
Nien Chu tiba di rumah walikota Lingsan, dan mendapati jeni telah pulih seperti sedia kala.
"Aku akan membawamu ke istana ku, karena di tubuhmu terdapat simbol dewa yang kucari selama ini. Di sana kau akan mendapati apapun yang aku butuhkan, termasuk para pelayan yang siap melayani mu kapan saja," ucap Nien Chu.
"Jika aku tak mau ikut denganmu trus kau mau apa?" tanya jeni.
"Aku tak akan menjamin keselamatanmu di kota ini, karena malam ini aku telah membunuh putra mahkota dan Nona muda dari kota Danau hijau".
"Jeni kau selama ini selalu bersamaku maka kau pun akan menjadi buronan kekaisaran matahari, jika kau sampai tertangkap oleh para prajurit istana maka penyiksaan lah yang akan Kau dapatkan," jawab Nien Chu.
"Kau jangan mengada ada, mana mungkin kau berani membunuh seorang putra mahkota kekaisaran, karena sama saja kau mencari mati di wilayah ini," ucap Jeni.
"Aku persilakan kau mencari informasi di luar besok pagi, karena berita hangat itu pasti akan menyebar sampai ke kota ini," ucap Nien Chu kemudian melakukan kultivasi di tempat itu.
Jeni tiba-tiba saja merasa khawatir, karena wajah Nien Chu tak mencerminkan jika dirinya tengah bohong.
"Aku akan menunggu besok pagi untuk mendengar berita yang telah terjadi, jika memang Nien Chu membunuh putra mahkota, maka akupun akan terlibat di dalamnya walaupun aku tak ikut dalam pembunuhan itu," batin Jeni kemudian ikut melakukan kultivasi di tempat itu.
Pagi hari jeni keluar rumah untuk mencari tahu berita yang berkembang, dan ternyata dari percakapan para penduduk kota, putri walikota danau hijau dan putra mahkota telah terbunuh semalam, apa yang didengernya itu membuat Jeni sontak merasa ketakutan karena dirinya pasti akan terlibat dalam pembunuhan itu, Walaupun dia sama sekali tak ada di sana waktu kejadian, semua itu karena orang-orang telah melihat dirinya yang selalu bersama Nien Chu.
Tak lama berselang, Jeni melihat banyak sekali debu yang berterbangan di udara, samua itu karena banyaknya pasukan berkuda yang menuju ke tempat walikota.
Jeni segera mencari Nien Chu untuk mengabarkan berita kedatangan para pasukan dari kekaisaran matahari ke tempat walikota.
"Nien Chu mengapa kau sesantai seperti itu, di luar sana telah banyak pasukan dari kekaisaran yang akan menuju ke tempat ini," ucap Jeni.
"Aku tak memperdulikan seluruh pasukan yang berada di luar sana, yang aku pikirkan saat ini bagaimana kau bisa selamat dari para pasukan itu," ucap Nien Chu.
"Apakah ada jalan keluar untuk melarikan diri dari para pasukan itu?" tanya Jeni.
"Ada satu jalan untuk melarikan diri dari para pasukan itu, yaitu kau harus ikut denganku menuju ke wilayah kekaisaran Pheonix," jawab Nien Chu.
__ADS_1
"Baiklah Nien Chu, aku akan mengikutimu daripada aku akan tertangkap dan disiksa oleh para pasukan kekaisaran yang mencari dirimu," jawab Jeni.
Nien Chu tersenyum, kemudian dengan menggunakan kekuatan menembus dimensi, nien Chu lalu menarik tangan jeni dan seketika itu juga mereka menghilang dari tempat itu.
Jeni begitu sangat terkejut saat tiba-tiba saja dia sudah berada di depan sebuah bangunan megah, dan terlihat di sana banyak prajurit penjaga yang memberi hormat kepada Nien Chu.
"Ini adalah istana kekaisaran Phoenix, dan bangunan yang ada di hadapanmu itu merupakan kediaman Jenderal Jatayu".
"Aku adalah Kaisar yang memimpin seluruh wilayah ke kaisaran pheonix, yang memiliki wilayah 10 kali lebih besar kekaisaran matahari," ucap Nien Chu.
Tak lama kemudian seorang laki-laki paruh baya dengan pakaian lengkap kebesaran seorang jenderal, datang menghampiri mereka dua dan laki-laki itu pun langsung memberi hormat kepada Nien Chu.
