
Seluruh penghuni dataran langit begitu sangat senang mendengar Thien Yu telah sadarkan diri, begitupun dengan pangeran Langtian.
Pangeran Langtian dan para petinggi dataran langit, langsung melakukan rapat tertutup untuk membahas tentang penyerangan yang akan dilakukan oleh dataran awan beberapa hari kedepan.
Semua itu mereka ketahui dari mata-mata yang di tempatkan pada area netral di alam inti vioni.
Di dalam rapat tertutup itu pangeran langtian pengatur strategi perangnya, di mana dia sendiri akan memimpin prajurit tempur Phoenix terbang, sementara itu Thien Yu dan putri Langyun akan menghadang para pasukan dataran awan yang akan masuk ke dalam wilayah utama dataran langit lewat daratan.
Tetua Sanghao dan beberapa petinggi istana akan membantu untuk mengamankan istana dari serangan prajurit daratan awan yang berhasil masuk ke area istana elf.
Dari hasil keputusan rapat maka hari itu juga berangkatlah para prajurit darat dataran langit yang di pimpin Thien Yu dan putri Langyun, menuju ke perbatasan daerah netral guna menghadang para prajurit dataran awan yang akan masuk wilayah dataran langit.
Sengaja pangeran Langtian menjadikan adik dan saudara angkatnya itu menjadi pimpinan prajurit di daratan, semua itu di lakukannya agar dapat mendekatkan adiknya dan Thien Yu menjadi lebih dekat lagi.
Di perbatasan wilayah netral, para elf menyamarkan diri diatas pohon pohon yang rimbun, mereka menunggu pasukan awan yang berusaha menuju ke dataran langit.
__ADS_1
Semua perbekalan dan apapun kebutuhannya telah di persiapkan, hingga tak ada pergerakan berarti dari pasukan elf yang melakukan penyamaran di pepohonan.
Para pimpinan pasukan bawahan Thien Yu yang berjumlah 10 orang, melesat mencari informasi yang dibutuhkan, mereka pun menempatkan diri masing-masing di tempat-tempat yang strategis untuk mendapatkan informasi jika pasukan dataran awan telah kelihatan tempat itu.
Sementara itu Putri Langyun dan Thien Yu tengah duduk duduk berdua di sebuah anak sungai, sifat dan karakter putri Langyun yang tak bisa diatur kini tak terlihat lagi pada dirinya, Thien Yu benar benar melihat perubahan yang sangat besar pada diri wanita cantik yang berada di dekatnya itu.
Thien Yu kini dihinggapi rasa yang sulit diartikannya, memang saat ini Thien Yu mulai merasakan perasaan suka terhadap putri Langyun, akan tetapi dia masih ragu jika Sang Putri mengetahui jika dirinya telah mempunyai dua hati yang dijaga, hal itu pasti akan menyakiti putri Langyun, hal itu membuat Thien Yu masih menjaga jarak dengan Putri Langyun, dia tak ingin menyakiti hati wanita dari bangsa elf itu.
Mereka duduk berdua sambil memandangi air yang mengalir jernih dengan beberapa ikan yang bermain-main di sana, tak ada percakapan yang terjadi, mereka berdua larut dalam pikiran mereka masing masing.
Tiba tiba saja putri Langyun memulai percakapan di tempat itu. "Kak Thien aku membawa banyak kue manis, cobalah, rasanya sangat enak dan manis," ucap putri Langyun sambil memberikan kue kering yang berada di dalam wadah kerah Thien Yu.
"Sangat manis sekali kue ini," ucap Thien Yu dengan kembali mengambil kue manis yang ada, dan memakannya.
Mendengar hal itu, putri Langyun segera mendekatkan wajahnya ke dekat wajah Thien Yu sambil berkata. "Manis mana kue itu dengan wajahku kak Thien?" tanya putri Langyun.
__ADS_1
"Ohok... Ohok.... ohok...!!
Thien Yu terbatuk batuk mendengar pertanyaan putri Langyun padanya.
Buru buru putri Langyun memberikan air kepada Thien Yu, kemudian Thien Yu pun menerimanya dan langsung meneguknya.
Setelah meminum air Thien Yu pun berkata. "Kau ini, tak seharusnya kau berkata seperti itu karena hal itu akan membuatku tersedak," ucapnya.
"Aku hanya ingin mengetahui perasaanmu padaku kak Thien, jika kau menyukaiku seperti apa yang kurasakan tentunya kau akan mengatakan jika aku manis," ucap putri Langyun yang berbicara berterus terang dengan senyum merekah di bibirnya.
Thien Yu menatap mata biru teduh milik putri Langyun lekat lekat, dan berkata. "Aku tak bisa menyembunyikan rasa di hatiku terhadapmu jika akupun mencintaimu, akan tetapi aku tak bisa menerima cintamu karena aku takut kau kecewa. Aku telah memiliki dua orang wanita yang sangat spesial di hatiku, hal itulah yang membuatku tak dapat menerima mu," ucap Thien Yu.
"Kak Thien, hanya karena itu kau selama ini selalu menjauh dariku?, aku hanya menginginkan kau mencintaiku dengan tulus dan aku tak memperdulikan mereka yang duluan mendapatkan hatimu. Kak Thien, aku rela berbagi hati dengan mereka berdua asalkan kau selalu menyayangiku seperti kau menyayangi mereka," ucap putri Langyun yang mulai meneteskan air matanya.
Thien Yu merasa bersalah karena telah membuat wanita cantik di hadapannya itu menangis, pengorbanannya selama ini dengan merubah seluruh sikapnya membuat Thien Yu tersentuh.
__ADS_1
Dengan rasa cinta Thien Yu memeluk putri Langyun dengan hangat. Sang putri semakin deras menangis di pelukan Thien Yu, mengingat semua yang menjadi impiannya selama ini akhirnya terkabul.
Bersambung