
Setelah Ratu Yan Ling dan Thien Yu naik ke atas punggung Zaiya, maka burung merak langit pancawarna segera mengepakkan sayapnya dan mulai mengudara.
Zaiya kemudian menembus dimensi dan dalam waktu sekejap rombongan kecil itu telah sampai di Nirwana, tepatnya di depan gerbang istana langit langit.
Seluruh prajurit yang ada di tempat itu segera memberi hormat setelah mengetahui jika Kaisar langit telah berada di depan istana.
Ratu Yan Ling yang baru pertama kali berada di Nirwana begitu takjub akan keindahan bangunan istana langit.
Ratu Yan Ling yang selama ini merasa jika istana pheonix merupakan istana termegah dan terindah di matanya, seketika itu berubah setelah melihat pesona istana langit yang berdiri megah dengan segala keanggunannya.
Ke lima putri begitu sangat terkejut melihat ratu Yan Ling berada di nirwana, mereka tak menyangka jika Thien Yu pada akhirnya membawa sang ratu ke istana langit.
Kelima putri berlari menghampiri sang ratu, mereka semua sangat senang melihat kehadiran sang ratu di istana langit.
"Ibu ratu kami sangat senang sekali melihat ibu ratu berada di Nirwana, kami sudah sangat rindu denganmu Ibu Ratu," ucap Syin Yin yang secara terang-terangan langsung memeluk sang Ratu yang diikuti ke-4 putri lainnya.
Sementara itu Dewi Yun Shi begitu bingung harus berbuat apa melihat ratu Yan ling yang baru pertama kali dilihatnya berada di istana langit, apalagi dia tau bahwa ratu Yan Ling merupakan ibu dari suaminya Thien Yu.
Rasa sungkan dan malu seketika itu berbaur menjadi satu di dalam pikiran Dewi Yun Shi saat itu.
Melihat Dewi Yun Shi hanya diam dan tak tau harus berbuat apa, membuat Thien Yu langsung meraih tangannya dan membawanya ke hadapan ratu Yan Ling.
"Ibu, wanita cantik ini adalah dewi Yun Shi yang merupakan putri kaisar langit terdahulu yang pernah aku ceritakan, dan saat ini dia telah sah menjadi istriku, dan tentunya Dewi Yun Shi juga telah menjadi menantu ibu ratu" ucap Thien Yu.
Ratu Yan Ling melihat tanpa berkedip kearah Dewi Yun Shi, dia begitu takjub akan kecantikan wanita muda yang ada di hadapannya itu. Walaupun ratu Yan Ling seorang wanita, tapi dia dapat menilai jika Dewi Yun Shi merupakan wanita tercantik yang pernah di lihat seumur hidupnya.
Ratu Yan Ling lalu mendekati Dewi Yun Shi, dan berkata.
"Trimakasih kau telah menjaga putra Thien Yu dengan baik, semoga di masa depan kehidupan keluarga kalian semua bisa abadi selamanya," ucap sang ratu.
__ADS_1
"Trimakasih ibu," jawab Dewi Yun Shi dengan perasaan yang sukar untuk di artikan.
Seketika suasana berubah saat para Dewi yang merupakan istri Yan Lan datang menghampiri ratu Yan ling.
Dewi Zhao Quin yang sebelumnya telah mengenal Ratu Yan Ling, datang menghampiri nya dan berkata.
"Kak Yan Ling, ketiga Dewi ini merupakan istri dari kak Yan Lan semasa hidup, dan kami berempat sekarang ini berada di Nirwana menjadi seorang dewi, dan kuharap kak Yan Ling mau tinggal di Nirwana biar kita berlima bisa berkumpul sebagai saudara," ucap Dewi Zhao Quin.
Ratu Yan Ling hanya tersenyum mendengar perkataan Dewi Zhao Quin, baginya permintaan Dewi Zhao Quin untuk membuatnya tinggal di Nirwana, sekarang ini masih dalam pertimbangannya.
Ketiga Dewi segera memperkenalkan diri dan mengakrabkan diri dengan ratu Yan Ling, hingga ke akraban pun terjalin di antara mereka semua.
Semua anak anak Yan Lan pun berada di tempat itu termasuk jendral tertinggi langit yang merupakan putra Dewi Limudza.
Semua saudara Thien Yu di nirwana segera melakukan penghormatan terhadap sang ratu, karena mereka tau jika wanita yang ada di hadapannya adalah ibu dari Thien Yu.
Melihat semua putra dan putri suaminya dari ke empat dewi, membuat ratu Yan Ling begitu sangat miris dengan dirinya sendiri yang tak memiliki keturunan dari Yan Lan suaminya, mengingat diantara semua istri-istri suaminya hanya dia yang tak mempunyai keturunan.
"Aku adalah putra ibu Yan Ling, dan selamanya akan menjadi putra nya. Aku telah memutuskan akan menjadikan ibu Yan Ling seorang Dewi di Nirwana dan hal itu pasti akan terwujud,, karena aku merupakan Kaisar langit yang dapat memutuskan semua hal di nirwana, dengan persetujuan dewa agung dan Dewa suci.
