Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Siluman


__ADS_3

"Di sini tak ada penginapan, jika kalian mau rumahku terdapat banyak kamar kosong sehingga kalian bertiga bisa tinggal di sana," jawab laki laki tambun yang merupakan kepala desa.


"Trimakasih kepala desa karena sudi memberikan tempat tinggal kepada kami bertiga, dan untuk itu kami akan tinggal di rumah Anda sampai besok pagi," jawab Nien Chu.


Sesaat kepala desa melirik ke arah paman Yohan, yang membuat laki laki tua itu semakin ketakutan dan memilih pergi dari tempat itu.


"Karena kalian telah memilih tinggal di rumah kepala desa, maka aku mahon diri," ucap paman Yohan.


"Trimakasih paman," ucap Nien Chu.


Setelah kepergian paman Yohan, kepala desa mengajak Nien Chu beserta Tency dan An Yue menuju kerumahnya.


Di dalam perjalanan kerumah kepala desa, tampak terlihat kepala desa begitu sangat tertarik kepada An Yue dan Tency, dengan menatap kedua wanita itu dengan tatapan penuh arti.


Nien Chu membiarkan kepala desa memandang kedua wanita yang bersamanya, akan tetapi jika kepala desa melakukan hal buruk kepada kedua wanitanya maka hari itu juga merupakan hari kematian sang kepala desa.


Kereta kuda tiba di rumah kepala desa, yang sangat besar dan sangat luas halamannya.


Nien Chu tersentak kaget dengan keberadaan rumah kepala desa, yang terlihat besar dan megah tak seperti rumah rumah penduduk desa yang terlihat sederhana.


"Ha..ha..ha.., inilah rumahku, kalian bisa menginap malam ini di sini," ucap kepala desa sambil mempersilahkan Nien Chu masuk kedalam rumahnya.


"Trimakasih kepala desa," ucap Nien Chu dengan senyuman di wajahnya.


Nien Chu masuk ke dalam rumah megah kepala desa, dan dia dapat merasakan aura yang sangat kuat dan sangat mencekam di dalam rumah itu.


"Kalian tunggulah disini karena aku akan menjamu kalian dengan para pelayan yang berada di rumah ini," ucap kepala Desa kemudian pergi meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


Selepas kepergian kepala desa, Tency berkata dengan berbisik-bisik kepada An Yue dan Nien Chu. "Tuan muda..., tuan muda pasti tahu jika di dalam rumah ini keganjilan dan sangat aneh, dan kurasa penghuni rumah besar ini merupakan siluman yang telah menguasai Desa ini. Coba tuan muda lihat ekspresi paman Yohan yang begitu sangat ketakutan saat melihat kepala desa datang kepada kita saat itu," ucap Tency.


"Aku juga sedari tadi telah merasakan jika tempat ini telah terselimutkan aura gelap, dan jika memang kepala desa itu merupakan siluman maka selayaknya dia dimusnahkan," timpal An Yue.


Kalian telah mengetahui keberadaan kepala desa yang sesungguhnya, sedari itu makanlah pil teratai Nirwana ini agar dapat menghilangkan racun dan segala macam ilusi, dari makanan dan minuman yang tentunya akan dibawa kepala desa kepada kita," jawab Nien Chu sambil menyodorkan dua pil kemasan ke arah kedua wanita yang bersamanya.


Mereka berdua lantas menerima pil itu dan menelannya. Tak lama kemudian kepala desa datang bersama para wanita cantik yang membawa makanan serta minuman.


"Maaf telah menunggu lama," ucap kepala desa dan langsung duduk di hadapan Nien Chu bersama dua teman wanitanya.


Para wanita wanita pelayan yang ada di rumah kepala desa, segera menyajikan makanan dan minuman di atas meja.


"Silahkan kalian mencicipi makanan ini, kurasa kalian sudah sangat lapar karena perjalanan jauh," ucap kepala desa.


Tanpa ragu mereka bertiga pun memakan makanan yang di sajikan, karena memang saat itu mereka bertiga sudah sangat lapar.


Tiba tiba kepala desa berkata. "Siapakah kedua wanita ini bagi anda?" tanya sang kepala desa.


"Kedua wanita yang bersamaku merupakan teman seperjalanan yang sama sama ingin pergi ke kota kekaisaran Phoenix, kami bertiga dari kekaisaran cahaya naga, aku bernama Nien Chu dan mereka berdua bernama Tency dan An Yue," jawab Nien Chu dengan menyebutkan kedua teman wanitanya.


