Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Kemunculan raja gorila emas


__ADS_3

Mereka berdua masih melanjutkan percakapannya sambil menatap langit cerah yang bertabur bintang di angkasa.


Adik aku merindukan saat saat kita bersama di desa batu, dan setelah kompetisi murid terpilih dua benua, aku ingin mengajakmu jalan jalan ke desa batu untuk melihat keadaan penduduk disana, karena hampir 3 tahun kita tak bersua," ucap Feng Yu.


"Aku akan ikut denganmu kakak, aku juga akan membalaskan dendam ku kepada walikota kota rumpun bambu yang telah merenggut nyawa ibu kita," jawab Thien Yu.


Sesaat kedua pemuda itu terdiam dan larut dalam pikiran mereka masing masing, tak berapa lama Thien Yu duduk dari tidurnya, diapun berkata. "Kakak sebenarnya aku dan putri Yan Chi tak punya ikatan apa apa, aku dan dia hanya sebagai teman. Waktu itu kami hanya berpura pura sebagai sepasang kekasih karena aku mengancam putri Yan Chi jika dia tak mengikuti permainanku maka di masa depan aku tak akan mengakuinya sebagai kakak ipar," ucap Thien Yu.


Feng Yu bangkit berdiri dan...


"Plak..!!"


Sebuah pukulan telapak tangan menghantam telak di kepala Thien Yu, yang membuat Thien Yu meringis kesakitan.


"Kau tak pernah berubah adik, kau selalu membuat ulah untuk mengerjai ku!!, sedari kecil aku tak pernah memukulmu dan selama hidup baru kali ini aku memukulmu karena kau sudah sangat keterlaluan," hardik Feng Yu berang sambil menunjuk kearah muka Thien Yu.


Thien Yu bangkit berdiri sambil memegang kepalanya yang masih terasa sakit. "Maaf kan aku Kaka," ucap Thien Yu mengakui kesalahannya.


Melihat Thien Yu meminta maaf padanya, Feng Yu dengan segera memeluk sang adik sambil berkata. "Aku juga minta maaf adik, aku terlalu keras padamu," bisik Feng Yu di telinga Thien Yu.


Tiba tiba saja Thien Yu mendorong keras Feng Yu hingga pelukan Feng Yu terlepas. "Kau jangan norak seperti itu kak, aku bukanlah putri Yan Chi yang seenaknya saja kau peluk," ucap Thien Yu.


"Kau..!!" ucap Thien Yu dengan menunjukkan jari telunjuk tangan kanannya ke arah Thien Yu.


Tak lama kemudian kejar kejaran diantara mereka pun terjadi, hingga keduanya lelah dan kembali tergeletak di rerumputan dan menatap langit.


"Ha..ha..ha.., akhirnya aku dapat merasakan lagi kenangan masa kecil kita," ucap Feng Yu dengan tawanya.


"Aku juga kak," ucap Thien Yu singkat.


Tak lama kemudian Feng Yu pun duduk dan diapun berkata. "Adik ada hal penting yang ingin ku katakan padamu," ucapnya dengan keseriusan di wajahnya.


Thien Yu mengernyitkan alisnya, dan diapun ikut bangkit dari tidurnya dan duduk di samping Thien Yu.


"Apa yang ingin kau katakan kak?" tanya Thien Yu.


"Aku ingin setelah kukatakan apa yang ingin ku sampaikan, kau berpikirlah secara dewasa dan jangan sampai hal ini akan membuat masalah besar, berjanjilah padaku," ucap Thien Yu.


"Aku berjanji kakak, katakanlah," jawab Thien Yu.

__ADS_1


"Ini mengenai Syin Yin," ucapnya.


"Syin Yin?" tanya Thien Yu.


"Benar, aku akan menceritakan semua yang terjadi sewaktu di dalam hutan," jawab Feng Yu.


Feng Yu lantas menceritakan semua yang terjadi di dalam hutan, bagai mana dirinya bisa bersama Syin Yin disana.


"Begitulah semua cerita yang sebenarnya," ucap Feng Yu.


Terlihat Thien Yu begitu marah dengan keadaan yang ada, aura kuat seketika itu keluar dari tubuhnya yang membuat Feng Yu menyadari jika apa yang dikatakannya pada sang adik adalah salah.


"Mengapa aku mengatakan hal ini pada Thien Yu, hal ini pasti akan membuat masalah baru baginya, tapi jika aku tetap diam dan tak mengatakannya hal ini kepadanya, pasti Thien Yu akan beranggapan jika aku telah menodai Syin Yin, sementara dia telah jujur padaku jika Yan Chi bukanlah kekasihnya," batin Feng Yu.


Tiba tiba Feng Yu bangkit berdiri kemudian dia berkata. "Kak Feng Yu, biar Shang mu aku yang urus!!" ucap Thien Yu sambil pergi dari tempat itu.


"Adik tunggu!!" teriak Feng Yu, tapi teriakannya tak di gubris oleh Thien Yu yang membuat Feng Yu segera pergi mencari Syin Yin.


Feng Yu mengajak Syin Yin pergi tapi untuk mencegah hal buruk terjadi, diapun juga mengajak putri Yan Chi agar ikut dengannya.


