
Pagi pagi sekali, Nien Chu telah pergi meninggalkan istana akademi bulan suci, selain menghindari untuk bertemu dengan putri Zeng Yi yang pastinya akan menahannya untuk pergi, yang kedua untuk menghindari para anggota Mision ilahi, yang pastinya masih mencari dirinya yang telah membunuh salah satu putra dari ketua Mision ilahi.
Setelah keluar dari istana akademi, Nien Chu segera melakukan penyamaran dengan membawa Yi eng di dalam gendongannya.
Karena Nien Chu sebelumnya telah bermasalah dengan ketua sekte surgawi, maka Nien Chu meminta agar ranah tingkat kekuatan Yi eng yang telah berada pada ranah tingkat 10 atau di tingkat Dewa, di salurkan ke tubuhnya agar penyamarannya di sekte surgawi dapat berjalan sesuai rencananya.
Di depan gerbang...
"Aku ingin bertemu dengan penatua Hyun Joong," ucap Nien Chu.
Melihat adanya ranah tingkat dewa di tubuh Nien Chu, membuat para penjaga yang terdiri dari para murid senior sekte, seketika itu menerima Nien Chu dengan sangat baik
(Nien Chu menyamar sebagai seorang lelaki paruh baya).
Beberapa penjaga segera melaporkan hal itu kepada ketua sekte, dan ketua sekte pun merespon kehadiran Nien Chu dengan menerima kehadirannya di dalam sekte surgawi.
Di sebuah ruangan tempat menerima tamu agung, Nien Chu di suguhkan berbagai macam hidangan berupa buah buahan segar dan berbagai macam makan ringan, serta anggur terbaik yang di miliki oleh sekte surgawi.
"Maafkan jika penyambutan kami kurang baik tetua," ucap ketua sekte surgawi sambil mempersilahkan Nien Chu untuk mencicipi hidangan yang di sajikan.
"Penyambutan anda cukup baik ketua sekte, tapi ada baiknya anda mempertemukan ku dengan penatua Hyun Joong yang merupakan kawan lamaku, karena aku sudah lama tak bertemu dengannya," jawab Nien Chu.
"Penatua Hyun Joong tengah menuju ketempat ini, dan kuharap tetua sabar untuk menunggunya sambil menyicipi makanan dan minuman ini," ucap ketua sekte.
Tak lama kemudian penatua Hyun Joong datang keruangan itu, dan terlihat Nien Chu masih tetap santai duduk di kursinya.
Walaupun terlihat santai, akan tetapi Nien Chu mengeluarkan kekuatan batinnya untuk berbicara dengan penatua Hyun Joong.
"Kakek, ini aku Nien Chu,"
__ADS_1
Terdengar suara Nien Chu yang sangat jelas di telinga penatua Hyun Joong, yang hanya dapat di dengar oleh penatua Hyun Joong saja.
Penatua Hyun Joong yang tadinya bingung akan sosok tua yang tengah duduk di kursi, yang mengakui dirinya adalah teman lama yang datang bertandang, akhirnya menyadari jika sosok tua tersebut adalah Nien Chu yang tengah melakukan penyamaran, dan pada akhirnya sandiwara pun di mulai di depan ketua sekta Surgawi, agar sang ketua sekte tak mencurigai Nien Chu.
"Saudaraku tetua Ceng nan, lama kita tak berjumpa pada akhirnya kau datang bertandang ketempat ku ini," ucap penatua Hyun Joong.
"Ha..ha..ha.., kau masih seperti dahulu saudaraku, masih kekar dan tampan walaupun kau tak terlihat muda lagi," jawab Nien Chu kemudian berdiri dari duduknya.
Tak lama kemudian merekapun saling berpelukan, seperti dua orang sahabat yang telah lama tak bertemu.
"Ada hal penting yang ingin ku bicarakan padamu kek," ucap Nien Chu kemudian melepaskan pelukannya.
"Saudara Ceng nan, ada baiknya kita ke kediamanku, biar kita bernostalgia kembali mengenang saat-saat masa remaja kita dulu, di sana kita bisa minum puas nya, ha...ha..ha..!" ucap penatua Hyun Joong.
"Baiklah saudara Hyun Joong, karena sudah lama kita tak minum anggur bersama, maka aku akan menerima ajakan mu ini," jawab Nien Chu.
"Ketua sekte, aku pamit untuk pergi kekediaman saudara Hyun Joong," ucap Nien Chu.
Setelah kepergian Nien Chu dan penatua Hyun Joong, ketua sekte bergumam. "Sangat aneh, wajahnya terlihat tua akan tetapi kulit tubuhnya sangat kencang seperti seorang remaja, dan satu lagi mengapa tetua Ceng nan selalu membawa seekor rubah putih?, kurasa aku tak usah menyinggungnya, karena tingkat kekuatannya telah mencapai ranah dewa," ucapnya kemudian pergi meninggalkan ruangan itu.
