
Setelah berada di rumah kepala desa, dari perbincangan yang terjadi maka timbullah keakraban.
Nien Chu mengutarakan keinginannya akan menyerang menara bulan secara besar besaran, dan penyerangan itu akan dilakukan esok hari, dan setelah mengambil alih menara bulan maka Han Huang akan memperoleh kembali haknya sebagai ketua menara.
Dari semua perbincangan yang terjadi, membuat Han Huang kagum dan salut kepada kepemimpinan Nien Chu, itu terbukti dari pemikiran luas dan wawasan yang dimilikinya.
"Pantas saja putri Xiang'er begitu mencintai Nien Chu, karena semua yang diinginkan oleh seorang wanita berada pada sosok Nien Chu, baik berupa ketampanan, kecerdasan, wibawa, kekuatan, dan lain sebagainya, semua ada pada sosok Nien Chu," batin Han Huang.
Dengan kekagumannya itu membuat sosok Han Huang menaruh rasa hormat kepada Nien Chu, dan membuang jauh-jauh perasaan cintanya kepada sang putri.
"Kepala desa, besok aku akan menyerang menara bulan, dan tentunya apa yang akan kita lakukan memerlukan banyak pemikiran, agar tak terlalu banyak korban jiwa yang jatuh di pihak kita".
"Lebih baik mulai sekarang kita memikirkan bagaimana cara untuk menempatkan pasukan di titik-titik penting dalam menghancurkan kekuasaan ketua Yo liang, Aku ingin kepala desa dan warga desa yang berada di tempat ini ikut dalam pertempuran yang akan terjadi, dan untuk itu mari kita bahas mengenai pola Serangan yang harus kita lakukan, agar dapat terhindar dari kekalahan menghadapi menara bulan," ucap Nien Chu.
"Kak Nien Chu, menara bulan memiliki kekuatan besar terlebih lagi kekuatan terbangnya, selain naga bersayap menara bulan juga memiliki burung elang putih raksasa, yang tentunya dua kekuatan besar itu dapat memporak porandakan pasukan terbang yang kita miliki," ucap putri Xiang'er.
"Apakah kau mempunyai solusi dalam pertempuran udara besok?" tanya Nien Chu.
"Aku rasa ada baiknya kita menyelamatkan leluhur Yeiyi terlebih dahulu, dengan adanya leluhur Yeiyi maka burung elang putih raksasa akan berada di pihak kita, dan tentunya akan membuat kekuatan udara yang kita miliki semakin kuat untuk menghadapi kekuatan menara bulan melalui naga bersayap".
"Dari armada tempur kita, ada baiknya dibagi dua pola serangan yaitu serangan kecil, biarkan Virgion yang memimpin pasukan istana sihir dengan kapasitas kecil, untuk memancing seluruh naga masuk ke kawasan yang telah kita tentukan, kawasan itu berupa lautan segel untuk melumpuhkan para naga".
"Di samping itu pasukan besar yang bersembunyi di awan akan segera menyerang ke Menara bulan, Setelah semua pasukan menara bulan yang ada di udara telah dilumpuhkan," ucap Xiang'er.
Nien Chu sangat kagum dengan pemikiran istri kecilnya itu, sehingga semua kecupan langsung mendarat di kening putri Xiang'er.
"Apa yang kau rencanakan merupakan hal terbaik untuk menaklukan pasukan terbang udara yang dimiliki menara bulan, makasih sayang...," ucap Nien Chu.
Tiba tiba kepala desa awan berkabut angkat bicara dalam hal pembebasan leluhur Yeiyi, sesuai rencana putri Xiang'er.
__ADS_1
"Tuan muda Nien Chu, di istana bawah air terdapat segel yang sangat kuat yang membelenggu leluhur Yeiyi di sana, bagaimana cara kita untuk menyelamatkan leluhur Yeiyi sementara segel itu sangat sulit untuk dihancurkan," ucap kepala desa.
"Untuk menghancurkan segel itu kurasa sangat mudah, karena aku memiliki orang-orang yang mampu menghancurkan segel sekuat apapun, yang jadi masalah saat ini kita belum mengetahui jalan menuju ke istana dasar laut tempat keberadaan leluhur Yeiyi," ucap Nien Chu.
"Jalan menuju ke sana aku mengetahuinya, karena dahulu aku pernah di bawa Yo liang untuk melihat-lihat keindahan istana itu di masa lalu," jawab kepala desa.
"Ini merupakan hal baik bagi kita, malam ini aku akan mengumpulkan kekuatan besar di Desa ini, untuk melakukan penyerangan esok hari," ucap Nien Chu.
Nien Chu kemudian membuka portal dengan kekuatan alam semesta yang dimilikinya. Tak lama kemudian muncul tiga pelindung dari kekaisaran pheonix di tempat itu.
