Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Masa lalu


__ADS_3

Anchu menghadap kepala desa di kediamannya. Tampak tatapan penuh amarah dari sang kepala desa kepada pemuda yang juga merupakan muridnya itu.


"Anchu aku sudah mengatakan kepadamu jika apa yang kau lihat sebelum ini tak kau ceritakan kepada orang lain, tapi apa yang kau lakukan kau telah melanggar larangan yang telah kuberikan, sehingga membuat banyak pemuda desa yang menjadi korban akibat keteledoran mu itu.


Anchu.., kau sama sekali tak mengerti apa yang ingin kurencanakan pada Desa ini, pemuda itu memang berasal dari ras manusia, walaupun dia berasal dari ras manusia akan tetapi di masa lalu dia merupakan keturunan dari kesatria terhebat dan tak terkalahkan di dunia ini, dimana ksatria itu dulunya masih mempunyai hubungan dengan ras elf, karena dia telah memperistri wanita dari ras elf yang merupakan adik kaisar pertama sekaligus pendiri dataran langit.


Karena kebodohan mu itu maka apa yang telah kurencanakan pada akhirnya akan berantakan akibat ulahmu. Kau akan dihukum berat oleh pengadilan desa, dan aku takkan bisa mengampuni kesalahanmu hari ini," ucap kepala desa.


Anchu begitu sangat terkejut mendengar jika Nien Chu merupakan keturunan dari kesatria terhebat dimasa lalu, apalagi ksatria itu merupakan suami dari adik pendiri dataran langit di masa lalu.


Hanya penyesalan yang saat ini dirasakannya, sehingga dia hannya pasrah dengan keadaan yang ada.


"Guru, aku memang telah melakukan kesalahan dan tak patut mendapatkan pengampunan darimu.


Aku akan menerima semua sanksi hukuman yang akan dijatuhkan kepadaku, tapi aku mohon kepadamu guru untuk menyelamatkan kakakku Anchen, karena tak ada satupun yang mampu menyembuhkan luka dalam yang ditanya," jawab Anchu dengan wajah penuh rasa bersalah.


"Dimana Anchen berada?" tanya kepala desa.


"Sekarang ini dia berada di balai pengobatan desa, dan kondisinya makin lama semakin memburuk, aku mohon padamu guru sembuhkan dia karena hanya engkau yang mampu untuk menyembuhkan Anchen," jawab Anchu.


Kepala desa meremas tinjunya sendiri, menahan amarah yang begitu sangat luar biasa di dadanya, dia tak menyangka jika jenius desanya yang merupakan calon utama yang akan di ikut sertakan dalam kompetisi besar besaran yang di hadiri oleh seluruh ras elf di kekaisaran kota, kini terluka parah.


"Aku ingin kau sekarang menghadap ke pengadilan desa, dan menerima sanksi hukumanmu di sana. Masalah Anchen biar aku yang mengurusnya," ucap kepala desa.


"Trimakasih guru...!" ucap Anchu.


Setelah pembicaraannya dengan Anchu, kepala desa segera pergi melihat keadaan Anchen di balai pengobatan sekte.

__ADS_1


Tampak Anchen tengah terbaring lemah di sana. Ketua desa mendatangi tabib yang bertanggung jawab atas balai pengobatan desa, untuk menanyakan luka dalam yang di derita Anchen.


"Bagaimana keadaan Anchen?" tanya ketua desa.


"Semua titik Meridian di tubuhnya rusak, untung saja dantiannya hanya luka sedikit sehingga kultivasinya tak hancur.


Walaupun demikian, Anchen tetap tak bisa menggunakan kekuatannya, karena jalur energi yang ada di tubuhnya rusak sehingga dia tak bisa menyalurkan energi dari meridiannya ke seluruh tubuh," jawab sang tabib.


"Maksudmu?" tanya kepala desa.


"Anchen akan sembuh seperti sediakala akan tetapi dia tak bisa berkultivasi selama Merindiannya masih rusak, jika sampai dia memaksakan menggunakan energi di dalam dantiannya, maka dengan sendirinya tubuhnya akan lumpuh," jawab sang tabib.


"Apakah ada jalan untuk dapat memulihkan kembali Merindiannya yang rusak?" tanya ketua desa.


"Kami tak bisa mengambil resiko untuk melakukan penyembuhan baginya, karena jika sedikit saja melakukan kesalahan fatal maka Dantian yang di miliki Anchen akan ikut hancur.


Kepala desa terdiam mendengar jawaban dari sang tabib, dia kembali teringat akan cerita di masa lalu yang membuat hubungan antara bangsa elf dan ras manusia menjadi merenggang, semua itu akibat seorang pangeran yang dahulunya merupakan calon Kaisar di dataran langit, telah berbuat hal yang sangat memalukan.


