Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Perselisihan


__ADS_3

Dengan bantuan Nien Chu, kedua pemimpin bajak laut akhirnya dapat dibebaskan.


Komandan Song memperbolehkan mereka bebas asalkan mereka pergi dari wilayah kekaisaran mutiara hidup sejauh jauhnya.


Dengan mendapatkan sebuah surat dari Nien Chu, yang ditujukan pada pusat serikat dagang yang berada kekaisaran cahaya naga, membuat ketiganya akhirnya berangkat menuju ke wilayah kekaisaran cahaya naga.


Melihat peran serta Nien Chu untuk membubarkan perompak yang diketuai oleh Arran, komandan song akhirnya memberikan kapal gratis untuk mengantarkan mereka berdua menuju ke wilayah kekaisaran dataran langit, walaupun di dalam hati komandan Song bertanya-tanya mengapa kau dua pemuda itu ingin pergi ke wilayah kekaisaran dataran langit.


Diatas kapal, terjadi perbincangan antara pengemudi kapal dan Nien Chu.


"Kami tak bisa mengantarkan Anda berdua sampai tujuan tuan muda, jika kami terus melakukannya maka kapal ini pasti akan di bumi hanguskan oleh para bangsa Elf yang berada di pesisir pantai.


Sebaiknya tuan muda berdua berenang ke sana karena jika tuan muda mengandalkan kekuatan berjalan di atas air hingga tiba di tepi pantai, maka hal itu akan membuat kecurigaan dari para elf yang banyak terdapat di pesisir pantai itu," ucap nahkoda kapal.


"Baiklah paman, kami berdua akan berenang hingga ke tepi, dan terima kasih karena Paman telah mengantarkan kami hingga sampai ke tempat ini," jawab Nien Chu.


Setelah berpamitan dengan orang-orang yang mengantarkan mereka hingga sampai di pesisir pantai kekaisaran dataran langit, Nien Chu beserta Zhurui pada akhirnya meloncat ke dalam laut agar mereka berdua bisa sampai di pinggir pantai tanpa sepengetahuan para penduduk bangsa elf, yang banyak bermukim di wilayah tepian pantai.


"Cepat kau pakai kalung ini," ucap Nien Chu.


Zhurui mengganggukkan kepalanya kemudian mengambil kalung pemberian dari Nien Chu, dan memakainya.


"Nien Chu mengapa kalung yang kau pakai itu hilang?" tanya Zhurui.


Nien Chu sangat terkejut kemudian memegang daerah lehernya, dan disana Nien Chu masih merasakan adanya kalung yang dipakainya.


"Bukan ini kalung yang kau katakan lenyap itu Zhurui," ucap Nien Chu.


Nien Chu menatap ke leher Zhurui, dan di sana Nien Chu tak menemukan keberadaan kalung kalung pemberian nya.


Kini mereka berdua akhirnya menyadari jika kalung tersebut setelah dipakai akan lenyap dengan sendirinya, akan tetapi jika diraba maka kalung tersebut masih berada pada posisinya.


Tiba tiba telinga kedua pemuda itu mulai melancip layaknya peri, dan mata hitam mereka tiba tiba berubah warna menjadi warna biru laut, yang menandakan jika mereka berdua telah seutuhnya berubah wujud menjadi bangsa elf.


"Nien Chu kita harus secepatnya mencari pakaian untuk mengganti pakaian kita, agar penyamaran kita berjalan dengan sempurna," ucap Zhurui.


"Kau jangan khwatir, aku telah mempersiapkannya semuanya, karena sebelum pergi ketua Akademi telah memberikan kita dua baju yang sering digunakan para elf di dalam kekaisaran kota," jawab Nien Chu.

__ADS_1


Keduanya lalu memakai baju pemberian dari ketua akademi. Kini perubahan mereka berdua tak ubahnya seorang manusia dari ras elf.


Ketampanan Zhurui dan Nien Chu begitu sangat terlihat nyata dengan warna biru yang menghiasi bola matanya.


Tiba tiba seorang pemuda meneriaki mereka berdua. "Apa yang kalian lakukan disini?" tanya pemuda itu.


Nien Chu memberikan isyarat kepada Zhurui agar tetap tenang, kemudian Nien Chu menjawab pertanyaan pemuda itu.


"Kami ingin melihat pemandangan lautan yang teduh ini, karena melihatnya bisa membuat hati kami berdua merasa tenang," jawab Nien Chu.


Nien Chu mencerna keadaan yang ada setelah melihat mata pemuda yang berada di hadapannya itu, berwarna kuning tak seperti dirinya yang berwarna biru.


"Bukankah orang kota tak suka dengan para penduduk pesisir pantai yang memiliki mata berwarna kuning, tak selayaknya para penduduk kota kekaisaran seperti kalian berdua berada disini, atau kalian berdua memang sengaja ingin mencari masalah dengan kami para pemuda desa tepi pantai," ucapnya pemuda itu kembali.


Tiba tiba sekelompok pemuda desa pesisir pantai datang menghampiri mereka, dan setelah melihat bola mata biru yang ada di mata Nien Chu dan Zhurui, membuat anak muda dari bangsa elf itu menampakkan wajah tak suka dan cenderung memusuhi mereka berdua.


"Kalian jangan samakan kami berdua dengan mereka yang tak suka dengan bola mata kuning kalian, bagi kami semua itu sama saja karena kita semua masih dalam golongan bangsa peri," ucap Nien Chu.