Ketiga jenderal kuat yang dimiliki kekaisaran Pheonix langsung berlutut satu kaki memberi hormat kepadanya.
"Hormat kami yang mulia Kaisar Nien Chu," ucap ketiganya serempak.
Perkataan ketiganya sontak saja mengagetkan kepala desa dan orang-orang di sekitarnya, mereka semua tak menyangka jika pemuda yang selalu merendah diri merupakan Kaisar besar di alam dunia, sehingga membuat kepala desa kini sangat berhati-hati bertutur kata kepada Nien Chu.
"Bangkitlah, sebentar lagi aku akan memberikan tugas kepada kalian semua," ucap Nien Chu.
Karena di dalam ruangan itu tak begitu luas, maka Nien Chu pergi keluar rumah untuk membentuk portal.
Setelah terbentuk, maka keluarlah leluhur Lu Ying dan 100 orang praktisi kuat yang telah dibangkitkannya.
Melihat leluhur lu ying, putri Xiang'er kemudian berlari dan memeluknya.
Setelah puas melepas rindu pada Sang Putri, lu Ying kemudian datang kepada Nien Chu.
"Sekiranya apa perintah yang harus kulakukan sehingga Tuan muda memanggil ku ke tempat ini.
"Benar paman, Aku mempunyai keinginan untuk membebaskan leluhur Yeiyi yang saat ini tengah terkurung di dalam istananya sendiri, sadari itu aku ingin paman bersama kepala desa dan juga penasehat biyao untuk membebaskan leluhur Yeiyi di sana".
__ADS_1
Penasehat Biyao berjuluk Raja segel, dan tentunya segel yang membelenggu istana bawah laut pasti akan dapat dihancurkannya.
"Setelah segel yang membelenggu istana bawah laut hancur, maka paman kutugaskan untuk menemui leluhur Yeiyi sehingga tak terjadi kesalahpahaman yang akan membuat leluhur Yeiyi murka".
"Karena Paman pernah berjuang bersamanya sewaktu masih menjadi pengikut ayahku, kurasa untuk menenangkan leluhur Yeiyi pastilah sangat mudah, dan untuk menuju ke istana dasar laut maka kepala desa yang akan menjadi penunjuk jalannya," ucap Nien Chu.
"Kami akan menjalankan tugas masing-masing, dan kami pasti akan dapat menjalankan misi itu dengan baik," ucap penasehat biyao.
Nien Chu kemudian membuka portal untuk memanggil pangeran Xi Xio dan putri Yinzi, dalam membantunya untuk menghadapi pasukan terbang menara di bulan.
Pada akhirnya pangeran Xi Xio dan putri Yinzi keluar dari portal yang dibentuk, kemudian Nien Chu mengajaknya masuk ke dalam rumah untuk kembali membuat strategi pertempuran yang akan terjadi esok hari.
Malam itu mereka habiskan untuk membuat strategi perang yang akan di terapkan esok hari, dan pada akhirnya kesepakatan pun terjadi yaitu membuat pasukan dua lapis dalam penyerangan ke menara bulan.
Dini hari keramaian pun terjadi di dalam desa, seluruh partisi beladiri yang ada di dalam desa mempersiapkan semua perlengkapan dalam pertempuran besar melawan menara bulan.
Seluruh pengikut Nien Chu semua telah bersiap untuk melakukan pertempuran besar itu.
Virgion dengan pasukan terbang instana sihir berskala kecil, akan menghadapi pasukan terbang menara bulan, dan harus memancing seluruh pasukan terbang menara bulan ke suatu tempat yang telah ditentukan.
Sementara pasukan terbang berskala besar gabungan antara, istana sihir dan istana Orgy akan bersembunyi di dalam awan yang di buat oleh putri Yinzi, sementara pangeran Xi Xio membentuk segel penghancur yang tak terlihat di udara.
Jendral Jatayu, jendral Gong lang, Leon serta sepasang kadal bulan yang dapat merubah tubuhnya menjadi apapun juga, akan bergabung di dalam pasukan besar yang tersembunyi di awan.
Sementara Tency, ular piton lahar Api, Kurama, inti api Surgawi, inti api hidup serta Nien Chu akan memperkuat penyerangan di daratan.
Pagi pun tiba, mereka semua mulai bergerak. Nien Chu tampak gagah di atas punggung Tency untuk memimpin pasukannya menyerang menara bulan.
Putri Xiang'er tak ikut dalam pertempuran besar melawan menara bulan, karena Nien Chu memutuskan untuk membuatnya tetap tinggal di dalam desa.
__ADS_1
Walaupun ada perasaan kesal namun Sang Putri tak bisa berbuat apa-apa lagi, dia tetap mengikuti perintah suaminya untuk tetap tinggal di dalam desa.
Bersambung.