Sementara ini aku akan kembali bersama ibu Ratu ke istana pheonix, dan setelah peperangan besar usai maka hari itu akan menjadi hari pengangkatan Ibu Ratu menjadi seorang dewi di nirwana," ucap Thien Yu.
Mendengar perkataan putranya, ratu Yan Ling menjadi sangat terharu dan dia tak bisa berkata apa-apa untuk menolak permintaan putranya. Ratu Yan Ling begitu bangga terhadap putranya Thien yu, walaupun dia bukan lah anak kandungnya sendiri tapi Thien Yu telah menganggap dirinya sebagai ibu kandung yang sangat di hormati olehnya.
Para Dewi dan semua yang ada di tempat itu begitu sangat senang mendengar perkataan sang kaisar langit jika ratu Yan Ling akan tinggal di nirwana sebagai seorang Dewi, dan mereka semua sangat berharap jika perkataan dari kaisar langit akan terwujud di masa depan.
Setelah makan dan berbincang-bincang, pada akhirnya Thien Yu membawa kembali sang ratu pulang ke istana Pheonix.
Sesampainya di istana pheonix, Thien Yu meminta ijin kepada ratu Yan Ling, untuk melakukan meditasi dan tak ingin ada yang mengganggunya.
__ADS_1
Setelah mendapatkan ijin dari sang ratu, Thien Yu segera masuk kedalam ruangan khusus pribadinya, dan mulai melakukan rencana untuk menuju ke pagoda 9.
Thien Yu menggunakan kekuatan menembus dimensi hingga dalam sekejap dia bisa berada di perbatasan wilayah kekaisaran pheonix.
Seluruh prajurit serta perwira tinggi yang menjaga perbatasan, segera memberi hormat. Mereka semua sangat senang melihat pangeran Thien Yu berkunjung ke perbatasan.
Thien Yu mengumpulkan komandan prajurit dan perwira tinggi yang ada, sekedar untuk memberikan pil berkualitas tinggi kepada mereka semua karena telah menjaga perbatasan dengan baik.
"Trimakasih pangeran atas pil langka yang telah pangeran berikan kepada kami," ucap komandan prajurit.
"Aku yang harus berterimakasih kepada kalian semua, karena kerja keras kalian semua membuat wilayah perbatasan menjadi aman dan terkendali," jawab Thien Yu.
Komandan prajurit dan para perwira tinggi yang ada di tempat itu begitu kagum dengan pangerannya, walupun sang pangeran merupakan orang nomor 1 di wilayah kekaisaran pheonix, tapi sang pangeran masih merendah diri di hadapan mereka semua dan menganggap semua prajuritnya sebagai orang yang harus di hargai, sedari itu seluruh prajurit yang ada di perbatasan semakin hormat kepada pangerannya.
"Aku akan pergi ke pagoda 9 untuk menjemput putri Yan Chi, dan kuharap berita kepergianku ini tak sampai ke telinga ibuku ratu Yan Ling," ucap Thien Yu.
Mereka semua yang ada di tempat itu begitu sangat heran dan terkejut dengan perkataan Thien Yu, mereka semua seketika itu gelisah karena mengkhwatirkan pangerannya yang akan pergi ke pagoda.
"Pangeran kami harap pangeran memikirkan kembali untuk pergi ke pagoda 9, karena untuk sampai ke pagoda 9 pangeran harus melewati perbatasan serta ibu kota kekaisaran glory, yang tentunya kini telah di jaga dengan sangat ketat oleh para prajurit kekaisaan Glory, dan jika sampai pangeran tertangkap, maka hari itu adalah hari kehancuran kekaisaan pheonix yang kita cintai ini," ucap komandan prajurit.
"Kalian semua tak usah mengkhawatirkanku karena aku telah memikirkannya, dan mempunyai cara untuk dapat pergi ke pagoda 9 tanpa diketahui oleh para prajurit kekaisaan Glory," ucap Thien Yu.
"Komandan prajurit tak bisa berbuat apa apa lagi dengan keinginan pangerannya, dia hanya bisa berharap jika di dalam perjalanan pangerannya menuju ke pagoda 9, tak terjadi apa apa yang bisa membuat pangerannya terluka.
"Pangeran kami tak bisa menahan mu, jika pangeran bersikeras untuk pergi ke pagoda 9 maka kami berjanji berita kepergian pangeran tak akan pernah sampai ke telinga yang mulia ratu Yan Ling," ucap komandan prajurit mewakili rekan rekannya.
"Trimakasih"
Hanya itu kata yang keluar dari mulut Thien Yu, sebelum batu bara giok membawanya pergi menuju ke pagoda 9.
__ADS_1
Bersambung
1 episode untuk hari ini, besok author buat lebih banyak episode, trimakasih.