"Adik, Thien Yu telah mengetahui cerita sebenarnya, dan hal itu telah membuatnya marah," ucap Feng Yu.


"Kau benar adik, malam ini kita harus menemukannya," jawab Feng Yu.


Baru beberapa saat mereka berbicara, tiba tiba teriakan seekor gorila emas raksasa menggema di udara. Gorila emas itu langsung menghancurkan segel pelindung dari ketua Zheng long yang menutupi kawasan itu.


Mendengar suara keras yang memiliki kekuatan ranah tingkat legenda surgawi, Ketua Zheng long segera melesat cepat kearah raja gorila emas raksasa, yang tengah bersama pasukan gorila emas di belakangnya.


"Tunggu..!!. Raja gorila emas kami tak pernah ada masalah dengan mu, tapi mengapa kau menyerang kami ?" tanya ketua Zheng long.


"Aku menginginkan Zhang mu, jika kau tak memberikannya maka jangan salahkan jika rombonganmu akan ku bumi hanguskan," ucap raja gorila emas sambil memukul mukul dadanya.


"Mengapa kau menginginkan Shang mu?" tanya ketua Zheng long kembali.


"Aku tak ingin menjelaskannya, maka bersiap lah," ucap raja gorila emas sambil menyuruh pasukannya untuk menggempur rombongan ketua Zheng long.


"Jendral jatayu, ketua Huangshan, jaga Shang mu. Tetua Xiohuan dan ketua yang lainnya jaga para murid biar aku yang akan menghadapi raja gorila emas ini," ucap raja Zheng long sambil melesat kearah Raja gorila emas raksasa.


Di tempat lain, tetua Yun Leng yang melihat adanya raja gorila emas raksasa di tempat itu menjadi sangat heran, dia merasa ada yang ganjil dalam hal ini.

__ADS_1


"Bukannya raja gorila emas itu telah di kalahkan Thien Yu waktu itu, tapi mengapa dia masih berani menyerang ketempat ini jika dia tau Thien Yu berada di dalam rombongan?.


Jika raja gorila emas ingin membalaskan kekalahannya waktu itu seharusnya dia mencari Thien Yu, bukan mencari Shang mu yang hanya seorang murid terpilih dari kekaisaran Glory. Ini benar benar aneh dan membingungkan," batin tetua Yun Leng.


Tak lama kemudian, diapun ikut terlibat pertarungan dengan salah satu kawanan gorila emas yang lebih kuat ranah tingkatannya.


Di sisi lain, Thien Yu menatap Shang mu dari kejauhan, rasa bencinya pun menyeruak. Thien Yu menatap kearah kedua orang yang mempunyai kekuatan kuat yang tengah menjaga Shang mu.


Tak lama kemudian Thien Yu pun memejamkan matanya.


Jendral Thien Yu di kejutkan dengan suara yang sangat jelas di telinganya. "Paman Jatayu, aku Thien Yu. Aku ingin paman tak melindungi Shang mu karena malam ini aku akan melenyapkan nyawanya. Dan perlu paman ketahui jika raja gorila emas raksasa dan perajurit nya adalah pengikutku," ucap Thien Yu.


"Pangeran jika itu merupakan perintahmu, maka aku tak akan menghalang halanginya," jawab Jatayu dengan suara batinnya. Jatayu tak ingin bertanya apa apa, dia hanya heran mengapa Thien Yu yang semuda itu dapat menaklukan raja gorila emas yang sangat kuat, untuk menjadi pengikutnya. Tak lama berselang diapun melangkah kearah ketua Huangshan.


"Ketua Huangshan aku akan membantu ketua Zheng long," ucap jendralJatayu.


Tak menunggu perkataan ketua Huangshan, jendral Jatayu segera melesat pergi meninggalkan Shang mu dan ketua Huangshan di tempat itu. Apa yang di lakukan jendral jatayu membuat ketua Huangshan menjadi sangat heran.


Kepergian jendral jatayu membuat Thien Yu tersenyum. "Lu ying hadirlah" ucap Thien Yu.


Tak lama kemudian Lu ying pun muncul di hadapan Thien Yu dengan menggenggam tinju memberi hormat.


"Lu ying menerima perintah tuan muda," ucapnya.


"Lu ying aku ingin kau mengalihkan perhatian ketua Huangshan, jauhkan dia dari keberadaan Shang mu karena karena aku ingin membuat perhitungan dengannya," ucap Thien Yu.


"Baik tuan muda," jawab Lu ying singkat.


Tak lama kemudian Lu ying menghilang dan menyisakan asap pekat di tempat itu.


Di tempat lain, tampak ketua Huangshan begitu sangat terkejut melihat sosok bayangan hitam yang secara tiba tiba muncul dan menyerangnya dengan sangat cepat.


Karena kecepatan serang yang di lakukan Lu ying membuat ketua Huangshan perlahan lahan terdesak kebelakang dan menjauhi Shang mu.


Melihat hal itu Shang mu menjadi bingung harus melakukan apa, karena kedua orang kuat yang melindunginya telah pergi meninggalkannya. Rasa takut serta merta melanda dirinya.


Dan di saat ketakutan itu datang melanda, tiba tiba saja Thien Yu sudah berada di hadapannya.


"Thien Yu!!" pekik Shang mu dengan keterkejutan yang sangat luar biasa.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2