Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Terlukanya putri Annchi


__ADS_3

Pertarungan terus berlanjut, pangeran Annsher yang kini berada di atas angin karena Nien Chu tengah melakukan penerobosan tingkat, tak jadi menggunakan kekuatan terkuatnya, diapun menggunakan tapak peri kuno untuk melenyapkan Nien Chu.


Telapak tangan raksasa yang mengeluarkan aura yang sangat kuat, langsung tertuju ke arah Nien Chu.


"Selamat tinggal Nien Chu...!!" teriak pangeran Annsher.


Tiba tiba saja ledakan keras terjadi, 3 pilar pedang telah menahan serangan kuat yang dilakukan Pangeran Annsher, sehingga ketiga pilar pedang itupun hancur seiring tumbangnya seorang wanita cantik di hadapan Nien Chu.


Nien Chu yang telah selesai melakukan penerobosan tingkat menembus ranah dewa, seketika itu terkejut melihat putri Annchi yang kini tergeletak di atas arena pertarungan, karena menyelamatkannya dari serangan pangeran Annsher.


Nien Chu dengan cepat melesat kearah putri Annchi, kemudian memberinya satu pil obat untuk meringankan luka dalam yang di deritanya.


"Lukanya terlalu parah, semoga saja pil obat yang kuberikan dapat membuatnya bisa bertahan hidup," batin Nien Chu yang begitu mengkhwatirkan putri Annchi.


Permaisuri yang melihat putrinya tak berdaya di lantai arena pertarungan, segera melesat cepat menuju kearahnya.


Sang permaisuri langsung memeluk putri Annchi yang tak sadarkan diri, diapun langsung menatap kearah pangeran Annsher dan berkata.


"Kau terlalu arogan pangeran, kau sengaja ingin membunuh adikmu sendiri..!!" teriak sang permaisuri.


Wucian yang melihat jika pangeran Annsher yang kini di salahkan dalam hal ini seketika itu tak terima, diapun lantas berkata. "Pangeran Annsher tak sengaja melakukan penyerangan kepada Putri Annchi yang mulia permaisuri, yang harus disalahkan adalah Nien Chu...!!."


Wucian lalu menghadap kearah kaisar Annzhor yang masih berada di podium utama.


"Yang Mulia Kaisar, sebenarnya Nien Chu adalah ras manusia yang menyamar sebagai elf, karena sebelumnya aku pernah bertarung dengannya sewaktu di istana bulan suci."


"Aku mengetahui salah satu kekuatan yang di gunakannya saat bertarung melawan An Yue, kekuatan yang tak pernah dimiliki oleh ras elf di dataran langit."


Yang mulia semua yang kukatakan ini merupakan kebenaran, dan aku akan mempertanggung jawabkan nya dengan nyawaku sendiri!!" teriak Wucian.


Kehebohan pun terjadi, para penonton seketika itu menjadi geram kepada Nien Chu, mereka semua tak menyangka jika pemuda yang paling menonjol di dalam turnamen beladiri, ternyata merupakan ras manusia yang menyamar sebagai elf.

__ADS_1


"Apakah yang katakan Wucian benar adanya Nien Chu?" tanya sang permaisuri.


Nien Chu terdiam, diapun menyadari jika penyamarannya akan terbongkar hari ini.


"Jawab aku Nien Chu...!!" ucap permaisuri dengan penekanan di perkataannya.


"Benar aku berasal dari ras manusia," ucap Nien Chu sambil melepaskan kalung yang berada di lehernya.


Kini Nien Chu telah berubah menjadi seorang manusia, dengan mata coklat yang menghiasi bola matanya.


Permaisuri memejamkan matanya menahan gejolak di hatinya, dia tak menyangka jika putrinya rela mati demi menyelamatkan pemuda dari ras manusia.


Permaisuri yang kecewa lalu mengangkat tubuh putrinya, kemudian pergi meninggalkan arena pertarungan.


Wucian yang telah memendam amarah kepada Nien Chu, seketika itu langsung menyerangnya, sehingga pertarungan di atas arena kembali terjadi.


Pangeran Annsher pun tak tinggal diam, diapun ikut membantu Wucian dalam menghadapi Nien Chu.


Penasehat istana yang melihat kejadian yang terjadi, di mana seorang ras manusia dapat ikut dalam turnamen yang di selenggarakan, dan menipu semua elf yang ada, dengan segera melesat kearah podium utama tempat keberadaan kaisar Annzhor berada.


