Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Mencari cara


__ADS_3

Dengan menaiki batu bara giok, Thien Yu terus mengangkasa untuk menghindari penjagaan ketat para prajurit kekaisaran Glory di perbatasan, serta menghindari dari aura kuat dewa iblis kuno yang tersebar di wilayah kota kekaisaran Glory.


Thien Yu tak menyangka jika di langit area wilayah kekaisaran pheonix, disana juga terdapat banyak penjagaan para pasukan pelahap dari Dewa mulia yang bertebaran di udara, para pelahap yang memiliki ekor seperti cambuk dan memiliki sayap di punggung dengan bentuk yang hampir sama dengan kelelawar, tak henti hentinya terus hilir mudik di langit kekaisaran glory dengan cara berkelompok.


"Ini akan menjadi masalah baru jika sampai binatang-binatang pelahap itu mengetahui keberadaanku," batin Thien Yu.


Dengan mengalirkan energi murninya ke dalam batu bara giok, maka dengan sendirinya batu bara giok berhasil berkamuflase dengan udara di angkasa, hingga Thien Yu tak dapat terlihat oleh para pelahap dari alam semesta.


"Kuharap dengan begini binatang-binatang Itu tak sampai mengetahui keberadaanku," batin Thien Yu dengan perlahan melesat pergi menuju ke kota kekaisaran.


Thien Yu sengaja memperlambat laju batu bara giok, agar angin yang bergesekan dengan batu bara giok tak sampai terasa dan kedengaran oleh banyaknya binatang pelahap yang bertebaran di udara, sehingga mereka tak mencurigai keberadaan Thien Yu yang tak terlihat oleh mereka semua.


Dengan tak terlihatnya Thien Yu oleh binatang-binatang pelahap, hal itu mempermudah Thien Yu dalam menuju kota tujuan, dan pada akhirnya thien Yu berhasil berada di depan pintu gerbang kota kekaisaran Glory.


"Ternyata seluruh kota telah terselubung aura kuat dari Dewa iblis kuno, yang membungkus seluruh kota kekaisaran Glory, yang terdapat istana Glory di dalamnya.


"Aku tak bisa menghancurkan pelindung kota ini walaupun aku mampu untuk menghancurkannya, karena jika aku sedikit saja aku menghancurkan pelindung kota ini maka Dewa iblis kuno pasti akan mengetahui keberadaanku yang telah berada di area wilayah kekuasaannya, dan tentunya akan merepotkan bagiku untuk pergi menuju ke pagoda 9 jika memang benar dewa iblis kuno mengetahui keberadaanku di wilayahnya.


Aku harus mencari cara agar dapat masuk ke dalam kota Glory, tanpa haus merusak segel pelindung yang dibuat Dewa iblis kuno," batin Thien Yu.


Setelah berpikir sejenak, Thien Yu pada akhirnya menemukan cara agar bisa masuk ke dalam kota, tanpa diketahui oleh para prajurit penjaga gerbang.


"Aku harus segera mencari prajurit yang dapat digunakan untuk menyamarkan diri, karena hanya cara itulah yang membuatku dapat memasuki kota kekaisaran Glory dengan aman," gumam Thien Yu.


Thien Yu lantas mau putar arah ke perbatasan untuk mencari prajurit yang bertugas menjaga area di luar benteng pertahanan kota.

__ADS_1


Setelah sekian lama mencari pada akhirnya Thien Yu menemukan pasukan iblis, yang bertugas untuk berkeliling di sekitar perbatasan benteng kota dengan menggunakan kuda.


Dengan kekuatan yang dimiliki nya, Thien Yu dengan mudah dapat meringkus salah satu pasukan penunggang kuda iblis, tanpa di sadari oleh penunggang kuda iblis yang lainnya.


Thien Yu dengan cepat mengambil pakaian yang dikenakan-oleh salah seorang pasukan iblis yang telah mati dan tangannya, dan segera melakukan penyamaran dengan merubah bentuk wajahnya sama persis dengan wajah pasukan iblis yang telah dibunuhnya itu, dan juga memakai pasukan prajurit kekaisaran Glory agar menambah kuat penyamarannya.


Setelah dirasa cukup dengan penyamarannya, Thien Yu segera melesat pergi mengejar para penunggang kuda yang masih berkeliling di sekitar perbatasan benteng kota.


Tak disangka oleh Thien Yu, ternyata para pasukan iblis tak langsung pergi, mereka berhenti dan menunggu pasukan iblis yang telah menghilang itu, yang sekarang ini menjadi diri Thien Yu dalam bentuk penyamaran.


Thien Yu tak bisa menghindar akan hal itu, karena pemimpin pasukan patroli iblis telah menemukan salah satu kuda prajuritnya yang tanpa penunggang.