"Hormatku kaisar," ucap jendral Jatayu.
"Paman..., Jeni adalah pemilik simbol Dewa yang kucari selama ini, dan aku ingin Paman menjaganya selama aku berada di alam cahaya mentari," ucap Nien Chu.
"Aku akan menjaga nya dengan nyawaku sendiri yang mulia, kau bisa kembali ke alam cahaya mentari dengan tanpa mengkhawatirkan jeni yang berada di istana Pheonix," jawab jendral Jatayu.
Sesaat Nien Chu menatap kearah Jeni, kemudian dia pun berkata.
"Paman...,ada baiknya jeni berada bersama ke 5 calon istriku, agar dia mempunyai teman selama kutinggalkan," ucap Nien Chu.
"Ada baiknya seperti itu yang mulia, agar jeni tak bosan setelama berada di sini," jawab jendral Jatayu.
Nien Chu kemudian membuka portal menuju alam surgawi, dan mengajak Jeni untuk masuk ke dalamnya.
Setelah masuk ke dalam portal, jeni langsung disambut dengan keindahan pemandangan alam, beserta para binatang penghuninya. Melihat semua keindahan terpampang di depan matanya, membuat Jeni merasa senang karena bisa melihat semua keindahan itu.
Nien Chu kemudian mengajak Jeni ke dalam sebuah bangunan besar, dan di sana terdapat lima wanita yang sangat cantik yang begitu terkejut melihat kehadiran mereka berdua.
Kelima wanita itu langsung berlari ke arah Nien Chu dan memeluknya bersama-sama.
__ADS_1
Berbagai pertanyaan langsung mengalir dari bibir kelima wanita itu, yang membuat Nien Chu kesulitan untuk menjawabnya satu persatu.
"Jika kalian bertanya seperti itu, bagaimana aku dapat menjawabnya," ucap Nien Chu dengan senyuman di bibirnya.
Tiba tiba Dewi Giok bertanya.
"Kak Nien Chu, siapakah wanita ini," tanyanya.
"Dia adalah pemilik simbol Dewa seperti halnya kalian semua, Aku ingin kalian berlima menemaninya dan membuatnya betah berada disini, Karena aku telah membawanya dari alam cahaya mentari untuk menyempurnakan kesepuluh simbol Dewa," jawab Nien Chu.
Setelah bercakap-cakap sesaat dengan kelima wanita yang berada di bangunan besar itu, jeni mulai akrab dan kerasan berada diantara mereka semua.
"Aku tak bisa berlama lama bersama kalian disini karena aku harus kembali ke alam cahaya mentari, untuk menyelesaikan misi yang harus kulakukan di sana," ucap Nien Chu.
Walaupun berat hati untuk melepas Nien Chu pergi, pada akhirnya mereka semua mengiyakan keinginan Nien Chu untuk kembali ke alam cahaya mentari.
Setelah berpamitan dengan para wanita nya, dengan menggunakan kekuatan menembus dimensi pada akhirnya Nien Chu kembali berada di rumah sang walikota.
Di rumah sang walikota tak ada satu pun orang yang terlihat berada di sana, semua penghuni rumah besar itu beserta para pelayannya telah ditahan di istana matahari.
"Aku tak menyangka jika selama ini di alam cahaya mentari banyak terdapat orang orang yang berhati busuk dan ingin menang sendiri seperti halnya putra mahkota, aku akan segera menghancurkan mereka semua yang menyalahi aturan yang telah ditetapkan ayahku di masa lampau," batin Nien Chu.
Nien Chu tak ingin berlama lama di rumah sang walikota, diapun langsung menuju ke istana mentari, dengan bertanya kepada para penduduk kota tempat keberadaannya.
Nien Chu berdiri di depan gerbang yang sangat besar, dia pun menatap kel istana itu.
Para prajurit yang melihat ciri-ciri pemuda yang berada di depan gerbang sesuai dengan pemuda yang telah membunuh putra mahkota, langsung melaporkan nya kepada kaisar XiangLou.
Mendengar informasi para prajurit yang menjaga gerbang istana, sang kaisar langsung memanggil seluruh jenderalnya dan beberapa kultivator kuat yang selama ini berada di istana matahari, untuk menemui pemuda itu.
Bersambung.
__ADS_1