"Biarkan putraku dan Wucian yang menghadapinya, karena Aku ingin melihat sampai di mana kekuatan yang dimiliki pemuda ras manusia itu sehingga berani datang ke dataran langit."


"Setelah Nien Chu dapat dilumpuhkan maka aku akan menanyakan kepadanya apa tujuannya datang ke dataran langit, dan setelah itu aku akan membunuhnya karena dia telah mempermainkan hati putriku sehingga putriku menjadi seperti ini," jawab kaisar Annshor.


*****


Di arena pertarungan, meningkatnya kekuatan Nien Chu dengan menembus keranah dewa, membuatnya semakin tangguh apalagi saat ini pedang penguasa malam telah berada di dalam genggaman tangannya, Sehingga membuatnya mampu membuat kedua lawan tarungnya terpuruk akibat serangan serangan cepat yang di lakukannya.


"Tebasan semesta," teriak Nien Chu.


Sebuah tebasan bayangan pedang raksasa langsung menuju ke arah pangeran Annsher, yang membuatnya harus melindungi tubuhnya dengan menggunakan dua buah sayap pheonix yang di milikinya.

__ADS_1


Tak hayal lagi, benturan yang terjadi membuat pangeran Annsher seketika itu terhempas keluar dari arena pertarungan.


"Bagaimana mungkin dia dapat menghempaskan ku keluar dari arena pertarungan, ternyata selama ini Nien Chu telah menyembunyikan semua kekuatan terkuat yang dimilikinya," batin pangeran Annsher.


Pangeran Annsher lantas mengeluarkan kekuatan terkuatnya, untuk bersiap menyerang ke arah Nien Chu.


Sementara itu Wucian yang melihat jika pangeran Annsher telah keluar arena pertarungan, segera menggunakan kekuatan terkuatnya untuk menyerang kearah Nien Chu.


"Tsunami pedang emas....!" teriak Wucian dengan mengeluarkan seluruh kekuatan ranah Dewa yang dimilikinya.


Sebuah patung raksasa yang dikelilingi 6 pedang emas raksasa yang ada di belakangnya, segera bergerak dengan mengibaskan tangannya sehingga keenam pedang emas itu langsung menuju ke arah Nien Chu.


Nien Chu yang telah mengetahui kekuatan terkuat Wucian, karena sebelumya dia pernah bertarung dengannya sewaktu di akademi bulan suci, langsung mengeluarkan dua inti api yang dimilikinya dan disalurkan ke dalam pedang penguasa malam, tak lama kemudian Nien Chu menghantamkan pedang penguasa malam kedepan sambil berteriak lantang.


"Amukan naga giok...!!."


Seekor naga hitam langsung menyambut datangnya serangan ke enam pedang emas dari Wucian, hingga ledakan energi pun kembali terjadi.


Wucian terpental keras ke tanah, dan tak lama kemudian diapun memuntahkan darah segar dari mulutnya yang menandakan jika dia telah terluka parah.


Keadaan Nien Chu malah sebaliknya, karena adanya armor pelindung sisik naga di tubuhnya, Nien Chu sama sekali tak terkena efek ledakan energi yang terjadi, sehingga diapun masih tetap berdiri kokoh di tempatnya berada.


Pangeran Annsher yang telah mengeluarkan kekuatan peri kuno Pheonix surgawi, seketika itu menyerang kearah Nien Chu berharap jika serangannya kali ini dapat melumpuhkan Nien Chu.


Harapan sang pangeran seketika itu berubah, saat melihat sebuah teratai api surgawi telah menyambut serangannya.


Kembali ledakan terjadi yang membuat kedua petarung sama sama terseret kebelakang.


Pangeran Annsher merasakan jika tangannya kini terasa sakit, hingga untuk menggerakkannya begitu sangat sulit.


Sementara itu Nien Chu pun mengalami hal yang sama, kekuatan terkuat dari pangeran Annsher dapat membuat sesak dadanya.

__ADS_1


Nien Chu segera menelan sebuah pil, untuk dapat menetralkan gejolak energi di dalam tubuhnya, setelah itu Nien Chu membalikkan tubuhnya agar dapat pergi meninggalkan tempat itu, tapi sayang jendral Wugenji telah menghadang jalannya dengan wajah yang penuh amarah.


Bersambung


__ADS_2