
Xiozi memulai penyerangan dengan melesat cepat dan mengarahkan pedang es energi yang ada di genggaman tangannya, ke arah laba laba ungu yang ada di hadapannya.
Akan tetapi perkiraan Xiozi melesat yang mengira jika laba laba ungu pergerakannya akan melambat karena tubuhnya yang besar tak terbukti, malahan pergerakan sang laba laba begitu cepat dan gesit dalam menghindari setiap serangannya
Kaki kakinya yang panjang dan runcing, yang di penuhi dengan bulu bulu halus dengan racun mematikan, mampu menyerang balik Xiozi hingga pada satu titik pedang yang ada di genggaman tangan Xiozi, berbenturan dengan salah satu kaki sang laba laba yang membuat pedang es ditangan Xiozi hancur berantakan.
Xiozi berjumpalitan kebelakang karena terjangan sang laba laba ungu, kaki kaki panjang dan runcing sang laba laba terus memburu keberadaannya, yang membuat Xiozi harus selalu menjaga jarak dengannya.
Kali ini Xiozi mengambil kelembaban udara di tempat itu dan mulai membentuk 12 pedang es di udara. Dengan cepat Xiozi menyerang sang laba laba dengan menggunakan ke 12 pedang es yang telah di ciptakan nya.
Pedang es meluncur deras kearah laba laba ungu raksasa, dan berhasil mengenai tubuh sang laba laba dengan telak.
Apa yang terjadi di luar nalar Xiozi, seluruh serangannya tak berdampak apapun pada laba laba raksasa, hal itu membuat Xiozi semakin yakin jika kali ini dia akan kalah dalam pertarungannya.
Sementara itu di dam artefak pelindung Thien Yu mulai sadar, sesaat dia mencerna keadaan dengan mengingat ingat kembali bagaimana dia bisa pingsan di tempat itu. "Ternyata aku telah di hajar hingga babak belur oleh Xiozi," batin Thien Yu kesal.
Suara pertarungan membuat Thien Yu tersadar dari lamunannya. "Aku harus memulihkan diri terlebih dahulu sebelum aku membantu Xiozi," bisik Thien Yu yang melihat Xiozi tengah bertarung dengan laba laba raksasa berwarna ungu.
Thien Yu duduk bersila dan melakukan kultivasi cepat untuk memulihkan diri, sesuai dengan tehnik kultivasi yang diajarkan gurunya.
Energi alam yang sangat padat di dalam ruang dasar lobang, dengan cepat di serap oleh Thien Yu yang membuatnya dapat pulih dengan cepat.
Sementara itu di tempat terjadinya pertarungan, Xiozi semakin terpuruk dengan serangan bertubi tubi dari laba laba raksasa, dan tak ada pilihan lain baginya selain menggunakan tehnik andalannya.
"Walaupun aku harus mati tetapi aku juga pasti akan melukaimu!!" ucap Xiozi.
Kali ini tubuh Xiozi terangkat keatas, dan mengambang di udara. "Tehnik petaka Dewi es abadi" ucapnya.
Maka tercipta bulatan segel besar di belakang Xiozi. Dari dalam segel keluar sesosok wanita dengan rupa patung es yang dapat bergerak dengan pedang putih bersinar di dalam genggaman tangannya.
__ADS_1
Keluarnya Dewi es, membuat seluruh ruangan membeku kecuali area yang terdapat artefak pelindung di sekitar keberadaan Thien Yu.
Patung yang memiliki aura es mengerikan itu, langsung menyerang laba laba raksasa dengan menebaskan pedang yang berada di dalam genggaman tangannya, hingga membuat putus ke 4 kaki sang laba laba raksasa.
Jerit kesakitan terdengar dari mulut laba laba raksasa karena kehilangan ke empat kakinya, akan tetapi, hal yang tidak masuk akal kembali terjadi, ke empat kaki laba laba yang tadinya terputus, kini mengeluarkan kaki kaki baru yang rupa dan bentuknya sama persis seperti bentuk kaki laba laba yang terputus.
Kali ini laba laba raksasa terlihat begitu gusar dan marah, dengan kekuatan yang di milikinya sang laba laba menembakkan jaring dari mulutnya kearah patung Dewi es yang kembali ingin menyerangnya.
Tak hayal lagi, patung Dewi es terkena jaring laba laba yang langsung membungkus tubuhnya dengan kuat, sehingga membuat patung Dewi es tak bisa melakukan pergerakan.
Tak lama berselang, dari mulut laba laba mengeluarkan suatu benda seperti tombak berwarna emas, dan langsung melesat cepat ke arah patung Dewi es hingga patung Dewi es itu hancur seketika.
Tak sampai di situ, tembakan jaring laba laba kini di arahkan ke arah Xiozi, yang membuat Xiozi harus menghindar dengan meloncat kesana kemari agar jaring laba laba tak mengenai tubuhnya.