Ditempat kediaman penatua Hyun Joong, Nien Chu melepas penyamarannya lalu diapun memberi hormat kepada sang penatua.
"Hormatku kek" ucap Nien Chu sambil menggenggam tinju memberi hormat.
"Kau pasti ingin mencari Hyun Zi bukan?" tanya penatua Hyun Joong.
"Benar kek, aku datang ke tempat ini karena rasa bersalah yang selalu datang menggangguku, karena hukuman pengasingan Hyun Zi ada hubungannya denganku.
Aku datang ke sini untuk pergi ke pengasingan itu demi untuk menyelamatkannya, karena aku yakin di sana dia pasti sangatlah menderita," jawab Nien Chu.
__ADS_1
"Nien Chu, apa kau tahu resiko yang akan terjadi bila kau pergi ke sana?, kau bisa saja takkan pernah kembali lagi, dan ku harap kau mempertimbangkan nya kembali sebelum kau pergi ke alam pengasingan itu, karena kau bukanlah anggota sekte surgawi yang terkena hukuman," ucap penatua Hyun Joong.
"Semua telah kupertimbangkan dengan matang kek, aku tak ingin hidup dengan selalu dihantui rasa bersalah, sehingga rasa bersalah itu tak memberikan ketenangan di hatiku," ucap Nien Chu.
Penatua Hyun Joong hanya bisa menarik nafas dalam-dalam dengan kebulatan tekad Nien chu, dan dia berharap jika di masa depan cucunya Hyun Zi bisa bersanding dengan Nien Chu, pemuda yang sangat bertanggung jawab.
"Nien Chu jika kebulatan dekatmu itu telah membawamu untuk menemui cucuku Hyun Zi, maka aku akan mengabulkannya, kau dapat ketempat pengasingan itu dengan resiko yang kau tanggung sendiri.
"Ini adalah kristal langit yang akan kuberikan padamu, dan kau bisa membawa cucuku kembali ketempat ini," ucap penatua Hyun Joong.
"Trimakasih penatua, ucap Nien Chu sambil menerima 2 buah kristal langit pemberian dari penatua Hyun Joong.
Seketika itu penatua Hyun Joong membuka tabir portal yang menghubungkan dimensi ketempat keberadaan Hyun Zi berada, dan dengan cepat Nien Chu melompat masuk kedalam portal tersebut, karena Nien Chu takut jika penatua Hyun Joong menarik kembali perkataannya dan menutup portal tersebut.
Penatua Hyun Joong menarik napas dalam dalam, melihat kepergian Nien Chu.
"Seandainya waktu bisa berputar kembali, waktu itu aku pasti akan membelamu Nan Yi An seperti apa yang telah di lakukan Nien Chu untuk cucuku Hyun Zi.
Benar apa yang dikatakan Nien Chu, jika hidup dengan rasa bersalah akan selamanya tak membuat ketenangan di hati, hal itu yang terus ku alami dengan dihantui rasa bersalah terus-menerus kepadamu.
Maafkan aku karena telah menghancurkan hidupmu, jika kita dipertemukan kembali maka hari itu aku rela mati di tanganmu, atau memperbaiki hubungan kita yang telah rusak dan aku berjanji akan menjagamu sampai ajal menjemputku," batin penatua Hyun Joong.
Di dalam aturan sekte surgawi, memang tak di perkenankan bagi ketua sekte untuk masuk ke dalam alam pengasingan, dan membantu seseorang keluar dari dalam alam pengasingan.
Jika ketua sekte surgawi nekat untuk masuk ke dalam alam pengasingan itu, maka segel misteri yang menyelimuti alam pengasingan akan menghancurkan jiwa ketua sekte Surgawi sampai lenyap tak berbekas, dan jika ketua sekte ataupun mantan ketua sekte membebaskan sendiri seseorang dari dalam alam pengasingan, maka hal itu akan membuat pemimpin sekte akan dibinasakan secara beramai-ramai oleh seluruh petinggi sekte surgawi.
Karena hal itulah yang membuat penatua Hyun Joong tak mampu menyelamatkan Nan Yi An dan Hyun Zi cucunya, karena aturan sekte merupakan harga mati yang harus dilaksanakan.
Tapi kali ini, setelah kedatangan Nien Chu untuk menyelamatkan Hyun Zi dengan resiko nyawanya sendiri, hal itu membuat hati kecil sang penatua terbuka dan dia rela untuk menerima segala konsekuensi dari sekte Surgawi dengan apa yang dilakukannya hari ini.
__ADS_1
Bersambung.