Thien Yu berusaha tenang saat sang pemimpin pasukan berkuda para iblis berteriak lantang padanya.


"Apa yang kau lakukan hingga membiarkan kudamu berlari sendiri?" tanya sang pemimpin pasukan iblis.


"Cepat naik ke atas kudamu kembali, karena kita masih harus berkeliling demi keamanan kota dan istana glory," perintah sang pemimpin pasukan Iblis yang tak merasa curiga sedikit pun atas penyamaran yang Thien Yu lakukan.


Pada akhirnya para pasukan iblis dapat kembali melanjutkan perjalanannya untuk menjaga keberadaan batas kota, dengan adanya Thien Yu yang berada di dalam pasukan berkuda itu.


Setelah lama mengikuti pasukan iblis berkuda dalam mengelilingi tempat-tempat yang dianggap patut dicurigai oleh pemimpin pasukan berkuda iblis, akhirnya pasukan itu masuk ke dalam kota dan tentu saja Thien Yu pun dapat masuk ke dalam kota tersebut.


Didalam kota Thien Yu sangat terkejut dengan pemandangan yang ada, kota Glory sekarang ini benar-benar menjadi kota mayat hidup.


Penduduk yang berlalu-lalang di tempat itu berjalan dengan tatapan kosong dan tak punya tujuan, selebihnya para penduduk kota diisi oleh para iblis baik laki-laki maupun perempuan, yang berbaur menjadi satu dengan para penduduk yang telah berubah menjadi mayat hidup.

__ADS_1


Thien Yu tetap mengikuti rombongan pasukan berkuda menuju istana Glory, karena dalam pikiran Thien Yu saat ini Jika dia berbaur dengan penduduk kota yang ada, maka dengan mudah penyamarannya pasti akan terbuka, karena penduduk yang menjadi mayat hidup akan mengetahui aura tubuhnya.


"Lebih baik aku mengikuti pasukan berkuda ini menuju istana, untuk melihat situasi sambil aku memikirkan cara untuk dapat pergi ke dalam pagoda 9," batin Thien Yu.


Didalam tempat khusus peristirahatan para prajurit iblis, Thien Yu berfikir keras agar bisa leluasa berjalan di tengah kota, dan pada akhirnya Thien Yu memutuskan untuk menghabisi pimpinan pasukan iblis berkuda, dan mengambil penyamaran darinya.


Dengan kekuatan yang dimilikinya, Thien Yu berhasil mencari tempat peristirahatan pemimpin pasukan para iblis berkuda, yang bertugas menjaga keamanan di luar benteng kota.


Thien Yu segera mengetuk pintu kediaman sang pemimpin pasukan iblis berkuda.


"Tok...tok..tok..." suara pintu diketuk dari luar ruangan.


Dengan wajah yang penuh rasa jengkel, pemimpin pasukan iblis berkuda akhirnya membuka pintu bagi Thien Yu.


"Mengapa kau mencariku di jam istirahat seperti ini, Jika tak ada hal penting lebih baik kau pergi dari kediamanku ini," ucap pemimpin pasukan iblis berkuda.


"Ada hal penting yang ingin ku sampaikan pada pemimpin tapi tidak di luar sini," ucap Thien Yu sambil menengok ke kanan dan ke kiri untuk meyakinkan pemimpin prajurit iblis berkuda.


Melihat tingkah Thien Yu yang terlihat seperti ingin menyampaikan hal penting kepadanya, membuat pemimpin iblis berkuda menyuruhnya masuk ke dalam ruang kediamannya.


Baru saja pemimpin pasukan iblis berkuda selesai menutup pintu, maka sebuah pisau yang berada di dalam genggaman tangan Thien Yu telah menembus dadanya.


Hanya sesaat pemimpin pasukan berkuda itu dapat bergerak bebas, setelahnya dia pun ambruk bersimbah darah di lantai ruangan kamarnya yang besar itu.


Dengan bergerak cepat, Thien Yu membereskan pemimpin pasukan berkuda Ibis itu, dengan cara melucuti pakaiannya, sementara tubuh pemimpin pasukan iblis yang telah dilucuti pakaian perangnya itu, dimasuk kan ke dalam cincin ruang Thien Yu.

__ADS_1


Thien Yu sengaja memasukkan tubuh pemimpin iblis berkuda ke dalam cincin ruangnya, karena Thien Yu ingin memanfaatkan aura tubuh pemimpin pasukan iblis berkuda, agar saat berjalan di dalam kota Glory aura Dewa yang dimilikinya dapat tersamarkan oleh aura dari pemimpin pasukan iblis yang telah mati di tangannya itu.


Bersambung


__ADS_2