Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Desa Awan kabut


__ADS_3

Nien Chu kini berada di tengah hutan belantara alam cahaya rembulan, setelah mendapatkan tempat untuk dapat bersembunyi dari kejaran para praktisi beladiri dari menara bulan, Nien Chu kemudian memasang segel pelindung di tempat keberadaannya, kemudian mulai melakukan meditasi di tempat itu agar bisa masuk kedalam alam batinnya untuk melihat keadaan para pengikutnya.


Nien Chu melihat keberadaan para pengikutnya yang tergeletak tak berdaya di dalam alam batinnya, dia sungguh tak menyangka jika kekuatan ketua menara bulan begitu sangat kuat, hingga membuat seluruh pengikutnya terluka.


"Aku tak bisa melihat semua pengikutku tak berdaya seperti ini, jika kubiarkan maka mereka semua akan mati".


"Saat ini aku mempunyai dua pilihan, jika aku pergi mencari istriku maka mereka semua akan mati, tapi jika aku menyelamatkan mereka semua maka istriku pasti akan celaka".


"Apa yang harus aku lakukan, aku tak mungkin mengorbankan salah satunya," batin Nien Chu.


Nien Chu kemudian memejamkan matanya, dan berfikir keras untuk mengambil langkah terbaik dalam memecahkan dua pilihan yang sangat sulit baginya.


Setelah berfikir sesaat, Nien Chu pada akhirnya memutuskan untuk menyelamatkan seluruh pengikutnya, karena mereka semua begitu sangat penting keberadaannya saat pertempuran besar melawan para iblis.


"Hari ini menara bulan telah menyinggungku, jika terjadi sesuatu pada istriku maka aku akan memusnahkan seluruh alam cahaya mentari," gumam Nien Chu menahan amarahnya.


*****


Di tempat lain, putri Xiang'er dengan jelas merasakan jika ada tangan yang tengah mengelus lembut wajahnya, hingga diapun tersadar dan membuka matanya.


Putri Xiang'er begitu sangat terkejut saat mengetahui jika yang berada di dekatnya bukanlah sang suami, melainkan tuan muda menara bulan yang membuatnya dengan reflek mendorong pemuda itu agar menjauh darinya.


"Apa yang kau lakukan..!!, mengapa aku bisa bersamamu di sini!!" bentak putri Xiang'er.


"Ha..ha..ha.., aku sengaja membawamu ke tempatku dan menunggumu agar kau tersadar, semua itu kulakukan agar kita bisa bersenang senang menghabiskan malam ini bersama, karena aku ingin mendengar rintihan dan jerit keindahan dari bibir merah mu itu, yang akan membuatku semakin bersemangat untuk mencicipi keindahan tubuhmu itu," ucap tuan muda Yo kang dengan menatap penuh gairah kepada putri Xiang'er.


"Awas..!!, kau jangan macam macam denganku..!!, jika suamiku tau maka menara bulan akan di hancurkannya," ucap putri Xiang'er dengan penekanan di perkataannya.


"Suamimu telah mati, dan kau akan menjadi milikmu selamanya," jawab tuan muda Yo kang.


Tuan muda Yo kang yang tak kuasa membendung gairahnya, langsung menerkam putri Xiang'er hingga tuan muda Yo kang sepenuhnya telah menguasai sang putri.


Putri Xiang'er berusaha keras mempertahankan kehormatannya, dengan gigih berjuang untuk melepaskan diri dari dekapan tuan muda Yo kang yang kini semakin kasar kepadanya.


Sekuat apapun putri Xiang'er berjuang untuk melepaskan dirinya, tetap saja dia tak dapat melepaskan diri dari dekapan tuan muda Yo Kang, hingga saat tuan muda Yo kang meremas kedua bukit berharga miliknya, hal itu langsung membuat amarah sang putri memuncak, yang membuat gelang giok pemberian Dewi Yun Shi yang ada di pergelangan tangannya bereaksi.


Gelang giok itu langsung memicu darah raja ular naga di tubuh sang putri, yang membuat seluruh Merindiannya bergejolak hebat.


Gelombang kejut seketika itu menyeruak dari tubuh sang putri, yang menciptakan daya dorong yang sangat kuat dari dalam tubuhnya.

__ADS_1


Tuan muda Yo kang yang menindih tubuh putri Xiang'er, akhirnya terhempas dengan keras dan menabrak dinding ruangan kamar tidur hingga hancur berantakan.


Putri Xiang'er tiba-tiba saja berubah menjadi seekor ular naga yang mengeluarkan cahaya emas, itu merupakan perwujudan dari darah keturunan Raja ular naga yang telah menitis kedalam tubuh sang putri.


Tuan muda Yo kang tak kuasa menahan Aura menindas yang keluar dari dalam tubuh ular Naga emas itu, sehingga membuatnya tergeletak dan tak sadarkan diri.


Ular naga emas melesat keluar dari dalam bangunan besar itu, hingga hilang dalam kegelapan malam.


*****


Pagi hari penasehat menara pergi menemui tuan muda Yo kang, untuk mengabarkan jika ketua menara saat ini telah tiba di menara bulan.


Sesampainya di bangunan besar tempat keberadaan tuan muda Yo kang, penasehat di kejutkan saat melihat keadaan atap bangunan yang porak poranda seperti habis tertimpa gempa yang sangat besar.


Melihat hal itu penasehat menara segera masuk ke dalam bangunan besar itu, dan mendapati tuan muda Yo kang yang telah tergeletak di lantai kamar.


