
Raja iblis azuma telah mengeluarkan setengah dari kekuatan yang dimilikinya, akan tetapi sang raja iblis Azuma belum juga dapat mengalahkan Dayu haitang, malahan lawan tarungnya berhasil mengimbangi kekuatan yang di milikinya hingga raja iblis Azuma kali ini tak memandang remeh lawan tarungnya.
Prajurit raksasa menebaskan pedangnya ke arah raja iblis Azuma, hingga menimbulkan gelombang kejut yang sangat kuat.
Walaupun raja iblis asuma mampu menghindarinya, akan tetapi dorongan gelombang kejut yang terjadi mampu menyeret tubuh Dayu haitang beberapa meter ke belakang.
Raja iblis Azuma memejamkan matanya, tak lama kemudian perubahan alam pun terjadi, tempat itu kini berada di dimensi lain yaitu dimensi Dewa iblis kuno.
Dayu haitang sangat terkejut dengan kekuatan lawan tarungnya yang mampu memindahkan dimensi alam dunia, ke dimensi yang menjadi tujuannya.
Walaupun demikian, Dayu haitang sama sekali tak gentar dengan perubahan yang terjadi, dia kembali menyerang raja iblis Azuma yang ada di hadapannya.
Serang pedang prajurit raksasa begitu sangat cepat akan tetapi di dalam dimensi alam yang dimiliki raja iblis Azuma, serangan itu tak berarti apa-apa dan dapat di prediksi datangnya oleh raja iblis Azuma.
Pedang yang tertuju ke arah raja iblis Azuma selalu mengenai ruang yang kosong, karena raja iblis asuma selalu menghilang saat pedang prajurit raksasa sejengkal lagi mengenai tubuhnya.
Hal itu terus terjadi hingga beberapa saat lamanya, dan Dayu haitang akhirnya menyadari jika apa yang dilakukan lawan tarungnya merupakan unsur kesengajaan.
Raja Azuma sengaja untuk menguras energinya dengan selalu menghindar, agar disaat energinya terkuras maka saat itu raja iblis Azuma akan memberikan serangan balik yang tentunya akan membahayakan bagi Dayu haitang.
"Aku tak boleh terpancing dengan apa yang dilakukannya, aku harus tetap mengkondisikan energi yang ada di tubuhku, agar aku tetap bisa bertarung dengannya," batin Dayu haitang.
Dayu haitang kini memecah tubuh prajurit raksasanya menjadi 10 prajurit yang sebesar dirinya. kesepuluh prajurit yang terbentuk dari kekuatan dewa api kuno miliknya, seketika itu mengelilingi tubuh Dayu haitang untuk melindunginya dari serangan mendadak Raja iblis Azuma yang saat ini tak diketahui keberadaannya.
Tiba tiba saja dari tanah yang dipijaknya keluar belenggu dari rantai-rantai yang kini membungkus tubuh ke-10 prajurit dewa api kuno milik Dayu haitang, sementara itu Dayu haitang yang merasakan adanya pergerakan dari bawah tanah segera meloncat ke udara, dan menghantamkan tinjunya ke arah rantai-rantai berujung runcing yang melesat ke arahnya.
Rantai yang menyerang Dayu haitang tak hancur malahan bertambah banyak, yang membuat Dayu haitang kembali mengeluarkan kekuatan dewa api kuno yang digabungkan dengan kekuatan api inti neraka, ke arah rantai-rantai yang menyerangnya.
Alhasil ledakan besar terjadi yang membuat rantai-rantai yang menyerang Dayu haitang hancur terhantam kekuatan besar yang dilepaskan Dayu haitang.
__ADS_1
Dayu haitang dapat terbebas dari belenggu rantai yang mengejarnya, akan tetapi ke 10 prajurit dewa api kuno yang dimilikinya, mereka semua tak mampu untuk menahan kekuatan belenggu rantai di tubuh mereka masing-masing, hingga tubuh mereka hancur terserap oleh belenggu rantai yang ada di tubuh mereka.
Raja iblis Azuma kembali muncul di hadapan Dayu haitang, dan kembali menyerangnya dengan cepat.
Pergerakan cepat yang dilakukan raja iblis Azuma di dalam dimensi alamnya, benar-benar membuat Dayu haitang kewalahan, hingga satu buah tendangan telak mengenai tubuh Dayu haitang yang membuatnya terhempas sekeras ke bawah.
Sesaat dayu haitang bergulingan di tanah, dan tak lama kemudian dia pun bangkit kembali dan kali ini Dayu haitang mengeluarkan seluruh kekuatan besar yang dimiliki nya dan di pusatkan di tangan kanannya.
"Jika aku hari ini harus mati maka aku akan membawamu ikut serta bersamaku," ucap Dayu haitang yang seketika itu mengeluarkan seluruh kemampuan yang dimilikinya, hingga aura yang keluar dari dalam tubuhnya begitu sangat besar dan luar biasa.
Tak tanggung tanggung Dayu haitang segera mengunci keberadaan raja iblis Azuma di dalam sebuah segel yang berbentuk kubus, yang di dalam segel itu terdapat mereka berdua di dalamnya.
Raja iblis Azuma kali ini menyadari jika pertarungan hidup dan mati antara mereka berdua sudah tak dapat terhindarkan lagi, maka dia pun mengeluarkan seluruh kekuatan yang dimiliki, yaitu kekuatan raja iblis dewa kematian yang kini berpusat di telapak tangan kanannya.