Dengan ketampanannya dia berhasil menaklukkan hati seorang putri dari 4 negara besar, yang membuat keempat Putri tersebut hamil dan pangeran bangsa elf tak mau bertanggung jawab atas perbuatannya itu, semua itu karena sang pangeran menganggap jika kasta ras manusia lebih rendah daripada kasta ras elf, dan tak selayaknya ras manusia bersanding dengan ras elf.


Pernyataan itu mengundang kemurkaan 4 pemimpin dari 4 kekaisaran besar, sehingga mereka bersatu untuk menyerang dan menghancurkan kekaisaran dataran langit.


Sang kaisar bangsa elf menemui langsung keempat pimpinan negara besar untuk melakukan perundingan agar tak terjadi peperangan yang akan memakan banyak korban jiwa, dan hasil perundingan itu menyatakan jika pangeran elf harus dihukum mati di hadapan keempat pemimpin negara besar.


Tak ada pilihan lain bagi kaisar elf untuk mencegah peperangan selain mengikuti permintaan dari 4 pimpinan negara besar, karena tak mungkin kekaisarannya sanggup untuk membendung serangan dari 4 negara besar sekaligus, walaupun kekaisaran dataran langit memiliki armada tempur yang besar dan kuat.


Mendengar jika dirinya akan dihukum mati, membuat pangeran elf meminta maaf kepada 4 pemimpin negara besar, dan akan bertanggung jawab atas keempat Putri yang telah dinodainya itu.

__ADS_1


Akan tetapi permintaan maafnya itu tak dikabulkan karena sang pangeran telah menyakiti hati keempat pemimpin besar dan ras manusia, sehingga Pangeran tersebut akhirnya dieksekusi mati.


Selepas kematian sang pangeran membuat ke-4 Putri merasa bersedih, Karena rasa cintanya kepada sang pangeran mereka pun masing-masing meminum racun sehingga ikut mati saat itu juga.


Setelah kejadian itu peperangan pun tak terjadi, akan tetapi hubungan antara ras manusia dan ras elf terus merenggang dan pada akhirnya bangsa elf menutup diri dari ras manusia, dan sampai saat ini tak ada satupun manusia yang berada di kekaisaran dataran langit.


Kepala desa menghembuskan nafasnya dengan keras mendengar solusi yang diberikan sang tabib, tak mungkin saat ini dia menghadap kaisar Annzor untuk meminta rekomendasi agar Anchen dapat dibawa ke istana mutiara hidup untuk disembuhkan di sana, karena kaisar Annzor tak akan mungkin memberikan rekomendasi itu dikarenakan kaisar Annshor pastinya akan menjaga gengsi bangsa elf di mata kekaisaran mutiara hidup.


Kepala desa saat ini hanya pasrah dengan keadaan muridnya, dan mau tidak mau dia pun harus menceritakan keadaan yang ada kepada Anchen, agar jenius desanya itu bisa memahami kondisi yang saat ini tengah terjadi padanya.


Anchen begitu sangat bersedih mengetahui jika dirinya tak bisa menggunakan kekuatannya lagi, dan dia pun berencana akan mengakhiri hidupnya setelah kesembuhannya.


Ditempat lain, dengan latihan keras yang dilakukannya kini Nien Chu dapat menggabungkan 3 unsur api sekaligus, dan dapat menguasai teknik amukan api misterius dengan sempurna.


Nien Chu pada akhirnya mengakhiri kultivasinya dan perlahan membuka matanya.


Nien Chu begitu sangat terkejut dan menatap heran dengan keadaan yang ada, di mana rumah Siansan yang sebelumnya berdiri kokoh, kini hancur berantakan dan rata dengan tanah.


"Sepertinya telah terjadi pertarungan besar di tempat ini," batin Nien Chu.


Zhurui begitu sangat senang melihat Nien Chu telah selesai melakukan kultivasinya, rasa senang itu juga terlihat pada rubah putih yang langsung meloncat kepelukan Nien Chu.


"Apa yang sebenarnya terjadi di tempat ini, mengapa tempat ini menjadi sangat berantakan seperti ini?" tanya Nien Chu.


Zhurui lantas menceritakan semua yang telah terjadi selama Nien Chu melakukan kultivasi, dan Nien Chu sangat menyesalkan semua yang dilakukan para pemuda desa, yang tak mengetahui apa apa mengenai kesepakatan antara dirinya dan ketua Desa.


Bersambung.

__ADS_1


Trimakasih atas semua dukungan yang teman-teman berikan sehingga novel ini masih bertahan di peringkat ke 13 hingga saat ini, dan hal itu memberikan semangat bagi saya untuk terus menulis setiap harinya.


__ADS_2