"Kau berkata seperti itu karena kalian berdua telah tertangkap di daerah kami, dan karena merasa takut kalian mengatakan itu semua," ucap pemuda elf yang bernama Siansan.


"Untuk apa kami takut sementara kami tak melakukan kesalahan pada kalian semua, dan untuk apa kami datang melihat lautan jika kami hanya datang untuk menyerahkan diri kami kepada kalian semua.


Anak muda bangsa elf saling berpandangan satu dengan yang lainnya, karena selama ini anggapan mereka mengenai pemuda kota kekaisaran yang begitu angkuh, sombong, dan suka menindas para penduduk yang tinggal di pesisir pantai, kini berubah drastis setelah mendengar perkataan dari Nien Chu.


Dengan adanya dua orang pemuda yang begitu sopan dan menghargai mereka, membuat anak muda pesisir pantai merasakan jika kedua pemuda itu benar-benar tulus ingin berteman dengan mereka semua, sehingga mereka pun menerima kehadiran Nien Chu dan Zhurui di pesisir pantai.


"Jika kalian ingin berteman dengan kami maka kami pun akan memperlakukan kalian sebagai teman.


Lebih baik kalian berdua singgah ke tempat kami dahulu sebelum pulang, paling tidak meminum segelas dua gelas sari buah sebagai tanda pertemanan kita," ucap Siansan.


"Kami begitu senang karena kalian semua ingin berteman dengan kami, maka kami tak akan menolak ajakan dari kalian," jawab Nien Chu


Pada akhirnya Nien Chu dan Zhurui pergi ke desa tempat di mana Siansan tinggal.


Sesampainya di desa, seorang anak dari kepala keamanan desa begitu tak senang dengan kehadiran Nien Chu dan Zhurui di tempat mereka, namanya Anchen yang merupakan jenius di desa itu, sekaligus pemimpin dari seluruh anak muda pesisir pantai.


Siansan mengapa kau membawa kedua pemuda sampah dari kota itu ke sini, apakah kau tak tahu dengan kehadirannya di sini hal itu bisa meresahkan masyarakat di desa ini.

__ADS_1


"Anchen dia adalah temanku jadi kau tak usah ikut campur dalam urusan pertemanan kami jika kau tak menginginkannya. Aku yang membawa mereka ke sini jadi aku bertanggung jawab atas keselamatannya," jawab Siansan.


"Aku tak peduli dengan apa yang ingin ku katakan tapi aku ingin bertarung dengannya, agar orang kota dapat melihat jika orang desa seperti kita bisa mengalahkan kekuatan anak muda dari kota kekaisaran," ucap Anchen dengan penekanan di perkataannya.


Melihat adanya perselisihan pendapat di antara anak muda di desa itu, membuat Zhurui menjadi gelisah.


"Nien Chu sepertinya keadaan tak memihak kepada kita, jika kita terus berada di sini maka keributan pasti akan terjadi," bisik Zhurui.


"Kau benar, lebih baik kita pergi dari sini karena tujuan kita adalah mencari di mana keberadaan teratai Nirwana berada," jawab Nien Chu sambil berbisik.


"Saudaraku semua jika kehadiran kami di sini telah membuat perselisihan diantara kalian, ada baiknya kami pergi dari sini," ucap Nien Chu sambil menggenggam tinju memberi hormat.


Tak lama kemudian Nien Chu dan Zhurui membalikkan badan kemudian melangkahkan kaki pergi meninggalkan tempat itu.


Baru beberapa langkah Nien Chu dan Zhurui berjalan, tiba-tiba saja teriakan Anchen yang dialiri tenaga dalam menghentikan langkah mereka berdua.


"Tinggu!!, seenaknya saja kalian datang dan pergi dari Desa ini, Jika kalian ingin pergi dari Desa ini maka kalian harus mengalahkanku terlebih dahulu," ucap Anchen.


Nien Chu menatap anak muda yang ada di hadapannya sambil bergumam.


"Aku rasa dia seperti itu karena dia telah berada pada ranah suci puncak, sehingga dia merasa dapat mengalahkan kami berdua," gumam Nien Chu.


Tak lama kemudian Anchen melompat menghadang langkah mereka berdua. Melihat hal itu Siansan segera menyusul Anchen akan tetapi suara ketua desa menghentikan langkahnya.


"Siansan aku tak ingin kau menghalangi Anchen, karena dengan bertarung menghadapi kedua pemuda kota itu aku bisa melihat tingkat kekuatan yang dimiliki jenius desa ini.


Aku ingin melihat sampai di mana kemampuan Anchen dalam menghadapi pemuda kota itu, untuk perbandingan baginya dalam menghadapi turnamen besar yang akan diadakan di kota kekaisaran sebentar lagi," ucap ketua Desa.


Siansan hanya diam, karena kedudukan ketua Desa begitu sangat dihormati, dan apapun yang menjadi keputusannya adalah mutlak.


Disisi lain, Anchen dengan bangganya menantang Nien Chu dan Zhurui untuk bertarung dengannya.


"Aku ingin kalian berdua menghadapiku bersama-sama, karena aku sudah tak tahan lagi ingin menghajar pemuda dari kota seperti kalian," ucap Anchen.


"Jika kau ingin bertarung maka akulah lawanmu," ucap Zhurui sambil maju ke hadapan Anchen.


Melihat hal itu, Nien Chu lalu memegang bahu kiri Zhurui, dan berkata.

__ADS_1


"Biar aku yang akan menghadapinya karena dia telah mencapai ranah tingkat suci puncak," bisik Nien Chu.


Bersambung


__ADS_2