
Roh raja iblis Azuma kembali ke istana Glory, dia memasuki suatu tempat yang biasa dipakai olehnya untuk melakukan peningkatan kekuatan, maupun ritual untuk menambah kedigdayaannya.
Para pengikut iblis datang menghadap sang raja iblis, guna membawakannya darah segar dari manusia-manusia yang telah ditangkap dan disekap di dalam penjara, guna mengembalikan raga kasar sang raja iblis yang telah hancur sewaktu berada di wilayah kerajaan cahaya nirwana.
Dengan melakukan ritual dengan menggunakan darah segar yang dibawa para pengikut iblis, Raja iblis Azuma kembali dapat memperoleh raga kasarnya yang telah hancur.
Setelah mendapat raga kasarnya, raja iblis Azuma kembali menuju ke kediamannya.
"Manusia itu telah menipuku, dan membuatku banyak kehilangan pasukan, suatu hari nanti aku sendiri yang akan membunuhmu!!" ucap raja iblis Azuma dengan amarah di wajahnya.
Sementara itu di istana pheonix dimana jendral Chu yang merupakan jendral dari pasukan terbang ke kaisaran pheonix, di bawah pimpinan jendral Jatayu tengah diadili oleh sang ratu, atas penghianatannya yang bisa saja menghancurkan kekaisaran dengan bocornya segala macam rahasia ke istana Glory.
"Selama ini istana Pheonix di bawah kepemimpinan ku setelah memberikan kau kesejahteraan dan bahkan jabatan tinggi kepadamu, akan tetapi kau tak pernah merasa puas dengan hal itu, hingga kau menjadi penghianat bagi negerimu sendiri.
Kau telah mengetahui jika raja iblis yang menjadi sekutumu itu merupakan bentuk jiwa yang licik, kau dahulu pernah berjuang bersama Kaisar pheonix terdahulu yang merupakan suami ku, dalam menghancurkan raja iblis dan pengikutnya yang menyerang kekaisaran pheonix di masa lampau, dan mengapa saat kejayaan telah berada di tangan kita kau malah ingin menghancurkannya kembali?.
Jendral Chu, pernahkah kau berpikir jika penghianatan yang kau lakukan itu akan membunuh banyak penduduk yang tak bersalah?, dan atas penghianatan mu itu maka kekaisaran pheonix akan memberikan hukuman mati kepadamu, akan tetapi mengingat jasa-jasa yang telah kau lakukan selama ini kepada kekaisaran, maka dengan pertimbangan yang ada, aku memutuskan untuk mengusir mu dari istana dan kau boleh berada di dalam kota untuk melanjutkan hidupmu kembali dengan tak memiliki kekuatan ranah tingkatan sedikitpun," ucap ratu Yan Ling yang tengah memutuskan hukuman kepada jenderal Chu.
Setelah berkata seperti itu tiba-tiba saja jenderal Feng Yu melesat ke arah jendela chu, dengan menghantamkan telapak tangan kanannya ke belakang Sang Jenderal yang tengah mendapatkan hukuman dari sang ratu.
Serangan yang dilakukan Feng Yu membuat jendral chu terhempas dan mencium lantai ruangan, dan saat jendral Chu kembali bangkit maka dia telah kehilangan seluruh kekuatannya, karena dantian yang berada di dalam tubuh nya telah hancur sehingga membuatnya merasa menyesal dengan apa yang dilakukannya selama ini, yang membuat dirinya mendapat hukuman dari sang ratu.
"Bawa dia keluar dari istana, berikan dia tempat tinggal yang layak di kota dan beberapa koin emas agar dia bisa melanjutkan hidupnya," ucap sang ratu kemudian pergi meninggalkan ruang sidang.
Sang ratu sebenarnya tak tega melakukan hal itu kepada jenderal Chu, yang telah berjasa berjuang mengusir pasukan iblis yang menyerang kekaisaran pheonix di masa lampau, sehingga kekaisaran pheonix dapat besar dan berjaya sampai sekarang ini.
Jasanya memang begitu sangat besar kepada kekaisaran Phoenix, akan tetapi penghianatannya tak bisa ditoleransi lagi karena hal itu telah menyangkut hajat hidup orang banyak, dan hukuman yang di berikan ratu Yan Ling kepadanya merupakan contoh agar di masa depan tak terjadi lagi penghianatan kepada kekaisaran Phoenix, seperti apa yang dilakukan jenderal Chu kepada kekaisaran dengan membocorkan rahasia penting istana Phoenix kepada kekaisaran Glory.
__ADS_1
Sementara itu di tempat nun jauh di sana tepatnya di dalam alam Zaiya, Thien Yu berhasil menguasai teknik dasar pembentukan energi dan tehnik menengah penyerapan cahaya yang dilatihnya sendiri, untuk dapat melatih kekuatan semesta tiada batas yang selama ini menjadi tujuan nya berada di alam Zaiya.
Sudah setahun lebih aku berlatih di alam Zaiya, dan sudah saatnya aku melatih kekuatan semesta tiada batas, semoga dalam setahun ini aku mampu untuk menguasainya," batin Thien yu.