Naas bagi Xiozi, karena perbedaan tingkat kultivasi membuat tubuhnya akhirnya terkena serangan jaring laba laba, yang membuat Xiozi tak bisa bergerak oleh jaring kuat, elastis dan lengket itu.
Xiozi mengeluarkan kekuatan ranah tingkat alam puncak yang di milikinya untuk menghancurkan jaring tersebut, akan tetapi jaring itu sama sekali tak dapat terkoyak sedikitpun, yang membuat Xiozi harus pasrah dengan keadaan.
Zep...!!
Tombak terus meluncur deras menuju ke arah Xiozi tanpa ada yang bisa menahannya, karena Xiozi kini terjebak di dalam jaring laba laba yang telah membungkus tubuhnya.
Hingga beberapa meter lagi tombak itu akan mengenai tubuh Xiozi, sebuah belati berwarna merah darah tiba tiba saja menepisnya hingga Xiozi luput dari maut.
Thien Yu segera melesat cepat kearah Xiozi, dan memasang artefak langit di dekatnya.
Setelah merasa aman bagi Xiozi, Thien Yu segera keluar dari dalam artefak pelindung, dan langsung menyerang laba-laba raksasa dengan belati merah darahnya.
"Tehnik belati kembar," ucap Thien Yu.
__ADS_1
Belati merah darah di lemparkan kearah sang laba laba raksasa, dengan target bagian bagian penting dari tubuh sang laba laba raksasa, yang telah di tentukan oleh Thien Yu.
Belati merah darah telah berubah menjadi 5 bentuk yang sama dan meluncur deras kearah sang laba laba, akan tetapi serangan Thien Yu tak sampai mengenai tubuh sang laba-laba raksasa, karena dengan tingkat kekuatan yang dimilikinya sang laba-laba mampu menahan serangan ke 5 belati merah darah yang di lesakkan oleh Thien Yu, yaitu dengan beberapa kali menembakkan cairan berwarna ungu dari dalam mulutnya.
Cairan yang di tembakkan sang laba laba seketika membeku dan membentuk tameng baginya, hingga ke 5 belati merah darah hanya dapat mengenai tameng dari sang laba laba raksasa.
Melihat hal itu, thian Yu hanya tersenyum. "Dasar bodoh!!, walaupun kau mempunyai kekuatan yang sangat jauh di atasku, namun otak encer dan kejeniusan ku mampu untuk menumbangkan mu. Belati itu hanya pengalihan dariku dan serangan yang sebenarnya adalah ini..!! " bisik Thien Yu.
"Tehnik ruang dan waktu," ucap Thien Yu.
Dengan tehnik yang mempu untuk berpindah tempat dalam sekejap, Thien Yu kini berada di bawah tubuh laba laba raksasa.
"Walaupun kulitmu sangat kuat tapi dengan ke 12 jarum emas yang merupakan artefak langit peninggalan ayahku, aku akan segera menuntaskan pertarungan kita," ucap Thien Yu.
"Tehnik jari matahari," bisiknya.
Kedua belas jarum emas langsung menghujam deras tubuh laba laba raksasa ribuan tahun di ke 12 titik yang telah di tentukan oleh Thien Yu, sehingga membuat sang laba laba menjerit dengan lengkingan yang menyakitkan telinga.
Sebelum ambruk ketanah sang laba laba raksasa melepaskan bulu bulu halus beracun yang ada di tubuhnya, hingga bulu bulu halus itu menyebar sangat cepat yang membuat salah satu bulu bulu halus itu menancap ke bahu kiri Thien Yu.
Bersambung.
Mohon maaf teman teman pembaca, karena kerjaan di dunia nyata demi untuk menyambung hidup keluarga, dan adanya waktu lembur, membuat author kehabisan waktu dalam menulis. Curi curi waktu menulis di tempat kerja membuat author di tegur sama mandor, yang membuat author tak berani lagi memegang hp di saat kerja, (takut di berhentikan kerja). Author akan tetap berusaha terbit tiap hari dan akan mencoba menulis 1 episode dan besoknya 2 episode (selang seling), demi untuk terus melanjutkan novel ini hingga tamat.
Sempat ada yang bertanya, "Mengapa tak berhenti nulis aja Thor, jika memang tak sanggup dan hanya membuang waktu dan kuota kami saja".
Tolong teman teman hargailah waktu yang telah author habiskan untuk menulis, selama ini author tak pernah absen untuk menulis walupun hanya 1 episode, waktulah yang membuat author hanya dapat menulis 1 episode.
Jujur saja, author menulis karena ada hasil yang dapat membantu perekonomian keluarga author, yang bisa untuk sekedar membeli beras dan bayar kontrakan, jika lebih author masih bisa membeli susu buat buah hati author.
__ADS_1
Terimakasih teman teman yang telah mendukung novel ini, semoga di limpahkan rezeki sebagai mana teman teman semua telah memberi rezeki pada keluarga author dengan membaca novel ini.
Sekali lagi trimakasih🙏🙏🙏, maaf sedikit curhat.