
Setelah penasehat istana mengumumkan jika Zhurui yang memenangkan pertarungan yang terjadi, maka dengan sendirinya ras elf dari pesisir pantai akan melaju untuk menghadapi sang juara bertahan, yaitu ras elf mata biru dari kekaisaran kota.
Sore itu ketua Desa mendatangi kelompok pesisir pantai, dan mengatakan jika Kaisar Annzhor ingin mengundang mereka semua untuk datang ke perjamuan makan yang akan diadakannya nanti malam.
"Aku tak bisa hadir dalam perjamuan makan itu, karena aku ingin melihat keadaan An Yue setelah pertarungan yang terjadi, biar bagaimanapun aku harus bertanggung jawab dengan dantiannya yang terluka," ucap Nien Chu.
"Tak masalah, Kau boleh melihat keadaannya asalkan para alkemis dari balai pengobatan istana memperbolehkan kau menjenguknya," ucap ketua desa.
"Terimakasih ketua," jawab Nien Chu singkat.
Malam itu juga ketua desa dan 4 orang kelompok dari pesisir pantai menuju ke perjamuan makan yang diadakan Kaisar Annzhor, sengaja kaisar Annzhor mengundang mereka semua untuk merayakan kemenangan para elf pesisir pantai karena telah memenangkan pertarungan melawan elf dari lembah salju, dan juga agar terjalin hubungan baik antara elf bola mata biru dan elf bola mata kuning yang beberapa tahun belakangan ini saling bergesekan.
Di dalam ruang makan itu tampak sang Kaisar beserta permaisurinya, dan juga anggota dari istana yang akan mengikuti turnamen di babak final, telah berada di sana.
Putri Annchi datang terlambat dalam perjamuan makan malam itu, akan tetapi ada yang beda dari penampilan Sang Putri, karena dia datang memakai pakaian mewah dengan keanggunan alami paras yang di milikinya.
Wucian sama sekali tak berkedip menatap wajah tunangannya itu, dia begitu sangat bangga dapat menjadi tunangan wanita tercantik di dataran langit.
Sementara itu permaisuri Ning yue sangat heran melihat putrinya datang di acara perjamuan makan malam itu, dengan berdandan sangat cantik dan memakai busana terbaik yang dimilikinya.
"Apa yang sebenarnya terjadi dengan putriku, jika melihat penampilannya saat ini dia seperti akan menunjukkan kepada seseorang, jika dia merupakan wanita tercantik di dataran langit."
"Aku merasa ada yang janggal dalam hal ini, kurasa pemuda yang bernama Nien Chu telah memberi warna di hatinya sehingga membuat putriku menjadi seperti ini, jika memang terjadi hal seperti itu maka aku harus membantu putriku, karena bagi ku Wucian terlalu mengekang sehingga tak cocok untuk menjadi pendamping putriku di masa depan," batin sang permaisuri.
__ADS_1
Putri Annchi duduk di samping sang ibu, dan segera mengedarkan pandangannya sekeliling ruangan.
"Mengapa Nien Chu tak ikut dalam perjamuan makan ini?" batin Sang Putri bertanya-tanya.
Kegelisahan putri Annchi dapat di rasakan dengan jelas oleh permaisuri Ning yue, sehingga dia pun lantas berkata.
"Ketua Tang yi, Aku tak melihat keberadaan murid mu Nien Chu di acara perjamuan makan ini?, apakah dia sakit atau memang sengaja tak ingin mengikuti perjamuan makan malam ini?" tanya sang permaisuri.
"Yang Mulia permaisuri, Nien Chu berhalangan hadir dalam perjamuan makan malam ini, karena dia tengah menjenguk An Yue yang merupakan lawan tarungnya sewaktu di dalam turnamen, Karena rasa bersalah dan rasa kepedulian yang tinggi membuatnya lebih memilih untuk melihat keadaan An Yue di balai pengobatan istana," jawab ketua desa.
Permaisuri semakin melihat kegelisahan dan ke resahan di wajah putrinya setelah mendengar jawaban dari ketua Tang yi, sehingga dia yakin jika putrinya telah menaruh hati kepada pemuda dari pesisir pantai itu.
