
Tengah malam Nien Chu dan Zhurui terbangun dari tidurnya, karena adanya suara pertarungan di lantai bawah.
Dengan cepat kedua pemuda itu berlari keluar kamar dan segera menuju ke lantai bawah.
Tampak Komandan Song tengah di keroyok oleh 3 kultivator yang berada di ranah emperor, dan para anggota komandan juga tengah bertarung menghadapi anak buah dari ketiga kultivator yang menyerang komandan song.
Tanpa ragu Nien Chu dan Zhurui turun ke pertarungan itu, untuk membantu komandan song, sehingga pertarungan menjadi seimbang.
Tak berapa lama, kelompok Nien Chu berhasil mengalahkan ketiga kultivator ranah emperor, dan meringkus mereka semua.
"Komandan, siapa mereka ini?" tanya Nien Chu.
"Mereka adalah bajak laut yang selalu meresahkan para penduduk di pesisir pantai, dan juga meresahkan kapal kapal para pedagang yang melewati lautan untuk menyebrang ke suatu wilayah," jawab komandan song.
"Mengapa mereka bisa berada disini, sementara komandan berada di penginapan ini dan tengah melakukan penyamaran," ucap Nien Chu.
Nien Chu di pelabuhan ini terdapat banyak para pedagang yang ingin kembali pulang ke wilayah kekaisaran mereka masing masing, karena adanya ombak besar membuat kapal kapal yang ada menangguhkan keberangkatan mereka, sehingga mau tidak mau para bajak laut itu menjarah ke tempat ini," jawab komandan Song.
"Jika memang mereka adalah para perampok lautan, seharusnya dia di basmi oleh para prajurit kekaisaran mutiara hidup dan tak di biarkan berkeliaran, sehingga dapat memberikan kenyamanan bagi kapal-kapal yang melintas di lautan.
Untungnya saat ini kita dapat meringkus mereka semua, sehingga kedamaian dan kenyamanan saat melintas di lautan akan tercipta," ucap Nien Chu.
"Nien Chu mereka bukanlah para pemimpin dari para perampok itu, karena ada tiga pemimpin yang menjadi kepala dari bajak laut yang meresahkan ini," ucap komandan Song.
Tiba tiba dua orang bertubuh kekar dengan wajah yang sangat menyeramkan, karena banyaknya bekas luka sayatan benda tajam yang telah sembuh di wajahnya, datang menghampiri komandan Song.
Perhatian Nien Chu tak berpusat pada kedua laki laki bertubuh kekar yang menjadi pimpinan bajak laut, dia memusatkan perhatian pada sosok pemuda seusianya yang juga menjadi pimpinan bajak laut itu, karena tiba-tiba Nien chu merasakan diagram yang ada padanya bergetar, yang menandakan jika salah satu dari ketiga pemimpin bajak laut itu merupakan pemilik simbol suci dari dewa.
"Aku rasa pemuda itu merupakan pemilik simbol suci, sehingga aku harus segera merekrutnya ke dalam kelompok pembasmi iblis," batin Nien Chu.
__ADS_1
Karena kedua laki laki bertubuh kekar itu mempunyai tingkat ranah suci, membuat Nien Chu Nien Chu lalu membisikkan sesuatu di telinga Zhurui.
"Berhati hatilah karena mereka merupakan kultivator ranah suci. Aku ingin kau membantu komandan Song dalam menghadapi 2 kultivator bertubuh kekar itu, karena aku akan menghadapi pemuda yang memiliki simbol suci di tubuhnya itu, agar pemuda itu bisa bergabung dalam kelompok pembasmi iblis," bisik Nien Chu.
"Baiklah, aku akan membantu komandan song dalam menghadapi kedua laki-laki bertubuh kekar itu," jawab Zhurui kemudian melesat ke arah komandan Song.
Tak lama kemudian, pertarungan pun terjadi di antara kedua kubu, melihat hal itu Nien chu segera melesat cepat kearah pemuda pemilik simbol suci.
Melihat seorang pemuda melesat cepat ke arahnya, membuat pemuda yang bernama Arran, segera menyambut kedatangan Nien Chu sehingga pertarungan pun terjadi di antara mereka.
Nien Chu yang ingin secepatnya melumpuhkan pemuda bajak laut, agar dirinya segera dapat membantu Zhurui dan komandan Song dalam menghadapi dua bajak laut bertubuh kekar, dengan segera mengeluarkan inti api surgawi di tubuhnya dan melakukan serangan cepat ke arah Arran.