Thien Yu lantas berjalan menuju ke atas bukit tertinggi, dia pun melihat ke arah lautan yang luas membentang di hadapannya.
Angin sejuk menerpa tubuhnya hingga rambut panjang dan pakaian yang dikenakannya berkibar dengan kencang.
"Bagaimana keadaan Dewi Yun Shi sekarang, mengapa aku begitu mengkhawatirkannya," batin Thien Yu.
Thien Yu lantas menggunakan kekuatan yang dimilikinya untuk menembus ruang dan waktu keberadaan putri Yun Shi di Nirwana, yaitu dengan menggunakan mata langit yang selama ini juga telah dilatihnya. Mata langit itu kini menjelma menjadi bulatan cahaya emas sebesar kelereng yang ada di dahi Thien yu.
Walaupun telah menggunakan seluruh kekuatan yang dimilikinya untuk menembus dimensi Alam Nirwana, akan tetapi Thien Yu belum mampu untuk menembus tabir yang melindungi alam Zaiya.
"Ternyata aku belum mampu untuk menembus tabir alam ini, aku akan terus berlatih dengan giat agar aku bisa menjadi lebih kuat lagi, agar penglihatan ku dapat menembus Nirwana," batin Thien Yu.
"Kau akan menjadi kekal dan abadi, karena kau akan menjadi Kaisar terkuat di seluruh alam.
Setelah kau keluar dari sini Aku ingin kau menjadi pemimpin seluruh alam yang menjaga keseimbangan alam agar kelangsungan seluruh makhluk hidup dapat terjaga.
Kekuatan yang ada padamu kelak akan menjadi kekuatan tak terbatas, dan aku ingin kau menjadi bijak dalam menggunakannya.
Saat ini kau telah mendapatkan dasar puncak kekuatan semesta, dalam setahun aku akan membantumu berlatih untuk mendapatkan kekuatan semesta tanpa batas," ucap sang cahaya.
"Aku tahu apa yang harus kulakukan, kau jangan khawatirkan hal itu karena aku pasti akan menjaga keseimbangan seluruh alam hingga tercapai kedamaian di seluruh alam yang ada.
Sewaktu aku masih kecil, aku memang bercita-citaku untuk menjadi seorang yang tak tertandingi, dan akan menjadikan semua alam tentram dan damai," jawab Thien yu.
__ADS_1
"Bagus, aku sangat senang mendengarnya dan sekarang aku tak ada keraguan lagi terhadap dirimu untuk memimpin alam semesta ini," ucap sang cahaya kemudian memegang bahu Thien Yu.
Tiba tiba saja mereka berdua menghilang dari tempat dan muncul kembali di sebuah dataran bersalju.
Thien Yu sangat terkejut melihat hamparan salju yang ada di hadapannya, dimana sejauh mata memandang Thien yu hanya bisa melihat titik putih yang merupakan salju.
"Bukankah tempat ini merupakan tempat di mana aku pertama kali datang, dan saat itu aku begitu merasa kedinginan walaupun telah mengeluarkan kekuatan untuk menghangatkan tubuhku.
Tapi mengapa kali ini tubuhku seperti terlindungi oleh satu kekuatan hangat yang mampu untuk menahan rasa dingin dihamparan salju ini, dan apakah karena aku telah menguasai dasar dari kekuatan semesta sehingga aku tak merasakan kedinginan," batin Thien Yu.
Dari kejauhan sang cahaya suci melihat jika Thien Yu tengah melamun, hal itu membuat sang cahaya suci mendekati Thien Yu.
Hamparan salju ini merupakan hamparan salju langit, yang mempunyai suhu dingin yang suhu dinginnya melampaui akal sehat pikiran manusia.
Jika sewaktu kau datang pertama kali ke tempat ini kau tak memiliki teratai Nirwana di dalam tubuhmu, maka saat itu juga tubuhmu akan berubah menjadi es yang jika hancur akan menjadi serpihan serpihan kecil es.
Aku sengaja membawamu ke tempat ini agar kau dapat menaklukkan Raja beruang es langit, seperti halnya kau telah menaklukkan raja serigala api langit yang merupakan serigala berelemen api.
Jika dapat menaklukkan beruang es langit maka kau telah mencapai setengah dari kekuatan semesta, tinggal aku akan mengarahkan mu menuju puncak kekuatan semesta itu setelah semua rintangan berupa menaklukkan Raja beruang es langit kau lakukan.
"Thien Yu Aku ingin kau terus giat berlatih dan jangan pantang menyerah, kegagalan menghadapi Raja beruang es langit akan menjadi cambuk untuk dapat mengalahkan nya.
Ingat, raja beruang es langit sangatlah kuat dan belum tentu kau dapat mengalahkannya dalam sekali pertarungan, kau akan memerlukan berkali-kali pertarungan melawannya, hingga pada satu titik di mana kekuatanmu lebih besar darinya maka saat itu Kau pasti mendapat mengalahkannya," ucap sang cahaya suci.
"Aku pasti dapat mengalahkan raja beruang es langit itu secepat mungkin, karena waktu yang ku butuhkan untuk berada di tempat ini sisa sedikit," jawab Thien Yu.
Bersambung.
__ADS_1