"Mengapa aku segelisah ini, dan tak merelakan jika Nien Chu pergi menjenguk An Yue, apa yang sebenarnya telah terjadi padaku?" batin Putri Annchi.
Tiba tiba saja suara keras dari pangeran Annsher membuat suasana hening dalam perjamuan itu berkejolak.
"Ayah ijinkan aku untuk membawanya ke tempat ini, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya!!." ucap pangeran Annsher.
"Yang mulia pangeran tak usah turun tangan langsung membawanya ke hadapan kaisar, biar aku yang akan membawanya ketempat ini untuk mendengar langsung penjelasan mengenai penolakannya untuk hadir di dalam perjamuan makan malam ini dengan mulutnya sendiri," timpal Wucian kemudian berdiri dari tempat duduknya.
"Tunggu Wucian, biar Putri Annchi yang akan membawanya ke hadapan yang mulia Kaisar, karena jika kau yang ke sana untuk membawanya ke tempat ini, di takutkan akan terjadi bentrok fisik yang tak diinginkan oleh yang mulia kaisar," ucap permaisuri.
"Pergilah putriku, ayah akan mendengar langsung mengapa Nien Chu menolak undangan yang kuberikan," ucap kaisar Annzhor.
__ADS_1
"Baik yang mulia, aku akan membawanya untuk bertemu yang mulia Kaisar," jawab putri Annchi kemudian pergi dari tempat itu.
Sementara itu Nien Chu yang telah bertemu dengan Ketua balai pengobatan istana, yang merupakan Alkemis terhebat di dataran langit, mengutarakan maksudnya untuk menjenguk An Yue.
"Ketua, jika di perkenankan Aku ingin menjenguk An Yue," ucap Nien Chu pada ketua balai pengobatan istana.
Ketua Alkemis yang bernama Ji An, langsung mengenali pemuda yang ada di hadapannya itu, pemuda yang telah memberikan pertolongan kepada An Yue dengan sebuah pil obat yang sangat langka, sehingga dapat memperbaiki dantian yang dimiliki An Yue secara instant.
"Aku sangat penasaran dengan pil pemberian dari pemuda ini ke An Yue, dan Ini merupakan kesempatan bagiku untuk mendapatkan pil itu agar aku dapat menelitinya, batin ketua Ji An.
Ketua Ji An tersenyum sesaat kepada Nien Chu, tak lama kemudian dia pun berkata.
"Aku akan mengizinkanmu untuk menjenguknya, asalkan kau memberikan pil yang sama yang telah kau berikan kepada An Yue," ucap ketua Ji An.
Nien Chu mengeluarkan sebuah pil berwarna merah dari dalam cincin ruangnya, kemudian berkata.
"Aku akan memberikan pil ini kepada Anda dengan syarat, jika kapanpun aku menginginkan untuk menjenguk seseorang di dalam balai pengobatan istana, maka anda harus memperbolehkannya," jawab Nien Chu.
"Jika hanya itu yang kau inginkan maka aku akan memenuhinya. Ini adalah lencana emas dari ku, dengan lencana emas ini kau bebas keluar masuk balai pengobatan istana tanpa ada yang berani menyulitkan mu," ucap ketua Ji An.
Pada akhirnya pertukaran pun terjadi, ketua Ji An yang merupakan seorang alkemis hebat, sangat senang menerima pil obat langka dari Nien Chu dan Nien Chu sangat senang mendapatkan lencana emas dari ketua Ji An, sehingga dia tak perlu meminta izin lagi jika ingin masuk ke balai pengobatan istana kapanpun dia mau.
Ketukan pintu terdengar oleh An Yue, dan An Yue pun berkata "Masuk lah..."
__ADS_1
Pintu terbuka dan tampaklah pemuda tampan berada di balik pintu, pemuda yang sangat dikenal oleh An Yue karena pemuda itulah dia sekarang ini berada di balai pengobatan istana.
Bersambung.