Aura hitam pekat terpancar dari tangan kanan raja iblis Azuma, begitupun dengan telapak tangan kanan yang dimiliki Dayu haitang yang seketika itu memancarkan kobaran api biru.
Sebelum Kedua telapak tangan mereka saling beradu, tiba-tiba saja cahaya merah merekah kini berada di tengah-tengah mereka berdua.
Cahaya itu tiba-tiba berwujud sosok tinggi besar dan menyeramkan, dengan otot serta sebuah tanduk yang berbentuk mahkota di atas kepalanya.
Sosok itu mengeluarkan aura yang sangat kuat dari dalam tubuhnya, hingga membuat kedua petarung sama-sama terpental jauh ke belakang, dan menghantam dinding perisai yang dibuat oleh Dayu haitang sebelumnya.
Perisai pelindung yang terbuat itu hancur seketika, karena tak tahan menahan aura kuat yang di keluar dari dalam tubuh sosok menyeramkan yang tiba-tiba saja muncul.
Baik Dayu haitang maupun Raja Iblis asuma sama sama memuntahkan darah segar dari mulutnya, yang menandakan jika mereka berdua tengah terluka parah.
Raja iblis Azuma yang mengetahui siapa sosok yang datang tiba tiba itu, segera berusaha berdiri walaupun dengan lutut yang bergetar hebat menahan beban tubuhnya.
"Hormatku kepada Dewa iblis kuno," ucap raja iblis Azuma dengan menggenggam tinju memberi hormat.
__ADS_1
Dayu haitang yang tak habis pikir dengan kemunculan sosok menyeramkan saat pertarungannya dengan Raja iblis Azuma terjadi, menjadi lebih terkejut lagi saat mengetahui jika hanya aura yang keluar dari tubuh sosok menyeramkan itu, bisa membuatnya terpental dan terluka dalam seperti apa yang di alaminya saat ini.
"Aku pernah mendengar jika Dewa iblis kuno merupakan kekuatan maha jahat, yang mampu menggoyahkan alam semesta dan menjadi musuh bebuyutan Kaisar langit pertama yang menguasai kekuatan semesta.
Jika memang dia aku tak mungkin bisa mengalahkannya, dan bisa saja nyawaku pun terancam jika dia menginginkan kematianku," batin Dayu haitang.
Tiba tiba saja Dayu haitang merasakan tubuhnya tertindih beban yang sangat berat hingga membuatnya merasa kesakitan dan sukar untuk bergerak, saat sosok yang berjuluk Dewa iblis kuno itu menatap tajam kerahnya.
Dayu haitang benar-benar terpuruk dan tak bisa melakukan apa-apa, tiba-tiba saja energi di dalam tubuhnya pun terisap dengan cepat, sehingga dia saat ini tak mempunyai kekuatan apa-apa lagi di tubuhnya.
"Ampuni aku yang mulia Dewa iblis kuno, aku tak mengetahui keberadaan anda dan jika aku mengetahui keberadaan Anda di sini maka aku takkan lancang untuk melakukan pertarungan dengan pengikut mu yang mulia.
Jika Kau memberikan aku kesempatan untuk hidup maka aku akan menjadi pengikut Anda yang setia, jadi ku mohon ampuni aku!!" teriak Dayu haitang sambil menahan sakit di tubuhnya.
Disaat tak ada lagi harapan hidup bagi Dayu haitang, tiba-tiba saja kekuatan yang menindasnya menghilang, dan kekuatan yang terserap habis kini kembali lagi kepadanya.
Dayu haitang merasakan luka dalam yang dideritanya serta merta menghilang, berganti dengan kekuatan yang 2 kali lebih kuat dari kekutan yang di miliki Dayu haitang sebelumnya.
Dayu haitang segera bangkit berdiri dan memberi hormat kepada sosok menyeramkan yang ada di hadapannya.
"Terimakasih karena yang mulia telah memberikan kehidupan bagi hamba, dan kedepannya hamba akan menjadi pengikut Anda yang setia, yang akan menjadi ujung tombak dalam semua peperangan yang akan Anda lakukan," ucap Dayu haitang.
"Aku tak ingin ucapan omong kosong, Aku ingin pembuktian darimu. Saat ini aku telah memberikan kau kekuatan dua kali dari kekuatanmu sebelumnya, dan di tubuhmu pun telah ku pasang kekuatan penghancur dewa iblis kuno, yang jika kau melakukan penghianatan maka dengan mudah aku dapat menghancurkanmu walaupun kau bersembunyi di lubang semut sekalipun.
Aku ingin kalian berdua menjadikan kekaisaran Glory besar dan tak terkalahkan di seluruh alam ini. Aku ingin kalian berdua yang memegang kendali kekaisaran Glory, dan bila aku telah menguasai kekuatan dewa iblis kuno semesta dan bangkit dari kekalahan yang pernah aku alami saat melawan kaisar langit cahaya suci, maka di saat itu aku akan menaklukkan seluruh alam termasuk Alam Nirwana," ucap Dewa Iblis kuno.
Tak lama kemudian sosok menyeramkan itu pun hilang dari pandangan mata dayu haitang dan raja iblis Azuma.
Bersambung.
__ADS_1