Tapi sayang serangan cepat dari Nien Chu dapat ditangkis dengan mudah oleh Arran, dan Arran dapat balik menyerang Nien Chu menggunakan serangan kabut ilusinya.
Kini Nien Chu berada di alam ilusi tempat keberadaan Arran, dimana tempat itu berupa lautan yang dalam, hingga membuat gerakan yang dilakukan oleh Nien Chu menjadi melambat.
"Pertarungan adalah jalan hidupku, kemenangan dalam sebuah pertarungan begitu sangat indah dan menyenangkan hatiku.
Aku ingin kau berakhir di sini dengan mati di tanganku," jawab Arran.
Setelah berkata seperti itu, tiba tiba saja ribuan ikan kecil melesat cepat ke arah Nien Chu, yang membuat Nien Chu mulai terpancing amarahnya karena pemuda yang mempunyai simbol suci tak menggubris niat baiknya itu.
Nien segera menggandakan kekuatan inti api surgawi yang di milikinya, dan segera menghantamkan tinjunya kedepan, sehingga gelombang kejut yang keluar dari tinju Nien Chu seketika itu menghantam gerombolan ikan kecil yang menuju ke arahnya.
Ledakan energi yang terjadi membuat Nien Chu terdorong beberapa meter ke belakang, sementara itu Arran hanya tertawa menyaksikan Nien Chu yang begitu kesulitan menghadapi serangan kecilnya itu.
"Apa hanya itu kemampuan ranah suci yang kau miliki, sehingga kau begitu sangat kesulitan dalam menghadapi serangan kecilku itu!?" tanya Arran dengan senyum mengejek.
"Jika saja aku tak terjebak di dalam ilusi yang kau buat ini, sehingga membuat pergerakanku menjadi melambat, maka aku pasti dengan cepat dapat meringkus mu," jawab Nien Chu.
__ADS_1
Nien Chu segera mengeluarkan inti api hidup bersama pedang penguasa malam yang kini berada di dalam genggaman tangan kanannya.
Nien Chu segera melesat cepat menggunakan teknik langkah bayangan ke arah Arran, dengan menebaskan berkali kali pedang penguasa malam ke arahnya.
Apa yang terjadi di luar dugaan Nien Chu, karena tubuh Arran dapat menghilang saat pedang Nien Chu sedikit lagi menyentuh kulit tubuhnya.
"Ilusi ini begitu sangat kuat, sehingga membuatku kesulitan menghadapinya," batin Nien Chu yang terus mencari keberadaan Arran.
Tiba tiba saja 4 ekor lumba muncul dari 4 penjuru mata angin, dan seketika itu menyerang kearah Nien Chu yang kini berada di dalam kepungan keempat lumba.
Lumba lumba itu berputar putar disekitar Nien Chu dan tanpa Nien Chu sadari dirinya telah terjerat di dalam pesona sang lumba lumba, yang baginya melihat lumba lumba itu bagaikan melihat kedamaian saat bersama kedua orang tuanya di kota Wutang.
Inti api surgawi segera menyelimuti tubuh Nien Chu, hingga diapun tersadar dari pesona sang lumba lumba.
"Terimakasih guru!" ucap Nien Chu.
Ke empat lumba lumba yang melihat Nien Chu telah tersadar, secara bersama-sama menyerang ke arah Nien Chu kembali dengan jeritan ultra sonik yang keluar dari mulutnya.
Nien Chu yang sudah pada batas kesabarannya, segera menebaskan pedangnya dengan menggunakan tehnik tebasan semesta, hingga ke empat lumba lumba itu hancur dan lenyap seketika.
"Andai aku bisa menggunakan diagram ini untuk melumpuhkan mu maka aku akan melakukannya agar kau tak terluka, karena diagram ini butuh waktu untuk dapat di gunakan kembali setelah ku pakai dalam menjadikan Zhurui anggota kelompok pembasmi iblis," batin Nien Chu.
Nien Chu segera mengeluarkan 12 jarum emas yang di milikinya, dan seketika itu juga ke dua belas jarum emas langsung mengelilingi tubuh Nien Chu.
Nien Chu memusatkan energi pikirannya di satu titik, kemudian dengan menggunakan tehnik jari matahari, Nien Chu mengarahkan ke dua belas jarum emasnya untuk menghancurkan ilusi yang tengah membelenggunya.
Dengan menggunakan tehnik jari matahari dan 12 jarum artefak langit miliknya, Nien Chu berhasil terbebas dari ilusi yang membelenggunya saat ini.
Bersambung
__ADS_1