
"Ha..ha..ha.., aku senang melihatmu marah seperti itu, kecantikan mu semakin jelas terlihat jika kau marah," Goda Thien Yu.
Tak lama kemudian perdebatan kecil pun terjadi diantara mereka berdua, kehadiran putri Yan Chi membuat Thien Yu sedikit demi sedikit dapat membuatnya kembali ceria dengan tingkah laku sang putri.
__ADS_1
Bersambung.