
Setibanya di barak peristirahatan, Thien Yu langsung menuju ketempat tetua Yun leng berada. "Mengapa kau menemuiku malam malam begini Thien Yu?" tanya tetua Yun Leng.
Thien Yu lantas bercerita tentang pertemuannya dengan raja Zheng Bil Ang dan raja terdahulu Zheng long di istana. Begitupun dengan perkataan raja Zheng Bil Ang yang ingin seluruh murid terpilih dari kerajaan buluh surgawi dapat tinggal di istana kerajaan, agar semua murid terpilih mendapatkan tempat tinggal terbaik dan juga pelayanan terbaik di dalam istana kerajaan.
Setelah mendengar perkataan Thien Yu, maka tetua Yun leng segera memanggil seluruh murid terpilih agar berkumpul di depan tenda kediamannya.
Setelah murid terpilih berkumpul, maka tetua Yun Leng mengutarakan maksud dan tujuannya untuk memanggil mereka semua.
"Malam ini kita akan berkemas kemas, karena mulai malam ini kita akan tinggal di dalam istana kerajaan," ucap tetua Yun Leng.
Sorak sorai para murid terpilih mewarnai tempat itu, mereka sangat senang sekali karena dapat tinggal di istana kerajaan cahaya nirwana.
Mendengar perkataan tetua Yun Leng, pangeran Liushen tampil kedepan dan berkata.
"Pencapaian yang kita dapat hari ini tak lepas dari keberadaanku sebagai seorang pangeran diantara kalian, dan kalian semua harusnya berterimakasih padaku, karena keberadaanku kalian semua dapat tinggal di istana bukan barak kumuh seperti ini," ucap pangeran Liushen membanggakan dirinya.
Tetua Yun Leng yang merasa kesal dengan kesombongan pangeran Liushen, diapun berkata "Pangeran Liushen apa yang kita dapatkan sekarang ini semua berkat Thien Yu, dialah orang yang telah membuat kita semua bisa tinggal di istana," ucap tetua Yun Leng.
"Tetua Yun Leng bisa apa dia!!, bukankah raja Zheng Bil Ang begitu tak suka padanya? mengapa kau menganggap jika Thien Yu dapat membawa kita semua untuk tinggal di istana kerajaan?" tanya pangeran Liushen.
__ADS_1
"Pangeran apa kau buta dan sengaja tak mengetahui berita yang berkembang, jika sebenarnya Thien Yu merupakan putra Yan?, ayahnya itu merupakan suami dari Putri Bilqis, kakak kandung dari raja Zheng Bil Ang dan jika kau masih belum jelas maka aku akan menjelaskannya.
Putri Bilqis merupakan Putri kandung dari raja terdahulu Zheng long, maka dengan sendirinya Thien Yu merupakan bagian dari keluarga Kerajaan karena orang nomor satu di kerajaan cahaya Nirwana telah mengakuinya," jawab tetua Yun Leng.
Sesaat tak ada kata-kata yang keluar dari mulut pangeran Liushen, mulutnya seperti terkunci sehingga tak bisa berkata apa-apa. Rasa malu kini menghinggapinya, hingga membuat pangeran Liushen memilih untuk pergi meninggalkan tempat itu.
Selepas kepergian pangeran Liushen, para murid terpilih dari kerajaan bulu Surgawi berangkat menuju ke istana kerajaan, mereka semua disambut oleh para pelayan yang sedari tadi telah menunggu mereka semua. Akhirnya malam itu juga semua murid terpilih dari wilayah kerajaan bulu surgawi dapat tinggal di dalam istana kerajaan, semua itu karena keberadaan kan Thien Yu di antara mereka semua.
Pagi hari suasana sangat cerah, begitupun dengan area di sekitar arena pertarungan juga telah di isi penuh dengan para penonton yang ingin menyaksikan pertarungan murid terpilih antara dua benua. Selain para penghuni istana kerajaan, para penduduk di wilayah kerajaan cahaya Nirwana juga boleh menyaksikan pertandingan tersebut.