"Oh .., begitu..., silahkan di lanjut makannya Nien Chu.., ucap kepala desa sambil melirik kearah An Yue dan Tency secara bergantian.


Nien Chu yang melihat Tency terlihat mulai kesal dengan tatapan sang kepala desa, segera mengalihkan pembicaraan agar amarah Tency tak meledak saat itu.


"Kepala desa, makanan ini begitu sangat lezat, dan sekarang sekiranya kepala desa dapat memberikan tempat kepada kami untuk beristirahat," ucap Nien Chu.


"Aku telah mempersiapkan tempat bagi kalian bertiga, pelayan wanita ini akan mengantarkan kalian kesana," jawab kepala desa.

__ADS_1


Nien Chu segera mengikuti pelayan sang kepala desa menuju ke tempat peristirahatan mereka bertiga, dan pada akhirnya pelayan itu menunjukkan satu kamar buat Nien Chu, dan satu kamar buat An Yue dan Tency, akan tetapi jarak kedua kamar itu cukup berjauhan.


Nien Chu tersenyum saat memasuki kamarnya. "Kesalah besar jika kau menginginkan kedua wanita itu untuk melayani mu malam ini kepala desa, karena kedua wanita itu walaupun terlihat polos tapi sangat mematikan, kau akan mengalami hal buruk yang tak pernah kau rasakan dalam hidupmu, akan amukan kedua wanita yang bersamaku," batin Nien Chu kemudian merebahkan diri di atas pembaringan sambil tertawa kecil.


Sementara itu kepala desa yang merupakan siluman harimau, dan para pelayannya yang merupakan siluman ular, telah mengatur siasat untuk membinasakan Nien Chu malam ini, dan dirinya sendiri akan pergi ketempat kedua wanita yang bersama dengan Nien Chu, untuk bersenang senang dalam menghabiskan malam.


"Saat ini pemuda itu pastinya telah terkena racun dari bisa ular kalian semua, sekarang ini kalian bisa memakan roh jiwanya untuk melepaskan rasa lapar kalian," ucap kepala desa.


"Baik tuan..., kami semua akan menikmati roh jiwa pemuda itu," ucap pelayan wanita yang berada di ruangan kepala desa.


Segera ke tujuh wanita yang merupakan siluman ular menuju ke tempat di mana keberadaan Nien Chu berada, sementara kepala desa yang bertubuh tabun itu berjalan menuju ketempat An Yue dan Tency berada.


Ketujuh wanita pelayan dengan sedikit mendobrak pintu, akhirnya dapat masuk kedalam kamar Nien Chu, dan betapa terkejutnya mereka semua saat melihat jika pemuda itu masih sadar dan kini tengah duduk di pinggir pembaringan.


Tatapan dingin Nien Chu kini tertuju kepada ketujuh wanita yang telah menerobos kamarnya, yang membuat ketujuh wanita itu berperilaku manja dan sedikit menggoda Nien Chu.


"Tuan muda..., kami semua disuruh kepala Desa untuk melayani tuan muda di malam yang dingin ini," ucap salah seorang pelayan dengan senyum yang merekah di bibirnya.


Nien Chu merasakan jika ketujuh wanita yang berada di dalam kamarnya itu telah melakukan teknik pesona, agar dirinya dapat terlena dan dikuasai oleh mereka.


"Hanya tehnik ilusi seperti ini, tak akan sanggup untuk melumpuhkan ku karena keberadaan bunga teratai Nirwana yang sangat kuat di dalam tubuhku," batin Nien Chu.


Nien Chu segera berdiri kemudian berkata. "Sudah cukup sandiwara kalian semua, Karena aku telah mengetahui jika kalian semua merupakan siluman yang telah menguasai Desa ini," hardik Nien Chu dengan mengeluarkan pedang penguasa malam dari dalam tubuhnya.


Bersambung.


Walaupun masalah belum selesai, author tetap akan melanjutkan novel ini hingga tamat, dan novel author yang baru untuk sementara ini pending karena belum ada kejelasan.

__ADS_1


Author juga telah menulis sebuah novel di sebelah, karena rasa kecewa. trimakasih dukungan teman-teman semua atas novel yang author tulis ini. 🙏🙏🙏


__ADS_2