Sang penasehat segera memeriksa keadaan tuan muda Yo kang.


"Celaka...!!, jiwa tuan muda Yo kang dalam masalah, kerusakan jiwanya bisa saja merenggut nyawanya, aku harus segera menemui ketua menara sebelum hal buruk terjadi pada putranya," batin sang penasehat.


Dengan cepat sang penasehat langsung meraih tubuh tuan muda Yo kang, dan membawanya menuju ke menara bulan menemui sang ketua menara.


"Mengapa bisa begini..!!, di mana tanggung jawabmu!!" bentak ketua menara.


"Maaf kan aku karena telah lalai menjaga tuan muda, keadaan tuan muda sampai seperti ini pasti karena pemuda dari istana matahari itu penyebabnya," jawab sang penasehat.


"Istana matahari..., berani sekali mereka mengusik ketentraman menara bulan, lihat saja setelah aku dapat menangkap pemuda itu maka Istana matahari akan ku lenyapkan," ucap ketua menara bulan.


Sang ketua membawa putranya menuju kedalam ruangan khusus untuk menyembuhkannya.


*****


Di sebuah sungai, beberapa wanita desa yang berjalan menuju sungai, di kejutkan dengan adanya penampakan seorang wanita yang tergeletak tak sadarkan diri di tepi sungai.


Mereka buru buru mendekati sang wanita, dan memang apa yang mereka lihat adalah seorang wanita yang tengah tak sadarkan diri.


Teriakan beberapa wanita mengundang beberapa pemuda untuk lari mendekat ke arah tepi sungai, setelah melihat seorang wanita cantik tengah tak sadarkan diri, merekapun berbondong bondong membawanya kerumah kepala desa.


Kepala desa kemudian memperhatikan wajah dan pakaian yang dikenakan oleh wanita itu, yang membuat kepala desa mengetahui jika wanita yang tak sadarkan diri itu merupakan penduduk alam cahaya mentari.

__ADS_1


"Keadaan wanita ini baik baik saja, dia hanya kelelahan," ucap kepala desa.


"Ada baiknya wanita ini di bawa kedalam saja, biar dia bisa beristirahat," ucap Yiyi istri sang kepala desa.


Kepala desa menganggukkan kepalanya, kemudian menggendong wanita muda itu masuk kedalam rumah.


Han Huang yang merupakan putra angkat kepala desa, sangat terkejut melihat keramaian di sekitar rumahnya, dia pun meletakkan hewan buruan yang didapatkannya sehabis berburu, dan segera berlari menuju ke arah rumah.


"Apa yang terjadi paman..?" tanya Han Huang kepada salah seorang penduduk desa yang ada di sekitar rumahnya, Han Huang begitu sangat khwatir jika terjadi sesuatu pada ayah dan ibunya.


"Kau tak usah cemas, tak terjadi apa apa pada ayah dan ibumu, kami telah menemukan seorang wanita yang tergeletak pingsan di tepi sungai, dan saat ini tengah di diobati oleh kepala desa," ucap laki laki tua itu.


Han Huang segera masuk ke dalam rumah, dan melihat ayahnya telah melakukan pengobatan dengan memberikan energi murninya kepada sang wanita.


Han Huang menatap takjub saat melihat paras wanita yang masih tergeletak pingsan di atas tempat tidur, sehingga tak sedikitpun Han Huang memalingkan pandangannya dari wajah sang wanita.


"Siapa sebenarnya wanita ini, dia bukanlah penduduk desa Awan berkabut, dan bagaimana mungkin dia dapat menembus penghalang segel yang menjadi pembatas desa dengan wilayah yang lainnya?" batin Han Huang.


"Tapi wanita ini begitu sangat mempesona, kecantikan alami begitu terpancar dari wajahnya, sehingga membuatku tak bosan melihatnya," batin Han Huang.


Tak lama sang wanita tersadar dan diapun membuka matanya.


"Dimana aku," hanya itu yang keluar dari mulut sang wanita.


"Kau saat ini kau berada di rumahku, kau tadi tergeletak pingsan di tepi sungai sehingga para penduduk desa membawa Kau ke mari," jawab kepala desa.


"Terimakasih karena paman telah menolongku," ucap sang wanita yang berusaha bangkit dari tidurnya kemudian duduk di tepi pembaringan.


"Dapatkah kau menceritakan apa yang telah terjadi pada dirimu hingga kau bisa sampai ke desa awan berkabut ini?" tanya kepala desa.


Sang wanita menganggukkan kepalanya kemudian dia pun bercerita.


"Namaku Xiang'er aku merupakan putri dari istana matahari yang bertempat di alam cahaya mentari, aku dan suamiku merupakan utusan dari istana matahari untuk mencari keberadaan leluhur Yeiyi, tapi sayang saat kami berada di rumah, para anggota dari menara bulan datang untuk menculik ku, Setelah itu mereka menyerahkan ku kepada Yo kang agar dapat melayaninya, untung nya aku dapat meloloskan diri dan sampai di tempat ini," jawab putri Xiang'er menceritakan.


Kepala desa begitu geram mendengar cerita dari sang putri, karena apa yang di alami Sang Putri pernah dialami oleh putrinya sendiri, hingga putrinya rela bunuh diri setelah dinodai oleh putra penguasa menara bulan.


Bersambung


Lagi sakit kak, belum bisa nulis banyak 🙏

__ADS_1


__ADS_2