Dari hasil nama yang diundi dan terpampang di papan pengumuman, Syin Yin dari kekaisaran glory akan menghadapi seorang wanita yang merupakan murid terpilih dari kerajaan cahaya Nirwana, dia adalah putri sulung dari raja Zeng Bil Ang yang bernama Zheng Sora ri.
Thien Yu yang tengah duduk bersama Feng Yu, dikagetkan dengan suara tawa kakaknya pecah.
"Ha..ha..ha.., kau memang hebat adikku, perkataanmu kemarin dapat membuat wanita yang tak pernah melepaskan cadarnya sama sekali, atau dengan kata lain wanita yang tak pernah memperlihatkan wajahnya untuk di lihat oleh semua orang, malah sekarang ini dia sendiri yang mempertontonkan wajahnya kepada semua orang, dan aku salut akan pesonamu padanya hingga dia melakukan kan hal itu.
"Kakak kau bicara apa, aku tak mengerti perkataanmu," ucap Thien Yu.
"Adik, aku ingin di masa depan Syin Yin lah yang akan menjadi adik iparku, dan aku ingin kau memenuhi permintaan kakakmu ini.
__ADS_1
Walaupun sedikit tertutup, tapi aku tahu dia merupakan wanita yang sangat baik, yang sangat pantas untuk menjadi pendamping hidupmu, dan jika kau bersamanya maka aku akan merestui hubungan kalian itu," ucap Thien Yu.
"Kakak, bagaimana jika keinginanmu itu tak dapat ku penuhi, karena aku telah memiliki wanita lain yang lebih baik dari Syin Yin?" tanya Thien Yu.
"Adik, Syin sangat mencintaimu dan aku tahu itu. Dia rela menolak cinta dari putra mahkota kekaisaran Glory demi untuk menunggu pemuda yang sangat dirindukannya yaitu kamu.
Ibu kita tak pernah mengajarkan untuk menyakiti hati wanita, karena wanita merupakan makhluk indah yang jika di sakiti akan sulit untuk dapat disembuhkan. Jadi aku ingin kau berhati-hati dalam melangkah jangan sampai kau terjerumus dengan hal-hal yang dapat membuat orang terdekatmu menjauh dari sisimu.
"Adik, ibu pernah berpesan padaku, jika kau menyakiti seorang wanita maka sama halnya kau menyakiti ibu yang juga seorang wanita," ucap Feng Yu.
Thien Yu terdiam, di dalam pelupuk matanya kini terdapat wajah putri Meyling yang telah sah menjadi kekasihnya. Dia tak mau melakukan penghianatan padanya, namun di dalam lubuk hatinya yang terdalam juga ada nama Syin Yin, wanita pertama yang di kenalnya setelah keluar dari Desa batu tempat tinggal masa kecilnya.
"Apa yang harus aku lakukan, mengapa aku begitu serakah ingin mendapatkan mereka berdua, oh Dewa mengapa ini bisa terjadi padaku, mengapa Syin Yin kembali hadir setelah hampir 3 tahun kami berpisah," batin Thien Yu.
Feng Yu yang melihat Thien Yu diam, diapun melanjutkan perkataannya.
"Aku ingin kau berpikir secara bijak adik, terlihat jelas jika Syin Yin benar benar mencintaimu. Aku tak tak tau dari mana dan siapa wanita yang kau cintai itu, tapi aku sebagai kakakmu lebih mendukung jika kau bersama Syin Yin, tapi jika kau menginginkan keduanya itu pun tak masalah, asalkan kau dapat berlaku adil dan memenuhi semua kebutuhan mereka berdua secara bijaksana, karena seorang lelaki sejati seperti mu tak masalah jika mempunyai istri lebih dari satu," ucap Feng Yu.
"Kakak dalam hal ini aku tak bisa berkata banyak, biarkan waktu yang akan menentukan semuanya, apakah di masa depan aku dan Syin Yin dapat bersama sebagai sepasang pasangan," jawab Thien yu.
__ADS_1
Bersambung.